
setelah cukup lama saling diam dimana Angela belum juga memberi respons terhadap setiap kata yang di ucapkan oleh andrian akhirnya kembali Andrian memutuskan untuk bersuara dengan mencoba merangkul bahu Angela dan menampilkan senyuman yang sedikit di paksakan " ngel , ucapan aku tadi jangan di ambil hati ya anggap saja tadi aku lagi halu , hehehehe , yuk balik udah sore "
akhirnya Andrian pun terlebih dahulu meninggalkan angela yang masih saja mematung di sana
"yan , Andrian"setelah panggilan kedua baru andrian menoleh
"hmmmm , mengenai yang tadi maaf"ucap Angela menjeda
"tidak masalah aku mengerti "jawab Andrian dengan senyum di paksakan dan Angela menyadari itu
"aku belum selesai bicara Andrian"balasnya lagi , kali ini dengan suara sedikit meninggi karena kesal Andrian langsung memotong ucapannya
dan Andrian hanya menautkan alisnya pertanda bingung degan maksud Angela
"aku mau "ucap nya lagi dengan wajah tertunduk karena malu
dan lagi-lagi Andrian pun hanya menautkan alisnya tanda tak mengerti
dan memang dasar dia adalah Angela yang punya ego tinggi setinggi langit melihat Andrian yang bersikap begitu bukannya menjelaskan justru ia lebih memilih untuk mendengus kesal sembari mencoba berjalan melewati Andrian
"dasar tidak peka ya sudah ayo pulang dan tidak usah hiraukan apa yang sudah aku katakan barusan "gumam nya tapi masih terdengar jelas oleh andrian
"tunggu dulu , kenapa marah ? , kamu belum menyelesaikan ucapannya "
"menurut kamu apa yang harus aku selesaikan kan bukan nya sudah jelas , sudah ah ayo kita balik" ucap Angela sambil membalik kan badan nya dan mencoba berjalan menjauh
tetapi belum sempat melangkah kan kaki nya tiba-tiba tangan nya sudah di tarik oleh Andrian sehingga mau tidak mau tubuhnya juga ikut tertarik dan berbalik menghadap Andrian
"untuk apa" tanya nya seolah tidak tau apa maksud dari Andrian barusan
melepaskan pelukan nya , kemudian mengangkat bahunya sebagai respons akan pertanyaan Angela barusan
mulai mengaitkan jari jemari nya dengan Angela dan mengangkat nya ke udara "sekarang sudah resmi ya" ucapnya lagi sambil mengangkat alisnya dan tersenyum bahagia kepada angela
"hmmmmm"hanya itu respons yang di berikan oleh Angela
mungkin orang yang tidak mengenal Angela akan beranggapan ia tidak ikhlas atau terpaksa bersama dengan Andrian , tetapi lain hal nya dengan Andrian ia bahkan tidak merasa begitu sedikit karena ia lebih mengenal Angela
setelah perbincangan panjang mereka ,sekarang Andrian yang masih menggenggam tangan Angela mencoba menuntunnya melewati balon warna warni yang tersebar di sekitarnya , maka sampai lah mereka ke tenda tempat buket bunga tadi di letakkan .
Andrian menarik salah satu kursi tersebut dan mendudukkan Angela di sana kemudian ia berjalan ke sisi depan Angela dan menarik kursi untuk dirinya sendiri .
tak lama setelahnya datang beberapa orang menghidangkan makanan kesukaan Angela dan juga mulai menghidupkan lilin-lilin di sekitarnya walau masih sore dan matahari masih terlihat tetapi lilin-lilin itu tetap di nyalakan entah untuk apa pikir Angela , setelah nya entah kapan dan siapa pelakunya setelah makanan terhidang musik romantis pun mulai di main kan setelahnya Andrian berdiri di sisi angela lali menyerahkan buket bunga mawar merah untuk sang kekasih tentu saja Angela menerima semuanya dengan senang hati dan terharu , ia kembali memperhatikan sekitar nya dengan mata berkaca-kaca.
"Drian" ucap Angela menatap Andrian seolah meminta jawaban untuk semua ini
"ini semua aku persiapkan untuk kamu ngel ,maaf jika ada yang kurang jujur ini yang pertama buat aku" ucap tulus Andrian dan Angela menyadarinya
"ini pasti mahal dan jga membutuhkan waktu yang lama untuk mempersiapkan nya" gumam angela
"ngel , yuk makan keburu makanan dingin "
setelah selesai makan dan karena hari juga sudah mulai petang akhirnya mereka memutuskan untuk mengakhirinya