Five In Group Story

Five In Group Story
malam pertama



pernikahan telah usai beberapa saat yang lalu semua tamu sudah meninggal kan kediaman orang tua Angela , begitu pun keluarga dari Andrian dan waktu sudah menunjukkan tengah malam hingga semua penghuni rumah memilih masuk ke kamar masing-masing tak terkecuali Angela ia mengajak Andrian pergi ke kamar nya


di kamar Angela sibuk melepaskan pernak-pernik yang terpasang di kepalanya lalu mengambil baju tidur dan membawa nya ke kamar mandi yang ada di dekat dapur karena saat ini kamar mandi yang ada di kamar sedang di gunakan oleh andrian


*****


setelah selesai mandi Angela masuk kembali kedalam kamar. setelah masuk Angela sedikit kaget kerena mendapati lampu kamar mati sementara di luar kamar lampu masih menyala seperti biasa , saat berjalan menuju saklar lampu berada tiba pintu kamar sudah tertutup dan "klik "terkunci.


sekarang Angela yakin ini pasti kelakuan seseorang , tapi belum sempat bicara ternyata Andrian sudah memeluk nya dari belakang , seketika membuat tubuh Angela menjadi meremang entah karena terlalu sensitif atau mungkin karena ini yang pertama kalinya dan Andrian menyadari itu


memang hubungan mereka sudah terjalin belasan tahun lamanya tapi untuk kontak fisik mereka masih jauh dari kata intens terlebih hubungan jarak jauh membuat kontak fisik di antara mereka bisa di bilang minim , selama ini mereka hanya berkomunikasi melalui ponsel atau sejenisnya dan Andrian sendiri kembali ketanah air hanya hitungan jari jika dilihat dari waktu perhitungan satu tahun. hebat nya hubungan mereka justru sangat harmonis tidak pernah terdengar ketidak cocokan di antara mereka apalagi hanya kerena jarak yang jauh


"aku masih tidak percaya , semua seperti mimpi"andrian


Angela hanya tersenyum menanggapi ucapan Andrian melepas pelukan prianya lalu menggiring ia agar duduk di sisi ranjang "jika ini hanya mimpi aku berharap aku gak akan bangun selama nya"mendengar ucapan Andrian Angela mencubit lengan nya "aduh"


"hahahaha "katanya mimpi di cubit begitu saja kamu sudah berteriak ucap Angela


"namanya juga masih tidak percaya. setelah sekian lama akhirnya kamu bisa menjadi milik aku seutuhnya bahkan waktu nya juga aku sendiri tidak menyangka hari pertama bertemu langsung dapat restu dan....."


mendengar ucapan Andrian Angela hanya tersenyum. selanjutnya terjadi keheningan beberapa saat hingga akhirnya Andrian membuka suara "ayo tidur kamu pasti lelah "ucapan Andrian lalu mulai mengatur posisi dan menarik selimut untuk mereka berdua , sampai saat itu Angela hanya terdiam tidak mengerti karena dalam pikiran Andrian mungkin......


"tidur sayang atau kamu ingin yang lain"ucap Andrian di telinga Angela yang membuat wanita itu tersadar dan wajah nya memerah untung saja lampu mati sehingga Andrian tidak melihat wajah nya jika tidak ia pasti sudah sangat malu "hmmmm....."hanya itu jawaban yang di berikan Angela


"shit Andrian kenapa bisa tahu apa yang aku pikirkan" batin Angela


terlebih dari semua nya Angela Juga mereka terharu akan sikap Andrian yang masih memikirkan nya , semua ketakutan dan juga kekhawatiran tak berdasar yang sedari tadi hinggap sekarang sudah menguap.


seharusnya ia tahu Andrian bukan lah pria egois yang hanya memikirkan dirinya sendiri tapi tetap selalu memprioritaskan dirinya


"sayang aku menunggu nya Lo , secepatnya"menekankan kalimat terakhir


Angela hanya diam saja mendengar ucapan Andrian pura-pura sudah tidur dalam pelukan mantan kekasih yang sudah menjadi suami nya sekarang


"istri"gumam Angela dalam tidur sambil tersenyum