
Jalanan kota Sydney tampak begitu padat sedangkan waktu sudah beranjak sore, Silvia dan Dave tidak tahu jika ada sebuah mobil mengikuti mereka dari belakang.
Ya mobil itu mobil Abraham, begitu keluar dari panti dia tidak langsung pergi. Dia menunggu dimobil karena dia ingin mengikuti Silvia, dia ingin tahu siapa Silvia sebenarnya.
Dia bahkan membatalkan janjinya untuk bertemu dengan Arsitek untuk membahas bangunan yang akan dia bangun dilahan panti nanti.
Pokoknya hari ini dia harus tahu siapa Silvia sebenarnya, kenapa tidak takut sama sekali dengannya? Malah wanita itu begitu berani meminta dirinya untuk memotong kedua tangannya.
Dia benar-benar sangat penasaran karena selama ini yang dia tahu seorang wanita itu harusnya lemah lembut karena begitulah wanita yang dia kenal selama ini.
Saat dia melihat mobil Silvia sudah mulai berjalan dan sedikit menjauh, dia langsung memerintahkan supir pribadinya untuk mengikuti mobil Silvia.
Dia ingin lihat, dimana rumah Silvia sebenarnya dan dari keluarga mana Silvia berasal.
Tapi sejak tadi mobil Silvia malah menuju kesuatu tempat, hal itu membuat Abraham semakin heran tapi sudah kepalang basah jadi akan dia ikutin kemanapun Silvia pergi.
Sebenarnya Silvia tidak langsung pulang kerumah, dari kemarin dia sudah sangat ingin pergi kelaut jadi dia meminta Dave mengantarnya pergi ke Darling Harbour.
Disana dia dapat menikmati pemandangan laut bahkan matahari terbenam diwaktu sore seperti ini,dia butuh sedikit refresing.
Darling Harbour adalah sebuah pemukiman di Sydney, New South Wales, Australia.
Darling Harbour Merupakan daerah rekreasi untuk pejalan kaki besar yang terletak di pinggiran luar barat Sydney Central Business District.
Pemukiman ini membentang ke utara dari Chinatown, di sepanjang tepi Cockle Bay hingga King Street Wharf di timur, dan ke kota pinggiran Pyrmont di barat.
Cockle Bay hanyalah salah satu aliran air yang ikut membentuk Darling Harbour, yang berakhir ke utara masuk ke Port Jackson.
Daerah ini dan sekitarnya dikelola secara independen oleh wilayah pemerintah lokal City of Sydney, dan otoritas pemerintah negara bagian New South Wales,Sydney Harbour Foreshore Authority.
Saat telah tiba di Darling Harbour, Silvia turun sendiri sedangkan Dave memarkirkan mobil dan menunggunya disana.
Silvia berjalan disepanjang jembatan dimana disisi jembatan adalah laut dan jembatan itu tidak diberi pembatas.
Dia tidak tahu jika Abraham mengikutinya dari kejauhan karena banyak orang disana, banyak para wisatawan dan penduduk sekitar yang ingin menikmati semilir angin laut dan berdiri disisi jembatan Darling Harbour.
Silvia berdiri disisi jembatan sambil menghirup udara disana, dia juga menikmati semilir angin laut yang menerpanya.
Abraham terus mendekatinya dan berdiri tidak jauh darinya sedangkan mata tajamnya tidak lepas dari Silvia.
Ini sedikit aneh, untuk apa dia melakukan hal seperti ini tapi ya, dia memang ingin mencari tahu tentang wanita itu.
Silvia mengeluarkan ponselnya yang berada didalam tas, tentu untuk mengabadikan momentnya disana.
Dia meminta bantuan seseorang untuk memotrer dirinya yang sedang berdiri disisi jembatan dan diapun mulai bergaya disana.
Tapi pada saat itu seorang wisatan menyenggol dirinya tanpa sengaja hingga Silvia kehilangan kesimbangan sampai dia tercebur kedalam laut.
Silvia kaget bukan kepalang dan berusaha untuk naik kepermukaan dengan susah payah, jujur saja dia tidak bisa berenang.
"Tolong!" teriaknya sambil mengapai-gapaikan tangannya keatas.
Yang ada disana mulai berkerumun untuk menonton dirinya tanpa melakukan apapun.
"Hei tolong!" Silvia berusaha berteriak.
Abraham berdecak kesal, kenapa tidak ada yang menolong? Bagaimana jika wanita itu mati tenggelam?
Tanpa berpikir panjang dia langsung membuka jasnya dan membuangnya begitu saja setelah itu dia melompat kedalam laut tanpa ragu, dia berusaha mengangkat tubuh Silvia agar timbul kepermukaan.
"Thanks." ujarnya sambil terbatuk pelan.
Abraham tidak bicara apa-apa, dia segera membawa tubuh Silvia kesisi jembatan dan pada saat itu barulah orang-orang mulai membantu mereka dan menarik mereka keatas.
"Oh sial! Ini memalukan, seharusnya aku tidak berdiri terlalu pinggir!" maki Silvia dalam hati.
"Nona apa anda baik-baik saja?" tanya seseorang yang ada disana.
"Hmm ya, thanks."
"Berterima kasihlah padanya." orang itu menunjukan kearah Abraham yang sudah melangkah kearah jasnya, Abraham juga tampak sedang memunguti jas yang dia lemparkan tadi.
Silvia melihat Abraham dengan penuh tanda tanya, kenapa Abraham bisa ada disana? Kenapa pria itu mau menolongnya?
Ini sedikit aneh, tidak mungkin bukan ini hanya sebuah kebetulan belaka. Tapi walau begitu pria itu mau menolongnya dan dia sungguh dia tidak menyangka, ternyata ada sisi baik yang terdapat dalam diri Abraham.
Silvia segera bangkit berdiri dan mengambil tasnya yang basah juga ponselnya, dia harus mengejar pria itu dan mengucapkan terima kasih.
"Hei tunggu!" teriaknya.
Abraham langsung menghentikan langkahnya saat mendengar suara Silvia.
"Terima kasih telah menolongku."
"Seorang wanita yang berani menantangku ternyata tidak bisa berenang!" hina Abraham.
"Yah, itu kelemahanku sejak dulu. Tidak semua orang bisa berenang, kau tahu?"
Abraham hanya menyungginggkan bibirnya, kelemahan macam apa itu?
"Hachim!" Silvia mulai merasa kedinginan karena terpaan air laut yang terasa dingin karena kondisinya yang basah.
Abraham langsung melemparkan jasnya kearah Silvia tanpa mengatakan apapun, perempuan yang sok hebat ternyata lemah terhadap udara dingin.
Dia hendak melangkah pergi tapi Silvia kembali berkata:
"Hei aku sangat berterima kasih, suatu saat aku akan membalas budimu ini tapi aku akan tetap memintamu menjual tanah panti itu padaku jadi besok aku akan datang mencarimu."
"Ingat perkataanmu itu nona Silvia, suatu saat nanti aku akan menagihnya dan jangan lupa, kedua tanganmu itu sudah menjadi milikku jadi jagalah baik-baik, suatu saat aku juga akan mengambilnya darimu."
Abraham hendak melangkahkan kakinya tapi dia kembali berkata:
"Sekeras apapun kau berusaha tapi aku tidak akan pernah mau menjual tanah itu kepadamu!"
Silvia hanya tersenyum melihat kepergian Abraham, lihat saja nanti, dia yakin dia pasti dapat membujuk Abraham Achilles hingga pria itu menjual tanah panti padanya.
Karena terpaan udara yang dingin, dia langsung menggunakan jas Abraham supaya angin laut tidak menerpa tubuhnya lagi yang mulai menggigil.
Sebaiknya dia pulang saja, semua ini gara-gara dia ingin mengambil sebuah foto dan lihatlah, dia sungguh sial hari ini.
Untung saja ada si model celana dalam, jika tidak mungkin dia akan tenggelam karena tidak ada yang mau membantunya tadi.
Silvia segera menghubungi Dave dan meminta menjemputnya sedangkan Abraham, senyum licik menghiasi wajanya.
Walaupun dia sedang merasa jijik karena kondisinya yang basah, tapi dia senang karena wanita itu telah berhutang budi padanya dan suatu saat nanti dia akan memanfaatkan wanita itu.