Five In Group Story

Five In Group Story
kecewa



sudah lewat tengah malam tapi Andrian ternyata masih belum pulang. Angela sudah mencari tahu tadi , memang Andrian ada di kantor saat itu dan seperti nya ia sudah ada di sana sejak kemarin tidak pergi kemanapun itu artinya ia juga tidur di sana. "tidur "Angela sendiri bahkan tidak yakin akan hal itu dari keadaan yang di temui seperti nya suami itu sama sekali belum beristirahat dari kemaren atau mungkin semenjak ia kembali ke negara ini .


semenjak sampai di rumah ini , Angela sama sekali belum keluar kamar sejak pertama ia masuk tadi.jangan kan untuk keluar melihat-lihat rumah bahkan rasanya untuk memperhatikan kamar ini saja ia tidak sempat.


kerena setelah sampai ia langsung masuk keruangan kerja Andrian yang kebetulan sudah di modifikasi untuk bisa terhubung melalui kamar untuk mengurus pekerjaan yang tidak ada habis nya.


seharian berada di rumah ini Angela baru bertemu kepala pelayan seorang itupun baru dua kali , pertama saat masuk dan yang kedua saat beliau mengantar kan makan malam untuk nya tadi .jika makan siang jangan di tanya angela sudah pasti melewati nya jika saja tadi perut nya tidak mulai terasa sakit mungkin seharian ini ia tidak akan makan.


jam sudah menunjukkan pukul 11 malam waktu setempat , lelah menunggu Andrian seharian di tambah ia baru habis melakukan perjalanan jauh dan itu pun tanpa istirahat ia langsung bekerja akhir angela tertidur juga.


sekitar pukul 1 dini hari akhir nya Andrian sampai di rumah ia di sambut oleh kepala pelayan yang membukakan pintu , sekaligus memberi laporan akan kedatangan seorang wanita yang tidak di beritahu kan dengan jelas identitasnya ,


"pak tolong urus nona Angela dengan baik dan penuhi semua kebutuhan nya. jangan menyinggung dia kerena ia bukan orang sembarangan , satu lagi apapun yang ia lakukan biarkan saja karena saya yakin tuan Andrian juga akan melakukan hal yang masa" begitu lah kira-kira ucapan Bram tadi sebelum ia meninggal kan rumah ini


setelah mendengar ucapan Bram kepala pelayan tidak berani melakukan apa-apa dan lagi, terlebih melihat cara Bram memperlakukan wanita itu dengan hormat serta ia orang pertama selain Andrian yang bisa masuk ke kamar nya secara bebas , kerena selama ini tanpa seizin Andrian tidak satu pun orang yang bisa masuk ke sana bahkan untuk membersihkan nya saja hanya pelayanan tertentu yang boleh masuk itu pun Waktu nya di tentukan.


"maaf tuan tadi pagi tuan bram membawa seorang wanita kerumah ini , setelah mengantar wanita itu ke kamar anda beliau pergi tuan "


"lalu wanita itu... , maksud nya ia dimana sekarang?"ucap Andrian yang seperti nya sama sekali tidak kaget mendengar nya


"ada dikamar anda tuan "


"hmmmm...." ucap nya ingin melangkah pergi tapi tiba-tiba ia kembali berhenti "apa dia sudah makan tadi" tanya Andrian kembali


"hmmm...."ragu menjawab "tuan nona Angela sejak sampai kerumah ini pagi tadi beliau baru meminta saya untuk membawakannya makan malam tuan , maaf.... karena tuan bram mengingat kan untuk tidak mengganggu beliau jadi saya tidak berani bertanya terlebih sejak masuk kamar tadi nona sama sekali tidak pernah lagi keluar bahkan makan malam nya saja saya antar ke kamar tadi "ucap kepala pelayan menunduk kan kepala nya merasa bersalah


"baiklah tidak apa-apa bukan salah anda juga , tapi lain kali tolong pastikan ia makan teratur di rumah ini "ucap Andrian kemudian berlalu pergi ke kamar nya


"baik tuan "


di kamar , Andrian melihat sosok wanita cantik yang selalu membuat ia tergila-gila , cukup lama di pandangi nya Angela sebelum akhirnya ia masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri


naik dengan perlahan keatas ranjang lalu masuk ke selimut yang sama dengan istri nya , di rebahkan dirinya di samping Angela lalu menatap nya lagi "aku rindu kamu " ucap nya dengan mata berkaca-kaca lalu di kecup sekilas dahi sang istri , setelah nya ia tidur sambil memeluk Angela


********


pagi ini Angela bangun dan lagi-lagi ia sudah tak mendapati Andrian lagi di sana , terhitung sudah tiga hari hal ini terjadi.


menurut kepala pelayan Andrian selalu kembali kerumah walau memang sudah sangat larut lalu kemudian pagi-pagi sekali sebelum Angela bangun ia sudah pergi lagi dengan alasan banyak pekerjaan yang harus di kerjakan nya .


Angela sudah memeriksa di kantor memang benar saat ini banyak pekerjaan yang harus di selesaikan kan Dan selama di kantor dia sama sekali tidak mendapati ada keanehan apapun.


tapi entah mengapa Angela merasa Andrian saat ini sedang menghindari nya dengan menjadi kan pekerjaan sebagai tameng nya , bagaimana mungkin dengan mengatasnamakan pekerjaan ia bahkan tidak sempat menyambut kedatangan istri nya atau mungkin setidaknya menunggu atau bila perlu bukankah ia bisa membangunkan nya dulu untuk pamit sebelum bekerja , tapi yang terjadi tidak demikian "apa ia masih marah karena masalah yang terjadi terakhir kali "pikir Angela


entah apapun itu sungguh , saat ini Angela merasa kecewa akan sikap Andrian bagaimana bisa ia bisa bertingkah seperti ini .


bukan kah seharusnya ia bisa membicarakan nya dengan baik-baik , tapi tidak ia malah memilih menghindar .


lelah berpikir seharian , akhirnya Angela mendapat sebuah ide bagaimana caranya agar Andrian bisa kembali pulang cepat hari ini lalu mereka bisa bicara .


sebenarnya nya ia bisa saja mendatangi kantor Andrian kapanpun ia mau toh itu juga kantor nya , tapi ia hanya tidak ingin jika orang luar sampai tau bahwa ada masalah dalam hubungan nya , terlebih seseorang bisa saja memanfaatkan situasi ini untuk kepentingan mereka .


"Bram , tolong kamu pesan kan saya tiket kembali besok ya , saya ingin kepulangan saya sama seperti kedatangan saya tidak ada orang yang tau , maju faham maksud saya kan?"


"baik nona , akan saya pesan kan sekarang"


setelah mendengar jawaban Bram dan mengucapkan terimakasih Angel mematikan telepon nya. ya ini adalah satu-satunya jalan yang terpikir oleh Angela agar ia bisa bicara dengan andrian , melihat ketidak terkejutan suaminya akan kedatangan nya ke negara ini membuktikan bahwa ia pasti mengawasi nya untuk itu berharap dengan berita kepulangan nya mungkin Andrian akan menemui nya entah untuk bertanya , marah atau apapun itu yang penting mereka bicara dulu


satu lagi , untuk memuluskan rencana nya Angela meminta kepala pelayan mengutus orang untuk membeli kan nya beberapa barang , memang tidak di sebut kan untuk apa barang-barang tersebut tapi jika benar Andrian selalu mengawasi nya ia pasti akan sadar bahwa itu bisa di jadikan Angela sebagai oleh-oleh bagi semua orang di rumah