
memasuki sebuah ruangan besar yang tampak seperti aula , ruangan ini memang di desain khusus oleh pemilik restoran untuk kegiatan bersifat formal yang perlu menampung banyak orang dan tidak bercampur dengan pihak lain nya atau untuk sebuah pesta seperti sekarang ini
suasana terlihat cukup ramai seperti nya semua anggota keluarga dan sahabat karib sang ayah sudah berdatangan , dari kejauhan terdengar seorang memanggil nama Angela dan ternyata itu kakak sulungnya "kamu dari mana saja papa sudah menanyakan kamu dari tadi "ucapnya dan tanpa penunggu jawaban sang adik ,ia langsung saja menarik tangan Angela agar berjalan mengikuti nya yang ternyata menuju tempat papa berdiri saat ini
"sayang ,kamu dari mana saja papa mencari mu dari tadi"
"maaf pa Angela terlambat karena tadi ada pertemuan penting mengenai kampus dengan pihak yayasan yang gak bisa angel tinggal "
"huff , Ardan ini bagaimana padahal tadi Papi sudah memberi tahu dia jika hari ini papa kamu ulang tahun dan meminta dia untuk hadir tapi lihat bukannya menghadiri pesta nya papa kamu dia malah menahan kamu yang ada" ucap om Tio menyela percakapan Angela dan sang papa yang kebetulan berdiri di sana dan dengar semuanya
"bukan masalah besar kok Pi , sebenarnya acara nya kebetulan diadakan di lantai bawah jadi Angel gak susah untuk datang kemari "ucap Angela menenangkan papi nya Ardan
susah sih gak , bikin ribet ia
"oh astaga pa angel lupa , tunggu sebentar"ucap Angela berjalan cepat meninggalkan papa dan om Tio yang tampak bingung
angela mulai mempertajam penglihatan nya mencari sosok pria yang tadi di gandeng nya keatas tapi kerena di tarik sang kakak ia jadi kehilangan andrian , setelah berkeliling beberapa saat akhirnya Angela menemukan Andrian tengah berada di sudut ruangan
setelah mendekat ia bisa mendengar dengan jelas orang yang sedang tertawa dengan riangnya mungkin karena suasa cukup ramai jadi ia tidak mendengar dengan jelas tadi ternyata Andrian saat ini sedang asik bercanda dengan si tembem Kenzie
"Drian kamu disini aku nyari kamu dari tadi "
Andrian hanya tersenyum saja mendengar ucapan Angela
"Giman sudah bertemu dengan papa kamu ?"
terlihat ketulusan dari mata Andrian saat mengajukan pertanyaan tersebut bukan sebuah sindiran karena Angela sudah meninggal kan nya tapi justru hal itu lah yang membuat Angela sangat merasa bersalah , selama mereka menjalin hubungan Angela bisa dengan mudah berhubungan dengan keluarga Andrian bahkan semua nya menyambut hangat Angela di tengah mereka dan hal ini tidak lepas dari peran pria di depannya ini sedang kan ia ini adalah kali pertama nya membawa Andrian menemui orang tua nya bahkan di pertemuan pertama ia sudah meninggal kan nya dan membuat ia seperti orang asing lebih parahnya ia bahkan tidak marah
setelah menghampiri Andrian tadi Angela dengan segera menarik Andrian untuk mengikuti nya dengan mata sayu dan tertunduk "maaf"hanya itu kata yang ia ucapkan tapi sepertinya Andrian mengerti maksudnya lalu menggenggam tangan Angela lebih kuat lagi dan tersenyum "tidak masalah ,aku faham "
hanya kata itu yang keluar dari mulut Andrian tapi entah kenapa ada rasa sesak di dada Angela jika saja ini bukan di tempat keramaian dan tidak ada keluarga besar nya di sini Angela pasti sudah memeluk Andrian dengan erat
"jika kamu seperti ini bagaimana mungkin orang lain memiliki kesempatan jangan kan dalam kenyataan hayalan pun tidak "pikiran Angela
sang papa akan segera memotong kue nya untuk itu semua orang berkumpul tak terkecuali Angela dan juga Andrian mereka berdiri bersebelahan dan cukup dekat sebenarnya banyak pasang mata yang menc mengamati nya tak terkecuali sang papa tentunya tapi sepertinya tidak ada yang berani berkomentar tentang itu mereka semua menghargai privasi Angela dan yakin ia pasti akan menjelaskan nanti
dengan ragu Angela mendekati sang papa "hmm pa , aku mau kenalin papa dan yang lainnya dengan seseorang "ucapnya sambil memanggil Andrian dan meminta nya mendekat
papa masih diam menunggu sang putri bicara " pa kenalin ini Andrian , orang yang aku bilang ke papa kemaren "ucap Angel memperkenalkan Andrian dan Andrian pun majukan tangannya untuk bersalaman dengan papa Angela
papa menerima uluran tangan andrian sementara matanya terlihat menyelidik sosok pria di depannya ini
flash back on
"Angela Menurut papa kamu bukan anak-anak lagi dan tidakkah kamu punya keinginan untuk berkeluarga sendiri "ucap papa Angela beberapa waktu yang lalu saat mereka tengah duduk berdua saja
tidak ada jawaban dari mulut Angela karena ingin mendengar lebih Lanjut ucapan sang papa walaupun ia sudah bisa menebak arah pembicaraan papanya "sayang papa gak bermaksud apa-apa hanya saja usia kamu sudah cukup , bukan kah sebaiknya kamu berpikir kearah sana "
"kamu tau kan selama ini papa tidak pernah sekalipun mengekang atau memaksa kamu melakukan sesuatu termasuk tentang kehidupan masa depan kamu papa memberi kamu kebebasan memilih pasangan kamu sendiri seseorang yang menurut kamu bisa kamu andalkan untuk menjaga kamu di masa depan setelah papa , tapi selama ini papa sekali pun tidak pernah melihat pilihan kamu "
"sayang "ucap papa lagi mengelus kepala Angela lalu menggenggam tangan nya berusaha mengalirkan kasih sayang seorang ayah "papa faham jika kamu ingin mengejar karir dan pendidikan tapi tidak bisakah kamu juga memikirkan tentang kehidupan kamu yang lainnya , papa sudah tua tidak akan bisa menemani kamu selalu bagaimana jika "ucapan sang papa berhenti ketika Angela menutup mulut beliau dan menggeleng kan kepala
"baiklah jika kamu mema belum punya pilihan bagaimana jika "
"Angela punya pa , ada seseorang orang" ucap Angela cepat menyanggah ucapan sang saat sadar jika keadaan sudah di luar kendali
flash back of
jadi ini pria yang di katakan oleh putrinya begitu pikiran sang papa tapi tidak mengatakan nya
ternyata setelah ucapan Angela tentang pria yang di sukai nya ia mulai menceritakan semua nya kepada sang papa tentang pertemuan pertama mereka , hubungan jarak jauh yang selama ini di jalani , pekerjaan dan masih banyak lagi yang mungkin selama ini ia coba tutupi dari keluarga nya malam itu satu persatu rahasia di ungkapkan kan walau belum semua biar waktu saja yang mengungkapkan nya
awalnya papa merasa kecewa dengan Angela karena sudah menyembunyikan banyak hal darinya ia merasa seperti orang bodoh yang sama sekali tidak tahu apapun tentang Putri nya tapi Angela menjelaskan bahwa ia bukannya tidak ingin mengatakan nya tapi hanya ingin hidup dengan sederhana , punya keluarga yang saling menyayangi dengan tulus dan dikelilingi oleh orang-orang yang tulus juga karena jika ia membuka jati dirinya , banyak orang yang akan datang menjilat padanya dan mengambil hatinya hanya untuk tujuan mere terlebih semua ini dirasa juga bagus dengan ketidak Tahuan orang-orang tentang dia ia bisa dengan mudah melihat baik dan buruk nya seseorang dalam hal menangani pekerjaan
setelah mendengar semua itu papa Angela bosan mengerti tapi tetap ia mengatakan tidak suka dengan cara Angela ia bisa menyembunyikan apapun dari dunia luar tapi tidak dengan keluarga nya" setidaknya beri tahu papa angel"itu kalimat yang di ucapkan sang papa
akhirnya Angela berjanji akan mengatakan semua nya kepada sang papa dan tidak akan menyembunyikan apapun lagi kedepannya