Hanna

Hanna
Kios Kue



Tiba di rumah aku kaget halaman rumah sudah di penuhi oleh material-material bagunan.


Karena penasaran aku langsung memasukkan si unyuku ke dalam garasi.


Aku turun ku dekati para pekerja yang sedang merapikan pasir yang berserahkan.


"Selamat sore bapak-bapak"salam ku pada para pekerja.


Mereka menjawab "sore neng cantik".


Aku hanya tersenyum mendengarnya.


"Pak emang mau bangun apa ya?"tanyaku.


Oh " ini neng mau buat kios" jawab salah satu bapak.


Kios !!!" siapa yang mau jualan ?"aku bertanya pada diriku sendiri.


Oh ! " buat kios ya pak !,ya udah pak semangat kerjanya " ucap ku lalu aku langsung masuk ke dalam rumah .


"Ia neng "jawab bapak-bapak itu.


"Selamat sore bu " salam ku sambil teriak karena aku tidak melihat ibu.


Aku menuju rak sepatu dan melepaskan sepatu sekolahku.


Ku ke dapur ingin menjumpai ibu.


"Kutanya ibu ajah biar jelas,ya kaliii ibu mau jualan",batinku.


"Buuuuu,bu,,, ! "teriakku memanggil ibu.


"Kemana sih !ahhh mungkin lagi mandi,masuk ajah ke kamar ibu"batinku sambil berjalan menuju kamar ibu.


Tok,,,tok,,,tok,,, ku ketuk pintu kamar ibu.


Karena tidak ada jawaban ku coba buka pintunya dan ternyata pintu nya tidak di kunci.


Masuk ke kamar ibu,ku mendengar suara air di kamar mandi,rupanya ibu lagi mandi.


"Pantesan ngak nyahut, lagi mandi !"batinku.


Ku duduk di sudut ranjang ibu menunggu ibu habis mandi.


Ibu keluar dari kamar mandi,melihat aku yang sudah tiduran di ranjang nya.Karena capek aku tiduran .


Ehhh !"kok belum mandi ,sudah tiduran nak" ucap ibu saat melihat aku sudah tiduran.


"Kalau anak gadis ngak baik loh kalau pemalas "kata ibu lagi.


"Habisnya ibu lama mandinya "kataku.


"Tapi tetap tidak baik,ayo mandi dulu!"ajak ibu.


"Bentar bu! Hanna mau tanya,di halaman depan mau buat apa kok banyak banget material-materialnya ?" tanyaku lalu bangun dan duduk di ranjang ibu.


"Mandi dulu baru ibu jelaskan "ucap ibu .


"Ayo cepat anak pemalas "ajak ibu sambil mendorong aku untuk keluar dari kamar ibu.


Yeee ! "pelit baget sih,aku batalin untuk menjodohkan ibu sama Marsel,kasihan juga si Marsel punya istri pelit "ucapku yang sudah keluar dari kamar.


"Hanna !!!! "teriak ibu.


Aku langsung berlari sambil tertawa.


"Ia ibu ku yang cantik"jawabku sambil berlari.


"Lu tu ya! keterlaluan banget "jawab ibu dengan berteriak juga.


Aku yang sudah menaiki tangga hanya menenggok ibu yang di bawah.


Haaa,,haa,,, tawaku.


Ibu mengikutiku ke kamar,aku masuk ke kamar melempar tas sekolahku ,lalu masuk ke kamar mandi.


Ibu masuk ke kamarku dan duduk dengan manis di sofa.


Habis mandi,ku menganti baju dan mendekati ibu dan duduk di samping ibu.


Ibu berdiri dan menarik aku menuju ke balkon kamarku.Aku hanya mengikuti ibu.


Duduk di balkon berdua dengan ibu.


Ku lihat ibu dan bertanya "bu ,itu material yang di depan mau bikin apa ?".


"Mau bikin kios kue nak"jawab ibu sambil mengelus rambutku.


"Kios !!! ibu mau jualan kue ?" tanya ku lagi.


"Emang uang kita sudah ngak cukup ya bu !" kataku.


Ibu mengelengkan kepalanya.


"Husss kamu tu ya,ingat ucapan adalah doa nak "kata ibuku lalu menepuk tanganku.


"Habisnya ! ibu menjawab penuh dengan teka-teki "jawabku.


Aku merubah posisi dudukku ,ku rebahan di kursi dengan berbantalkan paha ibu.


"Nak itu kios buat mama Natalie"kata ibu.


Haaa !


Aku kaget mendengar kata ibu,ku langsung duduk lagi dan duduk menghadap ibu.


"Mama mau jualan kue di rumah bu ?"tanyaku.


Ibu tidak menjawab.


"Nak mama mu sudah berhenti ngak lagi mau ke tokonya,katanya mau jualan kecil-kecilan di rumah ajah biar ngak capek"jawab ibu.


"Trus siapa dong yang mengelolahnya ,bukannya itu adalah prioritasnya" ucapku tapi aku sudah tidak menghadap ibu.


"Kok aku merasa ada yang ibu sembunyikan"batinku.


"Biarlah nak,mungkin mama mu sudah capek menggurus tokoh kuenya" kata ibu sambil memegang tanganku.


Maafkan ibu nak,ibu merasa belum waktunya kamu tau,ibu janji akan memberi tahumu kalau sudah pas waktunya.


Ku lihat ibu terdiam seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Yang mengelolah toko kue mama ,orang kepercaayan mama sayang "ucap ibu lagi.


"Bu enak ya jadi bos,kita tinggal duduk manis dan menerima hasil yang bersih"kataku .


"Enak apanya sayang !,ngak semua orang jujur,kita kuduh hati-hati pada orang walupun sahabat dekat kita,bisa-bisa merekalah musuh dalam selimut "kata ibu


Ini nyata sayang pegawai kepercayaan mamamu menusuknya dari belakang .


"Buktinya sahabat Hanna baik dan jujur bu,malahan lebih dari kata lebih" ucapku.


"Kamu harus bersyukur punya sahabat seperti mereka sayang "ucap ibu.


Aku menganggukan kepalaku.


"Bu trus kios kue itu mama yang akan menjaganya atau mama punya orang ?"tanyaku.


"Kios kue mama mu,mama Natalie sendiri yang akan menjaganya,dan yang membuat kuenya juga mamamu sayang"jawab ibu.


"Boleh ngak Hanna membantu menjualnya bu"tanya ku lagi.


"Jangan sayang tar mamamu marah ,biarin ajah mamamu yang mengerjakan semua"jawab ibu .


"Tapi , bu ! kataku.


Aku ngak sempat melanjutkan kata-kataku ibu sudah memotong perkatanku.


"Ngak ada tapi-tapian,ibu ajah sudah menawarkan diri untuk membantu mamamu tapi di larang keras dan ibu di marahi mamamu "jawab ibu.


"Jadi ibu minta biarlah kios kue itu mamamu yang tau,Hanna jangan ikut campur ya!" ucap ibu lalu mencubit pipiku.


"Ibuuuuu !sakit "ucap dengan manja.


Ibu berdiri dan menariku untuk masuk kedalam karena akan turun hujan.


Kami masuk ke kamar dan langsung keluar kamar menuju tangga.Saat aku dan ibu menuruni tangga ku lihat mama baru masuk rumah.Rupanya mama baru pulang.


Mama tidak memandang aku dan ibu.Dalam hati kecilku,ingin ku berlari memeluk mama.


"Ma,a ! Hanna kangen "batinku.


Aku merasa mataku sudah berawan,ku langsung menggucek mataku agar kristal bening tidak akan turun.


Di ruangan bawah aku duduk dan menyalahkan Tv,ku alihkan pikiranku untuk nonton.


Ibu keluar melihat para pekerja,rupanya mereka sudah pulang.Karena sudah jam 6 sore.


Ibu masuk ke dalam dan duduk bareng denganku.Kami nonton serial komedi.


Aku dan ibu tertawa melihat tingkah kocak para pelawak,sampai-sampai airmata ibu keluar karena tertawa.


Tak sengaja perut ku berbunyi,ibu melihatku dan berkata , "anak ibu laper ya " lalu mencubit perutku.


Aku hanya tersenyum.


"Ayo makan , tar anak ibu ini pingsan " ajak ibu sambil mengejekku.


"Yeee ,,, "selaku.


Ibu berdiri dan menuju dapur untuk mengambil makanaan.


Aku mengikuti ibu,aku mengambil piring beserta teman-temannya.


Ibu meletakan makanan di atas meja makan,aku berjalan menuju ke dapur dan mencuci tanganku.


***


Kami makan sambil bercanda hingga ibu keselek karena ulahku.Habis makan aku merapikan meja,ibu mencuci piring kotor.


Selasai dengan aktifitas di meja makan aku ke depan dan duduk di teras,ingin melihat kendaraan dan orang-orang yang lewat.


Ibu mengikutiku.


"Nak masuk,ini mau hujan "ajak ibu.


Aku pun langsung masuk,ibu menutup pintu dan menguncinya.


"Bu ! Hanna ke kamar ya "ucapku lalu naik ke atas menuju kamarku.


Belum juga masuk,hujan pun turun dengan deras.


"Bener kata ibu,untung ajah aku sudah di dalam"batinku.


Ku naik ke ranjang,ibu masuk ke kamarku,mendekatiku ,mencium keningku dengan sangat lembut dan menggucapkan selamat tidur.


"Jangan lupa berdoa sayang"ucap ibu sebelum keluar dari kamarku.


"Ia bu" jawabku singkat.


Tuhan Engkau segala Mahatahu,apapun pergumulan hidupku juga keluargaku,aku hanya pasrahkan padaMu.Jaga dan lindungi orang-orang yang ku sayangi ,berikan lah mereka kebahagiaan.Malam ini kami akan beristirahat Tuhan bangunkan kami besok dengan nafas kehidupan yang baru.Amin


❤❤❤


Nantikan kelanjutanya


😍 Tinggalkan jejak sayang 😍😍😍