Disappeared

Disappeared
extra part



Happy Reading!


"Cucu cucu omah!!!! Sini kaliannn!" teriak mommy pada ketiga cucunya. 2 anak kembar Mario, dan satu anak Kelvin. Mereka sedang berkumpul di rumah Mario saat ini. Kejadian beberapa tahun silam membuat mereka tau apa arti kehidupan seseorang, bagaimana cara menghargai seseorang dan bertahan hidup demi seseorang.


"Rasya, Bolu, Bella! Omah gak mau tau, kalian buat lagi kue buatan omah, kalian tau kan habis ini ada tamu, kenapa dihabisin kuenya sama kalian? Ya ampun, untung cucu sendiri!"


"Namaku bukan Bolu omah! Bara!" ujar Bara yang tak terima panggilan dari omahmya. "Biarin aja, papa kamu sering manggil kamu Bolu kan? Lagian kenapa sih? Namanya lucu kok!"


"Ih ini semua gara-gara papa tau gak! Aku malu tau kalau kalian panggil aku Bolu! Kayak anak kecil," ujar Bara yang tak membantu Bella dan Rasya mencuci piring. "Omah... Bella bantuin cuci piring aja ya? Omah buat kue nya sendiri. Omah gak tau? Terakhir kali Bella buat kue malah bikin mama muntah terus punya adek lagi!"


Mommy mencubit hidung Bella dan Rasya. "Ih pinter banget sih kalian ngelesnya, sama kayak bapakkk kalian!"


"Hehehehe omah mah.."


Bella mengambil es plastik 1000 an yang diminum oleh Mario. "Papa bandel banget sih! Udah tua masak masih minum minuman gak sehat gini. Papa kan dokter, jangan jangan papa nyogok ya?!"


"Eh..Eh.. sembarangannn kamu kalau ngomong! Gini gini papa kuliah kedokteran gratis dapet beasiswa di rusia!" sahut Mario mengambil kembali es miliknya yang berada di tangan Bella.


"Kenapa om kok pilih jadi dokter? Kenapa gak gayak papi? Kan keren pakek dasi," sahut Rasya membuat Kelvin terkekeh. "Anak lo songong banget dah. Eh Rasya, om bilangin ya, jas berdasi kalah keren sama jas putih! Buktinya tante kamu pilih om kan? Yang nikah duluan juga om."


"Jadi kenapa papa jadi dokter?" tanya Bara.


"Bolu..."


"BARA, PA!!"


"Oke, Bara.. papa semangat jadi dokter karena seseorang mau papa jadi dokter. Papa mau bikin dia seneng," ujar Mario yang mendapat pelototan dari kedua anaknya. "Papa selingkuhin mama ya?!!"


"Paling juga tante Bilah, sahabat kecil om sama papi," sahut Rasya.


Mommy tiba-tiba datang membawa kue baru. "Ini buat papa dan papi kalian! Kalian gak boleh makan lagi."


"C'mon omah!"


"Iya iya omah bercanda. Hm... Kalian bertiga ngingetin omah sama sesuatu. Kalian harus saling menjaga dan menyayangi ya, kalau ada masalah segera diselesein."


"Ada omah! Tapi gak bisa diselesein," ujar Bara membuat Rasya mendelik tajam.


"Apa?"


"Rasya sukak sama Bella!" ucapan Bara membuat Kelvin dan Mario terbatuk saat minum teh. "Bener, Sya?" tanya Kelvin pada anaknya.


"Ih apaansih! Mulut si Bolu-nya aja ngasal banget!" sahut Rasya tak terima. "Kenapa sih? Bella cantik gak kayak pacar lo sebelum-sebelumnya udah jelek, ganjen, cemburuan!"


"Yayalah! Gak ada yang saingin pesona Bella!" ujar Bella dengan bangganya.


"Kalian ini, kirain beneran. Om sih gapapa Sya kalau kamu jadi mantu om. Om lebih percaya sama kamu buat jagain Bella daripada yang lain," ujar Mario membuat Bella mencubit tangan Mario. "Papa ganjen banget sih, papa aja sana yang nikah sama Rasya."


Yang sebenarnya terjadi adalah Bara mengetahui jika adiknya Bella menyukai Rasya sejak dulu. Tapi karena Rasya-nya yang mungkin menutup mata sehingga tak menyadari hingga saat ini. "Mama juga setuju kalau Bella jadi mantu mama! Setuju banget malah! Ya kan pi?!" ujar istri Kelvin yang muncul tiba-tiba dan duduk disamping Kelvin.


"Yeeee! Itumah maunya mama, biar bisa nyalon shopping sama Bella!" ujar Rasya. "Lagiann, mantan kamu mama ajak jalan-jalan bahasnya belok-belok gak cocok sama mama. Cuman Bella aja."


"Yaiyalah dari kecil jugakk yang nyekokin dan ngajarin Bella fashion kan tante sama mama, wajar aja selera kalian sama," ujar Rasya.


"Gimana istri gue, Shel?" tanya Mario khawatir pada Sheila. "Tenang aja, lagi tiduran. Perutnya kan juga udah besar, wajar aja kalau kayak gitu."


"Syukur deh."


Mario berdiri dari sofa meletakkan sampah plastik es nya di tangan Bella. "Tolong buangin ya Nak. Papa mau ke mama dulu, pasti mama kamu udah kangen sama papa." Bella hanya melongo dan menggelengkan kepala melihat Mario. "Pantes sih lo aneh Bar! Gak jauh beda," ujar Bella menatap Bara.


****


"Sayang..." ujar Mario memijat kaki istrinya. "Mana yang sakit? Sini aku pijitin," ujar Mario penuh cinta pada istrinya. Dia hanya tersenyum melihat Mario. "Sweet banget sih papa, sini temenin aku aja disamping aku."


"Anak-anak udah makan? Kasihan mereka, aku jarang ngurusin mereka akhir-akhir ini."


"Udah, kamu ga usah pikirin itu, ada mommy dan Sheila yang bantu. Anak-anak juga ngerti kok, kalau kamu kecapekan malah buat mereka marah."


"Aku hutang banyak sama mommy."


Mario menarik kepala istrinya ke dadanya dan memeluknya begitu erat. "Aku bersyukur atas kesempatan waktu yang tuhan berikan buat kamu tetep hidup, Bil."


"Aku juga, tuhan begitu baik tidak pernah mengecewakanku."


Ya, jika kalian menduga itu sebagai Bilah maka jawabannya benar. Ranayah Sabilah. Yang saat itu masih diberi kesempatan kembalinya detak jantung-nya membuat Kelvin dan Mario amat teramat sangat bahagia sepanjang sejarah hidupnya saat itu.


Namun, siapa sangka justru kini Bilah dan Mario menikah dan memiliki anak kembar, Bara dan Bella. Memang persahabatan antara laki-laki dan perempuan sebagian besar mereka akan terikat oleh perasaan.


Saat itu mereka masih menganggap ikatan sahabat diantara mereka. Tetapi sejak Mario pergi ke Rusia dan Bilah yang menjadi designer terkenal bahkan dengan takdir dikirimnya dia ke Rusia membuat mereka berkomunikasi secara sering. Dan Mario yang selalu menyayangi dan memanjakan Bilah setelah tragedi itu membuat Bilah memiliki semangat yang hebat untuk sembuh dan melakukan pengobatan di luar.


Hingga pada akhirnya rasa sayang Mario ke Bilah yang posesif berlebihan itu membuat dia memiliki perasaan cinta pada Bilah. Dan memutuskan untuk melamar Bilah dan Bilah-pun tak langsung menerimanya. Bilah butuh waktu 5 bulan untuk memantapkan hati menerima Mario hingga hatinya luluh. Tak ada laki-laki yang bisa menggantikan Mario dan Kelvin di hati Bilah.


Dibalik keberanian Mario melamar Bilah, Kelvin yang memancing Mario agar cepat-cepat menyatakan perasaanya pada Bilah dengan ancaman "Atau gue yang duluan ngelamar Bilah? Dan lo jangan nyesel kalau Bilah nerima gue. Gue gak akan deketin Bilah sebagai rasa cinta antara laki-laki dan perempuan sebelum lo nyatain perasaan lo ke Bilah. Makin lama lo nyatain, semakin besar kemungkinan buat Bilah suka sama gue."


Itu adalah kenangan terbaik untuk dikenang. "Yo..."


"Hm?"


"Kamu maunya anak kita nanti laki-laki atau perempuan?" ujar Bilah sambil memainkan kaos Mario. Mario terlihat berpikir sebelum menjawab pertanyaan Bilah. "Emm.... Terserah. Dua-duanya sama aja. Kalau perempuan jadi teman Bella buat ngelawan Bara. Kalau laki jadi teman Bara buat ngelawan Bella. Intinya kan sama, sama-sama buat rumah kita rame."


Tok...tok...tok...


"Mamaa...." teriak Bella sambil terisak mengetuk kamar Bella dan Mario di rumah neneknya ini. "Iya sayang, masuk aja," ujar Bilah tersenyum melepas pelukannya dari Mario sambil duduk dan bersandar di tempat tidurnya.


Bella berlari terisak memeluk Bilah. Jangan kaget, meskipun Bella, Bara, dan Rasya sudah SMA. Mereka tak segan untuk menggoda Bella sampai menangis. "Maaa.... Bara jahil banget sumpah! hiks... Kenapaa sih punya kembaran gak pernah sinkron! Dia jahat banget ma!" Bilah mengelus kepala Bella. "Diapain lagi sih sama Bara, hm?"


"Tadi kita bertiga becanda ma, terus tiba-tiba bertengkar. Terus mereka rebut hp Bella, terus mereka chat kakak kelas Bella temennya Rasya. Terus mereka ajak temennya Rasya kencan! Kan Bella malu ma! Ma coba tolongin Bella, nanti kalau masuk sekolah muka Bella taroh mana cobak?!"


Mario terkekeh mendengar penjelasan Bella. "Udah jangan nangis sayang. Nanti juga mereka berdua dapet hukuman dari om Kelvin."


Terdengar suara gaduh protesan dari Rasya dan Bara diluar. "Tuh denger kan, coba kamu ejek mereka. Pasti lagi dapet hukuman tuh! Sukurin mereka keras-keras sana." Bilah yang mendengarnya mencubit perut Mario. "Ih kok kamu ngajarin gak bener sama Bella."


"Becanda sayang.."


"Nanti kalau mereka berdua udah dihukum, Mama minta tolong Bella buatin mereka coklat panas ya." Bilah sangat tau kebiasaan anak-nya ketika kesal, coklat panas. Bella mengangguk dan keluar kamar. "Yaudah, Bella lihat pertunjukan dulu! Bye Papa Mama!"


Bella turun tangga dan mengembangkan senyumnya lebar-lebar ketika Kelvin menghitung jumlah mereka push-up dan sit-up dengan jumlah yang banyak membuat mereka mengaduh kelelahan. "Udah dibilangin juga! Jangan godain Bella, jangan becanda yang berlebihan sampai nangis! Kalian berdua harus jadi kakak yang baik ngayomin adeknya. Ngerti?!"


Mereka berdua mengangguk. "Iya Pa." "Iya Om."


"Yasudah luruskan kaki kalian dulu."


Bella dengan semangat membuatkan mereka coklat panas dan membawanya kedepan mereka sambil tersenyum lebar yang bahagia. "Nih buat kalian! Special! Pasti capek kan? Makannya janga nakal-nakal sama Bella!"


"Iya iyaaa maaf..."


Pertengkaran mereka memang sebentar tak pernah lama. Tak perlu minta maaf tiba-tiba saja sudah bicara.


Kisah mereka memang belum berakhir. Masih banyak masalah yang perlu dihadapi. Bilah sangat bersyukur bisa diberi kesempatan untuk melihat anak-anaknya tumbuh dewasa. Dan melihat kedua sahabat kecilnya yang mewujudkan cita-citanya. Dan bahkan terkejut dengan rencana tuhan menikah dengan saahabatnya sendiri. Yang terpenting, sekarang ia memiliki banyak orang yang menyayanginya.


"Mamaa!! Bara genit godain banyak temen aku!"


"Udah kalian jangan berantem..."


END


AKHIRNYA! PERMINTAAN KALIAN TERKABUL BILAH GAJADI MATI!!!


DANNN INI TERAKHIR KALINYA KITA BERTEMU GAES UNTUK KISAH BILAH DAN TEMAN TEMAN. BUAT MASALAH LAIN YANG BELOM CLEAR JANGAN TERLALU DIPIKIRIN. NAMAYA JUGA IDUP YE KAN, GAK SEMUA MASALAH TUNTAS.


PLISSS BOOM PART INI DENGAN KOMENTAR KALIAN! AKU MAU DENGER DARI KALIAN PANJANG-PANJANG GIMANA RASANYA BACA CERITAKU YANG DISAPPEARED INI SEBAGAI KATA PERPISAHAN!


JANGAN LUPA NABUNG YA UNTUK BELI VERSI CETAKNYA SEGERA PASTINYA LEBIH SEMPURNA!


JANGAN LUPA FOLLOW IG AKU GESS @levina_afwa