
mendengar penuturan ardan dan juga vito angela yang tadinya emosi dengan kelakuan dan ucapan dari bawahan nya yang wanita itu sedikit mengesampingkan dulu emosi nya.
dengan mengucapkan beberapa pujian pada orang-orang yang terlibat dalam proyek ini Lalu meminta maaf karena harus menyampaikan beberapa Poin penting, dan juga hal sepele yang sering di lupakan tapi sesungguhnya memiliki dampak besar bagi perkembangan universitas ini.
tidak lupa ia juga mengingat kan manajemen baru yang di bentuk setelah ardan turun tangan secara langsung mengurus universitas ini menggantikan management lama yang lebih banyak memberikan kerugian bagi kampus sehingga menjadi alasan kenapa universitas ini tidak pernah maju walau sudah berdiri beberapa tahun terakhir dengan dana yang cukup melimpah.
ia memberikan beberapa wajangan, pendapat, komentar bahkan beberapa ide brilian yang membuat semua yang disana merasa kagum pada wanita yang hampir tidak pernah menampakkan kemampuan nya itu di kampus selama ini.
dan satu lagi, selama ini saya atau kami selalu melakukan pengawasan pada setiap universitas atau organisasi yang kami pimpin menggunakan beberapa metode. untuk itu nanti pak vito anda bisa membantu pak ardan mengenai itu agar nanti walau beliau tidak berada di tempat atau meninjau secara langsung tetap mendapat informasi akurat tentang universitas ini sehingga jika terjadi hal yang tidak mengenakan maka beliau akan cepat mengetahuinya.
ucap angela mengakhiri pembicaraan panjang nya yang sudah seperti pidato saja, padahal tadi tanya di minta memberikan tanggapan saja siapa sangka ia justru mengupas semua nya secara tuntas dan juga mendetail.
cukup lama ia menjeda ucapan nya sampai angela kembali bersuara "baiklah seperti nya sudah tidak ada lagi alasan saya ada disini, bahkan saya juga sudah bicara panjang lebar disini " ucap nya dengan senyum ramah "sebaiknya saya meninggal kan tempat ini sekarang karena masih banyak pekerjaan yang harus saya lakukan sebelum seseorang menuduh saya tidak fokus sama sekali" ucap nya yang di selingi sindiran untuk perempuan yang tadi berani menghina nya.
sementara perempuan yang tadi menyindir angela hanya mampu menunduk menahan malu akibat perbuatan nya sendiri, belum lagi status angela yang belum di ketahui nya, tapi sepintas ia terlihat sangat di hormati vito atasannya, membuat wanita itu mati ketakutan.
sebelum meninggalkan ruangan angela lebih dulu menjabat tangan beberapa orang yang ada di sana salah satunya vito, ardan, rektor dan beberapa pejabat penting lainnya.
sedangkan yang lain angela hanya berpamitan dari jarak jauh sambil mengatupkan kedua tangannya ke dada lalu berlalu meninggalkan aula tersebut.
selepas itu apa yang terjadi angela sendiri sudah tidak tau lagi bahkan wanita itu lebih tidak peduli karena ada meeting penting yang menunggu nya.
******
sudah dua puluh hari sejak kepergian riko, kasus hak asuh dea masih juga di permasalahkan. bahkan sekarang makin membesar, kabar nya pihak keluarga mendiang ibu dea menuntut hal ini ke pengadilan.
sebenarnya hal ini juga tidak luput mengenai harta benda peninggalan kedua orang tua dea yang sudah berpulang pada sang Pencipta.
angela yang sejak awal mengikuti permasalahan ini tentu sudah meminta orang nya untuk menyelidiki khusus ini , dan sekarang ia sudah mengantongi semua laporan yang di dapat.
tapi ia masih menunggu waktu yang tepat untuk berbicara pada kedua belah pihak.
mungkin di pemberitaan masalah ini cukup besar tapi fakta nya angela tidak menganggap demikian, karena dea yang masih Baik-baik saja , dan tidak terpengaruh oleh pemberitaan yang ada.
angela sudah mengantisipasi hal itu semua, ia sudah menempatkan beberapa orang kepercayaan nya untuk menjaga dea, dari kejauhan. hal itu hanya berlaku jika ada yang berani memicu gangguan psikologi anaknya saja, jika tidak maka ia tidak akan mempedulikan nya.
*******
sekarang adalah hari yang di tunggu oleh semua mahasiswa pastinya, hari dimana mereka bisa mengabadikan kenangan perjuangan mereka selama beberapa tahun belakangan ini menuntut ilmu.
angela dan juga para rekan seperjuangan nya saat ini tengah berbahagia karena hari ini adalah hari mereka memasang toga yang menandakan mereka telah menyelesaikan pendidikan nya di Universitas ini.
angela datang dengan Anggun nya, ia di dampingi oleh papa dan ketiga kakak perempuan nya beserta suami mereka.
untuk anak-anak sendiri sengaja tidak di bawa karena pasti akan sangat ramai nanti nya jika mereka di biar kan ikut.
andrian laki-laki itu mungkin tidak akan bisa ikut mendampingi istrinya karena sepengetahuan angela ada masalah mendadak yang harus di selesai kan suami nya selama dua hari belakangan ini.
andrian sendiri meyakinkan angela bahwa ia akan mengusahakan datang mendampingi istrinya karena selama ini, terhitung ini untuk pertama kalinya angela memasang toga sungguhan, tidak seperti biasa, dan semua keluarga juga ikut.
walau begitu angela tidak berharap banyak karena sepertinya mustahil bagi andrian meninggalkan pekerjaan nya. rasa ingin di dampingi orang terkasih di hari spesial tentu sangat di harap kan angela tapi mungkin itu hanya bisa si rasakan oleh orang lain sementara dirinya khusus nya berbeda, ia selalu menstigma dirinya sendiri tidak bisa sama dengan orang lain, sehingga tidak pernah berharap suatu yang seperti ini harus di rasakan. kalau punya itu bisa terlaksana angela pasti lah sangat bahagia.
acara pembukaan berlangsung , lalu sambutan demi sambutan di dengar sampai pemasangan toga dilakukan dan satu persatu mahasiswa naik ke atas panggung, mereka di pasangkan oleh orang-orang yang cukup terkenal dan berjasa, mulai dari rektor, pihak management atau pemilik kampus , dosen, dan para tamu terhormat lainnya.
sampai ketika angela yang maju wanita yang terlihat kurang bersemangat itu tidak memperhatikan siapa yang berdiri di depan nya sampai saat pembawa acara menyebutkan nama andrian dan berterima kasih kepada nya. barulah angela tersadar dan melihat siapa orang di depan nya.
andrian tersenyum manis melihat istrinya itu. "suprise " ucap nya pelan, karena tidak ingin orang lain mendengarkan ucapan nya, tidak etis rasanya jika orang lain melihat semua ini pikir mereka.
setelah selesai mereka turun dari atas panggung, acara resmi berakhir diganti dengan acara hiburan.
andrian dan angela mereka berdua menghampiri petinggi universitas ini berbasa basi sebentar lalu bersalaman sebelum meninggalkan acara.
setelah selesai mereka berdua menghampiri keluarga yang sedari tadi duduk di kursi tamu.
kakak ipar pertama terlihat memegang kamera , karena ia yang bertugas untuk mengabadikan setiap momen penting angela sedari tadi.