Falling in Love with You

Falling in Love with You
Mencari informasi



Matahari begitu terik diatas sana membuat cuaca Autralia semakin terasa begitu panas saja, siang yang panas itu membawa Silvia kembali kepanti asuhan untuk menemui suster Maria.


Setelah makan siang dia segera menuju panti asuhan untuk memberi tahu kegagalannya mendapatkan lahan panti itu kepada suster Maria.


Dia sangat berharap suster Maria tidak kecewa padanya dan dia juga berharap anak-anak mau pindah jika dia sudah menemukan tempat yang lebih bagus dari pada panti asuhan itu nantinya.


Sesuai dengan perintahnya Dave sedang mencari tempat yang bagus dan cocok untuk dijadikan panti asuhan, dia lebih tahu kota itu jadi dia tidak akan mengecewakan nona mudanya.


Tentu Silvia datang kesana tidak dengan tangan kosong, dia membelikan makanan untuk para anak panti yang ada disana supaya mereka senang dan menikmati hidup mereka walaupun mereka tidak memiliki orang tua lagi.


Setelah tiba Silvia langsung memasuki panti asuhan itu dan disana suster Maria sudah menunggu kedatangannya.


Suster Maria tersenyum dengan ramah saat melihat Silvia, dia sangat senang melihat kedatangan wanita itu disana.


"Nona Silvia, aku dengar kau datang kemarin? Maafkan aku yang tidak ada ditempat."


"Tidak apa-apa suster, aku bisa mengerti."


"Apa ada hal penting yang ingin nona Silvia bicarakan denganku?"


"Oh tentu ada, ini mengenai lahan ini." Silvia semakin merasa tidak enak hati karena dia telah mengecewakan semuanya.


"Ayo masuk, kita bicara didalam saja." ajak suster Maria dengan lembut.


Silvia mengangguk dan mengikuti langkah suster Maria untuk masuk kedalam sana, mereka masuk kesebuah ruangan dan duduk bersama.


Suster Maria mengusap tangan Silvia dengan lembut dan mulai bertanya:


"Apa yang ingin kau bicarakan nona Silvia?"


"Suster Maria, ini soal lahan panti ini."


"Ya, apa kau gagal mendapatkan lahan ini?" tebak suster Maria.


"Wah, kenapa suster Maria bisa tahu jika aku gagal mendapatkan lahan ini?"


"Aku hanya menebak saja."


"Jadi suster Maria, maaf telah mengecewakannu dan anak-anak. Aku tidak bisa membujuk Abraham Achilles untuk menjual lahan ini padaku." ujarnya dengan nada bersalah.


Suster Maria tersenyum mendengar ucapan Silvia, untuk apa Silvia meminta maaf? Wanita itu sudah begitu baik terhadap ana-anak panti dan sudah mau melibatkan diri padahal dia cuma orang asing saja yang kebetulan lewat.


"Jangan berkata demikian nona Silvia, seharusnya kami yang berterima kasih padamu karena kau telah mau melibatkan diri untuk membela hak anak-anak panti ini."


"Dulu lahan ini diberikan oleh sahabatku kakek Abraham tapi sayang waktu aku menerimanya tidak ada perjanjian diatas hitam maupun putih."


"Aku dan tuan Achilles tua tidak pernah memikirkan hal seperti ini akan terjadi dan ya, mungkin kami memang sudah harus pindah dan lahan ini sudah harus kembali kepada pemiliknya yang sah.sekarang nasib kami tergantung pada Abraham Achilles karena dia bilang dia akan mencarikan tempat yang mau menampung kami semua." ujar suster Maria panjang lebar.


Silvia merasa sangat iba tapi dia juga tidak bisa apa-apa, dia sudah berusaha sebisa mungkin tapi apalah daya, yang dia hadapi adalah sebuah gunung yang angkuh dan sombong.


"Suster Maria, sebenarnya aku punya solusi, apa suster Maria mau mendengarnya?"


"Tentu saja, aku akan mendengarnya jadi katakan padaku."


"Begini, walaupun aku tidak mendapatkan lahan panti ini tapi aku sedang mencari tempat yang layak untuk anak-anak yang ada disini dan yang pastinya tempat itu akan jauh lebih nyaman untuk mereka dan para suster disini. Jadi maukah suster Maria menerima tempat yang aku sediakan? Suster Maria tidak perlu khawatir karena aku tidak akan mengambil tempat itu lagi bahkan sampai anak atau cucuku tidak akan ada yang bisa menyentuh tempat itu karena aku akan membuat surat atas tempat itu nanti."


Mata suster Maria tampak berkaca-kaca, tidak ada solusi yang lebih baik dari pada hal itu karena jujur saja dia Khawatir Abraham akan mencarikan tempat yang tidak layak utuk para anak panti nantinya dan sekarang, seorang wanita asing yang kebetulan lewat begitu perduli dengan mereka yang ada disana dan menawarkan tempat yang layak? Sungguh tidak pernah terpikir olehnya sama sekali.


"Ya ampun nona Silvia, kenapa anda begitu baik? Membeli suatu tempat bukanlah murah tapi kenapa anda begitu baik terhadap kami?"


"Suster, uang bukan masalah buatku. Aku tidak akan keberatan mengeluarkan uang berapapun juga untuk membantu orang yang sedang mengalami kesulitan."


Pada saat itu suster Maria langsung memeluk Silvia, dia begitu senang sampai membuatnya menangis.


"Semoga Tuhan memberkatimu dan keluargamu nona Silvia."


"Terima kasih suster Maria."


Pada saat itu makanan yang dipesan untuk anak-anak pantipun datang, mereka berdua segera keluar dan memanggil anak-anak untuk menikmati makanan secara bersama-sama.


Anak-anak tampak begitu gembira menikmati makan siang mereka tapi tidak untuk seorang pria yang sedang tampak kesal didalam ruangannya.


Sudah sedari tadi Abraham menunggu kedatangan Silvia tapi Kenapa Silvia belum juga datang?


Dia benar-benar tampak begitu kesal, kenapa Silvia belum juga datang? abukankah wanita itu berkata akan datang setiap hari untuk menemuinya?


Apa Silvia sudah menyerah atas lahan miliknya atau wanita itu marah atas perbuatannya kemarin?


Tidak jadi soal jika wanita itu tidak datang lagi tapi yang jadi soal adalah rasa penasarannya yang semakin tinggi terhadap wanita itu.


Abraham sedang memikirkan sesuatu, jika Silvia tidak datang lagi mencarinya lalu dimana dia bisa menemui wanita itu?


Dia tidak tahu dimana rumah Silvia bahkan dia benar-benar tidak tahu apa-apa mengenai wanita itu.


Dia sudah meminta Nick mencari tapi hasilnya benar-benar nihil, dia jadi curiga jika Silvia bukanlah orang Australia, ini sangat masuk akal karena dia benar-benar tidak menemukan wanita itu dimanapun bahkan data dirinya saja tidak.


Benar kata Nick, ini seperti mencari jarum ditumpukkan salju karena informasi tentang Silvia tidak bisa dia temukan sama sekali.


Tapi dia tidak akan menyerah, panti asuhan! Benar lebih baik dia pergi kepanti asuhan untuk mencari suster Maria.


Dia Yakin Silvia pasti akan kembali kepanti asuhan lagi jadi dia akan meminta bantuan suster Maria untuk mencari informasi wanita itu.


Suster Maria seorang biarawati jadi dia sangat yakin suster Maria pasti akan membantunya dan lewat suster Marialah dia akan tahu siapa Silvia sebenarnya.


Abraham tampak tersenyum,baiklah saatnya pergi kepanti asuhan untuk menemui suster Maria.


Dia segera meraih jasnya dan memakainya, dia akan pergi kepanti asuhan untuk memanfaatkan suster Maria.