
"sedang apa , apa masih sibuk"
"ngak , untuk kamu sesibuk apapun pasti di usahakan gak sibuk "ucap seseorang di seberang sana
"hmmmmm"
"kenapa , ada masalah atau kamu kangen aku?"
"kenapa diam saja ,mata nya juga jangan kaya begitu ntar kamu makin cantik aku makin kangen , ntar kalo kangen nya gak ke bendung trus aku tinggalin kerjaan di sini nyusul kamu gimana?"
"jangan macam-macam" dengan cepat menjawab dan masih saja menampakkan sikap garangnya
"hahahaha"
"jangan ketawa" mata semakin melotot
"sayang kamu gemesin banget sih coba aja kamu di sini dan kita sudah sah mungkin bakalan aku peluk terusan kamu dan gak bakalan aku ****lepas**** "mempertegas ucapan kata lepas nya seolah benar-benar akan di lakukan
setelah percakapan singkat nya tak lama terdengar pintu ruangan nya di ketuk seseorang dan ternyata itu adalah sekretaris dari seseorang di seberang sana yang menandakan si dia masih di kantor , karena perbedaan waktu yang cukup jauh jika disini malam maka di sana pastilah siang
sekretaris mengabari meeting segera di mulai , dan semua itu masih dapat di dengar dari seberang sana karena memang sambungan video call nya belum di matikan
" sayang aku kerja dulu ya ,kamu istirahat saja sudah larut malam kan di sana , selamat beristirahat jaga kesehatan ya "
"ok , selamat bekerja kamu jangan lupa jaga kesehatan juga dan yang penting jaga hati dan mata "ucap nya menyudahi percakapan lalu memutuskan sambungan telponnya
*******
"baik lah cukup sampai disini pertemuan kita hari dan jangan lupa tugas yang beru saja saya berikan akan saya tagih saat pertemuan berikutnya" ucap pak Ashok mengakhiri kelas siang ini lalu berjalan keluar meninggalkan ruangan
belum lama setelah kepergian pak Ashok terdengar pengumuman yang mengatakan bahwa seluruh mahasiswa semester akhir di harapkan dapat berkumpul di Sabana resto saat jam makan siang nanti sekaligus membahas persiapan wisuda yang sebentar lagi akan di langsung kan
setelah mendengar pengumuman semua dan bersiap untuk berangkat ketempat yang sudah di tentukan karena waktu sudah menunjukkan pukul 11.30 sementara perjalanan ke sana di perkirakan sekitar 20 - 25 menit lama nya ada yang berangkat menggunakan kendaraan pribadi baik roda dua atau pun roda empat dan ada juga sebagian yang berangkat menggunakan kendaraan umum bagi yang tidak memiliki kendaraan sementara ikut dengan yang lain pun kendaraan nya sudah penuh
"angel ,ayo bengong aja" ucap seorang mahasiswi
"hmmmm , iya "
"btw kalo gue gak ikut kira-kira masalah gak ya in" tanya Angel kepada salah mahasiswi itu yang bernama Indri
" kalo masalah itu sih gue juga kurang tau memang nya kenapa , Lo sakit "balas Indri sambil meletakkan punggung tangan nya di dahi Angela bermaksud mengetes suhu tubuh di empunya
"gak bukan gitu , cuma kebetulan gue ada acara siang ini sekitar jam 2 kira-kira acaranya lama gak ya"
"yaelah jam 2 juga , itu kan masih lama ngel sekarang masih jam berapa coba ? Udah lo ikut aja ntar kalo soal itu kita pikirkan bareng lagian gue yakin acaranya juga gak bakalan lama pak Ardan kan orang sibuk mana mau dia buang waktu berharga nya terlalu lama sama kita-kita " ucap nya sambil menarik tangan angel keluar ruangan
"ok deh ,gak punya pilihan lain gue "
"nah gitu donk"
"berisik Lo lagian bilang aja Lo juga butuh Tebengan kan kesana"
"hehehe ,kalo itu ia juga yang lain udah pada penuh gak bisa nebeng lagi gue! dari pada gue naik kendaraan umum atau taksi sayang uang saku gue maklum anak kosan" .
sementara Angela hanya memutar bola mata jengkel melihat temannya
tak lama mereka sampai di parkiran angel menyerahkan kunci motor nya kepada Indri "Lo yang bawa motornya gue lagi gak mood , helm ambil di jok"
"yaelah kebiasaan Lo mentang-mentang gue nebeng langsung Lo jadiin gue kang ojek "ucap Indri kesal tapi masih melaksanakan perkataan angel
********
Sabana resto sudah satu jam yang lalu mereka sampai di sini , ketika sampai ternyata semua mahasiswa sudah ada di sana bahkan rektor dan beberapa staf kampus dan juga beberapa dosen juga sudah terlihat dan jangan lupakan Ardan serta beberapa orang masih dengan dua logo baju yang sama terlihat di sekitar mereka semua sudah mengambil tempat duduk yang sudah di sediakan oleh restoran
dalam sekejap restoran ini di sulap menjadi sebuah ruangan besar dengan meja di buat melingkar dan ada kursi di setiap pinggirannya , sepertinya lantai bawah restoran ini sudah di booking hanya untuk universitas kami karena tidak ada orang lain di ruangan ini terkecuali beberapa pelayan restoran