Five In Group Story

Five In Group Story
kumpul bersama sahabat2



mobil melaju dengan kecepatan sedang, membelah keramaian jalanan sore.


"guys jadi kita kemana sekarang?" tanya angela pada sahabat nya.


"hmmmm kemana ya " fanny


"kita keliling-keliling saja , dan yang pertama kita kulineran dulu yuk, gue lagi pengen jajan ni" Ella


"ide bagus tuh" fanny


"ok, tapi kita nyari tempat kuliner yang banyak itu dimana? " angel


"gue tau ngel, lo bawa aja mobil nya nanti gue yang arahin" Ella


"ok deh sip. tapi kenapa gue sekarang barasa sopir ya"angela


" hahahaha....... "tawa Ella dan fanny berbarengan " kualat lo, itu namanya karma. biasanya lo kan yang paling suka jadiin kita sopir"Ella


"sialan lo, lagian gue bukan nya jadiin kalian sopir tapi karena gue tau kalian lebih senior dari gue, jadi lebih menghargai saja" ucap angela membela diri


"eleh, ngeles mulu lo" ucap fanny memutar bola mata nya.


"eh ngel simpang depan kita belok kanan ya" Ella


"oh ok" ucap angela melaksanakan perintah Ella tidak lama setelah itu mereka sampai ke pusat kuliner di kota ini.


"wah gila, banyak banget jajanan nya" ucap fanny dengan mata berbinar, melihat banyak nya stan makanan berjejer disana.


"kan apa gue bilang, yuk guys kita turun" ucap Ella bersiap turun mobil.


di luar mobil,


" la lo pernah kesini "ucap angela menunjuk kearah depan nya.


" belum sih, tempat ini kan baru buka dan gue belum ada waktu kesini, tapi kata rekan kerja gue disini makanan nya enak-enak, makanya gue penasaran trus ngajak kalian kesini. btw fanny lo biasanya yang paling update soal makanan sldeh perasaan "Ella


" yaelah gaya lo, seolah gue demen banget makan ya"ucap fanny sewot karena ia merasa Ella sedang mengejek nya.


"ya elah gitu aja lo sewot" Ella


"udah yuk kita jalan" angela


setelah angela menengahi perdebatan sahabat nya, mereka langsung menuju ke tempat stan makanan berjejer. mereka melihat semua jajanan yang di jual lalu memilih beberapa untuk di beli.


katanya sih hanya memilih beberapa, tapi ternyata mereka justru membeli hampir semua makanan yang ada di sana.


dengan alasan semua nya terlihat enak, jadi mereka ingin mencoba nya.


dua jam mereka berkeliling disana, perut ketiga wanita muda itu terasa penuh, tidak bisa di isi lagi. sehingga mereka memutuskan untuk meninggalkan area tersebut.


di mobil


saat ini mobil angela sudah keluar dari pekarangan tempat pusat kuliner di daerah itu. "huh... kenyang banget gue " Ella


"gue juga, astaga kali begini terus bisa-bisa berat badan gue gak bisa di kondisikan" fanny


"lagak lo, padahal tadi lo yang paling semangat makan nya" Ella


"hehehehe.... " fanny hanya tertawa garing, membenarkan ucapan sahabat nya itu.


"jadi guys, sekarang tujuan kita kemana? " tanya angela.


"ke mall aja, kita belanja! shoping" ucap fanny menjawab cepat memberi ide


"setuju tuh, berhubung gue juga baru gajian" Ella


melihat antusias kedua sahabat nya, angela akhirnya juga setuju untuk ke mall.


"dasar wanita, kalo udah urusan shopping pasti happy banget" gumam angela.


sebenarnya angela sendiri tidak perlu repot-repot pergi ke mall atau ke tempat pembelanjaan lainnya, dengan status nya tentu apapun yang ia mau bisa di dapat dengan mudah. tapi wanita itu mengatakan bahwa belanja ala Sultan itu tidak seru, justru berkeliling mengitari mall dan memilih sendiri yang ingin ia beli merupakan keseruan yang sesungguhnya dari berbelanja.


bukan kah memang begitu adanya, para wanita biasanya lebih banyak berkeliling atau membandingkan suatu produk di banding kan membelinya karena dengan begitu saja mereka sudah bahagia, jadi tidak perlu membeli semua yang mereka lihat.


dan memang begitu adanya tang di lakukan ketiga gadis ini, si bandingkan berbelanja mereka justru lebih terlihat seperti mengelilingi mall terbesar di kota ini.


setiap lantai dan sudut dari mall ini tidak ada yang tidak mereka kunjungi, begitu pula sari satu toko ke toko lainnya.


mulai dari pakaian hingga aksesoris tidak satupun yang mereka lewati.


sudah bebeberapa jam mereka disana dan lihat belanjaan nya mereka hanya menenteng satu goodybag perorang nya.


setelah lelah berkeliling, kadai eskrim di lantai paling atas adalah pilihan mereka untuk meregangkan kaki nya yang sudah merasa sangat kelelahan.


"astaga , sekarang kenapa gue ngerasa capek banget ya, padahal tadi mah aman-aman saja " keluh fanny, saat mereka sudah duduk di salah satu kursi untuk pengunjung di kedai eskrim tersebut.


"Ho oh, gue juga Capek banget" Ella


"gimana gak capek, lo liat jam deh. kita udah gitari mall ini berjam-jam pasti capek lah. kalian kayak orang yang baru ke mall aja" canda angela.


"ya elah, lo ngomongin kita doang lupa lo juga sama" Ella


"hehehehe" angela


"sebenarnya sih bukan tempat nya tapi karena kita jalan nya bertiga kali ya, kan udah lama gitu kita gak pergi bareng. jadi sekali nya keluar udah kayak orang gila" ucap fanny yang di setujui oleh dua sahabat nya.


setelah selesai beristirahat para wanita itu memutuskan kembali mengingat hari sudah malam. sebelum itu angela mampir dulu ke supermarket di bagian bawah untuk membeli beberapa barang.


setelah selesai mereka semua kembali menggunakan mobil angela, tentu angela harus mengantarkan satu persatu sahabat nya dulu ke rumahnya masing-masing.


di dalam mobil "ngel thanks ya, lo udah ngajak kita keluar dan udah traktir kita juga" Ella


"hmmm.... santai gengs" angela


"iya ngel thanks ya, tapi kalo bisa sering-sering begini ya" fanny


"yaelah lo emang teman gue yang paling gak tau diri ya fan" Jawab angela sambil tertawa.


setelah itu mereka tertawa bersama, hingga angela menurunkan mereka dirumah nya masing-masing.


setelah angela menurunkan Ella di rumah nya , sekarang ia sendirian di dalam mobil. dilirik jal di pergelangan tangannya. "astaga gue kalo udah keluar sama mereka buka ke bablasan" gumam angela, pasal nya saat ini jam sudah menunjukkan cukup larut.


angela sendiri tidak terbiasa pulang larut malam, entah untuk urusan apapun terkecuali mungkin dulu jika ada kegiatan sekolah seperti home stay atau lainnya selebihnya tidak pernah.


mungkin karena didikan orang tuanya wanita itu tidak pernah dibiarkan pulang lewat dari pukul sembilan malam.


sekarang angela jadi ingat papa nya, biasanya beliau akan sangat sibuk menelpon wanita itu jika sudah mendekati jam yang di tentukan anaknya belum juga kembali. tapi ini sudah lewat dari jam yang di tentukan. jika saja beliau tau mungkin angela sudah kena tegur, tapi berhubung mereka tinggal terpisah jadi angela sedikit tenang.


tapi walau begitu entah kenapa angela tetap merasa gelisah, seolah dirumah nanti ia akan mendapat masalah


"mungkin perasaan aku saja, karena pertama kali begini" pikir angela.