Five In Group Story

Five In Group Story
kumpul bersama sahabat



setelah berpikir akhirnya angela memutuskan untuk nongkrong bersama teman nya saja, sementara ia berencana untuk mengunjungi papa nya esok hari saja. dengan begitu ia bisa main di sana seharian. mengingat sekarang sudah Sore, sudah pasti jika sekarang ia kerumah orang tuanya maka baru sebentar ia sudah harus pulang.


"guys nongkrong yuk" angela


"gue mah yes selalu, tim rebahan juga. tapi gak tau tuh sama yang orang sibuk" fanny


"gue lagi off kuy, yuk! " Ella


"ok....kita kumpul di rumah fanny ya! , btw lo gk usah bawa motor la, gue bawa mobil" angela


"oiya, ok deh! sampe lupa kita dia kan sekarang nyonya" ledek Ella di lanjut dengan banyak nya emoji tertawa, begitupun dengan fanny ia juga tidak ingin ketinggalan meledek sahabat nya itu.


meski begitu angela tidak pernah merasa tersinggung akan sikap sahabat nya. melihat mereka meledek nya seperti itu adalah hal biasa bagi angela, bahkan sudah menjadi makanan sehari-hari untuk nya. justru ia akan merasa aneh jika melihat mereka terlalu serius atau bersikap formal.


selesai berbalas chat dengan sahabat nya, angela yang tadi menepikan mobil nya, mulai menjalankan nya dan mengarahkan ke rumah fanny, karena tempat itu yang dirasa tempat paling strategis di antara rumah mereka bertiga untuk berkumpul.


sejak dulu, setiap kali berkumpul rumah sahabat nya yang satu itu adalah pilihan utama bagi mereka entah hanya untuk sekedar nongkrong atau tugas, kelompok.


untuk keluarga fanny sendiri seperti nya sudah terbiasa melihat baik angela atau Ella datang kesana.


seperti kali ini, saat sampai di rumah fanny Mama nta yang tengah menyapu di teras itu pun tersenyum hangat padanya.


setelah angela memarkirkan mobil nya lalu mendekat "selamat sore ma "ucap angela pada mama sahabat nya itu, angela memanggil orang tua sahabat nya itu sama dengan anaknya. begitu pun dengan orang tua fanny, mereka juga sudah menganggap sahabat anaknya itu seperti anak nya sendiri


" sore sayang, kamu kemana aja udah lama gak main kesini "ucap mama fanny pada angela yang terlihat lebih seperti protes


" hehehehe.... maaf ya ma, angel sibuk belakangan ini, jadi gak bisa main kesini "ucap angela menjawab mama fanny.


mama fanny hanya mengangguk, tanda mengerti dengan ucapan sahabat anaknya itu. karena fanny juga sering menceritakan tentang sahabat nya pada orang tuanya tentu saja termasuk angela juga. jadi beliau faham betapa sibuk nya wanita itu.


" ngomong-ngomong fanny ada gak ma, aku udah janjian sama mereka mau jalan bareng "angela


" fanny ada tuh di dalam tapi kalo Ella maksud kamu juga seperti nya ia belum datang deh! masuk saja sayang "ucap mama fanny menjawab langsung pertanyaan angela karena ia mengerti arti dari pertanyaan nya itu


" ok deh ma, aku masuk kedalam dulu ya "angela.


setelah berbincang dengan mama fanny angela melangkah masuk ke dalam rumah, tujuan utama wanita itu adalah kamar sahabat nya. karena bisa di pastikan sahabat nya itu ada di kamar nya saat ini.


begitu sampai di depan kamar fanny, angela langsung membuka kamar wanita itu. karena sudah terbiasa dan juga mengingat wanita itu masih single jadi tidak ada hal apapun yang membuat ia harus mengetuk dulu.


saat di dalam kamar benar seperti yang di pikir kan angela saat ini sahabat nya itu tengah sibuk berdandan, entah karena kebiasaan lamban wanita itu atau karena angela yang mengajaknya terlalu terburu-buru sehingga ia sampai saat ini masih belum selesai berdandan.


ia duduk di atas kasur wanita itu sambil memperhatikan fanny yang masih sibuk berdandan Tanpa sedikit pun mengajak angela mengobrol atau hanya sekedar menegurnya padahal saat angela masuk kamar nya tadi wanita itu mengetahuinya.


"nyebelin gimana sih ngel, salah gue apa! " ucap fanny dengan santai nya sambil tetap alat make up nya terus mempercantik wajah wanita itu.


"au ah, dasar " ucap angela kesal lalu merebahkan tubuh nya di atas kasur yang tadi diduduki nya.


ia memiringkan tubuh nya membelakangi fanny, dan memejamkan mata nya sejenak. mungkin efek kesibukan yang di lakukan nya sejak pagi di tambah saat ini ia hanya diam tanpa melakukan apapun


sesetelah beberapa waktu seseorang masuk begitu saja ke kamar fanny yang tidak lain adalah Ella sama seperti angela ia pun sama bebas keluar masuk kamar itu seperti milik sendiri


"hy guys " ucap Ella dengan suara nyaring saat ia memasuki kamar itu.


"hais berisik banget sih lo jadi orang" fanny, ia sewot karena ulah suara berisik wanita itu lipstik yang sedang di gunakan nya menjadi berantakan.


"ya elah gitu aja lo sewot, gue kan cuma nyapa kalian doang" Jawab Ella gak kalah sewot


"nyapa sih nyapa tapi gak teriak-teriak jugak kali. gue kan kaget dan liat nih lipstik gue berantakan " ucap fanny sambil memperlihatkan bibir nya yang sedang di lap menggunakan tisu


"yaelah itu lo aja yang belum profesional" sarkas Ella


"iya deh yang udah profesional" balas fanny sambil memutar bola matanya jengah mendengar ucapan sahabat nya itu yang secara tidak langsung mengejek nya.


"hais gue mau istirahat sebentar doang gak bisa karena kalian berisik " ucap angela yang baru saja terbangun karena mendengar kebisingan para sahabat nya


"hehehehe..... sorry ngel, gue gak sengaja" Ella


angela yang mendengar hanya geleng-geleng kepala, sedangkan fanny yang masih kesal pada sahabat nya itu memutar mata jengah mendengar Ucapan


"yaudah sekarang lo kan udah nyampe la, dan lo gimana fan udah selesai belum dandan nya" angela


"udah dong" ucap fanny


"ok kalo gitu kita berangkat sekarang ya, tapi sebelum itu gue mau nyuci muka sebentar" ucap angela Lalu berlalu kekamar mandi


"ok siip, gue juga mau tacap-tacap dulu biar makin cantik"Ella


tidak lama setelah nya mereka semua siap berangkat, dengan tampilan yang paling memukau versi mereka.


setelah berpamitan pada mama fanny, mereka bertiga memasuki mobil angela dengan angela yang berperan sebagai supir, karena di antara mereka hanya wanita itu saja yang bisa menyetir mobil.


andai membawa motor seperti biasa sudah pasti angela hanya akan duduk manis sebagai penumpang saja, karena sudah pasti Teman-teman nya yang akan membawa motor tersebut. karena angela tidak terlalu suka menyetir sebenarnya tapi karena saat ini kondisi nya berbeda jadi mau tidak mau akhirnya ia terpaksa menyetir