
akhirnya setelah cukup lama , pertemuan nya akhirnya berakhir. setelah dirasa semua nya sudah mengerti dan paham dengan tugas nya masing-masing.
setelah pertemuan selesai semua orang meninggal kan aula. Angela ia mengikuti teman-teman nya yang mengajak pergi ke kantin.
di perjalanan Angela berpapasan dengan Ardan dan yang lainnya , Ardan hanya tersenyum sekilas lalu segera mengalihkan pandangannya dari Angela. entah kenapa tapi Angela merasa pria itu mencoba menghindari nya.
walau selama ini mereka tidaklah dekat dan juga tidak pernah berinteraksi secara pribadi , tapi Ardan selalu bersikap hangat padanya.
Angela yang melihat hal itu hanya angkat bahu tidak mengerti "lagi pms kali ya" pikir nya.
setelah mereka selesai makan tadi Angela berpamitan kepada teman-teman nya untuk pergi lebih dulu dengan alasan ia punya urusan penting yang harus di selesaikan.
saat ini Angela tengah duduk di sebuah restoran , ruangan private.
di ruangan itu rupanya Angela tidak sendirian , ada Vino dan dua orang lain nya yang sudah lebih dulu sampai disana.
"sudah lama " tanya Angela pada ketiga pria tersebut , sambil duduk di salah satu kursi kosong yang sudah lebih dulu di tarik oleh vino agar memudahkan Angela "thanks you" ucap nya , yang tentu di tujukan kepada vino.
setelah Angela duduk mereka memulai meeting nya , selain membahas mengenai universitas milik Ardan , Angela juga mereview semua lembaga pendidikan yang dimiliki di bawah pimpinan five in group atau lebih tepatnya di bawah pimpinannya.
vino adalah salah satu orang kepercayaan Angela , dia biasa membantu Angela dalam mengurus sesuatu yang berhubungan dengan pendidikan.
untuk itulah di dunia pendidikan , rasanya tidak ada yang tidak akan mengenal pria yang satu ini. orang yang berkecimpung di bidang pendidikan semua menghormati nya. ia dikenal sebagai profesor muda berbakat.
60 menit berlalu setelah selesai mereka menikmati makan bersama. Angela yang masih kenyang hanya menikmati Snack yang tersedia.
sambil menikmati makan siang mereka bercengkrama santai ,membicarakan topik ringan apa saja. semua itu di lakukan agar mereka tidak terlalu tegang jika berhadapan dengan Angela. ia adalah orang yang tegas dalam pekerjaan tapi tetap di luar itu ia adalah orang yang menyenangkan.
tidak jarang saat seperti ini akan di jadikan ajang curhat , meminta saran bahkan mengadu pada Angela. topik nya sendiri beragam , mulai dari pekerjaan , pertemanan , percintaan bahkan masalah rumah tangga juga ikut mereka bicarakan.
bagi mereka yang sudah kenal dekat dengan Angela , mereka merasa Angela adalah sosok yang tepat untuk membicarakan segala hal. bukan hanya pekerjaan , jika santai ia bersedia mendengarkan keluh kesah dari para bawahan nya juga.
bagi nya mereka semua hanya menjadi bawahannya saja jika dalam urusan kantor , selebihnya mereka adalah teman-temannya.
seperti saat ini , setelah dua orang pria yang tadi ikut meeting bersama vino dan Angela pergi setelah mereka selesai makan.
saat ini hanya tinggal Angela dan vino saja di ruangan itu. pria ini sengaja mengulur waktu dan meminta teman nya yang tadi pergi duluan , dan mengatakan ia masih harus membahas suatu hal dengan Angela , karena tadi ia terlupa.
tentu saja dua orang itu tidak percaya , vino bukan lah orang yang ceroboh. ia tidak mungkin melupakan sesuatu yang berhubungan dengan pekerjaan , pasti ada hal pribadi yang ingin di bicarakan nya dengan Angela. mengerti tidak di harapkan kehadirannya , mereka akhirnya angkat kaki dari sana.
"katakan , lo punya masalah apa?" tanya Angela memulai pembicaraan.
"ya tau lah , kalo Lo lagi galau tertulis jelas di jidat Lo."ucap Angela menunjuk ke arah yang di sebutkan.
vino dengan polosnya juga langsung memegang jidatnya yang di ikuti tawa Angela.
"yaelah ngel , tega benar Lo ngerjain gue"ucap vino mode kesal.
"kidding Vin , sekarang cerita Lo punya masalah apa" Angela.
cukup lama vino diam , seperti nya bingung harus mulai dari mana. "Vin cepetan Lo mau ngomong apa , kerjaan gue banyak!"ucap Angela akhirnya , setelah lelah menunggu. tapi orang yang ingin bicara belum juga memulai nya.
"ya sabar kali ngel , gue lagi nyusun kata-kata ni!" vino
"yaelah , lagak Lo nyusun kata-kata apaan sih! apa jangan-jangan Lo mau nembak gue!" ucap Angela tanpa filter.
"astaga ngel , amit-amit...." jawab vino cepat meluruskan pikiran absurs Angela sambil memukul-mukul kecil kepala nya dan meja Secara bergantian. " gue bukan pebinor dan masih tertarik sama anak perawan" lanjutnya lagi.
"la trus apaan dong , dari tadi Lo diam aja"Angela.
di tarik nafas nya dalam-dalam "jadi gini nih ngel gue lagi dilema sama dua wanita...."
"kan udah gue tebak , Lo pasti punya masalah tentang perempuan!" ucap Angela cepat menyela vino.
"ya sabar kali ngel , gue belum selesai ngomong!"
"sorry , lanjut" kali ini Angela berubah serius
"sebenarnya masalah gue sih klasik.... , nyokap gue ngejodohin gue sama perempuan pilihan nya. sementara disisi lain gue gue juga udah punya pilihan gue sendiri. ya walaupun belum resmi sih , baru gue lirik orang nya. tapi ga e ngerasa yakin sama pilihan gue" vino.
"trus , sekarang gue harus bantu Lo gimana?"
"hmmmmm.... mendengar curahan hati gue , hahahaha" ucap nya sambil bercanda " tapi kalo bisa gue juga butuh saran Lo sih" Vino
" ok , gue perjelas dulu duduk permasalahan nya ya. yang satu orang yang di jodohin sama Lo , dan yang satu perempuan pilihan Lo sendiri tapi Lo nggak yakin ini perempuan bakalan Nerima Lo nantinya kan. " yang di balas anggukkan oleh vino " jadi saran gue Lo harus cari tau dulu tentang orang yang Lo suka , ia suka juga punya perasaan yang sama atau tidak , dan sifat serta kepribadian nya bagaimana. setelah itu baru deh Lo bikin pilihan , orang yang lo suka atau nyokap Lo yang suka."saran Angela " tapi jangan lupa orang yang di jodohin sama Lo juga , di selidiki diam-diam , mana tau orang nya baik , sopan dan sayang sama keluarga. ingat Lo emang nyari pasangan hidup tapi jika pasangan Lo gak bisa menghormati orang tua pasangan nya sendiri , serta memperlakukan mereka dengan baik bahkan lebih parah justru malah menjauhkan nanti nya itu kan berabe. mungkin gue rasa itu alasan kenapa nyokap Lo , lebih percaya sama pilihan nya " Angela
vino yang mendengar penuturan Angela , Hanya manggut-manggut sambil mempertimbangkan kebenaran ucapan wanita itu.
"hmmmmm... ok deh gue bakalan ikutin saran Lo , btw tank untuk sarannya" vino