Five In Group Story

Five In Group Story
berita mengejutkan



setelah selesai menikmati sarapan sekaligus makan siang angela dan andrian pindah ke taman untuk bersantai, siang yang terik rasanya memang cocok jika duduk di bawah pepohonan rindang rasanya sangat sejuk dan menenangkan.


andrian memang meng konsep rumah mereka dengan sangat matang selain mewah juga rindang dengan banyak nya pohon di sekitar , dan kebun khusus dengan berbagai macam bunga dan warna yang menyejukkan mata memandang.


saat ini mereka duduk saling berdekatan, berbincang dan bercengkrama ringan, membangun komunikasi agar semakin mempererat hubungan mereka. ditemani segelas jus jeruk dan coklat dingin serta beberapa cemilan sebagai pelengkap yang di siapkan angela saat mereka hendak kemari tadi.


angela saat ini tengah menyenderkan Kepala nya di bahu sang suami sementara tangan nya tengah melingkar indah di salah satu lengan andrian.


"sayang kenapa ya dari kemaren aku kepikiran riko terus" ucap angela di sela-sela perbincangan nya dengan andrian.


"riko? maksudnya kamu kangen dea! " tanya andrian meluruskan Ucapan angela.


"ia aku emang lagi kengen dea sih, tapi juga kepikiran riko! ulang angela menjelaskan maksud dari perkataan nya.


" maksudnya? " tanya andrian, tapi ada nada tidak suka dari ucapan pria itu saat istrinya mengatakan sedang memikirkan pria lain.


angela yang langsung menangkap nada tidak suka dari suaminya langsung menjelaskan dengan cepat , bahwa ia hanya merasakan sesuatu tentang riko entah apa itu tapi ia gelisah memikirkan nya, ia hanya takut jika sesuatu terjadi.


akhirnya andrian paham maksud dari istrinya, lalu berinisiatif menghubungi pria itu , untuk menanyakan keadaan nya dan putri semata wayangnya.


cukup lama mereka mengobrol melalui sambungan video, dan kebetulan saat ini riko juga bersama dengan dea jadi angela tidak perlu repot untuk menghubungi pengasuh nya.


dari semua obrolan yang terjadi tidak ada sesuatu hal apapun yang mencurigakan yang di tangkap angela baik riko ataupun dea kedua nya terlihat sehat dan juga sangat bahagia. bahkan ia juga menanyakan apa ada hal yang terjadi atau mungkin punya masalah, jawaban nihil semuanya Baik-baik saja, bahkan angela sedikit pun tidak menemukan kebohongan dari riko ataupun dea. bahkan pria itu mengatakan bahwa Sore nanti mereka akan berlibur bersama. dari cerita yang si tangkap angela dari dea bocah kecil berusia tiga tahun itu tampak sangat gembira ia bahkan menyampaikan nya dengan menggebu-gebu tadi.


setelah puas berbincang akhirnya panggilan video itu di akhiri. terdengar napas lega dari mulut angela.


"apa mungkin perasaan aku saja ya sayang, kamu juga lihatkan tadi mereka Baik-baik saja" ucap angela, ia berusaha untuk tidak memikirkan tentang riki dan putri nya walau sebenarnya perasaan itu masih tetap ada.


"hmmmmm... ya sekarang kamu gak perlu khawatir lagi, kan tadi Liat sendiri mereka Baik-baik saja" ucap andrian menenangkan angela.


******


angela yang sedang mandi tiba-tiba pintu yang terkunci di gedor-gedor andrian, pria itu terlihat tidak sabaran menunggu hingga angela keluar menghampiri nya.


"ceklek" pintu kamar mandi terbuka


"kenapa sih drian , kan aku sudah bilang kitam mandi nya sendiri-sendiri.... " ucap angela karena tasi sebelum mandi mereka sempat berdebat andrian memaksa untuk mandi bersama sedang kan angela menolak nya dengan tegas ia ingin mandi sendirian karena tau akibatnya jika mereka sampai mandi berdua, saat andrian lengah ia langsung berlari ke kamar mandi dan mengunci pintu dan inilah yang terjadi saat ini andrian menggedor-gedor pintu tanpa henti seperti orang cemas saja.


"kita ke kota B sekarang " Ucap nya lalu berlalu cepat masuk kekamar mandi, seperti nya pria itu hendak membersihkan dirinya terlebih dahulu mengingat ia belum mandi sedari tadi.


angela kaget, tidak tau apa yang terjadi tapi insting nya berkata bahwa hal serius telah terjadi, jadi dengan cepat ia bersiap tak lama andrian keluar dari kamar mandi ia langsung mengenakan pakaian yang sudah terlebih dahulu di siapkan angela.


lima belas menit adalah waktu yang mereka butuhkan untuk bersiap tentu hal ini terjadi karena kondisi urgent jika tidak jangan di tanya.


tidak lama setelah mereka selesai, bunyi baling-baling helikopter terdengar mulai mendarat di lantai paling atas kediaman mereka dengan cepat andrian dan angela langsung bergegas menaiki kendaraan tersebut.


guna mempercepat mereka sampai kebandara karena jika menggunakan jalur darat mungkin akan butuh waktu empat puluh lima menit hingga satu jaman lebih semantara dengan helikopter hanya butuh sekitar sepuluh hingga lima belas menit saja.


sampai nya di bandara mereka langsung berganti menaiki jet pria yang sudah terlihat siap disana , dan hanya tinggal menunggu penumpang saja.


andrian berjalan di depan sedang kan angela masih terus mengikuti nya dari belakang tanpa banyak mengeluh atau bertanya.


saat jet pribadi mereka lepas landas baru lah angela buka suara "sayang" ucap nya dengan nada paling lembut.


"hmmmm.. " ucap andrian tersadar akan istrinya yang sedari tadi seolah terabaikan.


ia tarik istrinya mendekat lalu di peluk wanita itu dengan sangat erat


"andrian apa sekarang kamu bisa mengatakan apa yang terjadi" tanya angela lagi pada andrian, ia sudah lelah berspekulasi dari tadi, dari semua kemungkinan hanya hal negatif saja yang terlintas di benaknya bahkan hal terburuk tentang mertua nya juga sempat ia pikirkan.


di lepas pelukan nya dari angela, andrian pria itu kemudian menatap sayu wajah istrinya, dari tatapan nya itu yang terlihat hanya kebingungan dari wajah istrinya karena terburu-buru angela memang tidak sempat membuka apapun tadi bahkan ponsel nya pun tidak. sehingga ia tidak tau apa yang terjadi sekarang.


"nanti aku akan tau saat kita sampai di sana, tapi aku mohon kamu harus kuat ya"ucap andrian yang mengisyaratkan seolah angela akan sangat bersedih.


sekarang pikirannya kembali menerka apa sebenarnya yang terjadi di sini, apa atau siapa yang tidak baik-baik saja"tapi untuk kembali mengajukan pertanyaan itu lidah angela rasa nya kelu, ia hanya duduk terdiam di dalam jet itu tanpa banyak bertanya lagi. dan andrian pria itu sedaru tadi terus memeluk istrinya dari samping entah untuk menguatkan atau minta di kuat yang pasti sesuatu saat itu telah terjadi


******


terimakasih kepada semua pembaca yang masih setia membaca karya author, maaf jika belakangan author tidak update, bukan maksud hati ingin menggantung pembaca tadi kesibukan didunia nyata yang memang tidak bisa si kesampingkan 🙏🙏🙏


terus dukung author dengan cara like, komen, vote. dan masukan favorit ya agar dapat notifikasi saat novel ini update


thanks you 😘😘😘