Hanna

Hanna
Surat Cerai



Bagun tidur menyambut hari yang baru,aku sudah memakai seragam lengkap karena hari ini,hari senin,jadi harus dengan seragam lengkap karena akan mengikuti Upacara bendera.


Ku turun dari tangga menuju meja makan dengan bersenandung kecil.


"Selamat pagi bu! ",sapa ku dan langsung duduk di meja untuk sarapan .


"Selamat pagi juga sayang, semangat banget "kata ibuku.


"Harus semangat dong bu"aku menjawab sambil mengambil nasi goreng dan telur ceplok buatan ibu.


"Pelan-pelan makannya tar keselek ",kata ibuku karena aku sarapan cepat -cepat .


Aku hanya diam tidak menjawab perkataan ibu,karena ingin cepat selesai aku harus tiba di sekolah lebih awal kare na harus memeriksa para petugas upacara apa sudah siap dan lengkap.Selesai sarapan aku langsung berdiri dari tempat duduk dan berkata,


" bu Hanna duluanya".


Karena ibuku belum selesai makan.


"Eh,,,eh,,, kenapa buruh -buru sayang,ini juga baru jam 6 pagi, biasanya kan kamu berangkat ke sekolah jam 6.30 sayang" tanya ibu ku .


"Iya bu,tapi ini hari senin kami akan upacara bendara,Hanna mau mengecek petugasnya bu",jawabku sambil berjalan mengambil tas sekolahku yang aku letakkan di atas meja di ruang tamu.


"Oh ya sudah ,tapi harus tetap hati-hati bawah motornya dan jangan ngebut di jalan sayang ",kata ibu ,ibu juga meninggalkan sarapannya dan berjalan mengikuti aku .Sudah kebiasaan ibu,ibu akan menggantar aku sampai aku berangkat ke sekolah.


Ku keluarkan motor kesayanganku,ku pakai sweeter wody agar tubuhku tidak merasa dingin di jalan karena udara masih dingin maklumlah masih pagi,matahari masih malu-malu keluarnya.Setelah memakai sweeter Wody ku,ku pakai tas ransel sekolahku .Sebelum naik ke motorku,ku pamit sama ibu yang ada di sampingku.


"Bu,Hanna berangkat ke sekolah dulunya"


pamitku dan mengambil tangan kanan ibu dan menciumnya.


"Ia belajar yang baik,ya nak! ibu berdoa semoga apa yang Hanna cita-citakan boleh terwujud sayang,berkat Tuhan selalu menyertaimu"kata ibuku,tangan nya menyentuh atas kepalaku,sebelum ku memakai helm ibu mencium keningku dan berkata "jadilah anak yang rendah hati,tolong lah orang yang membutuhkan".


Aku hanya menganggukan kepalaku dan langsung memakai helm yang sudah aku pegang.Aku naik ke motor dan berkata pada ibuku,"Hanna jalan dulu,bu".


"Iya hati-hati di jalan ,jangan ngebut",kata ibu padaku sambil berteriak karena aku sudah menjalankan motorku.


"Iya bu",jawabku dengan berteriak juga.


Ku menjalankan motorku dengan kecepatan sedang,karena jalanan masih sepi jalanan akan rame di jam 7 pagi sampe jam 4 sore.


Tiba di sekolah ku masuk ke parkiran khusus kendaraan roda dua,turun dari motor,ku lihat jam yang melingkar di tanganku ternyata baru jam 6.45.


*Syukur lah masih bisa mengecek para petugas Upacara *batinku.


Ku buka helmku dan mencari petugas parkiran,karena yang mengatur kendaraan adalah petugas parkir agar terata rapih.Ku panggil bapak Mamat.


Pak mamat nama petugas parkir khusus kendaraan roda dua.


"Selamat pagi pak Mamat"ku sapa dengan mengucap kan salam.


"Selamat pagi Ketos"pak Mamat membalasku dengan terseyum.


Ku berikan kunci motorku pada pak Mamat dan berkata,"pak parkir di tempat biasa ya,kuncinya di titip ajah ke pak satpam nanti Hanna ambil kalau sudah selesai upacara ".Karena terburu-buru kunci motorku ku titip pada pak Mamat.


"Siap neng cantik"jawab pak Mamat lalu mengambil kunci motorku.


"Terima kasih ya ! pak "kata ku sambil berlari menuju gerbang sekolah.


Ku mendengar pak Mamat.menjawabku sambil berteriak, "ia neng cantik "aku hanya tersenyum mendengarnya.


"Selamat pagi pak"salam ku pada pak satpam.


"Selamat pagi juga neng" jawab pak satpam


"Pak ! Hanna titip kunci motor Hanna ya ,nanti Hanna ambil sesudah upacara"kataku pada pak satpam.


"Ya ketos cantik"kata pak satpam sambil tersenyum.


" Terima kasih pak, Hanna masuk dulu ya"kataku dengan sopan.


"Iya sama- sama "jawab pak satpam.


Sampai di dalam kelas ku buka sweeter yang ku pakai,melipatnya dengan rapih dan menyimpan di dalam laci mejaku.


Ku rapihkan lagi seragam yang ku pakai lalu keluar dari ruang kelasku.


Di depan kelas ku bertemu Sity yang baru sampe,Sity menyapaku .


"Pagi kanjeng mami"kata Sity dan langsung masuk ke ruang kelas.


Ku menjawab" mat pagi Jubaidah,ku duluan ya,mau melihat para petugas dulu,kamu langsung ke lapangan ajah nanti aku menyusul"


"Iya"jawab Sity.


Ku masuk di ruang persiapan,ku lihat Rio sudah bergabung dengan para petugas upacara.


"Bagaimana semuanya lengkap"tanyaku pada Rio karena Rio sudah melihat ku saat ku masuk di ruangan.


"Beres semua kanjeng mami"jawab Rio.


" Yang menjadi pemimpim siapa?"tanya ku lagi.


" Oh ia ya,lupa aku "jawab Rio


" Jangan bercanda ini tinggal 5 menit lagi"


kataku pada Rio dengan wajah yang


sedikit kecewa.


"Trus siapa dong?"tanya Rio lagi.


" Kamu ajah"kataku


" Tapi aku ngak siap" jawab Rio


" Siap ngak siap harus siap,aku ngak mau tau",kataku lalu keluar dari ruangan dengan merasa kecewa dan dongkol.


*Sudah di ingetin dari semalam,kenapa ngak ingat sih ?* batinku.


Bel berbunyi aku langsung ke lapangan upacara bendera bergabung dengan teman-teman sekelasku.Sity melihatku dan bertanya, "Lu baik'baik ajah?"


Aku menjawab dengan menaikan kening ku saja.Kulihat para petugas Upacara bendera telah masuk ke lapangan upacara.Ku lihat Rio masuk sebagai pemimpin upacara .


*Ha! syukurlah ,si kapten tidak mencari orang lain * batinku.


Upacara bendera selesai,kami para siswa dan guru bubar dari lapangan upacara, guru-guru masuk keruang guru,para siswa masuk ke kelas masing-masing. Ku pergi ke ruang persiapan tadi,ku lihat para petugas upacara bendera masih ada di dalam ruangan.Ku masuk dan bergabung dengan mereka dan berkata, "terima kasih semuanya ya! kalian telah melaksanakannya dengan baik"


Mereka menjawab dengan wajah yang senang"iya mami".


" Dimana ketua kelas kalian "tanya ku


" Hadirrrr,aku di sini "jawab Rio yang sudah terseyum melihatku .


" Darimana ajah kapten? terima kasih ya atas kerja samanya "kataku dengan senyuman yang manis.


"Iya sama-sama,tadi aku di panggil mener olah raga "jawab Rio


"Oh, ya sudah aku duluan, semuanya sekali lagi terima kasih ya "kataku dan langsung ke luar dari ruangan ,ku bergegas ke pintu gerbang sekolah menemui pak satpam mau mengambil kunci motorku.


Dari jauh pak satpam sudah melihatku,belum juga sampe pak satpam berteriak , "neng cantik ini kunci motornya" sambil melempar kuncinya padaku.


"Sama-sama" jawab pak satpam.


Masuk ke kelas dan bersiap untuk mengikuti mata pelajaran di jam pertama.


Bel istrirahat berbunyi,aku dan Sity ke luar dalam ruangan kelas kami.


"Jubaidah ku ke ruangan Osis dulu ya !"kata ku.


"Iya,mau aku pesan makanan apa!,aku mau ke kantin sama yang lain" tanya Sity padaku .


"Gorengan ajah dan minumnya air putih hangat"jawabku


"Tolong bawah ke ruangan osis ya! bilang sama ibu Lela"kataku lagi dan ku langsung berbalik ke ruang osis,karena arah ke kantin dan ruangan osis berbeda.


"Iya,kanjeng mami"jawab Sity sambil berjalan ke kantin.


Tiba di ruangan osis ku lihat anggota osis


sudah di dalam,ku lihat Marsel juga sudah duduk dengan manis di tempatnya.


Diantara kami lima sahabat aku dan Marsel anggota osis,aku ketua osis sedangkan Marsel bendahara osis.


Kami anggota osis membicarakan masalah progam kerja kami yang belum terlaksana,dan masalah-masalah yang terjadi di sekolah kami.


30 menit berada di ruang osis .Bel berbunyi tanda waktu istirahat sudah selesai.Ku tutup rapat singkat kami dan kembali lagi ke ruang kelas kami masing-masing,mengikuti mata pelajaran selanjutnya.


Guru mata pelajaran terakhir keluar kelas,berarti aktifitas belajar mengajar telah selesai,bersamaan bel pulang sekolah berbunyi.Kami semua bersiap untuk pulang ke rumah kami masing-masing tidak terkecuali kami lima sahabat.


Nada Dering WA group lima sahabat berbunyi .


* Lima Sahabat*


Kapten Gorio-rio :"Gays sorry hari ini aku ngak bisa gabung ke Camp ya,aku ada latihan basket di Aulah bareng yang lain ".


Aku : "Iya nga apa-apa "


Jubaidah :"ngak apa-apa"


Chi : "Emmm ???


Kapten Gorio-rio : "elu kenapa Chi "


Aku : " Chi mau ikut jadi cheeleders kapten " ha,,,ha,,,


Kapten Gorio-rio : "Chi lu ngak bisa di terima kalau play boy cap ayam langsung di terima tanpa seleksi " he ,,, he,,,


Jubaidah ; "Setujuh "


Aku : "yang ada para cheeleders lu yang bubar karena pesonanya play boy cap ayam"


Aku : " Gays nanti kita lanjut lagi,sampai ketemu sebentar sore di camp ya.GBU ".


Jubaidah : "sampai ketemu di camp ya"


Chi : " Da , aaaa "


Aku :"kapten jangan lupa tu si cap ayam,ini ponselnya Off "


Kapten Gorio-rio : " Ah siapppp, kebiasaan tu cap ayam ,tar ketemu lansung jadi sate lu,ayam ".


Aku :" Sudah dulu ini sudah mau jalan"


Ku tutup percakapan kami karena keburu siang, dan jalannya akan macet.


Kami berada di parkiran,aku dan Sity di parkiran dua roda,Yesi , Rio , Marsel di parkiran roda empat. Aku dan Sity keluar parkiran bersama tapi berpisah saat sudah di jalan .


"Hati-hati di jalan kanjeng mami"kata Sity.


" Iya,lu juga hati-hati ! sampai jumpa sebentar sore, da,aaa " jawab ku


Di perjalan pulang lalu lintasnya sangat ramai,hingga aku kejebak macet di persimpangan tiga, sampai di rumah sudah jam 13.30.


" Selamat siang bu,bu,uuuuu !Hanna pulang "salamku saat masuk ke dalam rumah.


*Kok sepih ya,apa ibu lagi di kamarnya* batinku.


Saat aku membuka sepatuku,ibu keluar dari kamar mama dan berjalan mendekatiku dan berkata " selamat siang sayang ".


Ibu duduk di kursi dekat aku,aku menatap ibu dan bertanya , "ibu kenapa,ibu sakit ?"


Ku mendekati ibu dan menempelkan telapak tanganku di dahi ibu,tapi ibu memegang tanganku dan berkata, "ibu


ngak sakit sayang,ibu ngak apa-apa".


"Hanna masuk kamar dulu,mandi,ganti baju , ibu tunggu di meja makan ya"kata ibu lagi.


Aku yang binggug dengan sikap ibu langsung berdiri dari tempat duduk, dan naik tangga menuju kamarku.Ku buka pintu kamar lalu masuk ke kamar melempar tas sekolahku di meja belajar dan berjalan menuju kamar mandi.Ku buka baju seragam ku, meletakannya di dalam keranjang baju kotor dan langsung berendam dalam bathtube dengan pikirian ku yang entah kemana.


Habis mandi ku ganti bajuku dengan baju rumahan,kaos oblong yang sizenya xl dengan Celpen. Ukuran kaosku size M tapi kalau lagi di rumah aku lebih suka pake yang size yang besar.


Ku turun ke lantai bawah,dan langsung menuju meja makan karena ibu sudah menungguku di meja makan.


Tiba di meja makan ku tarik kursi dan duduk di samping ibu,ku lihat ibu dan berkata"bu mama ngak makan siang bareng kita".


"Tidak nak,mama sudah makan lebih dulu"jawab ibu.


"Ayo makan"ajak ibu


Ku makan makanannya seakan makanannya berduri hingga di tenggorokanku sakit saat makanannya lewat.


*Kenapa firasatku ngak enaknya seakan ada yang akan terjadi,sikap ibu juga berbeda hari ini * batinku.


Aku dan ibu makan tidak seperti biasanya,kami berdua diam ajah yang terdengar hanya bunyi sendok .


Habis makan ku melakukan pekerjaan ku sama seperti hari-hari biasa begitu juga dengan ibu. Merasa sudah bersih aku naik ke atas lansung ke kamar dan menuju ke balkon kamarku,ngak lama ibu sudah masuk ke kamarku karena pintu kamarku tidak ku tutup dan ikut gabung dengan aku di balkon.


Ibu duduk di sampingku dan memegang tanganku dan berkata "nak tadi pengacara papamu datang dan membawah surat gugatan cerai buat mama".


Aku melihat ibu dan bertanya, "trus mama gimana bu?


"Mamamu langsung menanda tangani surat cerai itu sesuai kemauan papamu" kata ibu.


*Maafkan ibu nak,ibu ngak bisa kasih tau ancaman-acaman papamu buat mama dan ibu nak,ibu takut kamu kecewa dan akan membenci papamu*


Ku peluk ibu dengan sangat erat,tak terasa air mataku keluar,segera ku hapus air mataku agar ibu tidak melihat air mataku.


Kalau mau tanya perasaanku saat ini,sebenarnya aku kecewa banget sama mama dan papa,tapi karena aku sudah terbiasa hidup hanya berdua dengan ibu, aku seakan terlihat tidak perduli akan keadaan mama dan papa,tapi di hatiku yang paling dalam walaupun aku tidak di anggap setidaknya aku mempunyai orang tua yang utuh dan berharap tidak ada perceraian.


Ibu melepaskan pelukkanku dan berkata "apapun itu keputusan mama dan papamu,ibu hanya minta, Hanna harus jadi Hanna yang sekarang, Hanna anak ibu yang kuat ,dan ingat ibu akan selalu bersama dengan Hanna apapun itu ".


Aku tidak menjawab perkataan ibu tapi aku hanya memegang tangannya,dalam batinku ku berkata * ibu jangan lepaskan tanganku kemana pun ibu pergi *


***


*Tuhan berilah anakku ini kekuatan,aku tau dia sekarang begitu rapuh,aku mohon padaMu Tuhan * ibu kembali memeluk Hanna .


Nantikan kelanjutannya


😍 Tinggalkan jejak sayang 😍😍😍