Falling in Love with You

Falling in Love with You
Kembali menjadi orang asing



Beberapa waktu lalu saat Silvia sedang berpamitan kepada para anak-anak panti dan kepada para suster yang ada disana.


Abraham baru saja tiba, tentu tujuannya untuk meminta suster Maria menanyakan identitas Silvia karena dia tidak menemukan identitas wanita itu dan infromasi tentang Silvia sedikitpun.


Dia tidak mau rasa penasaran mengenai Silvia terus menghantuinya bahkan membunuhnya. Bisa-bisa dia tidak bisa tidur setiap malam karena begitu penasaran dengan Silvia.


Wanita misterius yang telah membuatnya begitu penasaran dan dia harus mendapatkan informasi tentang wanita itu bagaimanapun caranya.


Saat keluar dari mobilnya, pada saat itu juga Silvia keluar dari panti asuhan dan berjalan kearah mobilnya.


Silvia berjalan tanpa melihatnya karena Silvia memang tidak tahu jika Abraham berada dipanti asuhan.


Abraham membuka kaca matanya dan menyimpannya, mata tajamnya terus memandangi wanita cantik dengan dres bermotif bunga yang berjalan menghampiri mobilnya


Kakinya mulai melangkah untuk mendekati wanita itu, wanita yang telah membuatnya penasaran setengah mati.


Pantas saja Silvia tidak datang kekantornya untuk mencarinya, ternyata wanita itu ada dipanti asuhan.


Ini benar-benar kebetulan dan hari ini dia harus tahu siapa Silvia sebenarnya supaya dia tidak penasaran lagi.


Saat Silvia hendak masuk kedalam mobilnya, Abraham langsung memegangi tangan Silvia tapi yang dia dapati malah wajah tidak senang Silvia.


Silvia ingin menarik tangannya tapi Abraham menggenggam tangannya dengan erat, hal itu membuat Silvia semakin kesal.


"Tuan tolong lepaskan tanganku!" pintanya dengan sopan.


Mereka sudah tidak ada urusan sama sekali lalu kenapa Abraham menahannya? Jangan bilang pria itu akan berbuat kasar lagi padanya karena jika sampai hal itu terjadi maka akan dia habisi Abraham tanpa ragu.


"Tidak akan, ayo ikut denganku!" Abraham hendak menarik Silvia tapi Silvia mencengkram pintu mobil dengan erat.


Saat melihat itu Dave keluar dari mobil dan menatap Abraham dengan tajam.


"Hei lepaskan nona Silvia!"


"Kau hanya seorang supir jadi sebaiknya kau diam saja!" jawab Abraham kesal.


"Tuan Abraham!" teriak Silvia, dia tampak marah karena Abraham telah menghina Dave. Dia bisa terima jika Abraham menghina dirinya tapi dia tidak akan terima Dave dihina didepannya.


Bagaimanapun Dave sudah mengabdi pada keluarganya sejak dulu dan dia tidak menganggap Dave seperti orang asing lagi.


Abraham menaikkan satu alisnya saat melihat api kemarahan terpancar dari mata Silvia,baru kali ini dia melihat wanita yang biasanya tampak anggun itu marah.


Padahal dia sudah bersikap kasar pada Silvia beberapa kali tapi wanita itu belum pernah semarah ini sebelumnya.


"Jangan menguji kesabaranku tuan Abraham jadi sebaiknya kau jaga mulutmu itu kalau tidak aku akan merobek mulutmu tanpa ragu!"


"Heh, memangnya apa yang bisa dilakukan oleh wanita lemah sepertimu?" Abraham mengangkat tangan Silvia dan melihat pergelangan tangannya yang kecil.


"Lihat tanganmu yang kurus ini, bisa apa kau dengan tanganmu ini?"


"Hei lepaskan tanganmu dari nona Silvia!" Dave benar-benar marah.


"Aku tidak mau melepaskannya lalu kau mau apa?" tantang Abraham.


"Akan aku lubangi kepalamu!" Dave hendak mengambil senjata apinya, dia akan membunuh pria yang telah berani menyakiti putri majikannya tapi ucapan Silvia menghentikan niatnya.


"Dave, jangan! Kau hanya akan menakuti anak-anak. Tunggulah aku didalam,aku akan menyelesaikan ini."


Dave melotot kepada Abraham,jika saja mereka tidak sedang berada dipanti asuhan pasti sudah dia lubangi kepala pria itu.


"Baik nona." Dave segera masuk kedalam mobil tapi dia memantau kedua orang itu dari kaca spion yang ada.


"Nah tuan Abraham yang terhormat, katakan padaku ada urusan apa hingga kau menahanku dan mengajakku pergi."


"Aku ingin berbicara denganmu jadi ayo ikut denganku."


"Aku tidak mau, lalu kau mau apa?" jawab Silvia sambil tersenyum dengan sinis.


"Aku juga tidak mau menjawab lalu kau mau apa?"


"Jangan menguji kesabaranku!" Abraham tampak kesal.


"Aku tidak menguji kesabaranmu tuan Abraham! Lagi pula kita tidak saling mengenal lalu apa yang ingin kau tanyakan padaku?"


Silvia masih menatap Abraham dengan tajam begitu juga dengan Abraham, matanya tidak lepas dari wajah cantik Silvia.


Entah kenapa dia benar-benar sangat penasaran dan sangat ingin tahu mengenai Silvia.


"Kalau begitu jawab aku, siapa kau sebenarnya dan dari mana kau berasal?"


"Untuk apa kau mengetahui identitasku? Apa identitasku sangat penting untukmu?" tanya Silvia dengan sinis.


Abraham diam saja, dia juga tidak tahu tapi entah kenapa dia sangat penasaran dengan Silvia.


"Sebaiknya jangan terlalu percaya diri! Aku hanya penasaran saja terhadap identitasmu! Jika aku bisa menemukannya maka aku tidak akan bertanya padamu"


"Ha....ha..ha..!" tiba-tiba Silvia tertawa, mencari identitasnya?


"Kenapa kau tertawa?" Abraham jadi kesal, apa ada yang lucu?


"Kau sangat lucu tuan Abraham,kau mencari identitasku? Aku yakin kau tidak akan pernah menemukannya jadi berhentilah mencari tahu siapa aku karena identitasku sangat tersembunyi."


"Lagi pula kita tidak punya urusan jadi kau tidak perlu mencari tahu siapa diriku lagi!"


"Jangan bercanda nona Silvia, memangnya kau siapa? Putri seorang pejabat atau putri presiden? Atau jangan-jangan kau putri seorang mafia?" tebaknya.


"Diantara tiga profesi itu kau tebaklah yang benar, aku sudah memberimu sebuah clue supaya kau tidak mati penasaran." hina Silvia.


Tiba-tiba saja Abraham menarik tangan Silvia hingga Silvia masuk kedalam pelukannya, Abraham melingkarkan tangannya dipinggang Silvia dan mendekatkan wajahnya ketelinga Silvia.


"Jangan kau kira aku akan takut saat mengetahui siapa dirimu, jadi sebaiknya kau hati-hati terhadapku nanti!"


Pada saat itu wangi manis tubuh Silvia masuk kedalam indra penciumannya, entah kenapa dia jadi ingin berlama-lama menghirup wangi manis itu.


Abraham hendak menghirup aroma manis itu dari tengkuk Silvia tapi tiba-tiba saja Silvia mendorong tubuhnya dan?


"Bhuk!!" tinju Silvia mendarat tepat dibawah dagunya.


Abraham memundurkan langkahnya dan memegangi bawah dagunya, dia tidak menyangka Silvia akan memukulinya.


Silvia tampak mengibas-ngibaskan tangannya dan tampak begitu puas. Beraninya si model celana dalam memeluknya! Apa Abraham kira dia wanita murahan?


"Hei kau cari mati!" maki Abraham kesal.


"Jika kau mau ayo kita bertarung sampai salah satu dari kita mati!" tantang Silvia.


"Nona, apa yang terjadi?" Dave bertanya dari dalam mobil sedangkan pistolnya sudah berada ditangannya.


"Oh tidak Dave, maaf membuatmu menunggu."


Silvia hendak masuk kedalam mobilnya tapi sebelum itu dia berkata:


"Tuan, kelak jika kita bertemu sebaiknya kita tidak saling menyapa dan berhenti mencari informasi tentang diriku. Aku juga tidak akan mencarimu lagi jadi sebaiknya kita kembali menjadi orang asing dan aku ingin kau mengingat satu hal, tidak semua takut dengan ancamanmu!Selamat tinggal!"


Setelah berkata demikian Silvia masuk kedalam mobilnya dan meminta Dave untuk membawanya pergi.


Abraham hanya diam saja melihat kepergiannya. Kembali menjadi orang asing dan tidak saling menyapa jika bertemu?


Mengingat perkataan Silvia membuat perasaannya menjadi aneh dan dia tidak tahu kenapa.


Abraham segera memutar langkahnya dan kembali kemobilnya, mulai sekarang dia akan berhenti mencari tahu siapa Silvia. Benar kata wanita itu, mulai sekarang mereka akan kembali menjadi orang asing.