
keesokan hari nya semua orang berkumpul di meja makan untuk sarapan bersama papa , kakak sulung Angela dan suami berserta kedua anak nya.
setelah sarapan selesai Andrian mulai membuka suara nya "pa , kakak dan semua nya saya mau minta izin untuk bawa Angela pindah ke rumah kami malam ini "
mendengar penuturan Andrian , papa dan yang lainnya hanya bisa mengiyakan saja kerena sebelum menikah Angela sudah pernah menjelaskan kepada mereka betapa sibuknya mereka berdua belakangan ini. dan ini lah salah satu alasan ia belum bisa menikah dimana Andrian sedang sibuk-sibuknya nya sekarang. banyak proyek besar tengah di tangani belum lagi , pekerjaan yang terbengkalai kerena kesibukan nya mempersiapkan pernikahan kemaren.
pukul tujuh malam setelah membereskan barang-barang mereka , Angela lebih tepatnya. Andrian dan Angela sampai di rumah mereka. sebenarnya Angela sama sekali tidak tau rumah mana yang akan mereka tempati kerena sebelum nya mereka sama sekali belum mempersiapkan nya menurut Angela tapi sepertinya tidak bagi andrian , buktinya Angela sungguh di buat terkejut saat mereka memasuki gerbang rumah yang akan mereka tempati
"sayang "ucap Angela menoleh kearah Andrian lalu kembali menoleh kearah depan , terlihat ada raut keterkejutan sekaligus binar kebahagiaan di sana.
" kita turun "
selanjut nya mereka berdua keluar dari mobil dan berjalan saling mendekat , di genggam tangan Angela oleh andrian lalu membawanya masuk kedalam dimana di sana sudah ditunggu oleh bik Anik orang yang sudah di percaya Andrian untuk mengurus rumah itu selama bertahun-tahun.
"selamat datang tuan Andrian dan nona Angela "ucap bik Anik menyambut pemilik rumah nya
"terimakasih bik"
lalu keduanya masuk kedalam rumah berkeliling sebentar , tak lama setelah nya bik Anik meminta mereka menuju meja makan karena makan malam sudah siap. sejauh ini belum ada ucapan apapun yang keluar dari mulut mereka , tapi senyuman dan binar kebahagiaan yang terpancar dari wajah masing-masing sudah cukup mengartikan perasaan mereka walau arti kebahagiaan versi mereka berbeda .
selesai makan siang mereka putuskan untuk masuk ke kamar , kamar yang sama sekali belum mereka masuki sejak tadi.
saat membuka kamar mereka ada sesuatu yang cukup mengejutkan Angela kembali , kamar itu di hias dengan sangat cantik khas kamar pengantin baru. setiap sudut di penuhi bunga mawar dan juga di atas ranjang juga sama , taburan mawar menghiasinya dan di tengah kasur terdapat sebuah kotak yang di kelilingi tumpukan kelopak mawar berbentuk love.
Angela diam belum mengeluarkan sedikit pun pendapat nya seperti nya ia tengah melamun dengan pikiran nya sendiri
"kamu suka ?"
setelah pertanyaan yang sama untuk kedua kalinya di ucapkan oleh andrian , Angela tersadar dari lamunannya kemudian membalikkan badan nya menghadap Andrian , mereka saling bertatapan cukup lama hingga akhirnya angela menjatuhkan dirinya di pelukan sang suami.
"terimakasih.... terimakasih untuk semua nya. segala yang sudah kamu lakukan untuk aku , bahkan tanpa aku minta atau ucapkan. kamu memahami aku dengan baik "
Andrian hanya membalas pelukan istri nya dengan sangat erat seolah mampu menyalurkan rasa kasih sayang mendalam yang di miliki
"terimakasih...untuk pengertian kamu yang tidak pernah sekali pun menuntut aku , justru kamu sangat pengertian. terimakasih... untuk rumah ini , rumah impian aku berserta yang lainnya. kamu yang terbaik sayang " ucap Angela lalu mencium pipi Andrian
terkejut itu yang Andrian rasakan , belum sempat ia mengambil tindakan apapun Angela sudah menjauh berjalan kearah ranjang mengambil kotak yang terdapat di sana. dengan segera Andrian menyusul lalu mengambil alih kotak tersebut membuka nya lalu mengambil isinya berupa sebuah kalung berlian dan memasang kan nya kepada Angela "cantik "ucapnya setelah selesai memasang kan kalung tersebut
"siapa? kalung atau orangnya?"Angela
"kedua nya , tapi... yang mengenakan nya yang paling cantik "ucap Andrian dan entah bagaimana sekarang mereka sudah sangat dekat nyaris tanpa jarak , kedua tangan andrian memeluk pinggang Angela dengan posesif sementara wajah mereka hanya berjarak sepersekian Senti semakin lama bibir mereka saling bersentuhan , baru bersentuhan belum melakukan pergerakan apapun tiba-tiba ponsel andrian berbunyi
mereka tersadar "shit" Andrian yang merasa kesal mencoba mengambil ponsel dari saku celananya , ingin melihat siapa yang sudah berani menganggu waktu nya. sementara angela mencoba menjauh dari Andrian dengan salah tingkah
setelah mengangkat telepon Andrian berpamitan kepada Angela pergi keruang kerja. Angela bertanya apa yang terjadi tapi Andrian mengatakan hanya beberapa hal tentang pekerjaan yang harus ia selesaikan sendiri dan juga mewanti-wanti agar Angela tidak ikut menemani nya , kerena ia tahu pasti Angela masih sangat lelah karena acara pernikahan mereka kemaren di tambah hari ini mereka langsung pindahan. walau awal nya menolak tapi Andrian tetap memohon "setidak nya hanya untuk hari ini beristirahat lah besok kamu bisa bekerja seperti biasa lagi "setelah mendengar penuturan nya , Angela tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain menurutinya. terlebih jujur saja ia memang masih sangat lelah dengan pesta pernikahan kemaren.