
Dirumahnya Jenny tampak begitu kesal karena diabaikan oleh Abraham semalam, padahal dia sudah sangat senang akan dikenalkan dengan Abraham dan dijodohkan dengannya.
Tapi ternyata Abraham tidak tertarik dengannya bahkan mengabaikannya, tidak hanya itu saja, Abraham bahkan membawa seorang wanita China untuk mempermalukannya.
Dia akan membalas wanita China itu jika mereka betemu lagi, pasti akan dia balas, dia tidak rela dipermalukan begitu saja didepan Abraham dan ibunya.
Saat mereka bertemu lagi nanti, maka dia akan mempermalukan wanita yang telah berani melawannya.
Jenny berada didalam kamarnya saat itu, dia sedang melihat dirinya didepan cermin. Melihat kecantikan wajahnya dan bodynya yang tak kalah dengan model papan atas.
Mungkin pakaian yang dia gunakan semalam kurang seksi untuk menarik perhatian Abraham, para pria biasanya suka dengan dada yang menonjol dan paha yang mulus.
"Sialan! Hanya pria bodoh yang menolak daya tarikku!" gerutunya kesal sambil menaikkan kedua dadanya.
Dilihat bagaimanapun dadanya lebih besar dibandingkan dada wanita China yang dibawa oleh Abraham semalam, bahkan bokongnya lebih oke.
Wanita China itu malah terlihat kuno dengan pakaian yang dikenakannya, sedangkan pakaiannya lebih menarik dari pada pakaian wanita China itu.
"Jenny, aunty Monica datang." terdengar suara ibunya diluar sana.
"Oh Tuhan, calon ibu mertuaku datang. Pasti dia ingin memohon padaku supaya aku mau mendekati putranya yang mengidap OCD itu."katanya dengan percaya diri.
"Baik mom, aku akan segera keluar." teriaknya dari dalam.
Sebelum keluar, Jenny merapikan bajunya dan riasan wajahnya, dia harus memberikan kesan yang baik untuk calon mertuanya.
Dia segera keluar dengan wajah ceria dan segera menghampiri Monica yang tampak sedang berbicara dengan ibunya.
"Selamat siang aunty."
"Oh Jenny sayang, kemarilah ada yang ingin aunty bicarakan denganmu."
Jenny bersorak dalam hati, dia segera medekati Monica dan duduk disampingnya
"Apa yang ingin aunty bicarakan?"
"Ini mengenai semalam, aku minta maaf karena telah membuatmu pulang sendiri."
"Tidak apa-apa aunty,jangan dipikirkan tapi bagaimana dengan perjodohanku dengan Abraham? Apakah masih bisa dilanjutkan?" tanya Jenny penuh harap.
"Jenny sayang." Monica meraih tangan Jenny dan mengusapnya, dia merasa tidak enak hati karena telah memberi harapan pada Jenny.
"Aunty minta maaf padamu, seharusnya aunty percaya pada Abraham jika dia sudah punya pacar dan tidak menjodohkan kalian berdua."
Jenny langsung kesal, ternyata aunty Monica lebih memilih wanita China itu dibanding dirinya. Tapi dia tidak akan menyerah dengan mudah, dia yakin dia pasti bisa mendapatkan Abraham dengan caranya sendiri.
"Jadi aku tidak punya kesempatan untuk mendekati Abraham?" Jenny pura-pura memasang wajah sedih dan kecewa.
Dia juga sedang memikirkan cara untuk mendekati Abraham dan mengambil hatinya, dia yakin bisa mendapatkan Abraham dengan caranya.
"Ya aku rasa begitu karena Abraham sangat mencintai pacarnya." dusta Monica.
"Tapi aunty, aku sangat ingin dekat dengan Abraham."
"Sory sayang, aunty tidak bisa berbuat apa-apa."
Jenny menundukkan kepalanya serta menggertakkan giginya, marah! Apapun caranya akan dia lakukan supaya dia bisa dekat dengan Abraham dan supaya dia bisa mendapatkan hati Abraham.
Padahal dia mengira kedatangan aunty Monica ingin memohon padanya supaya dia mau dijodohkan lagi pada Abraham, tapi ternyata dia salah.
Sepertinya dia memang haris mencari cara supaya dia bisa dekat dengan Abraham dan tentu saja supaya dia bisa membalas wanita China itu dengan cara merebut Abraham darinya.
"Baiklah aunty, aku juga tidak bisa memaksa, tapi bolehkah aku bekerja dikantor Abraham?" Jenny kembali memohon dan memasang wajah penuh harap.
"Bekerja?"
"Benar, Jenny baru kembali dari Inggris jadi Jenny tidak melakukan apapun disini, kebetulan Jenny juga sedang mencari pekerjaan jadi bolehkah Jenny bekerja dikantor Abraham? Jenny harap aunty mau mengabulkan permintaan Jenny yang sederhana ini."
"Benar Monica, putriku baru kembali dan belum ada pengalaman jadi bolehkan Jenny bekerja dikantor Abraham? Selama disana dia bisa belajar." sela ibu Jenny.
Monica merasa serba salah dan tidak enak hati, jika dia menolak maka dia merasa tidak enak hati pada sahabatnya tapi jika dia menyetujuinya begitu saja, apa Abraham mau menerima Jenny bekerja dikantornya?
Sepertinya dia harus mendiskusikan hal ini terlebih dahulu pada putranya.
"Baiklah aunty, aku harap aku bisa bekerja disana."
"Tenang saja, aku akan membicarakan hal ini pada Abraham, anggap ini sebagai permintaan maafku padaku."
"Terima kasih aunty."
Jenny memeluk Monica dan tersenyum dengan licik, bekerja ditempat Abraham? Itu hanya tipu dayanya supaya dia bisa mendekati Abraham dan mengambil hatinya.
Dengan pesona yang ada pada dirinya, dia tidak akan mungkin kalah dengan wanita China itu, dia sangat yakin jika dia bisa merebut Abraham dari wanita China itu.
Setelah merasa cukup Monica pamit untuk pulang, setidaknya Jenny sudah mau menerima jika dia sudah membatalkan perjodohan diantara Jenny dan putranya.
Walaupun Jenny meminta untuk bekerja dikantor Abraham tapi dia rasa itu bukanlah hal besar, saat dia kembali dia akan membicarakan hal ini pada putranya.
Setelah kepergian Monica, Jenny langsung tampak marah dengan cara membanting gelas yang ada diatas meja.
"Sialan! Mereka mempermainkan aku!" makinya.
"Sudahlah sayang, kau bisa mencari pria lainnya." saran ibunya.
"Mommy diam saja!" teriak Jenny marah.
Ibunya hanya bisa mengeleng melihat watak putrinya yang pemarah, memang sahabatnya ingin mengenalkan Jenny dengan putranya tapi jika sudah begini, untuk apa lagi Jenny mengejar orang yang tidak menyukainya?
Walaupun dia ibunya, dia tidak bisa melakukan apapun pada putrinya yang keras kepala dan pemarah.
"Abraham, kau pasti akan jadi milikku!" kata Jenny dalam hati. Dia segera masuk kedalam kamarnya untuk menyusun rencana selanjutnya.
Setelah kembali kerumah putranya, Monica merasa heran karena Abraham belum pergi kekantor.
"Abraham, kenapa kau tidak pergi kekantor?"
"Aku sedang malas mom."
"Oh kebetulan ada yang ingin mommy bicarakan padamu."
"Apa yang ingin mommy bicarakan?"
"Jenny ingin bekerja dikantormu apa bisa sayang?"
Abraham terbelalak kaget, mau apa Jenny bekerja dikantornya?
"Untuk apa dia bekerja dikantorku mom?"
"Ya dia bilang ingin belajar, aku tidak enak hati menolaknya. Jika kau masih membutuhkan orang maka kau bisa menerima Jenny ditempatmu."
"Oh dia ingin belajar, baiklah akan aku pikirkan." jawab Abraham sambil tersenyum licik.
"Baguslah, mommy harap kau bisa menerimanya bekerja."
Abraham hanya mengangguk dan pada saat itu dia merasa hidungnya terasa gatal, karena hal itu membuatnya bersin sampai dua kali sedangkan Monica melihat putranya dengan heran.
"Apa kau sakit sayang?"
"Tidak!"
Monica tampak berpikir sejenak tapi kemudian sebuah senyuman menghiasi wajahnya karena sebuah ide muncul dikepalanya.
"Oh Abraham sayang, ayo segera tidur dikamar."
"Maksud mommy?"
"Sudah jangan bertanya dan segera masuk kedalam kamarmu!" perintah ibunya.
"Mom, apa sih maksudmu? Aku sedang tidak ingin tidur!"
"Dasar bodoh!" Monica mengeluarkan ponselnya dan tersenyum dengan manis. Abraham benar-benar tidak mengerti dengan maksud ibunya, mau apa?
"Sekarang ayo kita bermain drama Abraham sayang." Monica tampak sedang menghubungi seseorang.
"Apa? Drama?" Abraham tampak linglung, ada yang bisa menjelaskan maksud ibunya?