
Pulang dari panti asuhan kami menuju ke camp yang sudah menjadi rumah ke dua kami.
Dalam perjalan dari panti asuhan ke camp,ponsel Rio berbunyi ,Rio.hanya melihatnya tanpa mengangkat ponselnya.Tidak lama ada pesan masuk,Rio hanya membacanya saja tanpa membalasnya.Karena Rio sedang menyetir mobil.
Kami ke panti naik mobil Rio.
Tiba di camp,karena masih siang,aku dan Yesi belum langsung pulang ke Rumah.
Rio langsung pergi ke kafenya,setelah mengantar kami sampai ke camp.
Aku,Sity dan Yesi istirahat sejenak menghilangkan lelah ,Setelah istirahat kami bertiga akan membantu duo L yang sedang live di studio.
Masuk studio,kami melihat duo L sedang bekerja.Karena duo L lagi live,kami tidak mau menganggu mereka,kami melakukan pekerjaan lain.
Sity mengecek pembukaan,Yesi melihat stok barang.Aku memeriksa para buru yang bekerja di gudang.
***
Di kafe Rio.
Rio dan Marsel bertemu di kafe Rio.
Ternyata yang menelpon Rio adalah Marsel.Marsel mengajak Rio untuk bertemu karena ada yang akan mereka bahas.
Rio tiba di kafe ternyata Marsel sudah ada lebih dulu sampai di kafe dan sedang menikmati makanannya.
Ehh ! "ayam ngapain ajak ketemuan"tanya Rio pada Marsel.
"Ada yang ingin aku omongin "jawab Marsel.
"Kenapa ngak bareng sama yang lain di camp"ucap Rio.
"Ngak bisa lah ini masalah kanjeng mami"kata Marsel.
"Emang ada apa lagi "tanya Rio.
"Hari ini adalah hari pernikahan om Teo"ucap Marsel.
Ha ! Rio kaget mendengar perkataan Marsel.
"Sama cewek yang kemarin?"tanya Rio.
"Ia,dan ternyata cewek itu orang kepercayaan sekaligus asisten pribadi tante Natalie"jawab Marsel.
"Astaga tega banget om Teo sama tante Natalie"ucap Rio sambil mengelengkan kepalanya.
"Apa tadi kanjeng mami ngak ngomong gitu ?"tanya Marsel.
"Ngak bro,sikap kanjeng mami biasa aja,ngak kelihatan galau atau banyak mikir"jawab Rio.
"Lu tau kan ngimana kanjeng mami,pintar banget nyembunyiin masalah pribadinya"ucap Rio lagi.
Eh !" biasanya Jubaidah peka banget sama prilaku kanjeng mami,coba deh tanya sama Jubaidah "kata Marsel .
Oh ,"ia ya,tar ku telpon si Jubaidah,muda-mudahan kanjeng mami tidak sama Jubaidah"ucap Rio.
Marsel melihat jam mahal yang melingkar di tangannya.Dan jam menujukan 15.15 .
"Skarang bisa,pasti Jubaidah ada dalam kamarnya,ini kan waktu Jubaidah solat"kata Marsel.
Karena jam 15.00 ,Sity akan solat Ashar.
Rio mengambil ponsel mahalnya dan menelpon Sity.
Ponsel Sity berdering saat Sity baru saja selesai solat.
Sity mengambil ponselnya dan melihat siapa yang menelponnya.
Ah ternyata si kapten,ngapain dia nelpon gue.
"Hallo kapten ,ngapain lu telpon gue?"tanya Sity.
Yee "salam dulu Jubaidah ,nyerocos ajah"ucap Rio.
"Assalammualaikum" ,salam Jubaidah pada Rio.
"Nah gitu dong ! "kata Rio.
"Waalaikumsalam" ,Rio menjawab salam Sity.
He,,,he,,,he,,, Sity terkekeh mendengar jawaban Rio.
"Kapten ada apa menelpon gue,ini aku masih banyak pekerjaan "kata Sity.
"Sabar dong,tar aku lupa apa yang aku akan omongin "ucap Rio.
"Makanya cepetan "jawab Sity dengan perasaan dongkol.
Rio memberikan ponselnya sama Marsel,karena Rio sudah lupa apa tujuannya menelpon Sity.
"Ngapain lu?"tanya Marsel yang binggung akan sikap Rio.
"Lu ajah yang ngomong,aku udah lupa mau ngomong apa !" he ,,,he,,, jawab Rio sambil tertawa.
Marsel mengambil ponsel Rio dan memukul bahu Rio .
"Dasar"kata Marsel.
"Hallo,Jubaidah ini aku "kata Marsel.
Eh ! "lu ayam ada apa kok kalian kayak ada masalah"tanya Sity.
"Ngak Jubaidah,ini aku hanya mau tanya apa kanjeng mami ngak ngomong apa gitu tadi saat di panti asuhan ?"tanya Marsel pada Sity.
"Maksudnya ,aku ngak ngerti "Sity bertanya balik.
"Apa Kanjeng mami ngak ngomong masalah dia gitu"tanya Marsel dengan sedikit berteriak.
"Ngak ,tapi kayaknya kanjeng mami menyembunyikan sesuatu,soalya sikapnya beda kebanyakan begong"jawab Sity.
"Jubaidah hari ini hari pernikahan om Teo,papanya Kanjeng mami"kata Marsel.
"Astaga pantesan tadi sikapnya kayak orang o,on,ternyata dia menyembunyikan sesuatu",batin Sity.
"Hallo Jubaidah lu masih di situ ?"tanya Marsel karena Sity terdiam .
Ia,,,ia,,, "Ku denggar kok " jawab Sity.
"Trus gimana dong?aku binggung , ayam"ucap Sity .
"Coba deh lu tanya,setidaknya kanjeng mami mau mengeluarkan beban di pikirannya"kata Marsel
Ia deh !"ntar ku coba tanya "jawab Sity.
"Aku dan kapten sebentar lagi ke camp,trus kita ajak kanjeng mami jalan-jalan ke pantai" kata Marsel.
"Tapi jangan dulu di omongin,lu bersikap biasa ajah "kata Marsel lagi.
*Kanjeng mami ,masalah lu kenapa ngak ada habis-habisnya,lu tuh kelihatan kuat tapi yang sebenarnya lu begitu rapuh.
Pantesan tadi di panti asuhan lu sukanya ngilang ,ngak mau gabung sama kita,lu menghibur diri lu dengan bermain bersama anak-anak panti*Kata hati Sity.
Maafkan aku yang tidak peka kanjeng mami,batin Sity.
"Jubaidah,jangan lupa coba tanyain sama kanjeng mami"kata Marsel lagi.
Iya ! "ku tutup telponnya ya,aku sudah mau turun ke bawah"ucap Sity lalu menutup telponnya.
Sity langsung menutup telponnya tanpa mendengar jawaban Marsel.
"Kebiasaan tu Jubaidah ! siapa yang menelpon,siapa yang menutup"kata Marsel sambil menatap Rio yang asik makan.
Marsel mendekati Rio.
"Nih ponsel jelek lu"ucap Marsel lalu memberikan ponsel Rio.
Yee, "emang ponsel lu yang tidak punya model"jawab Rio yang tidak terima perkataan Marsel.
"Gimana?"tanya Rio sambil menatap Marsel.
"Gimana apanya?"Marsel balik bertanya.
Hey ! "bro "Teriak Rio yang sudah jengkel dengan jawaban Marsel.
"Kalau gini masalahnya ngak akan selesai-selasai " ucap Rio .
"Dengar hai kapten ,si Jubaidah juga tidak tau,wong kanjeng mami ngak ngomong apa-apa"jawab Marsel dengan nada yang sedikit meninggi.
Untung mereka berdua ada di dalam ruangan pribadi,jadi para pengunjung kafe tidak dapat mendengar percakapan mereka.
"Dikit lagi kita pergi ke camp gabung sama priences-priences kita ya!"ucap Marsel.
Rio menganggukan kepalanya,karena Rio sedang makan.
***
Di camp.
Sity turun ke bawah setelah habis solat.
Aku yang asik melihat para buruh yang sedang bekerja sambil bercanda .
Aku tertawa mendengar coletehan ibu-ibu yang sedang bekerja.
Aku asik dengan ibu-ibu yang bekerja sambil bercanda.
Sity berjalan dan mendekatiku.
"Mi,ayo ke dalam dulu ada yang ingin aku bicarakan! " ajak Sity dengan menepuk pundak ku.
Karena aku sedang bersenda gurau dengan para ibu-ibu yang sedang menyortir barang-barang yang baru masuk.
Eh! "ada apa Jubaidah ?kayak penting banget"tanyaku dengan menatap heran ke Sity.
"Ngak kok,ayo ke dalam dulu! "ajak Sity yang sudah menarik tanganku .
"Ibu-ibu aku ke dalam dulu ya !"ucapku pada ibu-ibu .
"Ya ,neng "jawab mereka.
"Semangat kerjanya "ucapku lalu masuk ke dalam rumah bersama Sity.
Di dalam aku dan Sity yang langsung duduk lesehan di lantai.
"Ada apa?"tanyaku dengan penasaran.
"Mi,aku tau,lu ada yang lu sembunyiin"ucap Sity lalu memegang tanganku.
"Aku bingung harus ngomong dari mana Jubaidah, aku sudah capek dengan masalakku seakan ngak akan ada habisnya" kataku tapi air mata ku sudah keluar.
"Emang ada apa lagi, mi?" tanya Sity.
"Lu tau hari ini adalah hari pernikahan papaku"hiks,,,hiks ,,, jawabku sambil menangis.
Sity memelukku.
"Menangislah setidakkya sesak dalam dadamu bisa berkurang"ucap sity.
Aku yang sedang menangis dalam pelukkan Sity,tiba-tiba kepalaku seakan di tusuk-tusuk oleh jarum.
Aku memegang kepalaku karena rasanya sangat sakit.
Sity yang melihatku memegang kepalaku langsung bertanya"ada apa mi?".
"Wajahmu pucat baget, mi,,,mi,,, "ucap Sity sambil menepuk pipiku.
Karena sangat sakit,aku pingsan di pelukan Sity.
"Tolong,,,tolong,,, !"teriak Sity.
Yesi yang sedang di studio mendengar teriakan Sity langsung berlari ke Sity.
Yesi melihat Sity sedang menidurkan aku .
"Astaga ada apa dengan kanjeng mami?" tanya Yesi.
"Cepat hubungi cap ayam atau kapten chi !" kata Sity .
Ia,,,ia,,, aduh dimana lagi ponselku.
Sity yang melihat Yesi yang kebinggungan langsung memberikan ponselnya pada Yesi.
"Ini pake ponselku ajah"ucap Sity.
Yesi tanpa mengatakan satu kata langsung merampas ponsel Sity.
Yesi menghubungi Marsel.
Ponsel Marsel berdering tapi,karena Marsel sedang menyetir mobil.Marsel tidak menjawab pangilan telpon Yesi.
Yesi menghubungi Marsel lagi.
"Angkat dong ayam,angkat"ucap Yesi sambil berjalan bolak-balik di dalam ruangan.
Yesi melihat Sity yang kesusahan menahan kepalaku,langsung berlari ke studio mengambil bantal untuk ku.
Dengan masih berusaha menelpon Marsel.
Yesi membawah bantal dan memberikan pada Sity.
"Nih buat kepala kanjeng mami"kata Yesi.
"Terima kasih chi "ucap Sity.
Yesi tidak menjawab Sity,karena masih berusaha menghubungi Marsel.
Sity menidurkan aku.Merasa aku sudah dalam posisi yang nyaman,Sity langsung berdiri dan ke dapur membuat teh manis,juga mengambil minyak angin yang botolnya ada gambar daun.
Yesi masih menghubungi Marsel.
Karena jengkel dengan bunyi ponselnya,Marsel menepihkan mobilnya dan melihat siapa yang menelponnya.
Kok Jubaidah ,nelpon gua.
Marsel mengangkat telponya.
"Hallo,kenapa Jubaidah ?" tanya Marsel .
"Ayam lama banget angkat telponnya,cepetan kemari kanjeng mami pingsan,cepet ayam "hiks,,,hiks,,, jawab Yesi sambil menangis.
Marsel kaget mendengar ucapan Sity,Marsel langsung menjalankan mobilnya.Tanpa mematikan telpon dari Yesi.
"Ayam lu dimana?"teriak Yesi dari ponselnya.
"Tega lu,tega lu sama kanjeng mami"ucap Yesi tanpa henti.
Marsel hanya mendengar suara Yesi tanpa menjawab.
"Inilah yang aku takutkan ,lu akan tiba di saat tubuh lu sudah tidak bisa menerima semua tekanan yang sangat menyakitkan.Lu bukan terbuat dari baja Hanna"batin Marsel.
Sabar sedikit ya ! tunggu aku sebentar lagi aku sampai,tunggu aku Hanna.Marsel berbisik-bisik sendiri sambil memukul-mukul stir mobilnya.
"Ayammmmmm ,cepetan aku dan Jubaidah takut"hiks,,hiks ,,, teriak Yesi masih menangis.
Yesi melihat Sity yang duduk di sampingku.
"Jubaidah bagaimana ini?,itu lihat wajah kanjeng mami sudah kayak kertas "tanya Yesi pada Sity.
Sity sedang menciumkan minyak di hidungku dan mengosokkan ke dahiku.
Apa yang di kata kan oleh Yesi pada Sity di dengar oleh Marsel karena Yesi tidak mematikan ponselnya.
"Chi gimana ,sudah tersambung ngak?"tanya Sity.
"Sudah tapi si ayam tidak menjawab Jubaidah!" jawab Yesi.
Ah ! " itu mobil ayam sudah masuk halaman" ucap Yesi.
"Bener itu mobil ayam"kata Sity.
"Syukurlah "ucap Yesi lalu duduk di dekatku.
Marsel masuk ke dalam tanpa mengucap salam.
"Belum siuman?"tanya Marsel lalu mendekati ku.
Yesi dan Sity hanya menggelengkan kepala.
Marsel memengang tangan ku dan memijat telapak tanganku.
Marsel mengosok-gosokkan telapak tangannya pada tanganku.
Aku membuka mataku karena perih,Sity mengolesi minyak angin di dahi ku , karena keringat minyaknya mengalir ke pelipis mataku.Dan membuat mataku perih.
Melihat aku sudah siuman Yesi langsung memelukku.
"Akhirnya lu siuman,aku sangat takut tau" kata Yesi sambil menangis.
"Aku belum akan mati chi "jawabku sambil tersenyum.
Sity mendekatiku dan memelukku.
"Jangan pingsan lagi ya!"hiks,,,hiks,,, ucap Sity lalu menangis .
Aku hanya menganggukan kepalaku.
Ku bangun dan duduk di samping Yesi.
Sity memberiku minum yang telah dibuatnya tadi.
"Di minum dulu biar tenagamu balik" ucap Sity.
"Emang tenagaku lagi jalan-jalan" ucapku dengan tersenyum.
Ia !" tadi dia pergi jalan-jalan tapi untungnya tidak jauh,jadi cepat ketemu"balas Sity dengan memandangku.
Dalam keadaan beginipun kamu masih bercanda mi ! batin Sity
Aku langsung minum teh yang di berikan Sity.
"Terima kasih,Jubaidah "kataku lalu tersenyum.
Sity menganggukan kepalanya.
Marsel keluar ke teras depan tanpa mengatakan apa-apa pada kami bertiga.
"Kenapa si ayam?"tanyaku heran.
"Lu tau kami semua ketakutan,untung si ayam cepat datang dan membantu lu hingga siuman" jawab Yesi.
Habis meminum teh yang di berikan Sity.
Ku berdiri dan berjalan menuju teras depan.Kulihat Marsel duduk lesehan.Ku dekati dan duduk di sampingnya.
Marsel melihatku dan berkata "pulang aku akan mengantarmu".
"Tapi,,, "aku tidak melanjutkan ucapanku,karena Marsel langsung menyelah perkataanku.
"Tidak ada penolakan"sela Marsel .
"Aku bawah si unyu,ayam !" ucapku.
"Besok kan bisa,pulang sekolah kita ngumpul di sini ,pulang lu boleh bawah si unyu" jawab Marsel tanpa melihatku.
"Besok ke sekolah aku akan menjemputmu" kata Marsel lagi.
Marsel tau apa yang akan aku katakan,Jadi sebelum kata itu keluar dari mulutku Marsel sudah mendahuluinya.
Aku menganggukkan kepalaku.
Yesi dan Sity pun ikut keluar.
Kami semua duduk lesehan di teras depan.
Masuklah mobil Rio.
"Assalamualaikum",salam Rio.
"Waalaikumsalam",kami menjawab salam Rio.
Rio membawah bikisan dan meletakkanya di depan kami.
"Silahkan di nikmati"kata Rio.
Rio membawah kue,kue yang di bawah Rio sangat enak,kami semua sangat menyukainya.
💚💚💚
MASIH BERLANJUT
😍 Tingalkan Jejak Sayang 😍😍😍