
di dalam mobil
" kita mau kemana?" tanya angela
"diam dan lihat saja nanti" ucap Andrian kesal. pasalnya rencana yang sudah ia susun sedemikian rupa harus tertunda oleh Angela yang bangun kesiangan.
ternyata setelah Andrian keluar kamar tadi pagi Angela bukan nya bangun justru makin pulas tidur nya. bahkan hingga Andrian kembali masuk kamar Angela juga belum bangun.
Angela baru bangun sebelum tengah hari , dengan tampang tak berdosa ia bertanya maksud Andrian yang mengatakan dengan kejar start juga tentang liburan yang sudah di persiapkan nya .
tapi karena Andrian yang masih kesal sama sekali tidak berniat untuk menjawab pertanyaan istri nya ,justru ia memilih masuk ke ruang kerja dan menyelesaikan pekerjaan nya .
setelah selesai mandi , Angela berniat menyusul Andrian keruang kerjanya tentu untuk membujuk pria yang ia rasa sekarang mulai manja " huh... dasar pria begitu saja marah. memang nya ia pikir gak capek apa semalam " ucap angela menggantung sambil memikirkan kejadian semalam yang membuat wajah nya memerah
belum lagi Angela masuk , masih berdiri di depan pintu yang menghubungkan kamar dengan ruang kerja Andrian . tiba-tiba pintu terbuka , ternyata Andrian lebih dulu keluar dari ruangan itu dengan wajah yang masih di tekuk " siap-siap sekarang ,kita berangkat 30 menit lagi " ucap nya sambil berlalu dari sana
Angela sebenarnya ingin bertanya tapi melihat situasi , akhirnya di urungkan. dari pada nantinya akan membuat ia pusing sendiri
dan disinilah mereka kini. di dalam mobil berdua , dengan andrian yang mengendarai nya dengan tujuan belum tentu kerena si empunya tidak sedikit pun bersedia memberi petunjuk
Angela sudah berusaha mencari tahu tadi tapi tetap Andrian kekeh tak ingin memberi tahu " cukup duduk manis dan nikmati liburan nya , jangan banyak bertanya " hanya itu jawaban yang keluar dari mulut Andrian ketika Angela kembali bertanya tentang tujuan nya
"katanya liburan tapi sama sekali tidak ada petunjuk apapun , bagaimana jika aku gak suka dengan tempat nya ," gumam Angela
"sayang kenapa kita perginya hanya berdua , kenapa tidak membawa supir" kerena sudah pasti Andrian tidak akan menjawab pertanyaan nya mengenai liburan jadi tanya tentang yang lain saja yang penting tidak diam-diaman yang akan membuat Angela sangat bosan. di tambah lagi perjalanan ini belum tentu berapa lama memakan waktu nya. juga membumbui panggilan sayang di awal nya untuk sedikit melunakkan hati pria nya , yang biasa nya selalu melunak setiap kali angela memanggil nya begitu
Angela sendiri terkadang juga bingung mukjizat apa yang di miliki oleh sebuah kata sayang tersebut karena setiap kali di ucapkan pada suaminya ini dirasa begitu besar pengaruh nya.
padahal ya menurut Andrian sendiri bukan karena itu tapi karena Angela memang bukan tipikal wanita romantis bahkan untuk panggilan suaminya saja hanya menggunakan nama jadi ketika sesekali Angela memanggil Andrian dengan panggilan sayang itu sudah sangat luar biasa untuk nya
" bukan apa-apa , aku hanya ingin berdua dengan kamu tanpa ada siapapun yang menggangu"ucap nya sambil tersenyum hangat kepada Angela
" nah kan di jawab , baik lagi gak ketus kayak tadi "
mobil masih saja melaju dengan kecepatan sedang , lalu ketika menemukan sebuah restoran Andrian memilih untuk memberhentikan mobil nya sejenak di sana
" ayo turun" perintah nya
Angela yang masih bingung hendak bertanya tapi Andrian sudah keluar dari mobil dan saat ini tepat berdiri di samping nya sambil membukakan pintu mobil nya lalu mengambil tangan Angela dan menuntun nya keluar
Angela hanya melihat Andrian dengan bingung lalu menatap sekelilingnya tampak tidak ada yang aneh hanya restoran biasa dengan pelayanan biasa juga, dan juga terdapat beberapa pengunjung lain nya di sini .
"apa ini , tentu bukan kejutan yang di siapkan Andrian untuk nya kan"
setelah waiters pergi Andrian melihat Angela paham akan tatapan bingung Angela" kita kesini untuk makan ,kamu belum makan kan dari tadi " ucapnya menjelaskan
paham yang di jelaskan oleh andrian ia hanya mengangguk lalu makanan datang dan di sajikan di atas meja
" makan lah , aku sudah memesan semua makanan kesukaan kamu " ucap nya sambil tersenyum
untuk pertama kalinya Andrian melihat Angela makan dengan sangat lahap mungkin kerena ini rangkap antara sarapan dan juga makan siang terlebih wanita itu sudah banyak kehilangan energi kerena kemaren malam.
"kemaren malam" gumam nya sambil tersenyum mengingat kejadian bersejarah dalam hidup nya semalam
Andrian masih setia menemani istrinya makan , ya saat ini Andrian lebih tepatnya hanya menemani sang istri bukan nya makan bersama karena dari tadi Andrian bahkan tidak menyentuh makanan apapun juga.melihat Angela seperti sekarang entah kenapa ada kebahagiaan tersendiri dalam diri nya hingga ia bahkan sudah merasa kenyang melihat istrinya
Andrian yang melihat Angela makan dengan lahap berniat menawarkan untuk memesan makanan tambahan tapi Angela justru menyadari Andrian bahkan belum makan apapun lalu memaksa pria itu untuk makan
sejam berlalu akhirnya mereka selesai makan dan memutuskan untuk kembali melanjutkan perjalanan.
baru beberapa menit mobil berjalan Andrian kembali menghentikan mobilnya di salah satu supermarket yang di temukan.
" aku mau membeli suatu dulu , kamu mau ikut" tanya Andrian
Angela yang merasa kekenyangan juga sedang malas berjalan menolak ikut dengan andrian dan memilih untuk menunggu di mobil saja
dua puluh menit Andrian kembali ke mobil dengan membawa tiga kantong besar belanjaan di tangan nya . entah apa yang di beli andrian , Angela sendiri sudah malas bertanya karena seperti ini berhubungan dengan kejutan nya dari pada tidak di jawab lagi lebih baik tidak usah bertanya pikir nya . padahal mungkin Andrian sendiri tidak berpikir begitu
mobil masih terus melaju dengan kecepatan sedang , sudah sekitar dua jam berlalu sejak mereka dari supermarket tadi dan Angela sendiri sudah selama itu pula tertidur di mobil.
jalanan sudah mulai terlihat sepi hanya ada beberapa kendaraan saja yang lewati di jalan ini seperti nya mereka pergi ke daerah sedikit penduduk tapi jalanan di sini masih saja bagus ,mungkin itu lah salah satu perbedaan nya antara negara berkembang dengan negara maju dimana pemerataan pembangunan mereka yang sudah sangat baik , bahkan di daerah terpencil sekalipun fasilitas jalannya masih sangat Memadai
akhirnya setelah perjalanan jauh mobil berhenti di sebuah bangunan sederhana tapi masih sangat terawat dengan lingkungan hijau dan asri.
rupanya Andrian membawa Angela berlibur di sebuah daerah dataran tinggi di sebuah desa terdekat , karena pertimbangan tertentu Andrian memilih menyiapkan sebuah kejutan kecil untuk Angela di sini hitung-hitung sebagai bulan madu pikir nya
sebuah tempat yang begitu asri dan sejuk , jauh dari kebisingan yang bisa ia nikmati hanya berdua dengan wanita pujaan nya