Five In Group Story

Five In Group Story
dilirik banyak pasang mata



cukup lama Angela berada di ruangan pak Ashok , banyak hal yang ia coba tanyakan pada pria itu. dan beliau menjawab semua nya dengan senang hati.


setelah selesai Angela keluar dari ruangan itu , lalu kembali menemui Indri yang sudah menunggu nya diluar.


"bagaimana"tanya Indri saat Angela sudah berada di hadapannya.


"ya begitu"jawab Angela ambigu


"maksudnya"Indri


"tidak ada yang perlu di pikirkan , semua berjalan dengan baik. ayo kita ke kantin "ajak Angela pada teman nya itu.


di kantin


saat menikmati makanan mereka , Angela merasa risih saat banyak mata yang seolah sedang mengawasi nya.


di kantin tersebut terdapat kumpulan para dosen dan juga mahasiswa semester akhir yang pernah hadir di resto waktu itu.


walau berusaha bersikap cuek , tapi semua itu seperti nya tidak berpengaruh pada sikap orang di sekelilingnya. mereka bahkan terlihat membentuk satu kelompok besar sekarang padahal tadi mereka duduk dalam kelompok-kelompok kecil.


walau tidak mendengar ucapan mereka dengan jelas tapi ia yakin hal ini ada hubungannya dengan sikap Ardan dan juga Andrian padanya waktu itu di resto. yang menyebabkan banyak spekulasi tentang dirinya bermunculan.


"in perasaan gue kampus udah beda banget ya sekarang"Angela


Indri yang sibuk makan di samping Angela bahkan sampai tidak menyadari bahwa banyak pasang mata yang melirik ke meja mereka menanggapi ucapan Angela "iya , gue dengar sih semua ini berkat pak Ardan. semenjak beliau turun tangan langsung mengawasi pembangunan ini kampus , semua nya tampak berubah. bahkan pelayanannya juga dan mengenai akreditasi kampus gue dengar sebentar lagi juga akan selesai."ucap Indri yang di tanggapi Angela dengan anggukan tanda mengerti "emang nya pak Ardan itu masih muda , ganteng , pengusaha terkenal , baik , produktif orangnya. calon suami ideal gue banget"ceplos Indri kemudian.


"yaelah Lo teman gue apa bukan sih ngel gitu amat"ucap nya lalu terdiam sejenak sambil mengingat sesuatu"btw gue Waktu itu liat Lo di resto kenapa kayak nya pak Ardan kenal sama Lo ya "tanya Indri pada Angela saat gadis itu mengingat kembali kejadian beberapa waktu yang lalu.


Angela yang di tanya hanya diam saja tanpa berniat untuk menjawab pertanyaan teman nya itu.


"ngel , Lo..."belum selesai Indri bicara tiba-tiba ponsel milik Angela berdering


"halo" Angela


"........"


"iya pa , ini aku lagi di kampus. sebentar lagi aku pulang!"


"....."


"iya , habis dari sini aku langsung pulang ke rumah. da pa"


setelah ponsel di matikan Angela langsung berdiri , "in sorry ya kayak nya gue harus Balik sekarang deh , ini bokap nelpon"ucap Angela pada teman nya Indri "Lo lanjut aja makan nya , dan kali ini biar gue yang traktir. kalo Lo mau nambah juga silahkan" ucap Angela terus berlanjut tanpa sedikitpun memberikan kesempatan bagi Indri bicara. setelah selesai membayar tagihan makanan nya Angela langsung meninggalkan kampus tersebut.


sementara Indri hanya bisa menatap kepergian teman nya itu dengan ekspresi yang tidak bisa di artikan.


setelah memastikan Angela pergi , beberapa orang mulai mendekati kursi tempat Indri berada seperti nya mereka berniat menanyakan beberapa hal kepada Indri tentang Angela.