
Karena hari sudah sore kami bersiap pulang ke rumah.
Sesuai kata Marsel aku pulang bareng dengannya.Motorku terpaksa ku tinggalkan di camp.
"Gays kami duluan ya! kataku pada Yesi dan Rio.
Ia ! "hati - hati " jawab Yesi.
"Kapten ! duluan ya" ucapku sambil berteriak karena Rio sedang berbicara dengan Doni driver kami.
Rio tidak menjawab,dia hanya melihat dan melambaikan tangannya.
"Ayo masuk "ajak Marsel .
"Ia, bawel !" ucapku .
Ku masuk ke mobil Marsel,aku duduk di depan samping Marsel.Marsel menjadi pengemudinya.
Dalam perjalanan Marsel menatapku.
"Mi boleh,kita mampir dulu ?"tanya Marsel.
"Boleh !emang mampir kemana ?"tanyaku balik.
"Ada lah yang pasti tempatnya indah dan menyenangkan"jawab Marsel.
Aku menganggukkan kepalaku.
Marsel menjalankan mobilnya dengan sangat santai,sambil mendengarkan lagu melankolis.
Dalam mobil aku hanya diam ajah,mulutku seakan terkunci.
"Mi ! lu ngak sakit ?" tanya Marsel .
"Ngak lah,emang lu ngak lihat aku yang segar bugar ini " jawabku dengan tersenyum.
Hmmm ! "segar bugar kok bisa pingsan " kata Marsel.
"Kamu lagi sakit Hanna" batin Marsel.
"Aku hanya capek ajah ayam,kurang istirahat,lu kan tau kemarin kita mengadakan bakti sosial dari pagi sampe sore"kataku.
Ia deh!" terserah lu ajah"ucap Marsel.
Akhirnya kami tiba di tempat yang di katakan Marsel.
Aku melihat lokasinya sebuah resto tapi berada di tepi pantai.
Banyak pondok-pondok kecil yang menghadap pantai.
"Di sini tempatnya cap ayam?" tanyaku pada Marsel.
Ia, "lu suka ngak !" jawab Marsel.
"Sukalah ayam,tempatnya indah banget"kataku dengan mataku sudah memandang indahnya pantai.
"Ayo turun "ajak Marsel.
Ku turun dari mobil Marsel.
Marsel mendekatiku dan bertanya "Mau duduk dimana ?" .
"Aku ingin yang menghadap pantai ,pondoknya di tengah " jawabku.
"Ayo "ajak Marsel lalu mengandeng tanganku.
Kami berjalan berdua sudah kayak orang lagi pacaran.
Tiba di pondok ,aku ngak langsung masuk, tapi hanya berdiri di tepi pantai,melihat indahnya pantai di sore hari.
"Mi sebentar lagi kita akan melihat sunset"kata Marsel sedikit berteriak,karena bunyi ombak.
"Ayo masuk dulu"ajak Marsel.
Aku berbalik dan masuk ke pondok yang terbuat dari bambu.
"Pesan makanan apa?"tanya Marsel.
Ku melihat list makanannya ada kentang goreng stik.
" Kentang goreng stik dan teh hangat ajah! e,e,e kopi capucino ajah" jawabku.
Marsel mengambil ponselnya dan menghubungi pelayan resto Laut Biru.
Laut Biru nama resto yang kami kunjungi.
Aku juga mengambil ponselku dan menelpon ibu Diana.Aku ngak mau ibu Diana cemas memikirkan ku karena belum pulang dan ngak ada kabar.
Setelah menelpon ibu Diana aku merasa tenang setidaknya ibu Diana tau aku lagi bersama dengan Marsel.
Ku duduk lesehan menghadap pantai,karena hari sudah sore ,pondok-pondok yang ada di tepi pantai sudah mulai terisi.
Banyak muda-mudi yang nongkrong,ada yang memetik gitar sambil bernyanyi.
"Enak ya, kalau bareng yang lain" ucapku lalu melihat Marsel.
"Ia,lebih rame kalu bareng mereka"jawab Marsel.
"Aku hanya ingin kita berdua ajah,agar ku lebih enak ngobrol denganmu Hanna.Kalau bareng yang lain yang ada kacau semua"batin Marsel.
Marsel melihatku .
" Mi,aku mau ,lu berkata jujur jangan berbohong karena aku tau lu ngak baik-baik ajah saat ini ,apa lu sering sakit kepala?"tanya Marsel.
Aku tidak menanggapi pertanyaan Marsel,aku alihkan mataku melihat pantai yang mulai tenang.
"Tolong jawab aku kanjeng mami!"ucap Marsel lagi.
"Ngak ayam, aku mungkin hanya kecapean ajah"jawabku.
"Aku masih takut untuk mengetahui apa penyakitku",batinku.
"Aku tau kamu berbohong Hanna,kenapa harus menyembunyikannya"batin Marsel.
Apa Hanna belum ke dokter ya ?" Marsel bertanya pada dirinya sendiri.
"Bener lu hanya capek ajah ?" tanya Marsel sedikit menyelidik.
"Lu ngak pernah sakit kepala sebelum-sebelumnya,apa baru hari ini lu sakit kepala hingga lu pingsan?" tanya Marsel karena aku hanya diam ajah .
"Ngak pernah ayam !"jawabku tapi tidak melihat Marsel.
"Ku minta kalau kepala lu sakit lagi, lu harus ke dokter agar penyakit lu bisa di ketahui"ucap Marsel .
Ku lirik Marsel menarik nafas sangat dalam.
"Ia,kakakku "jawabku .
"Aku hanya kuatir ajah,takutnya lu punya penyakit "kata Marsel lagi.
Lalu Marsel berdiri dan turun dari pondok,Marsel melepaskan sepatunya ,kakinya menginjak pasir tanpa alas kaki.
Aku juga sudah melepaskan sepatuku,ingin turun bersama Marsel, tapi saat aku mau turun,seorang pelayan resto Laut Biru datang membawah pesanan Marsel.
"Maaf kak,terlambat !"ucap pelayan resto.
"Tadi banyak pesanan dan pegawai kami hanya sedikit yang masuk kerja" kata pelayan resto Laut Biru sambil meletakan pesanan Marsel di meja yang ada dalam pondok.
"Ngak apa-apa kok,kami ngerti,santai ajah! kami juga ngak akan pingsan"ucapku dengan tersenyum.
Pelayan resto itu pun tersenyum.
"Terima kasih yah!"ucapku pada pelayan itu.
"Sama-sama kak,aku permisi dulu "jawab pelayan resto.
Pelayan resto Laut Biru pun pergi.
"Ayam minum dulu kopinya,ngak enak kalau udah dingin"teriak ku karena Marsel sedang bermain air pantai .
Marsel berbalik dan melihatku sedang melambaikan tanganku padanya.
"Kemari dulu"pangil Marsel dan balik melambaikan tangannya padaku.
Tapi aku hanya diam ajah,karena aku ngak turun ke pantai,Marsel berjalan mendekatiku dan langsung masuk ke pondok.
Oh "sudah ada ya pesanannya ! "kata Marsel.
Lalu langsung meminum kopi capucinonya
Aku tidak menjawabnya karena aku lagi menikmati kentang goreng stik,kentang gorengnya sangat gurih dan enak.
Marsel melihatku tanpa berkedip.
"Segitu terpesonaya aku di matamu,hingga melihatku tanpa berkedip ?" tanyaku lalu balik melihat nya.
"Pede banget lu"ucap Marsel .
"Mi,boleh ngak lu berkata jujur" ucap Marsel yang masih melihatku.
"Jujur apanya,emang aku raja,lalu harus jujur lah padaku ,,," jawabku dengan menyanyikan syair lagunya.
Aku menyanyikan salah satu lagu dari gruop band ternama.
Marsel menatapku lalu berkata "Lu kalau udah begini,ketahuan banget lu lagi bohong".
"Tolonglah mi,jangan bohong ini demi lu"ucap Marsel.
Aku menganggukan kepalaku,percuma juga aku diam,semakin aku diam,Marsel akan terus bertanya sampai aku bisa ngomong kalau tidak bisa-bisa kami pulang kerumah tengah malam.
"Emang belum lama ini aku sering sekali merasakan kepalaku seakan ada jarum yang menusuk-nusuk dari dalam kepalaku,apalagi kalau aku lagi ada masalah ,kepalaku akan menjadi sangat sakit"jawabku.
Aku berkata sambil melihat sunset,yang sangat indah.
"Apa baru sekarang lu pingsan?"tanya Marsel.
Aku menganggukan kepalaku.
"Sudah ku duga lu punya penyakit Hanna" batin Marsel.
"Mi,kalau sakit kepala lu sudah selalu sering datang,lebih baik ke dokter ya !supaya penyakit lu bisa cepat di obati" kata Marsel.
"Lebih baik mencegah daripada mengobati" ucap Marsel lagi.
Ya Tuhan semoga saja Hanna baik-baik ajah.Amin, Marsel berdoa dalam hatinya.
" Ini hanya efek mataku ajah,aku udah browsing lewat salah satu internet ,kalau mata udah mines kita akan sering sakit kepala"jawabku.
Marsel mengelengkan kepalanya ,tandanya Marsel tidak setuju dengan ucapanku.
"Tapi lebih baik periksa ke dokter kanjeng mami"kata Marsel.
"Lu tuh ya! di bilangin ngeyel dan lu keras kepala" ucap Marsel lagi .
Yee !" itu kepala emang harus keras ayam,kalau lembut itu bukan kepala tapi roti keju" he,,,he,,,jawabku sambil terkekeh.
Isss ! " ngomong sama lu,bisa-bisa aku hipertensi " ucap Marsel.
He,,,he,,,he,,, aku terkekeh mendengar Marsel.
"Mending ku makan dan menikmati indahnya ciptaan Tuhan" kata Marsel ,sambil makan kentang goreng dan menikamati indahnya sunset.
Marsel tidak mengabadikan indahnya sunset lewat ponselnya.
Selesai makan , aku dan Marsel turun menuju ke tepi pantai tanpa menggunakan alas kaki.
"Mi ,ku ke toilet dulu ya"ucap Marsel.
Ia,"jangan lama-lama tar aku di culik" jawabku.
"Biarin,palingan si penculik akan menyesal menyulik lu"balas Marsel sambil berjalan.
Ku ambil pasir dan ku melamparnya pada Marsel.
"Dasar "ucapku.
Tapi Marsel tetap berjalan menuju ke toilet resto.
***
Dinginnya air pantai yang menusuk kakiku seakan meneduhkan hati dan perasaanku .
Ku berjalan di tepi pantai,kakiku menedang air pantai,tapi saat aku melangkahkan kakiku, tiba-tiba kakiku terasa perih saat terkena air pantai yang asin.
Terpaksa ku duduk di tepi pantai,ku ingin melihat kakiku.Ku angkat kakiku dan ternyata di telapak kakiku ada goresan yang sedikit besar,dan itu yang membuat kakiku berdarah.
Aku mengambil air pantai untuk membersihkan darah yang keluar dari lukaku,berharap darahnya akan berhenti.Rasanya sangat perih karena kena air pantai.
Aku meniup lukaku untuk menghilangkan rasa perihnya.Sangking asiknya aku tidak menyadari ada orang lain di belakangku.
"Neng cantik" sapa orang itu.
Ehhh! aku kaget mendengar suara orang yang aku ngak kenal itu.
"Ada apa "tanya orang itu karena aku sedang memegang kakiku.
Orang itu mendekat dan duduk disampingku.
"Itu luka kenapa neng "tanya orang itu lagi.
Aku tidak menjawab pertanyaan orang itu.
Aku yang merasa risi dengan sikap orang yang ngak ku kenal, yang bersikap seakan akrap dan kenal dengan ku,ku coba berdiri untuk ke pondok yang kami tempati.
Tapi saat aku akan berdiri orang itu memegang tanganku.
"Duduk dulu neng,nanti abang temani"kata orang itu.
"Maaf ya kak,tapi bisa ngak lepaskan tangan kakak "jawabku dengan sangat sopan.
"Ya elah,neng pengang tangan ajah kok"ucap orang itu tapi masih memegang tanganku.
"Lepaskan "teriaku sambil menarik tanganku.
"Sok suci lo,ngomong kalau di bayar berapa satu kali maen"kata orang .
Aku tidak terima dengan perkataan orang itu.
Plak,,, ku tampar pipi orang itu .
Ha,,,ha,,,ha,., tawa orang itu.
"Jangan jual mahal neng"ucap orang itu.
"Marsel tolong aku,cepatan" batin.
Aku ngak bisa berlari karena lukaku sangat perih, dan kalau di pake jalan,ku takut kalau ada pasir yang masuk dalam lukaku yang sedikit dalam.
Ku tatap orang itu.
"Bisa sopan sedikit ngak"kataku sedikit membentak.
"Lu sendirian neng,dari pada dengan om-om mendingan dengan aku yang seorang pengusaha yang masih muda cakep lagi " kata orang itu dengan sombong.
Aku menatap lekat-lekat wajahnya agar aku ngak akan bisa melupakannya.
"Nanti ku bayar lebih deh! karena lu sangat cantik dan mulus"kata orang itu.
"Ya Tuhan tolong aku"doaku dalam hati.
"Maaf ya pengusaha yang terhormat tapi lu salah orang,aku bukan seperti yang lu pikirkan"ucapku dengan tegas.
"Marsel cepetan" batinku.
Eleeh !" jangan berpura-pura suci lu"katanya lalu menarik tanganku agar aku lebih dekat denagnnya.
"Lepaskan tangannya"Teriak Marsel .
"Syukurlah! Marsel sudah tiba" batinku .
Fuuu !ku membuang nafasku.
"Mau jadi pahlawan lu"kata orang itu.
"Ku bilang lepaskan tangannya tuan"ucap Marsel dengan sangat dingin.
"Emang lu bayar dia brapa?"tanya orang itu.
Marsel menarik nafasnya dalam-dalam.
Buk,,buk,,buk,,, Marsel menendeng orang itu hingga jatuh di pasir.
Aku langsung di tarik oleh Marsel agar tidak ikut jatuh,karena tanganku di pegang oleh orang itu.
"Lu ngak kenapa-napa?"tanya Marsel.
Aku belum menjawab pertayaan Marsel.
"Maaf aku telat,tadi aku ke kasir dulu membayar makanan dan minuman kita"ucap Marsel.
Aku hanya menganggukan kepalaku.
Marsel melihat orang itu dengan penuh amarah.
"Tolong hargai wanita bung,ingat lu ada di dunia ini karena seorang wanita"ucap Marsel pada orang itu,lalu meninggalkan orang itu yang masih terduduk di pasir.
Orang itu sedang memegang perutnya yang di tendang Marsel.
Marsel memegang tanganku dan berjalan menuju pondok kami.
Karena aku berjalan tertatih-tatih,Marsel melihatku.
"Ada apa dengan kakimu?"tanya Marsel.
"Ini luka,tadi saat aku lagi jalan-jalan tak terasa telapak kakiku sudah berdarah"jawabku.
Marsel berhenti dan langsung duduk di pasir.
"Sini aku lihat"ucap Marsel lalu mengangkat kakiku.
Aku pun duduk di samping Marsel.
Marsel mengangkat kakiku dan meletakanya di atas pahanya.
"Kena beling ini, kanjeng mami ! kata Marsel sambil membersihkan lukaku dengan air pantai.
Ah ! "ternyata pantai ini kotor pengelolahnya hanya ingin uangnya ajah, tapi tidak merawat akan menjaga kebersihannya"ucap Marsel lagi.
"Kayaknya gitu"jawabku.
"Ayo kita ke klinik dekat sini,supaya lukamu ngak infeksi "ajak Marsel.
Marsel memegang tanganku,aku berjalan dengan satu kaki menuju ke mobil Marsel.
Tiba di mobil,aku langsung masuk.
Karena aku sudah di dalam mobil,Marsel balik lagi ke pondok.
"Tar ngak lama ya,aku akan mengambil barang-barang kita di pondok"ucap Marsel lalu berjalan ke pondok yang kami tempati tadi.
Sebelum jalan Marsel melihatku dan berkata "kunci pintu mobilnya".
"Ia"ucapku.
Marsel berjalan ke pondok.
***
"Akan ku ingat wajah lu di pertemuan pertama ini hai pengusaha mesum dan sombong"kataku pada diriku sendiri.
"Muda-mudahan aku tidak akan bertemu kembali dengan mu" batinku.
Marsel tiba di mobil,ku langsung membuka pintu mobilnya.
Marsel meletakkan barang-barang kami di kursi belakang.
***
Marsel menjalankan mobilnya menuju klinik yang memang tidak jauh dari resto Laut Biru.
๐๐๐
Masih Berlanjut Ya Gays
๐Tinggalkan Jejak Sayang๐๐๐