
saat sampai di kota B andrian dan angela langsung bergegas meninggalkan Bandara lalu menuju ke tempat tujuan dengan mengendarai mobil, entah, kemana mereka akan pergi tang jelas hanya andrian yang tau dan juga dengan sopir yang menjemput mereka atau lebih tepatnya hanya angela seorang yang belum mengetahuinya.
tidak lama perjalanan akhirnya mobil yang mereka tumpangi masuk ke kawasan rumah sakit terbesar di kota ini. "deg " ada rasa was-was dan ketakutan tersendiri di dalam hati angela.
saat mobil terparkir sempurna andrian sigap membantu istri nya itu, ia menggandeng tangan angela memasuki gedung dengan cat putih itu, terlihat mewah memang tapi banyak orang yang takut dan tidak menginginkan menginjakkan kaki ke tempat ini.
"honey, ingat kamu harus kuat" bisik andrian saat mereka kemasuki gedung tersebut.
di dalam mereka langsung di sambut oleh petinggi dari rumah sakit itu lalu keduanya di arahkan menuju sebuah ruangan besar yang ternyata hal mengejutkan terjadi angela shock melihat nya. orang yang tadi siang di khawatir kan nya terbaring tak berdaya dan di sebelah pria itu ada balita yang begitu sangat di sayanginya terbaring tidak berdaya dan sekujur tubuh nya di penuhi dengan banyak luka, belum lagi beberapa alat yang terpasang si tubuhnya
seketika air mata angela tumpah, wanita itu pun limbung tak berdaya beruntung andrian sedari tadi terus berada di sisiNya sehingga ia dengan sigap menopang tubuh istrinya. andrian segera membawa angela meninggal ruangan tersebut takut hal yang tidak di ingin kan terjadi sehingga bisa menghambat proses perawatan bagi kedua pasien.
saat ini angela tengah berada di ruang direktur dari rumah sakit ini, ia sedang berusaha menenangkan dirinya dari keterkejutan yang di alami, sementara andrian pria itu terlihat sibuk berkomunikasi dengan dengan orang-orang yang mengurus riki dan juga putri nya.
setelah dapat menguasai dirinya, angela yang tadi duduk sendirian di sofa yang terdapat di sana berjalan ke arah kursi kebesaran dari pimpinan rumah sakit ini.
"ada yang bisa menjelaskan kenapa hal ini bisa terjadi" angela. saat ini ia sudah berada di antara orang-orang yang mengurus riko.
"bapak riko dan putri nya mereka terlibat kecelakaan tunggal bu, saya dengar mereka ingin liburan berdua, tapi untuk kejadian spesifik nya saya belum tau karena saat ini polisi dan juga tim kita sedang mencoba mengidentifikasi lapangan, guna mencari kebenaran apa penyebab kecelakaan ini."ucap kepala rumah sakit menjelaskan "lalu mengenai kondisi nya sendiri mohon maaf sebelumnya jika ini akan membuat Anda tidak nyaman , tapi saya harus menyampaikan kondisi bapak riko cukup memprihatinkan. beliau kehilangan banyak darah karena terdapat beberapa luka cukup dalam di bagian tubuh nya dan paling parah adalah bagian kepala. mungkin itu semua terjadi karena beliau berusaha untuk melindungi putri nya , karena menurut keterangan saat di evakuasi pak riko terlihat memeluk erat dea, seperti mencoba melindungi gadis kecil itu dari sesuatu yang akan menimpa nya."setelah menyampaikan itu kepala rumah sakit mencoba menarik nafas nya lalu kembali melanjutkan Ucapan nya
"dan untuk dea sendiri kondisi nya juga cukup memprihatinkan, tapi tidak separah bapak riko. untuk kondisi fisik gadis itu tidak di temukan ada luka dalam tapi seperti nya psikologis nya terguncang hebat. di usia nya yang masih sangat kecil ia sudah melihat bahkan terlibat langsung dengan kejadian yang menakutkan ini.
setelah kepala rumah sakit menjelaskan kondisi pasien saat ini, tidak lama seorang perawat izin masuk yang ternyata ia hendak menyampaikan kondisi riko yang semakin memburuk.
secepat kilat semua orang langsung meninggalkan ruangan tersebut dan berlari ke ruangan yang sempat membuat angela ambruk tadi, terutama para dokter spesialis yang menangani riko.
"ndrian aku kawatir dengan kondisi riko " ucap angela pada suami nya yang sedari tadi terus berada di samping nya.
"iya aku juga, kita berdoa saja semoga semua berjalan dengan baik. dan kondisi riko segera membaik"
"aku hanya kasihan dengan dea, anak sekecil itu harus menghadapi banyak cobaan di usia nya yang masih sangat muda. jika sesuatu terjadi pada Riko, lalu dea... " ucap angela tidak lagi mampu melanjutkan ucapan nya.
ia sandarkan kepala nya di bahu andrian mencoba mencari sedikit ketenangan dari suaminya. lalu ia teringat sesuatu "dea... dea.... gimana sayang" tanya nya dengan wajah panik.
"dea sudah di bawa keruang perawatan, saat ini ia masih belum siuman, tadi aku sudah meminta orang untuk menjaga nya dan mengabari jika gadis kecil itu siuman. " andrian.
setelah itu tidak ada lagi percakapan apapun lagi yang terjadi di antara pasangan suami istri tersebut mereka terlihat sibuk dengan pemikiran nya sendiri-sendiri.
sampai mereka melihat para perawat yang terlihat tergesa-gesa keluar masuk ruangan tempat riko di tangani, ada perasaan tidak enak hinggap di benak mereka, tapi segera di tepis dan berganti dengan untaian doa yang mereka sampaikan pada Aang pencipta.
terlihat pintu ruangan terbuka lebar, satu persatu dokter yang tadi ikut menangani riko keluar ruangan dengan tampang yang sudah tidak bisa di deskripsi kan, entah karena terlalu lelah, tegang atau..... "astaga , riko" ucap angela tertahan, menunggu penjelasan dari pihak dokter.
"pak, bu... " ucap kepala rumah sakit sekaligus dokter yang ikut menangani riko angkat bicara mewakili yang lain nya.
"maaf" ucap nya dengan wajah tertunduk, ia menggeleng pelan "dia sahabat saya, sudah kembali pada sang Pencipta" lanjutnya dengan Bibir bergetar, kepala rumah sakit ini memang cukup dekat dengan riko mereka berteman baik, sedari tadi ia mencoba menguatkan semua orang padahal hal itu sengaja di lakukan untuk menguatkan dirinya juga, tapi kali ini pria itu juga tidak bisa menutupi lagi rasa sedih nya karena sahabat nya, yang sekarang adalah pasien nya tidak mampu ia selamat kan. ada rasa sesal, dan kecewa pada dirinya sendiri yang di rasa. tapi apa yang harus di kata semua sudah kehendak takdir.
sedih, dan berduka ya hal itu lah yang dirasakan semua orang saat ini. dalam waktu singkat berita kematian riko menyebar dengan cepat. berita kecelakaan hingga berpulang nya pria itu kepada sang Pencipta menjadi topik utama di semua Media saat ini baik elektronik maupun Media lain nya.
andrian dan angela mereka berdua akhirnya membagi tugas, dengan andrian yang ikut bersama dengan jenazah riko pergi kerumah duka dan ikut dalam proses pemakaman nya sebagai bentuk rasa hormat pada pria itu, sementara angela wanita itu memilih tetap tinggal di sana menemani gadis kecil kesayangan nya yang sampai saat ini belum juga siuman, entah apa yang harus di katakan nya nanti jika gadis itu siuman dan menanyakan tentang keberadaan papa nya.