Five In Group Story

Five In Group Story
universitas



"dia"


angela tampak termenung menyaksikan seseorang berdiri di depan ruangan ini sedang di tatap dengan tatapan memuja oleh banyak orang di sekelilingnya


"itu dia"


tatapan angela masih saja kosong , antara percaya atau tidak dengan apa yang di lihatnya barusan , tapi ini lah kenyataannya pria yang ada di depannya adalah seseorang yang sudah sejak lama ingin di temui nya dan ternyata adalah ia anak dari sahabat lama papanya dan juga sekaligus pemilik universitas tempat ia mengenyam pendidikan saat ini


belum pikirannya menerawang sudah terdengar suara dari serang yang menjadi akar keributan saat ini "selamat pagi semua"


"ardan"


" itu nama panggilan saya biasanya "


"jika dalam keadaan formal , orang-orang akan memanggil saya pak ardan ,jika di luar terserah mereka memanggil saya apa toh saya juga belum jadi bapak-bapak jadi panggil ardan saja juga tidak masalah "ucap nya memperkenalkan diri dengan santai dan di akhir kalimat tak lupa di sematkan senyuman nya yang menawan


"salam kenal semuanya , saya harap kedatangan saya tidak mengganggu kalian semua"


dengan wajah dan tatapan serius ia mulai melanjutkan ucapannya


"pendidikan adalah cita-cita saya sedari kecil saya sangat suka dengan belajar apapun itu asal saya bisa mempelajari hal yang baru tidak peduli sekecil apapun itu saya pasti akan sangat bahagia


Dan dunia pendidikan pernah terlintas dalam benak untuk menjadi bagian dari pencapaian karir saya , dulu saya bahkan pernah bercita-cita ingin menjadi tenaga pendidik "


diam sejenak menundukkan kepala


mengangkat kepala sambil tersenyum " tapi sepertinya garis takdir yang di tulis tuhan untuk saya jauh lebih rumit dan juga sulit ,hingga sepertinya pekerjaan yang sangat mulia tidak ditakdirkan untuk saya "


"ada yang tau kapan saya ingin mendirikan universitas ini ? , delapan tahun yang lalu tapi baru bisa saya wujudkan dalam kurun waktu 3/4 tahun belakangan ini itu pun setelah melewati proses yang panjang ,mungkin orang berpikir orang seperti saya jika saya ingin membuka sesuatu tinggal buka saja tapi kenyataannya tidak lah begitu kawan-kawan ada proses panjang yang harus dilalui "


"setelah berhasil membuka universitas ini ternyata masih jauh dari kata berhasil bahkan mungkin saat ini saya mendekati kata gagal jika tidak di tangani dengan serius "bawah kembali sedih


"anda tahu betapa bahagia nya saya saat universitas ini dibangun tapi saat akan menjalankannya ada pekerjaan yang jauh lebih penting tak bisa saya tinggalkan ,saya dilema antara membesarkan impian dan cita-cita saya atau mengurus pekerjaan yang menjadi tanggung jawab saya dan akhirnya pilihan saya jatuh pada tanggung jawab saya sementara untuk impian saya , saya serahkan kepada bawahan saya pak agus yang selama ini kalian semua kenal sebagai perwakilan yayasan


"mungkin orang seperti saya yang katanya tidak pernah gagal juga akan mengalami hal yang seperti ini , maaf untuk segala ketidak nyamanan teman-teman semua alami di universitas ini karena kelalaian saya sebagai penanggung jawab dan untuk itu juga saya mengumpulkan semua pihak disini guna berdiskusi dengan saya demi kemajuan universitas ini rektor dan jajaran , para dosen dan mahasiswa orang yang paling berdampak dengan bagus atau tidak nya universitas ini bagi masa depan dan juga karir nya "


"dengan ini saya nyatakan kita bisa memulai diskusinya "


"terima kasih atas waktu yang diberikan kepada kami pak ,saya mewakili teman-teman yang lain ingin menanyakan akan seperti apakah universitas kita ini kedepannya pak ?"mahasiswa A


"bagaimana dengan akreditasi kampus kita pak"mahasiswa B


"mengenai fasilitas kampus kita bagaimana pak , karena kami merasa perlengkapan dan peralatan pokok saja kita tidak punya apalagi yang lainnya "mahasiswa C


"kapan kami bisa wisuda pak" mahasiswa D


dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang di lontarkan oleh para mahasiswa dan itu semua di dengar ardan dengan seksama , sebenarnya separah apa kondisi ini universitas ini sebenarnya , ia hanya dapat laporan dari orang kepercayaan nya jika kampus yang ada di kota ini sedikit bermasalah dan karena ia juga ada di kota ini maka di putuskan lah untuk berkunjung ke sana tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu , sepertinya keputusan nya saat ini sudah tepat memang ada yang tidak beres dengan kampus ini bahkan ia lihat gedung nya saja cukup memprihatinkan dan bisa di bilang tidak terlihat seperti sebuah universitas juga banyak hal ganjil lainnya yang ia harus cari tau lebih lanjut jika saja ia tidak datang hari ini kesini mungkin universitas ini hanya tinggal kenangan


setelah berdiskusi dengan sekretaris nya ardan akhirnya mengangkat tangan pertanda diskusi selesai "baik lah terima kasih kepada semuanya yang telah bersedia hadir dan menyampaikan segala keluh kesahnya kepada saya secara pribadi dan keluhan anda semua juga sudah di tulis oleh sekretaris saya maka izin ka saya untuk mencari tahu apa sebenarnya yang terjadi di sini karena jujur saja saya pun juga merasa tertipu laporan yang saya terima tidak lah seperti ini ,tapi inilah yang terjadi saat ini"


"saya berjanji akan mencari siapakah yang sedang bermain disini dan akan secepatnya menjawab pertanyaan teman-teman semua bukan hanya dengan kata-kata tetapi dengan tindakan nyata , terimakasih sekali lagi tolong maafkan atas ketidak becusan saya"akhir ucapan ardan sambil mengangkat kedua tangan nya sebagai pertanda permintaan maaf lalu berlalu pergi dari sana dan di ikuti oleh seluruh jajaran terkait yang tampak nya sangat tegang


setelah sepeninggal ardan aula kampus menjadi riuh ,ada yang bahagia dan berharap ini menjadi secercah harapan untuk masa depan mereka tetapi ada juga jiwa keponya keluar tentang bagaimana nasib orang-orang di belakang ini semua ,siapakah pelaku yang menyebabkan terhambatnya perkembangan universitas ini