Falling in Love with You

Falling in Love with You
Tersinggung



Abraham terbangun saat mendengar suara ponselnya yang berbunyi, dia segera meraba kantong celananya dan mengambil ponselnya.


Dia juga menjawab ponselnya tanpa melihat lagi.


"Hallo."


"Abraham, mommy sedang berada dirumahmu tapi kemana kau?"


"Mom, aku sedang tidur!" jawabnya dengan malas.


"Tidur? Tidur dimana? Jangan bilang kau sedang tidur dengan seorang ja*ang saat ini!!"


Abraham langsung bangun dari tidurnya, astaga, dia melupakan sesuatu!


Kemana perginya Silvia? Kenapa dia jadi ketiduran? Ini sungguh tidak benar!


Abraham melirik jam dipergelangan tangannya, jam delapan malam. Bagus sekali, wanita itu pergi begitu saja tanpa membangunkan dirinya.


"Abraham, cepat jawab mommy!!" teriak ibunya marah!


"Ya ampun mom, jangan salah sangka! Aku tidak sedang dengan seorang ja**ng tapi aku tertidur dikantor."


"Jangan menipu mommy, Abraham!"


"Untuk apa aku menipu mommy, aku kelelahan dan tertidur dikantor!"


"Huh, sudahlah! Sebaiknya kau cepat pulang!"


Abraham menghembuskan nafasnya dengan berat, pasti ibunya datang dengan satu maksud dan tujuan.


Dia segera bangkit berdiri dan berjalan kearah jendela untuk memandangi kota Sydney yang indah pada malam hari.


Lampu-lampu kota Sydney begitu cantik menghiasi pemandangan dibawah sana.


"Kenapa mommy mencariku?" tanyanya.


"Seharusnya kau sudah tahu, beberapa hari lagi Jenny akan kembali jadi kau harus menemuinya."


"Astaga mom!" ujarnya frustasi.


"Kau tidak bisa menolak Abraham!kau harus menemuinya dan aku harap kali ini kau bisa menyukainya!"


"Mom bisakah kau berhenti menjodohkan aku? Aku bisa cari pacar sendiri dan aku bisa menemukan calon istriku sendiri jadi sebaiknya mommy berhenti menjodohkan aku!"


"Tidak bisa! Aku akan terus menjodohkanmu sampai kau menemukan seorang wanita dan menikahinya!" jawab ibunya dengan tegas.


Abraham kembali menghembuskan nafasnya dengan berat, kenapa ibunya tidak pernah menyerah untuk menjodohkannya? Dia sudah lelah dengan rencana ibunya dan sudah lelah bertemu dari wanita satu kewanita lain dan jujur saja dia tidak suka!


Penampilan mereka membuatnya muak, dia lebih suka dengan wanita yang anggun dan berpenampilan sopan seperti Silvia.


Oh tidak! Kenapa harus mengingat penampilan wanita itu? Jangan-jangan seleranya sudah berubah!


Abraham langsung tampak kesal saat teringat dengan Silvia, beraninya wanita itu meninggalkannya sendiri!


Ini dikantor dan sudah malam, semua karyawannya pasti sudah pulang. Sepertinya hanya dia sendiri yang ada disana dan ini gara-gara wanita yang bernama Silvia, awas saja nanti!


"Ya ampun mom, aku lelah dengan semua ini! Seharusnya mommy tahu kenapa aku tidak suka dengan para wanita yang mommy kenalkan!"


"Jangan selalu bermain dengan ja**ng hanya untuk menyalurkan hasratmu! Sebaiknya kau cari wanita baik-biak dan nikahi dia!" saran ibunya panjang lebar.


Abraham memijit pelipisnya, ibunya selalu saja asal bicara!


"Sudahlah mom, aku mau pulang jadi kita bicarakan lagi dirumah."


"Bagus, cepat pulang karena aku ingin membicarakan soal Jenny denganmu."


"Ck!" Abraham mematikan ponselnya dan menghembuskan nafasnya dengan kasar.


Dia Segera keluar dari ruang pribadinya menuju ruang kerjanya, diatas meja tampak jas yang dia pakaikan pada Silvia berada.


Abraham segera meraih jasnya dan pada saat itu selembar kertas dan beberapa lembar uang jatuh keatas lantai.


Dia Segera berjongkok untuk mengambil kertas yang berada tidak jauh dengan uang beberapa ratus dolar diatas lantai.


Abraham melihat kertas itu dan membaca sebuah tulisan tangan yang terdapat pada kertas itu.


"Tuan Abraham Achilles yang terhormat, terima kasih untuk hari ini. Maaf karena aku telah merepotkanmu tapi aku sungguh sangat berterima kasih padamu. Terima kasih berkat kau keadaanku sudah lebih baik, terima kasih atas pelukan yang kau berikan dan terima kasih atas jasnya. Aku sudah meninggalkan uang 500 dolar dan aku berharap uang itu cukup untuk membayar pelukanmu. Terima kasih nanti aku akan datang lagi, Silvia."


Abraham meremas kertas itu sambil mengumpat kesal:


"Sialan! Dia benar-benar menganggap aku seorang gi**lo!! Apa dia kira aku tertarik dengan uang 500 dolarnya itu? Jika kau berani mencariku lagi, maka aku akan membuat perhitungan denganmu jadi jangan sampai kita bertemu lagi!!" Ucap Abraham kesal.


Dengan kemarahan dihati Abraham melemparkan kertas yang telah membentuk sebuah bola ditangannya keatas lantai, dia juga menginjak uang yang Silvia berikan.


Dia benar-benar marah karena Silvia benar-benar menghinanya, keputusannya sudah bulat! Dia tidak akan pernah mau menemui Silvia lagi dan seharusnya dia melakukan hal itu sejak awal.


Memang dari awal Silvia hanyalah orang asing yang tiba-tiba datang menemuinya, bahkan melibatkan diri kedalam urusannya sesuka hati tanpa ada yang meminta.


Walaupun dia tidak tahu kenapa Silvia tiba-tiba ingin membantu anak-anak panti tapi dia tidak akan pernah perduli, mulai sekarang dia tidak akan pernah mengijinkan Silvia memasuki kantornya lagi bahkan dia tidak akan pernah berbicara dengannya. Bahkan jika mereka secara kebetulan bertemu dijalanan, dia akan berpura-pura tidak mengenal Silvia.


Abraham keluar dari kantornya dengan perasaan marah, Silvia benar-benar sudah menyinggung dirinya dan akan dia pastikan, hal seperti itu tidak akan pernah terulang lagi.


Sementara itu ditempat lain, Silvia sudah berada dirumah. Saat dia terbangun dari tidurnya dia sangat kaget karena waktu sudah menujukkan pukul tujuh malam.


Tapi yang membuatnya lebih kaget lagi adalah, Abraham tidur disampingnya bahkan memeluknya.


Ini sedikit aneh, seharusnya Abraham meninggalkannya tapi kenapa Abraham malah tidur disampingnya.


Dia bahkan bangun sepelan mungkin supaya Abraham tidak menyadari jika dia sudah bangun, itu dia lakukan karena dia tidak mau membangunkan tidur Abraham dan tentu saja supaya dia bisa pulang.


Karena kehangatan tubuh Abraham membuat tubuhnya tidak mengigil lagi bahkan demamnya sudah jauh lebih baik.


Silvia keluar dari ruangan itu dan meninggalkan Abraham sambil bernafas dengan lega, dia juga melepaskan jas milik Abraham yang dia pakai keatas meja.


Tidak hanya itu, dia juga meninggalkan beberapa lembar uang untuk Abraham karena dia ingat perkataan Abraham bahwa 'pelukkannya mahal'.


Dia benar-benar tidak bermaksud menyinggung Abraham tapi dia tidak tahu, tindakannya benar-benar telah membuat Abraham tersinggung dan marah.


Silvia menghempaskan dirinya keatas ranjang, dia akan kembali saat keadaannya benar-benar sudah pulih karena dia tidak mau merepotkan Abraham lagi.


Mungkin saat menemui Abraham dia akan membawa sedikit makanan dan mengucapkan terima kasih kembali pada pria itu, semoga saja Abraham mau menerima pemberiannya, semoga.


Dan dia juga berharap saat mereka bertemu lagi Abraham mau menjual tanah panti kepadanya, jujur saja dia sudah tidak sabar untuk membeli tanah panti itu tapi lagi-lagi Silvia tidak menyangka perbuatannya malah menyingung Abraham dan semakin mengeraskan hati Abraham.