Five In Group Story

Five In Group Story
Andrian



setelah Angela datang entah di sengaja atau memang kebetulan tempat duduk di bagian teman-teman nya para mahasiswa hanya ada satu yang kosong dan sial nya Indri sudah langsung mengklaim itu milik nya sambil cengir kuda tak bersalah " kurang ajar benar ni anak , padahal tadi dianya yang ngajak gue sekarang malah ninggalin gue sendirian nasib punya Teman begini" walau kesal dengan Teman nya yang satu itu tapi mau bagaimana lagi akhirnya seorang dosen memanggil Angela dan memberitahu bahwa di sebelah pak Ashok ada kursi kosong dan lebih sialnya lagi kursi yang kosong berada di sekeliling orang-orang five in group dan juga jaya kentara sedangkan kursi dari Ardan sendiri tepat di hadapan nya mau tidak mau Angela terpaksa duduk di sana


saat Angela duduk dan melihat ke arah depan pada saat bersama Ardan juga melihatnya , Ardan hanya tersenyum simpul kepada Angela


jadi ceritanya ternyata Ardan sudah tau jika Angela kuliah di universitas milik nya tak berapa lama setelah kejadian ia mengunjungi universitas pertama kalinya walau begitu ini bisa dikatakan pertama kalinya mereka bertemu di depan semua orang dan saling mengenal


walau sebenarnya sedikit canggung dan tidak nyaman bukan Angela namanya jika ia memperlihatkan perasaan nya kepada orang lain Angela saat ini bersikap biasa saja dan cuek dengan lingkungan sekitar


dimulai dengan makan siang bersama , setelah nya berlanjut diskusi yang dilakukan oleh pihak kampus ,


yayasan dan juga para mahasiswa tentang hal persiapan wisuda yang akan di gelar kampus dan untuk itu lah kenapa menurut pihak yayasan mahasiswa semester akhir perlu sekali di libatkan dalam rapat kali ini


diskusi terus berjalan dan seperti nya belum ada penampakan diskusi nya akan usai dalam waktu dekat sementara waktu sudah menunjukkan pukul 14.15 tapi yang anehnya seperti nya si wanita cantik ini tidak sadar dengan jarum jam yang terus bergerak terlihat ia masih kelihatan biasa saja dan turut fokus dengan diskusi ini walaupun tak sekalipun Angela ikut sekedar bersuara apalagi memberi usulan


ditengah-tengah diskusi terlihat ada seseorang yang memasuki restoran sepertinya ia tidak ada niatan untuk bergabung tapi seseorang tiba-tiba memanggilnya "pak an" kemudian Ardan yang bicara pun berhenti dan menoleh ke arah rekan nya bicara "pak Andrian"


"deg"


terlihat Andrian berjalan kearah meja Ardan , sementara beberapa orang sudah terlihat berdiri untuk menyambut nya sebagai bentuk rasa hormat mereka


"anda disini"ucap Ardan sambil menyalami tangan andrian


"senang bertemu dengan anda pak Ardan"tanpa ada niat untuk menjawab dan matanya berkeliling sambil tersenyum ramah kepada semua sebagai bentuk sapaan kepada mereka


Andrian hanya tersenyum tanpa ada niatan untuk duduk


"pak Andrian semua disini adalah dosen dan mahasiswa dari universitas saya yang juga bekerja sama dengan group dibawah pimpinan anda dan saya akan sangat berterima kasih jika anda bersedia ikut ambil andil disini , dan pasti nya universitas ini akan berjaya di masa depan apalagi jika dilihat dari sepak terjangnya anda di dunia pendidikan"


"sebelum nya saya minta maaf , jujur saja saya tidak tau jika anda ada disini kerena sebenarnya saya kesini untuk urusan pribadi , dan terimakasih untuk pujiannya tapi di sini saya katakan saya tidak akan bisa melakukan semuanya sendirian ada tim saya yang tidak kalah besar kontribusi nya dalam membantu saya selama ini dan salah satu orang handal kami ada bersama anda sekarang untuk itu saya yakin semua nya pasti akan berjalan lancar bukan begitu pak vito " ucap Andrian sambil menoleh kepada seseorang dan pihak yang di sebut hanya tersenyum menanggapi


"anda benar ,pak Vito benar-benar orang yang sangat kompeten di bidangnya tapi saya tetap berharap anda setidaknya bisa mengunjungi universitas kami setidaknya sekali saja , tidak harus sekarang mungkin lain kali bagaimana?"


"baiklah akan saya usahakan , bagaimana menurut kamu ngel"ucap Andrian meminta pendapat Angela sementara yang di tanya hanya angkat bahu saja tapi orang-orang di sekeliling mereka sudah melihat dengan pandangan dan pemikiran versi mereka sendiri tak terkecuali Ardan dahinya tampak berkerut mendengar ucapan Andrian sementara yang menjadi biang masalah tampak biasa saja seolah tak terjadi apa-apa


"Hm , pak Ardan maaf boleh saya izin untuk meninggalkan tempat ini "


"astaga"melihat jam ditangan lalu menepuk jidat nya sendiri


"maaf apa ini sudah waktunya , saya terlalu semangat sampai lupa , di atas kan?"ucap Ardan sambil menunjuk ke bagian atas restoran dan lagi-lagi hal ini semakin membuat pandangan banyak orang tertuju kepada Angela dan seperti nya dalam hal ini Andrian yang paling kaget


"hmmmm" Angela


"kalian berdua saling kenal"ucap Andrian sambil menunjuk mereka berdua bergantian , Ardan hanya terlihat diam tanpa ada niatan menjelaskan sementara Angela jangan di harap akan bicara


ia dengan segera pamit kepada semua orang lalu menarik Andrian agar mengikuti nya keatas untuk menghadiri pesta ulang tahun ke 60 sang ayah