Hanna

Hanna
Ulangan Kenaikan Kelas



Bangun pagi,ku bersiap ke sekolah.


"Selamat pagi bu"salamku pada ibu Diana.


"Pagi nak"jawab ibu.


"Sarapan dulu sayang!"kata ibu.


Aku sarapan bersama ibu Diana.


"Apa hari ini ulangan nak?"tanya ibu Diana.


"Iya bu!"jawabku.


"Ibu doa kan Hanna bisa mengerjakan soal-soalnya dengan baik"ucap ibu.


"Amin bu "jawabku.


Hari ini adalah hari pertama aku akan mengikuti ulangan kenaikan kelas.


Selesai sarapan aku langsung beranjak dari meja makan menuju ke garasi tempat si unyu terpakir cantik.


Aku sudah bisa mengendarai si unyu karena lukaku sudah sembuh.


Sebelum berangkat ke sekolah,aku mengambil tangan ibuku dan menciumnya.


"Bu Hanna berangkat ke sekolah ya!"kataku.


"Hati-hati di jalan sayang"jawab ibu.


Ibu Diana mendekatiku,lalu tangan ibu di letakan di atas kepalaku.


" Berkat Tuhan selalu menyertai mu, sayang " kata ibu Diana lalu mencium keningku.


Amin,aku menutup perkataan ibu.


Setelah mendapat berkat dari ibu Diana akupun berangkat ke sekolah.


***


Tiba di sekolah aku menuju tempat parkir roda dua. Sity juga sudah berada di parkiran.


"Selamat pagi Jubaidah" salam ku pada Sity sambil berteriak.


Sity membalikkan badannya dan melihatku.


"Pagi juga,Mi !"jawab Sity.


Sity berjalan mendekatiku yang sedang mencari tempat untuk si unyu.


Sity membantuku memarkirkan si unyu.


"Terima kasih "ucapku.


"Sama-sama"jawab Sity.


Aku dan Sity jalan bareng ke sekolah,Kami masuk ke ruang kelas kami.


Dalam kelas teman-temanku sudah banyak yang hadir,kami siswa sudah siap mengikuti ulangan kenaikan kelas.


Bel sekolah berbunyi,sebagai tanda bahwa ulanga mata pelajaran pertama akan di mulai.


***


Tiga puluh menit kemudian,terdengar bunyi bel istirahat,yang tandanya ulangan di mata pelajaran pertama sudah selesai.Kami siswa dan para guru pun bersiap untuk istirahat .


Sebelum keluar kelas kami mengumpulkan kertas ulangan pada guru pengawas.


Aku dan Sity keluar dari ruang kelas,kami menuju ke taman belakang sekolah.


Karena kami lima sahabat lebih sering menghabiskan waktu istirahat di taman di bandingkan di kantin sekolah.


Ternyata aku dan Sity tiba duluan di taman.


"Apa susah ya! soal ulangan mereka?"tanyaku pada Sity.


"Aku juga ngak tau"jawab Sity sambil mengangkat kedua pundaknya.


Ehhh! "itu si cap ayam "ucap Sity sambil menujuk Marsel.


"Panjang umur tu anak !"kataku.


Marsel datang mendekati aku dan Sity.


"Ada yang hilang ya ?"tanya Marsel lalu duduk di sampingku.


"Mungkin lagi antri di kantin,tau sendiri kan, mereka berdua malas sarapan"jawabku.


Rio dan Yesi malas sarapan,mereka berdua nanti mengisi perutnya saat jam istirahat sekolah.


Yesi dan Rio berjalan sambil membawah beberapa bungkus makanan.


"Tuh ! kan "ucapku.


"Assalammualaikum"salam Rio.


"Waalaikumsalam"jawab kami serempak.


Rio dan Yesi meletakan makanan dan minuman di depan kami.


"Ayo di makan !"ajak Yesi.


"Trus lu berdua nonton ajah?"tanyaku.


"Kami sudah makan di kantin tadi,sebelum lonceng berbunyi"jawab Yesi.


Haaa! aku kaget mendengar jawaban Yesi.


"Yang bener,apa soal ujian kalian ngak ada sulit-sulitnya?"tanyaku.


"Kanjeng mami,itu soal ujiannya susah banget,tapi itu bagi yang ngak belajar"jawab Yesi.


"Kalau aku sudah mempersiapkan diri dari tahun lalu"ucap Yesi dengan tersenyum.


Sity mengambil ranting yang ada di sampingnya lalu melemparnya pada Yesi.


"Kalau mimpi jangan di sekolah Chi"ucap Sity.


"Bener lah aku kan sudah belajar dari tahun lalu"jawab Yesi.


"Malas ngomong sama lu"ucapku lalu meminum minumanku.


Yesi tersenyum melihatku.


"Tumben,biasanya mulut lu seperti radio rusak"ucap Yesi.


Aku hanya cuek ajah.


Ku lihat Marsel dan Rio asik ngobrol.


"Awaaaas ada ular biruuuu!" teriakku.


Marsel dan Rio langsung berdiri dan naik di tempat duduk.


"Mana,,,mana,,, ularnya ?" tanya Marsel.


Wuaaha,,,ha,a,,,ha,,, aku tertawa sambil memegang perutku.


Sity dan Yesi pun tertawa melihat dua lelaki yang langsung berdiri karena kaget.


"Kanjeeeng maamiiii !" teriak Rio.


Aku seakan tidak mendengar teriakan Rio.


"Kena kalian" jawabku.


"Lu keterlaluan,kalau aku pingsan gimana"ucap Rio lalu turun dan langsung minum minumannya.


"Ya di bawah ke UKS lah"jawabku tapi aku masih tertawa.


"Lagian apa kalian pernah lihat ular warna biru"tanyaku.


Marsel tidak mengatakan apa-apa,dia juga turun dari tempat duduknya dan mengambil minumannya.


"Makanya jangan sok jagoan,hanya ular kalian sudah pucat kaya tissu" kataku.


Aku masih tertawa melihat mereka berdua.


"Lu tuh keterlaluan banget,aku juga kaget tau!"ucap Sity.


"Aku hampir lari,tapi karena ku lihat si biang keroknya hanya duduk ajah,jadi aku diam ajah "kata Yesi.


Yesi tau aku paling takut sama reptil itu.


Marsel melihatku dan melempar gelas bekas minumannya padaku.


"Dasar,ngak ada pikiran lu!"kata Marsel.


"Ada bung,otakku ini ku pakai untuk berfikir"jawabku lalu melempar balik Marsel.


"Aku binggung gimana ibu Diana menghadapi lu setiap hari"ucap Rio.


Iya!"aku juga binggung "jawabku sambil mengeleng-gelengkan kepalaku.


Sity dan Yesi memukul tanganku.


"Aku no comment"ucap Yesi.


"Aku juga"kata Sity.


"Lebih baik aku makan"jawabku,lalu mengambil makanan yang di bawah Yesi.


Kami pun makan bareng,Yesi dan Rio hanya makan gorengan.


Selesai makan,bel pun berbunyi,kami langsung membersihkan tempat makanan kami,dan membuang sisa dan tempat makanan kami ke tempat sampah.


Setelah bersih kami beranjak dari taman menuju kelas kami masing-masing untuk mengikuti ulangan di jam yang ke dua.


"Sampai jumpa pulang sekolah nanti"ucap Marsel.


Daaaa! aku melambaikan tanganku .


Daaaa! Yesi membalas melambaikan tangannya.


"Awaaas ada ular " he,,,he,,,he,,, teriakku lagi sambil terkekeh.


"Habis tu obatnya"jawab Marsel .


"Mungkin "kata Rio lalu pergi ke kelasnya.


Kami pun berpisah dan masuk ke kelas kami masing-masing.


Dalam kelas guru pengawas membagikan soal ulangan kami.


Di jam yang kedua,kami sudah tidak lagi ada jam istirahat ,30 menit kemudian kami langsung masuk ke mata pelajaran yang ketiga.Mata pelajaran yang ketiga hanya 30 menit.Selesai dengan soal ulangan yang ke tiga ,bel sekolah berbunyi yang tandanya ujian di hari pertama sudah selesai.


Kami pun bersiap untuk pulang.


Aku dan Sity pun bersiap untuk pulang,kami berdua keluar dari ruang kelas dan berjalan ke tempat parkir roda dua.


Yesi,Rio dan Marsel sudah di tempat parkiran mobil.


Saat di gerbang sekolah,pak satpam melihatku.


"Neng Hanna ,kakinya udah sembuh?"tanya pak satpam .


"Iya pak,itu hanya luka kecil ajah kok" jawabku.


"Namanya luka neng,kecil atau besar tetap sakit"ucap pak satpam.


Aku mendengarnya langsung menganggukan kepalaku lalu berkata "iya juga ya pak".


"Pak kami pulang dulu ya!"pamit ku pada pak satpam


"Iya neng,hati-hati di jalan"jawab pak satpam.


Aku dan Sity pun berjalan menuju parkiran.


"Aku binggung sama lu,semua yang ada di lingkungan sekolah ini,baik siswa,guru apalagi pak Andi hanya lu yang bisa dekat dan sering bercanda dengan pak Andi"ucap Sity .


"Emang kenapa"tanyaku pada Sity sambil berjalan.


"Heran ajah kanjeng mami!" jawab Sity lalu mengacak rambutku.


"Pak Andi itu baik,dan suka bercanda lo Jubaidah"ucapku.


"Hanya sama lu ajah"jawab Sity.


"Sama istrinya juga"ucapku lalu tersenyum pada Sity.


Hmm ,Sity tidak menjawabku.


Karena sudah di parkiran aku langsung menuju si unyu,Sity ke tempat si blacknya.


Ku lihat si unyu terjepit oleh motor siswa-siswa lain.


Waduuh !"gimana keluarnya si unyu"batinku.


Ku lihat ada pak Mamat.


"Pak Mamat"panggilku dengan melambaikan tanganku.


Pak Mamat melihatku dan berjalan mendekatiku.


"Ada apa ketos"tanda pak Mamat.


"Pak tolong dong keluarin motorku"ucapku.


"Siaap neng cantik"jawab pak Mamat lalu mengeluarkan motorku.


Sity sudah naik di motornya .


"Bisa ngak mi "tanya Sity sambil teriak karena tempatku dan Sity agak jauhan.


Aku menganggukan kepalaku.


"Ku tunggu di depan ya "kata Sity lagi.


"Iya,nanti aku nyusul"jawabku.


Sity menjalankan motornya ke pintu keluar.


Pak Mamat berhasil mengeluarkan motorku.


"Ini neng"ucap pak Mamat.


"Terima kasih ya!"kataku .


"Sama-sama neng cantik "ucap pak Mamat.


Aku naik di atas si unyu dan mengendarainya.


Sity masih menungguku di depan parkiran.


"Ayo !"ajakku.


Kami berdua pun keluar dari area parkiran sekolah.


Di depan Yesi,Rio dan Marsel sudah menunggu aku dan Sity.


"Ada apa kok lama?"tanya Rio.


"Ada ular "jawabku.


Rio hanya mengelengkan kepalanya.


"Ayo jalan !" ajak Marsel.


Sity melihatku dan berkata "ngak ada puas-puasnya lu !".


Aku hanya tersenyum mendengarkan perkataan Sity.


Kami pun mengendarai kendaraan kami masing-masing menuju ke camp.


😍😍😍


Nantikan Kelanjutannya.


😍 Tinggalkan Jejak Sayang😍😍😍