
Saat mama menerima surat cerai dari papa,mama sudah tidak pernah,makan bareng kami,aku juga ngak liat mama keluar kamar,atau duduk di gasebo halaman belakang rumah sama seperti saat mama datang ke rumah di hari pertama untuk tinggal bersama kami.
Aku berangkat sekolah mama masih di kamarnya,pulang sekolah mama belum pulang dari toko.Sore hari aku ke camp kumpul bareng teman lima sahabat,mama belum pulang,saat aku pulang rumah jam 7 malam,mama sudah pulang tapi langsung di dalam kamarnya,jadi aku sudah tidak lagi bertemu dan melihat wajah cantik mama.
Ada rasa rindu untuk melihat mama walaupun tidak menyapa,hanya dengan melihatnya saja aku sudah merasa bahagia.
Di rumah seakan hanya ada aku dan ibu sama seperti sebelum mama tinggal bersama kami, tapi kenyataan yang ada di rumah sekarang tiga orang.Aku ibu dan mama.
Mama sibuk sendiri,aku juga tidak tau mengapa mama seakan menghindari aku,mama punya toko kue bahkan sudah ada beberapa cabang tapi aku sendiri tidak mengetahui dimana letak dan alamat toko kue mama apalagi nama toko kuenya.
Aku yang begitu penasaran akhirnya ku coba bertanya pada ibu,saat aku dan ibu duduk di balkon kamarku.Di saat kami habis makan malam,kebiasaanku dan ibu selalu duduk di balkon kamarku,balkon kamarku menghadap halaman belakang rumah jadi kami akan melihat bintang-bintang dan merasakan hawa dinginnya malam.
"Bu apa ibu mengetahui alamat dan nama toko kue mama ?" aku bertanya dengan menatap mata ibu , ku ingin melihat apa ibu akan berkata jujur karena mata tidak mungkin berbohong.
Ibu hanya mengelengkan kepalanya dan menjawab "nak, ibu tidak tau dimana tempatnya, juga nama toko kue mamamu!"
*Maafkan ibu nak ,ibu sudah berbohong,ibu hanya menuruti perintah mama dan papamu*
"Ibu tidak sedang berbohong kan?" tanya ku lagi karena ibu menjawab ku tadi,ibu menggalikan pandangan nya padaku.
" E ,,,e ,,, sudah berani ya mengatakan ibu berbohong "jawab ibu lalu tangan ibu langsung menggelitiki perutku,ibu tau kelemahanku.
Aku langsung tertawa dan berkata"maaf bu,,,geli bu,Hanna ngak tahan,am,,pun bu".Aku tau ibu hanya mengalihkan pembicaraan kami.
*Ada apa sebenarnya bu*batinku.
Aku sedih terhadap sikap ibu,tapi ku coba tertawa mungkin ibu melakukannya karena ada alasan tersendiri.
"Nak apa ngak ada tugas sekolah?"tanya ibu sambil merapihkan rambutku yang sudah acak-acakan.
"Ngak ada bu " jawabku.
"Bu bagaimana kalau ibu aku jodohkan sama Marsel"kata Ku,aku tertawa melihat ibu yang kaget.
"Apa?"jawab ibu yang kaget karena permintaanku.
"Hanna,,,kamu tu ya! ada-ada ajah, mulut lu tu bagus nya di jahit,kalau ngomong ngak mikir dulu "kata ibuku yang sudah menjewer bibirku.
Aku hanya tertawa,ibu mengeleng-gelengkan kepalanya.
"Dasar anak edan ibunya sendiri di jodoh-jodohkan sama temannya yang sudah ibu anggap seperti anak sendiri "kata ibu ku lagi.
"Tapi kan bu","ngak ada tapi-tapian anak nakal " kata ibu yang memotong kata-kataku.
"Tidur sana sudah malam ,nanti besok telat bagunnya! lama-lama duduk denganmu ibu langsung strok "kata ibuku dan langsung berdiri.
"Iya! ibu ku sayang,,, bu Marsel itu kan"kataku tapi ibu sudah berteriak.
"Hanna" teriak ibu yang mendengar perkataanku yang belum selesai.
"Iya,ia,,, ibu "jawabku sambil tertawa karena melihat wajah ibu yang sudah jengkel atas ulahku.
Ku berdiri dan berjalan masuk ke kamar bersama ibu,ku tutup pintu yang menuju ke balkon.
Masuk kamar aku menuju kamar mandi mencuci muka,sikat gigi dan baru menganti bajuku dengan piyama .
Selesai menganti baju ku lihat ibu duduk di pinggir ranjangku,ku mendekati ibu dan mencium pipinya lalu langsung naik ke ranjang bersiap untuk tidur.
Ibu mendekatiku,mencium keningku dengan lembut dan berkata "selamat tidur gadis cantik ibu,mimpi yang indah sayang,selamat malam" ibu berdiri dan berjalan menuju pintu kamarku.
Aku menjawab ibu, "Selamat malam juga bu ".
Di depan pintu ibu berkata "jangan lupa berdoa sayang"lalu ibu keluar dan menutup pintu kamarku.
"Iya bu"jawabku
***
Pagi hari aku sudah siap dengan baju seragam sekolahku,ku langsung turun ke bawah menuju meja makan.
"Selamat pagi bu",salam ku sama ibu karena ibu sedang menyiapkan sarapan pagi di meja.
"Selamat pagi sayang"jawab ibu.
Ku berjalan mendekati ibu dan mencium pipi ibu,ibu hanya tersenyum atas tingkahku.
"Ayo sarapan"ajak ibu.
Kutarik kursi dan duduk di samping ibu.
Ibu berkata "berdoa dulu sayang".
Aku dan ibu berdoa masing-masing.
Selesai berdoa, ku ambil nasi dan lauknya,aku ngak suka makan sayur jadi sayur yang ibu masak hanya ibu dan mama yang makan karena dirumah sudah ada mama.Biasanya hanya ibu yang memakannya.
"Bu,Hanna sebentar pulang sekolah ngak langsung pulang ya,Hanna dan teman-teman pulang ke rumah Sity.Hanna pulangnya sore ya bu! kataku pada ibu saat kami sedang sarapan.
"Iya nak" kata ibu,ibu sudah tau kegiatan kami, aku yang pulang sekolah sering ke tempat Sity.Jadi ibu sudah tidak kaget , dan tidak banyak bertanya lagi.
Masih sarapan perasaanku merasa ngak enak,ku lihat ibu yang menikmati sarapannya,tidak ada yang mencurigakan.
*Ah mungkin hanya perasaanku saja*batinku
Selesai sarapan aku dan ibu ke luar,aku ke garasi mau menggeluarkan motor kesayanganku,tapi perasaanku seakan ragu untuk naik motor.
*Kenapa ya!* batinku.
Aku yang diam dikagetkan oleh ibu yang berkata"kenapa diam ajah! tar terlambat loh".
Aku terkejut , " ha ".
Ibu bertanya lagi "ada apa Hanna? kok ngelamun atau ada yang ketinggalan !"
"Tidak ada apa-apa bu,Hanna lupa ,Hanna sudah janjian sama Marsel,Marsel akan menjemput Hanna " aku menjawab ibu dengan berbohong.
Karena aku tidak ada janji sama Marsel.
Ku ambil ponselku dan menelpon Marsel untuk menjemputku,karena rumahku dan Marsel satu arah.
*Muda-mudahan Marsel belum berangkat* batinku.
Ku telpon Marsel, tidak menunggu lama Marsel mengangkat telponnya, "hallo"kata Marsel
"Hallo cap ayam lu dimana? "aku bertanya sebelum Marsel melanjutkan perkataanya.
"Baru ajah keluar rumah kanjeng mami,ada apa masih pagi sudah kangen" jawab Marsel.
"Jemput aku di rumah ya!,kita berangkat bareng ke sekolah "kataku pada Marsel dan langsung ku tutup telponnya sebelum mendengar jawaban Marsel.
Sambil melirik ibu,tapi syukurlah ibu tidak ada di sampingku,rupanya ibu masuk lagi ke dalam rumah saat aku menelpon Marsel.
*Syukurlah ibu tidak ada jadi tidak ketahuan aku berbohong tapi kenapa ya,kayak ada yang mengawasiku * batinku.
Lima Menit kemudian mobil Marsel sudah di depan halaman rumahku karena rumahku tidak memakai pagar dan tembok jadi langsung melihat mobilnya. Bersamaan dengan ibu keluar dari rumah membawah selang air,rupanya tadi ibu masuk mengambil selang air,ibu akan menyiram bunga-bunga kesayangannya.
"Bu Hanna berangkat ke sekolah ya!"kataku sambil mengambil tangan kanan ibu dan menciumnya.
"Ia,belajar yang rajin ya! jangan nakal" jawab ibu,lalu berjalan bersama dengan ku ke mobil Marsel.
"Hanna bukan anak nakal bu",kataku dengan memeluk tangan ibu.
Sampai di mobil, Marsel sudah membuka pintu mobilnya,aku pura-pura membuka pintu mobil belakang,
Marsel berkata, "duduk di depan mami, emang aku yang tampan ini supir lu?".
Aku hanya tertawa dan berkata ,"ops, ,,, sorry ku kira jasa online".
"Heeee ,,, emang ada supir bule "kata Marsel.
"Adalah ! ini buktinya" jawabku sambil tertawa.
"Sudah,sudah bercanda ajah ! tar kalian telat baru tau",kata ibu yang memotong pembicaraan kami.
Aku dan Marsel hanya tertawa.
"Anak ibu tu " kata Marsel lagi.
Ibu menjawab " dua-duanya" .
Ku yang sudah naik dan duduk disamping Marsel tapi pintunya belum ku tutup.
"Bu kami berangkat ya "kataku.
Ibu mendekat dan meletakan tangannya di atas kepalaku dan berkata "berkat Tuhan selalu menyertaimu ,nak ".
Aku dan Marsel menjawab "aminnn".
Setelah mendapat berkat dari ibu,ku tutup pintu mobil tapi kacanya belum ku naikkan,Marsel berkata pada ibu sambil menenggok ke sampingku,karena ibu berdiri disamping pintu dekat aku.
"Bu,kami berangkat".
Marsel berkata,"beres bu".
Aku menaikkan kaca mobilnya.Marsel langsung menjalankan mobilnya.Dalam perjalanan Marsel bertanya, "motormu mogok ya".
"Ngak"jawabku sambil melihat kesana kemari.
" Lu kenapa sih,kayak gelisa gitu?"tanya Marsel lagi.
" Cap ayam lu ngak merasa ada yang mengikuti kita?" tanyaku.
Haa!, "ngak tu, emang kenapa sih " tanya Marsel yang juga melihat ke belakang kalau ada yang mencurigakan.
"Aku merasa ada yang sedang mengawasiku ! ayam ". kataku dengan bola mata ku melirik kesana,kemari.
"Sejak kapan lu merasakan itu?"tanya Marsel lagi.
"Semalam saat ku pulang dari camp " kataku.
"Tapi aku kan di belakang motormu,mi"jawab Marsel.
Karena sudah sampai disekolah Marsel berkata "kita bicarakan istirahat ya,sama yang lain,sudah jangan di pikirkan,fokus belajar dulu,nanti istirahat ke tempat biasa ok!"
"Iya "jawabku lalu turun dari mobil tak lupa ku menutup pintunya.
Aku dan Marsel sampai ke gerbang sekolah mengucapkan salam pada pak satpam "slamat pagi pak".
" Selamat pagi juga,wah,,wah,,,neng Hanna cocok banget sama bule Marsel , cantik dan ganteng"kata pak satpam.
Pak satpam memanggil Marsel dengan bule karena Marsel kelihatan bule banget.
Aku dan Marsel hanya tersenyum mendengarnya.
Sambil berjalan menuju kelas masing-masing Marsel berkata "sampai ketemu istirahat ya,semangat dong ?"
"Iya,,,ia,,, "jawabku dan langsung masuk ke dalam kelasku karena memang sudah di depan kelasku.
Bel berbunyi tanda jam pelajaran pertama akan dimulai.
Guru bidang study manajemen masuk kelas,aku yang lagi begong tidak sadar kalu ibu Ayu sudah di dalam kelasku.Untungnya Sity melihatku dan melempar aku dengan bolpointnya,aku yang kaget langsung melihat ke depan ternyata semua siswa telah berdiri,ku ikut berdiri walau terlambat.Kami memberi salam pada guru.
*Ibu Ayu nama guru bidang study manajemen*
Setelah memberi salam kami di persilahkan duduk oleh ibu Ayu. Aku yang tidak fokus,ternyata di ketahui oleh guruku yang cantik itu.
Ibu Ayu memanggil namaku, " Hanna" aku tidak mendengar panggilan ibu Ayu.
Ibu berjalan menuju mejaku dan bertanya"Hanna apa kamu sakit?"
Aku kaget mendengar pertanyaan ibu Ayu saat ku lihat ternyata ibu Ayu sudah di depan mejaku.
"Haa !" aku yang kaget
Ibu Ayu bertanya lagi "Hanna apa kamu sakit?"
Aku menjawab dengan terbata-bata"ti, ti, dak bu ",jawabku.
"Tapi kamu tidak seperti biasanya,kamu kenapa" tanya ibu Ayu lagi.
"Ngak kok bu,Hanna ngatuk soalya tadi malam Hanna nonton drakor "jawabku dengan berbohong.
Teman-teman sekelas ku tau ,aku berbohong , meraka tau aku tidak suka nonton drakor, aku lebih suka main game.Aku kudet dengan artis-artis korea.
Kulirik Sity mengeleng-gelengkan kepalanya.
" Ke toilet dulu Hanna cuci muka biar hilang rasa ngantuknya "kata ibu Ayu.
Untungnya ibu Ayu salah satu guru yang baik di sekolahku.
Ku berdiri dari kursi dan ke luar kelas menuju toilet wanita,ternyata Sity juga keluar menggikuti aku.
Sampai di toilet Sity menarik tangaku dan bertanya "Mi , kamu kenapa?".
Aku menjawab Sity, "Ngak kenapa napa Jubaidah ".
"Tapi kamu ngak seperti kanjeng mami yang ku kenal"kata Sity.
"Kita bicarakan jam istirahat ya,sama yang lain,aku janji tidak ada yang ku sembunyikan pada kalian "kataku pada Sity .
Aku dan Sity masuk ke toilet, ku basuh wajahku dengan air dingin,aku di jaga oleh Sity ,sudah kayak tawanan yang takut kalau melarikan diri.
Keluar dari toilet kami berdua berjalan bergandengan tangan menuju ruang kelas.
***
Bel istirahat berbunyi kami siswa-siswa keluar dari kelas.Aku dan Sity keluar bersama-sama tiba di depan kelas ternyata Marsel dan Yesi sudah berada di depan kelas kami.
Kami berjalan menuju taman di belakang sekolah,tempat favorit kami karena tamannya sejuk banyak pohon ketapang dan dibawahnya ada tempat duduknya lengkap dengan meja.
Duduk dibawah pohon ketapang,sengaja kami ambil tempat duduk yang bundar mejanya di tengah agar kami bebas berbincang-bincang.
Baru saja duduk,Rio datang dengan berbagai makanan,ternyata Rio sudah ke kantin saat Yesi dan Marsel ke kelas ku.
Aku duduk! disamping kiri ku Marsel,Yesi,Sity dan Rio jadi kami berlima membentuk lingkaran.Aku ditengah-tengah Rio dan Marsel.
Sity yang begitu penasaran langsung bertanya "mi ,lu kenapa sampe ngak fokus dan wajah lu tu! kayak orang binggung ".
" Begini ya gays,semalam saat pulang dari camp aku merasa ada yang sedang mengawasiku sampe sepanjang jalan bulu kuduku berdiri" kataku pada teman -temanku.
"Haa ! kok bisa mi ?"tanya Yesi.
"Iya, tapi herannya saat ku sudah di rumah perasaanku sudah biasa ajah" kataku.
Rio langsung memotong " jangan bahas di sini,kita bahas ini di camp ajah, supaya lebih aman takutnya ada yang mendengar pembicaraan kita, kan ini tempat terbuka" kata Rio.
"Apa tidak bahaya, aku ngak mau kita semua kena musibah " tanyaku .
"Tenang ajah mi ! perumahan itu ada satpamnya dan tidak ada orang yang masuk ke dalam lingkungan perumahan kalau tidak tau tujuanya, satpam tidak akan memberi ijin untuk masuk"jawab Rio.
"Jadi kita bicarakan di camp ajah ya !"kata Rio lagi.
Marsel berkata "setuju di camp ajah "
Aku,Sity dan Yesi hanya menganggukan kepala karena kami sedang makan,
makanan yang di bawah Rio dari kantin.
"Trus mi ! tadi ke sekolah kamu bawah motor?" tanya Sity.
"Bareng aku "Marsel yang menjawab.
" Oh " kata Sity.
Yesi dan Rio sudah tau kalau aku berangkat ke sekolah bersama Marsel,karena mobil Rio dan Yesi masuk ke parkiran hampir bersamaan dengan mobil Marsel.Hanya saja Marsel yang duluan masuk. Karena harus antri jadi siapa yang datang lebih dulu, dia yang duluan masuk.
Sity tidak tau,karena saat ku masuk kelas Sity sudah di dalam kelas.
" Syukurlah "jawab Sity lagi.
" Eh ketemu calon bini lu dong ayam !" kata Rio lalu tertawa.
"Ya ialah " jawabku.
Aku berkata lagi, " cap ayam,jujur ya! kamu tu cocok banget sama ibuku ,ibuku cantik dan masih perawan lo !".
Sity yang mendengar perkataanku hampir mengeluarkan air yang di mulutnya.
Ha,,ha,,,ha,,, "ia aku setuju banget " kata Sity yang sudah tertawa terbahak-bahak.
Rio sudah berdiri dari tempat duduknya , dan duduk di rumput memengang perutnya sambil tertawa terbahak-bahak.
Yesi jangan di tanya , Yesi sudah menundukkan kepalanya,kedua tangannya memeluk perut sambil tertawa.
Marsel belum berkata apa-apa bel tanda jam istirahat sudah berbunyi.
Kami pun berdiri membersihkan sisa makan kami dan membuangnya di tempat sampah.
*Bersih pangkal Sehat*
Bercanda bersama melupakan masalahku walau sesaat.
Kami berjalan menuju kelas kami masing -masing,Marsel dan Yesi naik ke lantai dua karena ruang kelas mereka berada di lantai dua.Rio ruang kelasnya di paling pokok kiri.Aku dan Sity jalan searah dengan Marsel dan Yesi karena ruang kelas kami dekat dengan tangga naik ke lantai dua.
"Sampai ketemu pulang sekolah " kata Rio sebelum kami berpisah.
"Iya" kami menjawab dengan serempak.
๐๐๐
๐Tinggalkan jejak sayang๐๐๐