
setelah dea di jemput Mia, dan membawanya kembali kerumah yang selama ini di tempati sang kakak beserta Putri nya. angela memutuskan untuk kembali juga ke kotanya.
sementara andrian pria itu harus segera kembali ke negeri paman sam tersebut satu hari setelah mereka sampai di kediaman nya karena tuntutan pekerjaan yang memang sudah menunggu.
sekarang tinggal lah angela kembali seorang diri.
tujuh hari atau satu minggu sudah sejak kepergian riko untuk selamanya, tapi seperti nya dampak dari kepergian pria itu cukup berpengaruh. buktinya setiap hari Media selalu membahas nya, bahkan tidak jarang terkesan memprovokasi pihak tertentu atau bahkan juga membesar-besarkan suatu masalah yang sebenarnya hanya lah sepele, hal itu terjadi karena pihak ketiga yang lebih banyak mendominasi, contohnya saja seperti hak asuh dea ananda putri semata wayang riko dan istri.
keluarga mendiang istri riko yang selama ini bungkam, tapi setelah menantu mereka tiada sekarang mulai buka suara meminta hak asuh atas cucu nya.
mereka merasa memiliki hak yang sama, seperti keluarga riko untuk mengurus dea.
hal inilah yang memicu seolah terjadi konflik di antara dua keluarga, belum lagi pemberitaan yang seolah menggiring kedua kubu saling berselisih faham di tambah pihak luar yang juga mencoba ikut campur. entah apa tujuan nya yang jelas bukan nya memperbaiki keadaan justru malah semakin memperkeruh suasana.
lain hak asuh lain lagi mengenai harta warisan pria itu, mengingat dea masih sangat kecil lalu siapa yang akan mengelola semua harta benda riko belum lagi harta peninggalan mendiang istri nya kini juga mulai di pertanyaan pihak keluarga wanita itu.
jika selama ini mereka bungkam karena ada riko dan dea tapi sekarang kondisi nya berbeda, apa keluarga riko yang akan mengelola semua nya termasuk.
angela yang ikut mengikuti pemberitaan tersebut tidak habis pikir bagaimana mungkin mereka bersiteru di saat masih dalam keadaan berduka.
tapi ia tidak ambil pusing, yang terpenting bagi angela saat ini dea sudah lebih baik, Mia sang tante diakui angela memang sangat telaten mengurus keponakan nya, membuat anak itu merasa sangat nyaman.
mungkin karena ia dan suami yang sudah dua tahun menikah itupun belum juga di karuniai momongan membuat rasa sayang dan keibuan nya semua di limpahkan pada dea, begitu pun dengan suami nya yang terlihat sangat menyayangi dea.
untuk proses penyembuhan trauma nya pun rutin di lakukan angela sudah mengatur psikiater terbaik untuk menangani sang anak, terhitung selama satu minggu ini dea sudah dua kali bertemu dengan psikolog tersebut dan itu pun di dampingi Mia dan suaminya.
hal ini akan terus berlanjut hingga dirasa dea benar-benar sudah membaik.
*****
siang ini angela kembali menyibukkan dirinya dengan rutinitas biasanya, salah satu nya urusan perkuliahan.
di aula kampus lagi-lagi mereka di kumpulkan untuk mereview ulang kondisi universitas setelah beberapa bulan ini di lakukan. tingkat kepuasan atau saran dan komentar semua pihak tentang pembangunan yang masih berlanjut.
saat tanya Jawab sedang berlangsung, angela yang selalu duduk di pajok belakang terlihat sibuk dengan ponsel nya. mungkin karena beberapa waktu ini ia sibuk dengan masalah dea hingga beberapa pekerjaan terbengkalai, sehingga ia menyelesaikan semuanya sambil ikut mendengar diskusi kali ini.
saat tanya Jawab berlangsung, seseorang yang bekerja di bawah naungan five in group yang juga terlibat dengan pembangunan kampus ini tapi bukan seseorang yang memiliki jabatan tinggi bersuara
"baiklah saya sudah mendengar pendapat, saran dan komentar anda semua tapi kali ini saya ingin meminta hal ini dari seseorang yang berada di bagian pojok belakang sebelah kanan. " ucap wanita itu yang membuat semua orang menoleh kebelakang dan ternyata yang di maksud itu adalah angela.
angela sendiri juga terlihat kaget karena seseorang berani memerintah dirinya.
mungkin jika di lakukan oleh orang lain itu hal yang biasa tapi ketika itu di lakukan oleh orang nya sendiri dan si depan orang-orang yang sangat menghormati nya , di tambah beban pikiran karena pekerjaan dan dea membuat angela merasa tersinggung tapi ia mencoba untuk diam. mengikuti ucapan selanjutnya dari wanita itu.
"kenapa masih diam, ia anda wanita yang berada di bagitu pojok kanan, saya ingin mendengar tanggapan anda" ucap wanita itu mengulangi ucapan nya dengan nada sedikit kesal.
mungkin karena ia merasa bahwa angela tidak menghargai nya atau karena melihat wanita itu dari tadi terlihat sibuk sendiri seolah tidak memperhatikan kondisi di ruangan ini.
"hmmmm.... " angela tampak berpikir sedang menyusun kata sesimpel mungkin agar semua mudah memahami maksud perkataan nya dan ia juga mencoba untuk tidak terlihat berlebihan atau terlalu detail dalam memberi tanggapan.
sayang nya belum jadi angela berkomentar apapun wanita itu sudah lebih dulu bersuara "makanya jika anda ada di ruangan ini pikiran anda jangan di tempat lain atau melakukan kesibukan sendiri, dan saya harap yang lain tidak begitu ya " ucap nya lagi dengan bahasa yang lembut memang tapi memiliki arti yang dalam.
wanita itu seolah memojokkan angela, dan terkesan tidak fokus mendengar kan pembahasan mereka sedari tadi.
padahal tanpa di ketahui walau wanita itu terlihat sibuk tapi ia menyimak dengan sangat baik, karena itu memang kelebihan nya. angela mampu menyelesaikan banyak hal dalam satu waktu. buktinya ia sudah mencatat beberapa poin penting yang nanti akan ia sampai kan pada bawahan nya. apa yang perlu di perbaiki di tambah ayah di revisi ulang.
"sebelum nya terimakasih untuk kesempatan yang sudah di berikan kepada saya untuk bersuara" ucap angela bicara, ia merasa tersinggung dengan ucapan wanita itu. "tapi sebelum saya buka suara, pak vito bagaimana menurut anda apa saya perlu bicara menanggapi pertanyaan dari bawahan anda ini? " ucap nya lalu menjeda ucapan nya sesaat "jika ia katakan apa yang harus saya sampaikan kejujuran pikiran saya tentang hasil kerja anda semua " ucap angela mulai terlihat dingin dan berwibawa.
wanita yang tadi seolah meremehkan angela merasa gentar melihat cara bicara nya yang tidak biasa, kesan mahasiswa jauh dari wanita itu sekarang yang ada hanya wanita berwibawa dan sedikit angkuh.
sebenarnya wajar saja hal itu terjadi, ia bisa bersikap seperti itu karena memang memiliki kemampuan yang sangat luar biasa.
"maaf atas ucapan bawahan saya bu. jika anda ingin berkomentar silakan, mungkin kerja kami masih jauh dari harapan Anda dan untuk itu kami siap mendengar kan nya dan jika ada saran dari anda itu adalah harapan kami semua terutama saya secara pribadi" vito, pria itu merasa tegang atas ucapan dari bawahan nya ini. karena ia tau siapa wanita yang berani ia tunjuk sembarangan itu.
"hmmm.... bu angela, seperti yang di katakan pak vito saya pun berharap anda berkenan memberikan tanggapan secara langsung mengenai pembangunan kampus ini. setidaknya saya yang masih amatiran ini bisa sedikit mendapat ilmu dari orang yang luar biasa seperti anda " ucap ardan menengahi percakapan mereka sekaligus ia juga sedikit merendah.
ardan yang sekarang sudah mengetahui siapa angela sebenarnya nya bukan embel-embel dari orang tua atau suaminya tapi kemampuan wanita yang pernah ia kagumi itu.
dan kesempatan kali ini sedikit ia manfaat kan untuk membuktikan secara langsung kehebatan angela yang selama ini selalu menjadi orang di balik setiap kesuksesan five in group itu yang tidak di ketahui publik