Hanna

Hanna
Supir Mafia



Tiba di camp,kami para priences masuk ke kamar,di camp,kamarnya ada 3 jadi kami memakai kamar itu.Aku dan Yesi satu kamar,Rio dan Marsel satu kamar,Sity kamar sendiri,karena kamar Sity ada musolahnya tempat Sity sembahyang. Jadi kami menghormatinya,kami para cewek-cewek cantik sering juga masuk ke kamar Sity.Kamar-kamarnya berada di lantai dua,di lantai dua,ada ruang keluarga yang kami satu kan dengan ruang makan,juga ada dapur kecil.


Selesai mandi,kami turun sudah memakai baju santai,kami sudah tidak memakai seragam sekolah,karena camp kami sudah menjadi rumah ke dua kami,jadi sebagian baju-baju kami ada di kamar kami masing-masing.


Kami duduk lesehan di ruang tengah,sambil menunggu Rio yang belum sampai karena tadi sepulang sekolah Rio masih ada pertemuan dengan para anggota basketnya.


"Cap ayam , mandi dulu ! emang lu ngak gerah "kata Yesi yang melihat Marsel lagi tiduran di lantai.


"Ceh,i,i le ! perhatian banget lu Chi ,naksir ya sama aku. Emang sih! aku ganteng ,tapi maaf Chi,kamu tu bukan tipe gue, aku ngak mau yang matanya hampir tidak kelihatan "jawab Marsel sembari menyombongkan diri.


"Gr banget lu ayam ! lu pikir gue mau sama lu, lu kan tau aku alergi sama ayam , we e "jawab Yesi sambil meledek Marsel.


Aku dan Yesi hanya tersenyum melihat tingkah Yesi dan Marsel.


Marsel bukannya bangun , tapi malah berbalik membelakangi kami,dan kami mendengar bunyi seperti pintu yang baru terbuka dan mencium bau seperti terasi yang sedang di bakar.


" Ayammmmm,lu ngak sopan banget " kami berteriak karena Marsel buang angin (kentut).


"Bau tau ,emang lu makan apa sih " tanya ku.


Tapi Marsel tidak menjawab,Marsel sudah lari naik tangga.


"Tinggal di terima ajah kok, marah-marah"kata Marsel sambil berteriak menuju lantai atas.


Kami bertiga langsung keluar menuju teras menghirup udara segar karena di dalam masih ada bau sangat menyenggat.


Duduk lesehan di teras,ku lihat mobil Rio sudah di gerbang pintu rumah,pak Kadir langsung membuka gerbangnya dan mobil Rio masuk ke dalam.


Pak Kadir adalah saptam rumah yang kami jadikan camp.Pak Kadir orang yang di rekomendasi oleh papanya Rio untuk mengawasi kegiatan kami sehari-hari.


Rio keluar dari mobil,dan membawah beberapa bungkusan,ternyata Rio sudah membelikan kami semua ,makanan untuk makan siang.


"Aasalammualaikum" salam Rio .


"Waalaikum salam " kami menjawab salam Rio.


"Loh, kok tumben priences-priencesku nongkrong di luar "tanya Rio sambil berjalan dan duduk bersama dengan kami.


Makanannya di bawah pak Kadir ke dalam dapur.


"Suka ajah kapten,di dalam bau kemenyan" jawab Sity lalu tesenyum.


"Ihhhh serem dong " kata Rio yang sudah duduk di samping Yesi.


"Neng makanannya sudah bapak letakkan di atas meja di dapur"kata pak Kadir.


"Oh iya pak terima kasih ya " jawabku.


Marsel keluar dan bergabung dengan kami.Marsel sudah mandi dan sudah memakai baju rumahan.


"Bro , makanan mana laper ni ",tanya Marsel pada Rio sambil mengelus-gelus perutnya.


"Yuk makan dulu !" ajak ku.


Kami semua berdiri menuju ke dapur,kami mengambil makanan kami masing-masing, lalu keluar dari dapur. Yesi makan di meja makan yang berada di dapur ,aku dan Sity lesehan di ruang tengah.Rio dan Marsel di teras depan.


***


Selesai makan kami berkumpul di ruang tengah.


"Jubaidah,Siapa yang live?"tanyaku pada Sity.


Sity menjawab "duo L "


Duo L adalah anak kembar pak Kadir. Lula dan Luna nama mereka. Mereka berdua sering membantu menganti kami kalau kami ada urusan.Lula dan Luna masih duduk di kelas 8 disalah satu sekolah di kota kami.


" Baguslah kalau sudah ada yang menghendelnya "jawabku.


"Yuk ke balkon atas ajah "Ajak Rio.


Kami berdiri dan langsung naik.ke atas menuju balkon.Balkonnya menghadap ke depan jadi kami bisa melihat kendaraan atau orang-orang yang lewat.


Duduk di balkon, tapi tidak berbentuk lingkaran kami duduk lesehan.Aku dan Rio duduk berdekatan,Sity dan Yesi duduk membelakangi jalan,Marsel duduk disamping Rio.


" Kira-kira peraasaan ku benar apa ngak ya gays "aku bertanya pada teman-temanku.


"Ya" jawab Rio dengan wajah yang serius.


"Haaa !"kami bertiga kaget mendengar jawaban Rio.


"Yang bener lu kapten "tanya Marsel.


"Dengar ya !,tadi sebelum mengambil makanan yang telah ku order ku sempat mampir ke toko bulan,mengecek CCTVnya soalnya kita kan berempat berpisah di persimpangan tiga, pas di depan toko bulan.Trus aku melihat di belakang motor lu ada motor lain tapi ngak ada nomor polisinya,di samping motor itu ada mobil Marsel.Kata Rio panjang lebar.


"Lu nyakin banget " kata Marsel lagi.


"Ialah aku sudah mengecek CCTV kedai kopi di depan, sebelum masuk pos satpam perumahan ini.Motor itu ada disana tapi kayaknya orangnya ada di dalam kedai kopi.Kata Rio lagi.


" Aku takut "kita kenapa napa "kataku.


"Jadi gimana dong kapten "kataku lagi.


Rio adalah orang yang bijak dalam mengambil keputusan sebelum bertidak Rio akan meneliti dulu letak masalahnya dan akan mencari bukti-buktinya.Makanya Rio sangat cocok menjadi kapten basket di sekolah.


Rio menatapku dan berkata "Mi kamu harus tenang jangan terlalu menyolok kalau lu takut,buat seakan tidak ada apa-apa ya "kata Ril sambil menepuk pundakku.


" Mulai hari ini kamu belum bisa bawah motor lu ke mana-mana,aku yang akan mengantar dan menjemputmu ya ! ,mi" kata Marsel.


"Aku setuju,kanjeng mami jangan dulu bawah motor, ya!"kata Sity.


"Memangnya kalian tidak merasa gitu,kenapa hanya aku?"tanyaku.


Mereka hanya menggelengkan kepala mereka.


"Kok aku merasa curiga ya !"kata Marsel.


"Curiga apa?"tanya Yesi.


"Kita tu sudah bertahun - tahun jalan bareng,kanjeng mami tidak pernah merasakan seperti sekarang,tapi di saat mama nya tinggal bareng kanjeng mami,belum juga seminggu sudah begini,apa kalian tidak merasa apa yang aku pikirkan ?"kata Marsel sambil bertanya pada kami.


"Iya ngak apa-apa "jawab ku pada Rio sambil memegang tangan Rio karena aku duduk dekat Rio.


"Tapi ada benarnya juga ya "kataku.


"Untuk sekarang kita jangan dulu kumpul-kumpul di camp,karena terlalu beresiko,kita ngumpulnya di kafe ajah,kalau di kafe kan tempatnya ramai.Gimana ?" Rio berkata sambil bertanya.


"Ya deh demi keselamatan kita semua dan kanjeng mami"kata Sity.


"Dua L, dulu yang pending pekerjaan kita tapi nanti ku bantu kalau sempat "kata Sity.


Aku bersandar di bahu Rio tak terasa airmataku keluar tanpa ijinku,aku terbawah perasaan.


Rio berkata "tidak akan terjadi apa-apa pada kita,aku dan cap ayam akan menjaga dan melindungi kalian para priences-priences kami".


"Cap ayam akan menjaga lu,mi ! kita semua tau dia kan suhunya teakondo" kata Rio lagi.


*Kalau memang mama atau papa dalangnya apa mau mereka,kenapa ya!*batinku.


Rio dan Marsel langsung berdiri dan bersandar di besi yang menjadi penghalang balkon.


Marsel memang atlet teakondo,Marsel sering mendapat juara setiap ikut kejuaraan.Tapi bukan hanya itu segala jenis bela diri Marsel menguasainya tapi Marsel tidak pernah mengexposnya,hanya kami lima sahabat yang tau.


Dulunya sebelum bergabung dengan kami,Marsel sering ke luar negeri,Marsel sering di bayar menjadi detektif,Marsel ketua Mafia di salah satu Negara,menurut Marsel,Marsel tidak pernah membunuh hanya memberikan efek jera ajah pada musuh - musuhnya. Marsel mafia yang membelah yang benar dan sekarang yang menggantinya sebagai ketua adalah sepupu Marsel.Marsel sudah tidak mau ketinggalan pelajaraannya.Sudah dua tahun Marsel tidak naik kelas walaupun Marsel siswa terbaik di kelasnya,tapi karena dalam satu semester kehadirannya hanya 60 hari jadi itu yang membuatnya tidak naik kelas.


Marsel seakan tau apa yang aku pikirkan.


"Tenang ajah sebelum kita mengetahui siapa mereka dan dalangnya juga maksud tujuan mereka. Lu, mi ! belum bisa keluar rumah tanpa ada aku "kata Marsel.


Sity,Yesi mendekatiku dan memelukku,kami sudah seperti film kartun teletabis.


"Harus semangat kami akan selalu ada buat lu, mi ",kata Sity dan Yesi.


"Ikut dong,aku juga pengen di peluk "kata Marsel.


" Yeeee ,enak ajah " jawab Sity.


Kami pun tertawa bersama.


"Akhirnya aku punya seorang supir bule,mafia lagi " kata ku sambil tersenyum melihat pada Marsel.


" Enak ajah supir "kata Marsel.


"Trus apa dong kalau bukan supir ?" tanya ku.


"Bodygard lebih keren mi " jawab Marsel yang sudah duduk lagi di samping aku.


"Ahh,ia,iaa ,supir bule calon papa ku " ha,,,ha,,, kataku sambil tertawa.


" huuu betapa aku sangat menderita " kata Marsel.


"Ayam lu harus cari penganti untuk jaga-jaga kalau lu ada urusan "kata Rio dan berjalan lalu duduk samping Marsel.


"Untuk sementara belum,aku yang akan menjemput dan mengantar kanjeng mami"kata Marsel pada Rio.


"Ok,fix ya ! awas lu lelet ,ku jadikan sate lu" kata Rio dan memukul pundak Marsel.


"Enak ajah " jawab Marsel.


Kami pun tertawa.


Kami tidak pernah menghadapi masalah-masalah kami dengan serius, pasti ada candaan.Tapi tetap ada solusinya .


"Beginilah kalau anak yang baik,tidak sombong juga suka menabung ya ! mendapat supir yang tampan bule mafia lagi.Aku sangat bersyukur punya supir pribadi seorang mafia "kataku sambil berjalan menuju kulkas mengambil es cream di dalam kulkas.


"Ya aku sih memang orang yang baik dan suka menolong" jawab Marsel menyambung kata-kataku.


"Baik apanya lu ayam"kata Rio.


"Semuanya "Marsel menjawab Rio dan berjalan masuk ke dalam .


"Mi bagi dong"kata Marsel yang sudah berdiri di samping ku.


"Mau rasa apa?" tanya ku


"Coklat ajah" jawab Marsel


"Kalian mau ngak ?"tanya ku pada Rio,Yesi dan Sity.


"Boleh "jawab Sity dan Rio.


"Aku ngak mi ! semalam amandel ku kambuh jawab Yesi.


"Amandel di pelihara,di buang kalau bikin susah "kata Marsel.


"Eh ayam lu pikir itu apaan ?" tanyaku.


*Aku tau pasti Marsel ngak tau apa itu amandel* batinku.


"Nama binatang yang di pelihara oleh Chi !" jawab Marsel.


Yesi suka sekali binatang,di rumah Yesi ada banyak kucing dan kelinci juga ada beberapa jenis burung yang di peliharanya.


* Tuh kan * batinku.


"Iyaaa ! sangking suka dan sayangnya chi memeliharanya dengan baik di dalam mulutnya " jawab Rio.


"Ha,,, apaan tuh ?" tanya Marsel yang begitu penasaran dan berjalan mendekati Yesi.


"Astaga lu ayam, amandel itu penyakit ! dodol "aku menjawab menahan gemes hingga tak sengaja aku meremes es creamku dan muncrat kena muka Rio.


"Maaf kapten sengaja ,eh tidak sengaja " kata ku dan aku tertawa.


Kami pun tertawa bersama.Rio tidak mencuci wajahnya tapi jari-jarinya menyapu es nya lalu menjilatnya.


๐Ÿ˜ŠMasih berlanjut๐Ÿ˜Š


๐Ÿ˜ Tinggalkan jejak sayang ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜