
Beberapa waktu lalu saat suster Maria membawa anak-anak masuk kedalam panti asuhan, suster Maria menjelaskan jika Silvia yang akan berbicara dengan Abraham Achilles.
Tapi tidak semua anak bisa mengerti dengan ucapan suster Maria, beberapa anak mengintip dari balik pintu ingin melihat apa yang terjadi diluar sana.
Pada saat Abraham menjambak rambut Silvia sebagian anak-anak langsung keluar dan diikuti oleh anak yang lainnya, seorang anak mengambil lumpur tanah yang ada disana dan melemparkan tangan itu kearah Abraham.
Mereka melakukan hal itu karena marah pada Abraham yang telah berani menyakiti orang yang telah berbuat baik pada mereka. Mereka bahkan mengusir Abraham tanpa ragu sedangkan suster Maria dan suster lainnya tampak kelabakan menenangkan anak-anak yang ada disana.
Abraham melotot kepada anak-anak tapi kemudian dia menatap Silvia dengan tajam, Silvia sedang membersihkan kotoran yang ada dibajunya dan melangkah kearah anak-anak.
"Silvia? Jadi nama wanita ini Silvia!" batin Abraham.
Pada saat itu asisten pribadinya berlari kearahnya dengan cepat dengan sebuah handuk ditangannya, dia sangat kaget anak-anak panti berani melempar bosnya, sepertinya setelah ini panti asuhan itu akan dibongkar dengan cepat.
"Hei guys, apa yang kalian lakukan?" tanya Silvia.
Kenapa anak-anak malah melempar Abraham dengan tanah? Ini bisa jadi hal yang gawat.
"Kakak, kami tidak akan membiarkan kak Silvia melawan situan jahat sendirian! Kami akan membantu kakak melawan situan jahat!" ujar salah satu anak panti.
Silvia tersenyum dan mendekati anak itu, dia juga mengusap kepala anak itu dengan lembut sambil berkata:
"Kalian jangan khawatir, kakak tidak akan kalah dari situan jahat, jadi kalian masuklah kedalam."
"Hei kalian!!" teriak Abraham saat dia sudah membersihkan wajahnya dari tanah dengan handuk yang diberikan oleh asisten pribadinya.
"Katakan padaku, siapa yang melemparku tadi?" teriaknya marah.
"Hei mereka hanya anak-anak, untuk apa kau berteriak seperti itu?" Silvia balik bertanya.
"Diam kau! Saat aku tahu siapa kau sebenarnya maka pada saat itu aku akan melenyapkanmu beserta seluruh keluargamu dan aku tidak akan melepaskan siapapun yang berani menantangku sekalipun anak-anak jadi siapa yang melemparku tadi? Akan aku potong tangannya!"
Silvia memutar bola matanya malas, dia tidak takut dengan ancaman Abraham tapi dia tidak terima Abraham mengancam anak-anak yang ada disana.
"Anak-anak kenapa kalian tidak masuk saja?"
"Tidak kakak, kami akan membantumu melawan situan jahat itu." jawab anak-anak serempak.
Suster Maria sungguh tidak enak hati, dia segera mendekati Abraham tentu untuk meminta maaf padanya.
"Tuan Abraham, tolong maafkan anak-anak yang ada disini."
"Suster Maria, sekarang aku jadi semakin yakin ingin membongkar panti asuhan ini dan aku pastikan dalam waktu dekat. Panti asuhan ini sungguh buruk hingga seorang anak berani berlaku kurang ajar." ujarnya dengan sinis.
"Jangan seperti ini tuan Abraham, mereka hanya anak-anak jadi maafkanlah mereka."
"Tidak akan, aku tidak akan memaafkan siapapun yang berani melawanku!"
Abraham berjalan kearah anak-anak tapi pada saat itu Suster Maria memegangi tangannya, suster Maria bermaksud menahan Abraham tapi Abraham sangat marah, dia langsung menepis tangan suster Maria dengan kasar hingga suster Maria terjatuh diatas tanah.
"Suster Maria." Silvia berteriak dan segera berlari kearah suster Maria, begitu juga dengan anak-anak, mereka juga berlari kearah suster Maria.
Silvia membantu suster Maria untuk berdiri dan menggeram marah, beraninya Abraham Achilles memperlakukan seorang biara wati seperti itu?
Dengan kemarahan dihati, Silvia hendak mendekati Abraham tapi suster Maria menahan tangannya.
"Tuan Abraham, maafkanlah perlakuan anak-anak yang ada disini." ujar suster Maria dengan sopan.
"Memaafkan mereka? Setelah itu meraka akan melemparku lagi! Jadi apa aku harus maafkan perbuatan mereka?" jawab Abraham.
Suster Maria sangat kaget, kenapa Silvia begitu berani?
"Nona?" Dave hendak melangkah mendekati putri majikannya, sedari tadi dia menunggu didalam mobil dan tidak tahu apa yang telah terjadi.
Dia turun dari mobil karena mendengar keributan didalam.
"Jangan khawatir Dave." ujar Silvia dengan santai.
Dia ingin lihat, apakah Abraham berani memotong kedua tangannya?
"Nah tuan Abraham Achilles yang terhormat, silahkan ambil kedua tanganku dan suster Maria apa kau ada pisau?" Silvia mengedipkan sebelah matanya kearah suster Maria.
"Tunggu sebentar." ujar suster Maria, dia segera berjalan pergi untuk mengambil pisau yang diminta oleh Silvia.
Abraham hanya melototi Silvia, kemudian dia melihat kedua tangan mulus Silvia. Rasanya sayang jika dia memotong kedua tangan itu.
Entah kenapa ada perasaan aneh didalam dirinya, entah kenapa dia tidak mau memotong tangan wanita itu karena dia lebih suka menghancurkan seseorang hingga jatuh miskin dan jadi gelandangan.
Tanpa banyak bicara, Abraham memutar langkahnya, sebaiknya dia pergi dari sana karena dia merasa tidak perlu berlama-lama lagi. Tapi wanita yang bernama Chen Xiau Xuan atau Silvia, sudah menjadi targetnya.
"Hei tidak tidak jadi memotong tanganku?" teriak Silvia.
Abraham menghentikan langkahnya dan menjawab tanpa memalingkan wajahnya.
"Kedua tanganmu sudah jadi milikku dan suatu saat nanti aku akan mengambilnya." setelah berkata demikian diapun pergi mengajak asisten pribadinya.
Silvia hanya tersenyum melihat kepergian Abraham dan pada saat itu suster Maria mendekatinya.
Sebenarnya dia tidak benar-benar mengambil pisau, suster Maria hanya pura-pura masuk kedalam.
Dia sangat lega Abraham tidak serius dengan ucapannya untuk memotong tangan seseorang.
"Nona Silvia, maaf karena kami anda jadi terlibat." ujarnya tidak enak hati.
"Tidak apa-apa suster, tapi aku ingin minta tolong pada suster." pinta Silvia.
"Katakan padaku, aku akan melakukannya dengan senang hati."
"Suster, jika Abraham menanyakan tentang diriku dan asalku tolong jangan katakan, jangan sampai dia tahu aku hanya pendatang karena itu bukan hal yang bagus."
"Baiklah nona Silvia, aku tidak akan mengatakannya."
"Terima kasih."
Jangan sampai Abraham Achilles tahu jika dia hanya pendatang dan tidak lama berada disana karena dia takut pada saat Abraham tahu bisa saja Abraham berpura-pura tidak jadi membongkar panti asuhan itu.
Bisa saja setelah dia kembali ke Amerika barulah Abraham Achilles membongkar panti itu, pokoknya jangan sampai hal itu terjadi.
Selama dia berada disana, dia akan mendatangi Abraham setiap hari dan membujuknya supaya mau menjual seluruh tanah itu padanya.
Semoga saja Abraham berubah pikiran dan mau menjual tanah itu padanya, semoga.
Setelah berkata demikian Silvia pamit pergi kepada suster Maria dan kepada para anak-anak panti, dia segera meminta Dave untuk membawanya kesuatu tempat.
Dan pada saat mobil Silvia sudah sedikit menjauh, sebuah mobil mengikuti mobilnya dari belakang.
mobil itu adalah mobil Abraham.