Hanna

Hanna
Pria Misterius



Esoknya sesuai janji Rio,kami bertemu mami Ayu di kafe.


Kami lima sahabat pulang sekolah, kami ke camp dulu menyimpan kendaraan kami.Karena kami ke kafe naik mobil Rio.


Dalam perjalan kami bercerita banyak hal.Tentang kios mama pun aku ceritakan .


"Trus toko kuenya gimana?"tanya Yesi.


"Masih ada hanya saja mama mempercayakan sama asistenya,kata ibu mama Natalie udah capek "ucapku.


Oh ! "kayak kita dong, jualan kita di percayakan sama duo L " he,,,he,,, ucap Yesi.


"Ya ! beda lah chi dengan kita, kan itu mama nya kanjeng mami ownernya,ya kita semuanya owner "jawab Sity.


"Hitung-hitung kita telah membuka lapangan pekerjaan bagi yang nganggur Jubaidah "kata Rio.


"Karena kita sudah mampu membayar upah sesuai kerja mereka,dan masih ada keuntungan lebih jadi kita bantu orang-orang sekitarnya "ucapku menyambung perkataan Rio.


Tak terasa kami sudah tiba di kafe Rio.Kami turun dari mobil Rio.


Entah kenapa aku ingin masuk lewat pintu masuk kafe.


"Gays masuk depan yuk,kayak penggunjung kafe yang lain " ucap ku.


"Ayo !" ajak Sity dan Yesi.


Yesi dan Sity begitu gembira mendengar ucapanku.


Rio dan Marsel hanya mengelengkan kepalanya.


"Norak tau !"ucap Rio.


"Mana noraknya "tanya Marsel.


"Ku berhenti membiarkan Yesi dan Sity jalan lebih dulu.Lalu ku berjalan di samping Marsel.


"Ayam noraknya ada di dalam kafe,lu mau lihat !"kataku sambil berbisik .


"Emang mami Ayu, punya norak ya !" ucap Marsel.


Rio berbalik dan berkata "Cap ayam lu mengenal kanjeng mami udah berapa tahun ?"tanya Rio menahan emosi.


Marsel melihat Rio seperti orang binggung.


Aku tertawa lalu memukul tangan Rio.


"Ngak bisa lihat orang senang dikit" ucapku lalu meninggalkan para pangeran taufan.


Aku langsung berlari kecil mengejar Sity dan Yesi.Ku tiba di dekat Sity,ku rangkul pundak Sity.


Sity berkata "mi ,lu tu ya ! udah tau si ayam belum terlalu ngerti bahasa sehari-hari yang kita pakai,lu masih ajah ngerjain nya "ucap Sity.


Aku hanya cenggegesan.


"Habisnya bikin gemes tau,norak ajah ngak tau " jawabku.


"Ngomongin apa sih ?"tanya Yesi.


"Astaga chi lu tidur tadi ?"aku balik bertanya pada Yesi.


Yeee !, "ya kali tidur sambil jalan "jawab Yesi.


"Habisnya lu kok oon banget "jawab Sity menyambung ku.


"Kalian ngomongin apa ?"tanya Yesi .


Aku ngak sempat menjawab pertanyaan Yesi karena sudah di pintu masuk kafe.


"Selamat datang kakak " ucap salah satu karyawan yang menjaga di pintu masuk kafe.


Kami hanya tersenyum dengan sikap ramah karyawan kafe Rio.


Saat akan masuk,Rio berlari menyusul kami dan berkata "kita duduk di paling pojok ya ".


Ok ! "Thansk ya pak "ucap ku .


Yesi dan Sity langsung tertawa.


"Mari kakak, ku antar ke meja nya "kata salah satu pelayan kafe.


Kami mengikuti pelayan kafe menuju tempat yang di katakan Rio.


"Gays kalian duluan ya!,aku mau ke atas dulu, mami sedikit lagi sampe"ucap Rio.


Kami hanya menganggukan kepala.


"Siang pak "ucap para pelayan kafe saat melihat Rio.


Rio menjawabnya dengan senyuman.


Chiiiii ! "sok ganteng "kata Yesi melihat sikap Rio pada para pelayan kafe.


"Cemburu lu "ucap Marsel.


Yesi melihat Marsel dan memukul pundak Marsel.


"Cemburu mulut lu "jawab Yesi.


Marsel belum sempat menjawab Yesi.


"Silakan" kata pelayan kafe karena sudah tiba di meja yang di katakan Rio.


"Terima kasih"ucap kami barengan.


"Ternyata kita di bahongi oleh kapten,pantesan ajah kita di larang masuk lewat pintu utama,karena dia tidak mau kita tau kalau si kapten gario-rio itu sudah bapak-bapak" ucapku begitu serius.


Yeee "kira in apa " jawab Yesi.


"Kanjeng mami lu laden,ni" ucap Sity.


"Habisnya dia ngomong serius banget" jawab Yesi.


"Maklumlah ini sudah mau habis bulan jadi obatnya sudah menipis" kata Sity.


" Dasar lu" ucap Yesi dengan sebelnya melihat aku.


Aku seakan tidak mendengarnya.


Kami pun mengambil tempat duduk masing-masing.Aku duduk di samping Marsel,Sity duduk di samping Yesi.


Rio datang bergabung dengan kami.Rio duduk di samping Marsel .


"Udah pesan makanan dan minuman ?"tanya Rio.


"Uda lah!, emang harus nunggu pemiliknya" jawab Marsel.


Aku melihat ada sepasang kekasih duduk pas di depan meja kami.


"Kok,aku kayaknya kenal sama lelaki itu ?"tanyaku pada diriku.


Karena si pria membelakangi kami jadi aku tidak dapat melihat langsung wajahnya.


Ehhh ! "jangan benggong "ucap Marsel lalu memukul tanganku.


"Ngak kok"jawabku tapi mataku masih melihat di depan.


Marsel menggikuti arah mataku.


"Ada apa sih ? " tanya Rio pada Marsel.


Marsel tidak menjawab pertanyaan Rio,tapi langsung berdiri dari tempat duduk dan mengajak Rio.Rio pun berdiri.


"Gays kami ada urusan dikit tapi ngak lama,jangan kemana-mana ya,sebentar lagi mami Ayu tiba" kata Marsel .


Marsel dan Rio langsung berjalan menuju ke depan.


"Emang kami anak kecil ,takut hilang kalau jalan -jalan "ucap Yesi sedikit jengkel.


Tapi Marsel dan Rio tidak menjawab ocehan Yesi.


Minuman yang kami pesan pun tiba,karena sudah haus kami ladies-ladies cantik langsung meminumnya.


***


Di ruangan Rio.


"Ada apa sih?"tanya Rio pada Marsel.


"Tadi aku melihat kayak papanya kanjeng mamai sama pacarnya" jawab Marsel.


"Di mana?,kanjeng mami tau !" tanya Rio.


"Di depan meja kita,rupanya kanjeng mami curiga bro!, soalya kanjeng mami lebih dulu melihat mereka "jawab Marsel.


"Ayo kita ke ruangan CCTV "ajak Rio.


Rio dan Marsel berjalan ke ruangan CCTV.


Rio langsung melihat tempat di mana lelaki itu duduk.


"Tu ! kan itu papanya kanjeng mami " ucap Marsel.


"Ia ,tapi tunggu dulu ! kita lihat saat mereka masuk,takutnya dia telah melihat kanjeng mami"kata Rio.


Rio dan Marsel melihat pak Teo masuk dari pintu dan langsung menuju meja mereka.Mungkin pak Teo telah booking tempat lebih dulu.


Eh,,,eh,,, "itu pak Teo duduk di meja nya tapi gadis-gadis cantik itu sudah duduk lebih dulu" kata Rio.


"Astaga itu pak Teo sempat melihat kanjeng mami" ucap Marsel lalu menepuk dahinya.


"Tapi kayaknya pak Teo ngak kenal sama kanjeng mami"kata Rio.


"Papa macam apa itu!,wajah anak nya yang begitu cantik tidak pernah di lihatnya,padahal anaknya sangat merindukannya" batin Marsel.


"Kenapa hatiku sangat sakit ya ?" tanya Marsel.


"Iya aku juga oksigen dalam dadaku seakan berkurang" jawab Rio.


"Kita juga merasakan seperti perasaan kanjeng mami yang tidak di anggap,sakit banget itu bro,untungnya kanjeng mami adalah wanita yang kuat " ucap Marsel.


"Bro telpon mami Ayu, bilang langsung ke ruangan atas ajah,aku takut kanjeng mami melihat papanya" kata Marsel.


"Soalnya yang ku tau kanjeng mami sangat mengenal wajah papanya,ini ajah dia sudah curiga"ucap Marsel lagi.


Marsel dan Rio keluar dari ruangan CCTV.


Rio mengambil ponselnya dan langsung menelpon mami Ayu.


"Ku turun ke bawah ya! "ucap ku dengan sedikit berbisik.


Rio hanya menganggukkan kepala.


***


Tiba di meja tempat para gadis duduk asik menikmati minuman mereka.


"Hai bidadariku,ayo kita pindah ke ruang private,karena mami Ayu tidak mau di tempat yang banyak orang"ucap Marsel.


Kami para gadis hanya diam sambil pandang - pandangan.


"Ayolah,kita tau kan mami Ayu istri seorang Gubernur,takutnya ada wartawan dan yang ada kita akan terabaikan "ajak Marsel lagi dengan wajah yang terlihat serius.


Aku berdiri dari tempat duduk dan mengajak Sity dan Yesi.


"Ayo kita ke atas ajah,benar kata si cap ayam ,tar yang ada urusan kita yang batal"kata ku.


Sity dan Yesi berdiri dan langsung berjalan,aku yang masih penasaran dengan pria yang duduk di depan meja kami, aku akan berjalan memutar ingin melihat wajah pria misterius itu.


"Aku kok kayak sangat mengenal pria itu"batinku .


Saat aku akan melangkah,Marsel menarik tanganku dan langsung berjalan.Aku terpaksa mengikuti arah Marsel.


Marsel seakan tau tujuanku.


"Cap ayam"ucapku sambil mengoyang-goyangkan tanganku agar ngengaman tangan Marsel terlepas.


Tapi Marsel seakan tuli.


"Ayam aku ingin melihat siapa itu"ucapku .


Marsel tau aku sangat nekad.


"Siapa sih! kenapa aku seakan sangat mengenalnya"tanyaku pada diriku.


"Hai pria misterius ,tunjukanlah dirimu agar aku tidak akan mati penasaran"batinku.


***


Tanganku di lepaskan Marsel saat sudah di dalam ruangan pribadi kami.


"Kenapa muka lu lecek gitu ?"tanya Sity.


"Tau si cam ayam udah kayak ngak rela banget melepaskan calon anak sambungnya"jawabku dengan judesnya.


"Sungguh terlalu "ucap Yesi.


"Ku hanya takut kalau lu salah jalan masuk,kanjeng mami "jawab Marsel.


"Betapa dirimu dianggap seperti seorang balita" sela Yesi.


Marsel melihat Yesi, lalu Marsel mengambil gelas minuman yang kosong dan melemparnya.Tapi lemparan Marsel meleset.


Yesi tertawa.


Ha,,,ha,,, "belajar dulu beb"ucap Yesi .


Weee ,Yesi mengejek Marsel .


***


Di tengah candaan kami,mami Ayu masuk .


Kami yang masih bercanda tiba-tiba mami Ayu berkata " enak ya! kumpul bareng ".


Kami langsung berdiri dan menyalami mami Ayu.


Mami Ayu sudah seperti ibu kami,karena pribadinya juga sangat baik,kami pun sudah di anggap seperti anaknya,begitu juga dengan dadynya Rio.


"Mami ! kami kangen" ucap kami barengan.


Mami Ayu tersenyum.


"Mami juga kangen sama anak-anak mami yang bawelnya minta ampun."jawab mami Ayu.


Ayu nama maminya Rio.


"Aku ngak bawel mom,itu si ayam yang bawel"ucap Yesi.


Mami Ayu menatap Yesi.


Marsel melempar Yesi dengan penutup botol.


"Tu kan mom,ini ajah dia sudah melakukan KDRT" kata Yesi lagi.


Mami Ayu menatap Marsel dan berkata.


"Bule kenapa lu? di panggil ayam sama si mata sipit "tanya mami Ayu.


Ternyata tadi mami Ayu menatap Yesi ingin penjelasan siapa si ayam itu.


Bule nama pangilan mama Ayu sama Marsel.Mata sipit pangilan buat Yesi.


"Itu mom,dia kan play boy cap ayam"jawab Sity.


Haa! "emang ada play boy cap ayam?"tanya mami Ayu.


"Tu buktinya mam"jawabku,


Mami Ayu langsung berdiri dan duduk di samping Marsel.


"Bule,mami minta maaf ya !"ucap mami Ayu sambil menepuk pundak Marsel.


"Tapi kayakya mami juga setuju kamu di julukki seperti itu" kata mami Ayu.


Kami yang mendengar ucapan mami Ayu langsung tertawa.


Ha,,,ha,,,ha,,, .


"Nasib,,, nasib,,, "sela Marsel.


Aku melihat Marsel dan berkata "Nasib lu urus ".


"Udah -udah kalau begini terus tar mulut mami ngak bisa tertutup,karena terlalu lama tertawa"ucap mami Ayu.


"Bikin awet tu mom " ucap Sity.


"Istirahat dikit ya sayang" kata mami Ayu.


Mami Ayu langsung mengambil jus melonnya dan meminumnya.


Aku yang berbalik ke meja untuk mengambil minumanku,tapi mataku tertuju ke bawah dan melihat pria misterius itu berjalan dengan gadis yang bersama dengannya.


Tatapanku mengarah pada pria itu,tapi aku tidak bisa melihat wajahnya,karena dia membelakangi aku.


Ahhh ! "sial"batinku.


Aku tak sadar Rio dan Marsel sudah di sampingku.


"Ada apa "tanya mereka berdua.


"Ap,,apa ?" aku balik bertanya dengan terbata-bata.


Marsel menepuk pundakku dan berkata "ada apa ! kayaknya lu serius banget ,sampe ngak dengar pangilan mami" kata Marsel.


"Itu yang aku katakan tadi,waktu kita di bawah,si pria misterius ,aku melihatnya tadi tapi ngak sempat lihat wajahnya ,karena keburu naik mobil" jawabku tapi tatapanku masih di halaman parkir kafe.


"Udah ngak usah di pikirin"ucap Rio lalu berbalik duduk di sofa sama yang lain.


Syukurlah Kanjeng mami tidak melihat pak Teo.


"Ayo ,tar mami Ayu pulang"ajak Marsel.


Aku hanya menganggukan kepala.


Ku bergabung bersama dengan yang lain.Aku langsung membahas maksud kami bertemu dengan mami Ayu.


Mami Ayu memberi tau beberapa tempat yang layak kami kunjungi.Mami Ayu juga membantu memberikan tambahan natura,seperti susu untuk anak balita,susu untuk lansia,obat-obatan dan masih banyak lagi, juga meminjamkan kami mobil untuk mengangkut bahan-bahan.


Pertemuan kami dengan mami Ayu memberikan kami satu contoh yang sangat baik buat kami lima sahabat juga buat pribadi ku sendiri.


Tenggoklah ke bawah kalau kita sudah berada diatas.Jadilah seperti padi yang apa bila sudah mengguning dia akan menunduk.


Dan Jadilah seperti ayam yang sedang minum,setelah hambis minum ayam akan mengangkat tinggi kepalanya.


❤❤❤


Masih berlanjut


😍 Tinggalkan jejak sayang 😍😍😍