Five In Group Story

Five In Group Story
Andrian sakit



sudah pukul sepuluh malam tapi sepertinya lagi-lagi belum ada penampakan Andrian akan kembali , apa ia tidak mendengar kabarnya atau Andrian memang tidak peduli lagi padanya , pikiran-pikiran buruk kembali menghantui Angela .


di periksa kondisi kantor , dan benar saja Andrian masih terlihat sibuk dengan dokumen-dokumen nya. baiklah ia akan kembali bersabar , sekarang Angela bertekad ia akan mengikuti permainan Andrian menunggu nya bila perlu hingga subuh tanpa tidur.


setidaknya mereka perlu bicara dulu. meluruskan kesalahpahaman , sisa lihat saja nanti bahkan jika rencana pura-pura nya menjadi kenyataan , itu tidak akan jadi masalah sudah cukup rasanya ia bersabar dengan semua sikap suami nya .


pukul sebelas malam......


pukul dua belas malam.......


pukul satu dini hari.......


masih belum pulang juga , Angela sendiri bahkan sudah selesai memeriksa semua pekerjaan nya ,membaca buku , menonton film kesukaan nya guna mengatasi penuh dan juga pikiran-pikiran buruk yang hinggap di kepalanya nya tapi Andrian belum juga kembali


lelah menunggu Andrian akhirnya entah bagaimana , Angela tertidur di sofa kamar mereka.


tak lama , terdengar telepon rumah yang terpasang di kamar berdering membuat Angela terbangun lalu melihat sekeliling belum mendapati ada Andrian di sana padahal jam sudah menunjukkan pukul 3 pagi. segera di angkat telepon nya mungkin saja ada sesuatu yang penting karena tidak mungkin ada yang berani menelpon jam segini jika tidak penting ,dan banr saja suara kepala pelayan di sana yang bicara dengan nada khawatir "nona Angela tolong buka pintunya , tuan Andrian nona...." ucap nya terputus


tanpa banyak bertanya Angela langsung mematikan telepon nya dan bergegas membuka kamar ternyata di sana ia mendapati kondisi Andrian cukup memprihatinkan "Astaga.. apa yang terjadi pada nya pak" ucap Angela ikut membantu memapah Andrian membawa ke kamar


kepala pelayan tidak langsung menjawab pertanyaan Angela , ia lebih dulu membantu menidurkan Andrian di atas ranjang , menyelimuti nya seperti sosok seorang ayah yang khawatir pada anaknya .


"nona sepertinya tuan sedang demam dan saya tadi tidak berani langsung membawa beliau masuk karena anda ada di dalam , tidak sopan jika saya langsung masuk begitu saja maaf" ucapnya


"tidak masalah pak , dan terimakasih karena sudah mengurus Andrian selama ini " ucap angela sambil melihat kondisi Andrian dengan mencoba meletakkan telapak tangannya di dahi dan juga leher suami nya dan benar yang di ucapkan oleh kepala pelayan Andrian sedang tidak sehat.


" pak tolong bawakan air dan juga handuk kemari ya"ucap Angela


baru Angela selesai bicara tiba-tiba datang seorang pelayan wanita meminta izin masuk ternyata ia membawa semua yang di minta Angela


"nona , sebenarnya sebelum membawa tuan kemari saya sudah meminta pelayan ini menyiapkan ini semua" ucap kepala pelayan menjelaskan , mengerti akan keraguan Angela


"baiklah terimakasih dan kalian semua bisa keluar biar saya yang mengurus Andrian disini"


setelah orang-orang itu keluar Angela segera menutup kamar nya.mendekat pada Andrian.


di ambil handuk kecil lalu membasahi dengan air dingin ,memeras hingga air tak lagi menetes lalu meletakkan di dahi suami nya."sebenar nya apa yang terjadi dengan kamu ,hmmmm...."


"kenapa kamu begini , kerja tanpa memikirkan kesehatan sendiri , apa karena kamu merasa keberatan aku disini ,jika ia aku akan segera kembali besok " ucap Angela dan tanpa terasa cairan bening ikut mengalir dari sudut matanya yang dengan segera di tepis oleh wanita itu.


sekarang Angela masih saja sibuk mengompres Andrian ,ia terus mengulangi nya sejak dari tadi entah sudah berapa lama karena Angela sama sekali tidak melihat jam , sementara panas Andrian belum juga turun ia bahkan menggigil Angela sendiri sudah menyelimuti nya dengan kain tebal.


di sela-sela tidur Andrian mengigau" Angela jangan pergi , tolong jangan pergi ,jangan tinggalkan aku , aku mencintai kamu "racau Andrian


Angela hanya terdiam mendengar ucapan Andrian tanpa tau harus berbuat apa


pukul tujuh pagi Angela terbangun kerena lehernya terasa sakit sekali mungkin akibat ia tidur sambil duduk di kursi semalam sementara kepalanya di telungkup kan di sisi ranjang Samping Andrian berbaring , entah sampai pukul berapa kemaren ia mengompres Andrian lalu tanpa sadar tertidur dengan posisi seperti ini.


di cek suhu tubuh Andrian dengan tangan nya bersyukur suhunya sudah turun.


di ambil telpon rumah yang ada di kamar untuk meminta pelayan menyiapkan bubur untuk Andrian karena ia yakin sebentar lagi pria nya akan sadar, sementara menunggu Angela memilih masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya


tidak lama ia selesai mandi saat keluar kamar mandi Angela mendapati Andrian yang sudah bangun.


"kamu sudah bangun" ucap Angela dengan cepat menghampiri dan membantu Andrian untuk duduk bersandar di kepala ranjang .


"gimana perasaan kamu sekarang , apa ada yang terasa sakit , perlu aku panggilkan dokter " ucap Angela kembali membombardir Andrian dengan banyak pertanyaan


"hmmmm..."ucap nya sambil tersenyum


"kenapa , aku bertanya tapi kamu malah senyum-senyum " ucap Angela merajuk"


"bukan apa-apa , habis kamu aku baru bangun malah di cecar banyak pertanyaan , aku kan bingung mau jawab yang mana" ucap nya menjelaskan


" hehehe... maaf" Angela


tok tok tok , terdengar suara ketukan pintu dari luar ternyata seorang pelayan datang membawa kan bubur yang di pesan oleh Angela tadi juga dengan obat demam.


di ambil nampan berisi bubur tersebut oleh Angela dan meminta pelayan keluar karena ia mengatakan akan mengurus sisanya


di letakkan nampan berisi makanan di atas nakas samping ranjang "sekarang kamu mau membersihkan diri dulu atau mau langsung makan " ucap Angela kepada Andrian


"aku mau membersihkan diri dulu , rasanya semua lengket aku merasa gak nyaman ngel "


mendengar itu Angela berjalan kearah kamar mandi , tak berapa lama ia keluar kembali " aku sudah siapkan air hangat untuk kamu mandi , ayo aku bantu kamu ke kamar mandi nya"


Andrian mengiyakan ucapan Angela , dengan sigap Angela membantu memapah Andrian seperti seorang yang sakit parah dan itu lagi-lagi membuat ia mengulum senyum dalam hati mereka bahagia. ini pertama kali nya ia melihat Angela mencemaskan dan juga sangat perhatian pada nya , tentu saja semua harus di manfaatkan bukan.


"aku sudah mengisi air dalam bathtub , kamu mandi lah aku akan menunggu di luar dan ingat jangan terlalu lama kamu masih sakit "ucap sambil beranjak pergi tapi tangan sudah lebih dulu di tarik oleh andrian


"kenapa" tanya nya "apa ada yang lain yang kamu butuhkan "


"hmmmm....."


"apa?"tanya angela melihat gelagat Andrian mencurigakan


"bantu aku mandi" ucap nya dengan tampang memelas


menarik nafas dalam akhirnya Angela mengangguk menyetujui permintaan suaminya " baik , tapi harus cepat kamu masih belum sembuh "ucapnya dan di angguki oleh andrian