
MAAP UP NYA LAMA YA, AKU BUNTU. MAAP KALAU PART INI B AJA. LOV U GAES ❤️
HAPPY READING!
"Ini udah beda urusan! Lebih cepet kamu kasih tau Bilah lebih baik!" ucap mama Bilah kepada mantan suaminya itu.
"Kamu jangan egois! Gimanapun juga dia anak kita."
Arini berdecih dan menatap suaminya tajam penuh kebencian. "Aku gamau dia makin nganggep aku ibunya."
Toni yang semula terduduk langsung berdiri tersulut emosi. "Jaga mulutmu, bagaimanapun kamu merawatnya dari kecil! Dan kamu yang minta buat asuh dia saat kamu lahirin Rania!"
"Iya itu dulu! Saat aku gatau kalau dia anak kandung kamu sama selingkuhanmu!" ujar Arini sembari menunjuk tangannnya kewajah mantan suaminya itu. "Seharusnya kamu sebagai ayah ngerawat dia dengan baik saat ini, bukan malah dia yang haus kasih sayang sama ibu palsunya!"
"Gila kamu! Wajar dia begitu, dia menganggapmu sebagai ibu! Dan jangan lupakan kamu menyayanginya dulu!"
"Aku gak mau tau! Lagipula kita sudah bercerai! Dan segera katakan pada Bilah kalau dia bukan anak kandungku atau aku yang mengatakannya sendiri."
Toni mengusap wajahnya kasar dan mendengus penuh emosi. "Baik. Segera kita lakukan tes DNA sebagai bukti buat Bilah. Aku akan segera ke apartment Bilah," ujar Toni langsung pergi keluar menuju apartment Bilah dan segera menyeleseikan masalah ini.
Toni membunyikan bel apartment Bilah berkali-kali namun tak kunjung juga dapat jawaban. Karena tak ingin menunggu lama Toni membuka sendiri pintunya. Toh, dia sudah tau password-nya.
Saat Toni masuk tidak sama sekali ia melihat tanda kehidupan disana. "Kemana anak itu." Toni membuka kamar Bilah dan tetap. Tak ada orang disana. Lalu ia mengambil sisir di meja rias kamar Bilah dan mengambil rambut yang tersisa disana.
"Baiklah, aku tak perlu menunggu lama."
***
"Gak mungkin! Kamu memanipulasi hasilnya kan?!" Teriak Arini didepan wajah Toni.
"Untuk apa?! Memang begitu hasilnya!"
"Aku yang ngelahirin! Aku tau aku hanya melahirkan satu orang putri! Bukan dua! Kamu gila?!"
"Akupun tau itu! Kemungkinan besar mereka tertukar."
"Enggak! Kamu gila!
"Lalu apa?! Gak ada alasan lain. Bilah adalah Rania dan Rania adalah Bilah!"
Arini menutup mulutnya dan meneteskan air matanya. "Enggak! Selama ini aku.." Arini memikirkan apa yang selama ini ia lakukan pada Bilah.
"Enggak... Itu gak mungkin!"
"Jadi menurutmu surat ini palsu!"
Arini memerosotkan tubuhnya kebawah. "Dia menderita selama ini hiks.. hiks.. A--aku.."
"Aku jahat sama Bilah.. hiks..hiks.."
***
Untuk sahabatku Kelvin Reynand
Entah sudah berapa lama Bilah bergantung hidup dan tanpa sadar bersandar dipundak Kelvin selama ini hehe...
Makasih ya Vin selama ini Bilah berhutang banyak sama Kelvin.
Vin, Bilah buat surat ini karena Bilah takut gak ada waktu buat bilang ini.
Vin, maafin Bilah ya sungguh Bilah cuman ingin buat Kelvin bahagia. Maafin Bilah selama ini ngelukain hati Kelvin. Bilah bener-bener minta maaf. Bilah takut Kelvin gak maafin Bilah. Bilah tau Bilah bukan sahabat yang baik buat Kelvin. Bilah juga benci menjadi Bilah yang bodoh, Bilah yang gak bisa apa-apa, Bilah yang penakut, Bilah yang suka nyusahin orang. Sikap Bilah yang seperti ini nyusahin Kelvin kan? Sekali lagi maaf ya, Vin.
Seandainya dulu waktu kecil Bilah gak ketemu sama kalian, Bilah gak akan nyusahin kalian kayak gini.
Maafin Bilah ya Vin atas pertemuan kita.
Kelvin harus janji sama Bilah jadi pengacara atau pengusaha yang hebat! Bilah tau Kelvin mampu. Bilah tau Kelvin akan menjadi pria yang sukses dan bahagia kelak. Bilah sangat bahagia kalau Kelvin juga bahagia.
Untuk sahabatku Mario
Terimakasih dari Bilah buat Mario..
Salah satu orang yang sangat berharga dalam hidup Bilah..
Bilah gak tau bisa bertahan hidup atau engga dulu kalau gak ada kalian..
Terimakasih atas keluarga yang Mario kenalkan ke Bilah..
Iyo..
Bilah jahat ya selama ini sama Iyo, Bilah udah nyusahin Iyo..
Bahkan buat Iyo menderita dan marah banget...
Hehehe jadi inget waktu kecil kalau Bilah panggil dengan sebutan "Iyo".
Bilah bener-bener minta maaf ya, Bilah takut gak bisa sampaiin ini sama Iyo.
Iyo adalah orang yang berharga juga buat Bilah. Iyo harus bahagia.
Bilah pasti sangat sangat bahagia melebihin apapun kalau kalian berdua sukses dengan tujuan kalian.
Bilahh senang kalau Iyo dengan niat yang baik mau menjadi dokter. Dokter Iyo. Hehehe
Jadi dokter yang baik ya Yo, jadi dokter sejati dan pahlawan bagi orang-orang yang lemah seperti Bilah.
Iyo, jangan sedih ya apapun yang terjadi. Bilah selalu bahagia kalau kalian bahagia. Banyak hal yang Iyo kasih ke Bilah, tapi sampai sekarang Bilah gak bisa balas apa-apa. Gak tau diri banget ya Bilah.
Yo, Bilah mohon maafin Bilah. Bilah kangen kalian. Bilah bener-bener gak tau apa yang buat kalian jadi gak marah lagi sama Bilah.
Bilah takut yo. Bilah takut sendiri. Tapi Bilah tau, Bilah orang yang kuat kan Yo. Hehehe.
Semoga kalian bahagia.
Mereka berdua menangis setelah membaca surat dari Bilah. Mommy dan Mami menenangkan kedua anaknya.
"Kelvin! Gak ada gunanya kamu kayak gini! Doain Bilah biar selamat nak! Bilah butuh doa sekarang. Mami jugaa sedih, tapi Bilah butuh doa!" ujar Mami menenangkan Mario dengan memeluknya.
Kelvin mengusap air matanya. "Aku jahat Mi! Kalau aku gak jahat sama Bilah! Kalau aku bisa jaga Bilah sejak awal! Bilah gak akan kayak gini, Bilah pasti masih sama kita Mi!"
"Penyesalan memang selalu di akhir, sekarang kamu berdoa."
Sedangkan Mario, ia meredamkan emosinya pada dirinya sendiri. "Sudah sayang. Mommy tau kamu pasti sedih. Mommy juga sedih, kita doa buat Bilah ya."
"Aku lebih sedih mom. Berakhir seperti sekarang. Kenapa aku jadi orang yang gak berguna Mom? Hiks.. hiks.. kalau dari awal aku selalu ada buat Bilah, buat dia bahagia, setidaknya dia gak berakhir kayak gini! Tubuhnya yang seperti bukan manusia, dia menderita mom! Tapi aku jahat, sangat menjatuhkan Bilah. Dia pasti menderita, merasakan sakit sendiri Mom. Aku gak guna hiks.."
Tiba-tiba seseorang datang dengan wajah menangis. Selena. "Ma..Mario... Kelvin.. gimana keadaan Bilah? Aku sedih Bilah kayak gini."
Mereka terdiam. Tak menggubris ucapan Selena.
"Aku tau kalian sedih. Bilah pasti sembuh, aku yakin itu. Kalian yang sabar ya," ujar Selena berdiri diantara Kelvin dan Mario.
"Makasih Sel."
Selena mengangguk dengan menunjukan wajah berdukanya. "A-Aku juga minta maaf. Mungkin karena kehadiranku Bilah jadi gini." Selena menghapus air mata yang mengalir di pipinya. "Em... Aku belikin minuman ya buat kalian. Kalian pasti haus." Selena berdiri dan meninggalkan mereka berdua.
******
"Ya, gue gak mau tau Bilah harus mati secepat mungkin. Masuk ke kamarnya diam-diam dan bunuh dia, jangan sampai meninggalkan jejak."
"....."
"Gue gak peduli, orangtua Bilah harus merasakan apa yang orangtua gue rasakan sampai mama depresi kehilangan adek gue."
"....."
"Gak usah nunggu, kematian adek gue harus terbalaskan. Kalau aja dulu bokap gak dipecat sama ayah-nya Bilah, adek gue gak akan mati dan dapet donor jantung andai bokap gak lengser waktu itu!"
Selena berbincang merencanakan sesuatu dengan bodyguard yang akan melancarkan aksinya. Tiba-tiba dari belakang seseorang mendorong Selena. "Oh!!! Jadi ini motif lo selama ini buat ngehancurin Bilah perlahan? Iya?!"
Orang itu adalah Putri yang tiba-tiba muncul mendengar perbincangan Selena. Selena yang terkejut menetralkan wajahnya yang terlihat ketakutan. Senyum miringnya ia tampakkan di depan wajah Putri. "Kalau iya emang kenapa? Sahabat lo akan mati setelah ini! Anak yang malang!"
"Kurang ajar ya lo! Cewek racun sedunia terkejam yang pernah gue temui! Lo gak punya harga diri apa? Mana harga diri lo huh?!" ujar Putri mendorong Selena. "MANA?!" Putri mendorong Selena kembali meluapkan emosinya.
"Lo cewek Sel! Kalau lo ingat, lo itu manusia!! Tapi apa?! Hati lo gak ada bendanya sama iblis! Harusnya lo di neraka sekarang!"
Selena yang tak terima mendorong Putri kembali. "Lo gak pernah ngerti diposisi gue! Adek gue mati gara gara bokap-nya!"
"Lo ada masalah sama bokapnya! Kenapa sangkutpautin Bilah! Dia udah menderita tanpa lo buat dia menderita!"
"Lo tolol apa! Bokap gue juga kerja sama bokap Bilah. Lo tau apa huh! Pantas bokap lo dipecat! Dia korupsi! Masih beruntung dipecat dengan cara yang hormat! Harusnya lo yang terimakasih! Bokap Bilah gak ada sangkut pautnya sama adek lo. Itu semua ulah bokap lo! Semua perbuatan buruk gak akan ada dampak negatifnya!"
Seseorang menggerakan bahu Selena untuk menghadap kearahnya secara kasar. Matanya yang begitu tajam menatap tajam Selena. "Jadi semua itu cuma akal picik lo?! Lo bener-bener ya! Harusnya waktu itu gue gak peduli sama lo! Gak percaya sama lo! Bahkan seharusnya gue gak suka sama cewek iblis kayak lo! Biadap lo!" ujar Mario yang memandang Selena penuh emosi.
"Yo.. A.. aku.."
Mario mencengkeram dagu Selena dengan keras. "Lo itu iblis terbengis yang pernah ada! Gue denger semuanya sejak awal! Sejak lo telfonan sama orang yang mau bunuh Bilah! Denger, gue gak akan biarin itu terjadi! Andaikan ada yang mati di antara kita, ITU LO! Bukan Bilah!"
Plakk!!
Mario menampar Selena dengan keras. "Itu buat lo yang buat sahabat kecil gue menderita! Karena lo bangsat!"
"Kalau lo cowok, bisa-bisa gue bunuh lo disini sekarang juga!"
Kelvin yang melihat Mario melakukan sesuatu pada Selena menghampirinya dan membantu Selena untuk berdiri. "Apa-apaan sih lo, Yo!"
"Gausah kasar dong lo!"
Putri yang tak terima Kelvin membela Selena mendekati Kelvin. "Lo gak usah bela cewek laknat kayak dia bego! Jangan buta sekali lagi karena dia!"
"Lo berdua tuh sama aja! Bego berdua! Baru sadar sekarang lo itu udah nyakitin Bilah ngelebihin apapun! Kalau sampai Bilah kenapa-kenapa! Lo berdua bakal nyesel seumur hidup lo! Disaat semua orang sadar kalau Selena cuman bikin lo berdua hancur, cuman Bilah yang peduli nyuruh gue buat bikin kalian berdua baikan! Kalau lo emang bener tulus sayang sama sahabat lo, lo gak akan kemakan omongan racun ini!" ujar Putri mendorong kembali Selena.
"Bahkan di hari-hari kritisnya lo berdua gak ada! Lo berdua egois! Dia gak punya keluarga utuh kalau lo masih inget! Di hari-harinya setelah kritis, Bilah masih inget lo pada!
Dia keluar dari rumah sakit itu maksa biar bisa ketemu lo berdua! Ngelakuin sesuatu buat kalian berdua! Bilah cuman takut mati tanpa kalian maafin dia!
Kalian nyadar gak sih, kalian itu penting buat Bilah! Bilah sayang sama lo berdua! Disaat orangtua kalian mau ngebiayain kemoterapi Bilah, Bilah ga mau! Demi kalian! Bilah mikirin masa depan kalian, gimana kedepannya kalau jatah buat kalian sukses malah dihabisin buat biaya sakit Bilah, meskipun kita tau orangtua kalian pasti mampu buat keduanya!" Putri menarik nafas dan mengatur nafasnya. Mario dan Kelvin tercengang mendengar perkaatan Putri. Bilah begitu sayang pada mereka. Tapi yang mereka lakukan sungguh sangat jauh dikatakan sebagai seorang sahabat. Mereka tau, sampai kapanpun Bilah gak akan berubah. Tetap menjadi Bilah yang menyampingkan kebahagiaannya.
Kini Putri menatap Kelvin. "Lo tau?! Cewek ini punya rencana busuk buat bunuh Bilah! Kalau lo pengen tau jelasnya tanya sama Mario! Dia tau semuanya."
Putri menatap Selena kejam. "Gue gak akan tinggal diam. Lo bakal menetap di penjara dalam waktu dekat! Gue rekam percakapan lo sejak awal!" ujar Putri meninggalkan Selena yang tercengang.
"Kenapa gue bisa bego mau temenan sama oraang kayak lo! Yang sembunyi dibalik ketakutan drama lo!" ujar Kelvin.
"Gue juga gak akan tinggal diam, bukan Putri tapi gue yang buat lo tinggal di penjara!" ujar Kelvin menatap bengis Selena.
*****
Pintu rumah sakit terbuka, keluarlah dokter dengan stetoskop menggantung di lehernya. "Keluarga pasien?"
"Saya dok," ujar banyak orang yang ada disitu.
"Pasien tersadar, keadaannya sangat lemah, dan dia terus memaksa bertemu keluarganya. Jangan terlalu banyak, tidak boleh lebih dari 10 orang. Buat dia senang agar semangat untuk bertahan hidupnya tinggi, kondisinya memburuk saat ini," ujar dokter dan pergi memberi ruang untuk keluarga pasien.
"Mario, Kelvin, kalian masuklah terlebih dahulu. Kalian bicara dengan Bilah ya," ujar mami membuat Mario dan Kelvin mengangguk antara senang dan khawatir.
Beberapa menit berlalu, mereka sengaja membiarkan Kelvin dan Mario masuk terlebih dahulu agar mereka bisa berbicara leluasa dan membereskan segalanya. Tiba-tiba saja seseorang datang dengan wajah khawatirnya dengan berurai air mata.
"Bi... Bilahh kenapa? Kenapa dia bisa di rumah sakit?" ujar Arini yang datang dengan mantan suaminya yang tak lain adalah papa Bilah. "Maksudku, dia sakit apa? Kenapa aku gatau?"
Mommy menundukkan kepala dan menatap Arini ibah. "maafkan aku, bukannya aku tak mau memberitahumu tentang kondisi Bilah, Bilah yang menyuruhku untuk tak memberitahu siapapun tentangnya, jika tidak maka Bilah tidak mau melanjutkan pengobatannya." Ya, mommy baru saja menelfon Arini dan Toni, karena ia tak bisa menyembunyikan ini terlalu lama dari orangtua Bilah, mereka harus tau bagaimana kondisi anaknya sekarang.
"Pengobatan? Bilah sakit apa?" tanya Arinu kembali dengan suara yang bergetar. "Kanker darah." Jawaban dari mommy membuat Arini menangis histeris dan Toni berusaha menenangkan mantan istrinya itu. "Bilah... hiks...hiks... Maaf... Kenapa aku gak sadar waktu itu hiks.."
Semua orang yang disana mencoba menenangkan Arini. "Rasa penyesalan memang selalu hadir belakangan. Jika merasa bersalah, tebuslah dengan membahagiakan Bilah, ini belum terlambat, kita semua harus yakin," ucap mommy memijat tangan Arini sembari meneteska air matanya.
"Bi...Bilahh pasti benci padaku, hiks...hiks... Aku ibu yang tidak berguna hiks..." Mommy menggeleng mendengar ucapan Arini. "Kau salah."
"Bilah selalu mengatakan, kau adalah ibu yang terbaik dan orang yang paling Bilah sayangi, kau juga salah satu alasan Bilah bisa bertahan sampai sekarang. Bilah sangat sangat menyayangimu, dia sama sekali tak pernah membencimu, hal baik selalu keluar dari mulutnya tentangmu, jika dia membencimu, tak akan sudi dia merajut pagi hingga petang untukmu di rumah sakit dengan keadaan yang seperti sekarang. Percayalah, kehadiranmu sudah sangat cukup membuat Bilah bahagia," ucap Mommy membuat Arini semakin menangis.
****
Mario dan Kelvin menangis tersedu menggenngam erat tangan Bilah kiri dan kanan. Bilah tak bisa berbicara terlalu banyak. Namun mereka bisa melihat senyum Bilah dibalik tubuhnya yang lemah itu. Berbagai peralatan medis terpasang ditubuh lemahnya. "Bil.. lo harus bertahan, hiks..hiks... maafin gue ya, gue sayang sama lo Bil. Gue tau gue sahabat terburuk buat lo, gue gak pantes Bil," ujar Mario menangis didepan Bilah. Bilah menggelengkan kepalanya lemah. "Ka...kalian.. ter...baik.." ujar Bilah bersusah payah dengan senyum yang menghiasi wajanya.
"Bil, gue janji.." Kelvin tak sanggup berbicara, rasanya lidahnya keluh menahan tangisnya agar tidak tumpah. "Kalau lo udah sembuh, ki..kitaa bertiga liburan bareng di tempat yang ada saljunya ya..." ujar Kelvin dengan mata yang memerah dan air mata yang tak tertahan telah tumpah dari sarangnya. Bilah hanya diam dan tersenyum. Matanya hanya menatap keatas dengan senyum yang menghias. Setidaknya ia lega, Kelvin dan Mario sudah memaafkannya.
Kelvin maupun Mario sedih, ia tak bisa mendengar suara Bilah yang cerewet lagi, kini Bilah sudah lama tak berdaya, tak seperti kemarin yang masih bisa berakting untuk terlihat baik-baik saja dihadapan mereka. "Bil.. lo masih ingetkan, lo pernah minta miniatur tinkerbell buat menuhin koleksi lo. Ayo kita cari bareng-bareng ya Bil. Bukan cuman gue dan Kelvin, sahabat kecilku ini juga harus ikut yaa?" ujar Mario mengelus jemari tangan Bilah. Air mata Bilah menetes membua mereka khawatir.
"Bil kenapa nangis? Jangan nangis, lo harus bahagia, apa yang sakit Bil? Bilang sama gue," ucap Kelvin mengusap air mata Bilah.
"Bil, janji sama gue, lo harus bertahan hidup, ya? Kita akan memperbaiki semuanya," ucap Mario.
"Bil...."
"Selamat ulang tahun.." ucapan selamat dari Mario dan Kelvin membuat Bila menangis lagi. Mereka tak tau air mata apa itu. Pintu tiba-tiba terbuka, datanglah Arini, Toni, mommy dan mami.
Arini dan Toni terkejut melihat kondisi anaknya yang tak pernah ia lihat selema ini sebelumnya. "Bilah..." Arini dan Tono menghampiri Bilah. Mario dan Kelvin sedikit bergeser memberi tempat untuk Toni dan Arini. "Sayang..." lirih Toni.
"Beritahu mama sekarang, mana yang sakit?" tanya Arini sambil menangis. Bilah hanya tersenyum dan menggeleng. Toni mencium pipi Bilah yang sudah basah karena air mata. "Maafin papa, sayang."
"Maafin kita ya nak, kita mulai semua dari awal. Kita mau Bilah bahagia, maafin mama sayang hiks..hiks..." ujar Arini membuat tangan Bilah terangkat dan menghapus air mata mereka berdua satu persatu. Arini dan Toni mencium pipi Bilah bersamaan, mommy mengatakan pada mereka Bilah ingin sekali ciuman hangat dari kedua orangtuanya seperti yang ia dapat saa kecil. Kini Bilah amat teramat sangat bahagia, air mata mengalir deras di matanya.
"Apa yang harus kita lakukan biar Bilah bahagia? Ayo, bilang sama mama sayang. Mama akan turuti semua mau Bilah," ucap Arini mengusap lembut pipi Bilah.
"Bi..Bilahh... Sudah ba..hagia... Ma..ka..sih..." ucap Bilah terbata-bata. Mereka semua menangis melihatnya. Membuat Bilah bahagia adalah hal yang sederhana, mereka menyesal tak melakukan ini sejak dulu.
Arini mengusap air matanya, dan mengelus kepala botak Bilah. "Kita punya sesuatu buat Bilah."
Arini mengambil sesuatu dibalik meja yang tak lain adalah cake dan menyalakan lilin virtual dari handphone agar tidak menghasilkan asap diruangan Bilah. "Tara!!!" Bilah tersenyum menunjukan giginya bahagia.
"Selamat ulang tahun..." ujar mereka semua, Putri juga muncul untuk membawa hadiah untuk Bilah. Bilah menangis saat ini, ia sangat bahagiaaa hari ini.
Bilah merasa sesuatu menghantam kepalanya saat ini. Entah apa itu, rasa sakitnya yang teramat sangat menimpa kembali. Tapi Bilah hanya diam, ia tak ingin kebahagiaannya hilang saat ini. "Bi..Bilahh.. se..nang..."
"Selamat Ulang tahun, kami ucapkan..." Suara-suara ini sungguh menentramkan hati Bilah.
"Selamat Panjang umur, Kita 'kan doakan...." ulangtahunnya kali ini adalah hadiah terindah bagi Bilah. Semuanya berkumpul untuk saling menyayangi.
"Selamat sejahtera, sehat sentosa..." Lagu ini seperti lagu pengantar tidur yang mengingatkannya pada kenangan masa kecil saat tertidur dengan dongeng di pelukan mamanya. Ia mulai memejamkan matanya dan merasakan kedamaian yang cukup lama hilang dari hidupnya. Mereka cukup khawatir saat Bilah mulai memejamkan matanya. Kekhawatirannya mulai menjadi kenyataan saat hidungnya mengeluarkan darah kembali. Mereka semua menangis dihadapan Bilah saat ini.
"Selamat panjang umur
dan bahagia..."
"Bilah! Panggil dokter!" ucapan Kelvin membuat Bilah bersuara dalam pejaman matanya. "Enggak!! Nya...nyi seka...li lagi... Buat Bi..lah.."
Meskipun begitu Putri segera keluar kamar memanggil dokter dan mereka kembali menyanyikan lagu untuk Bilah dalam tangisnya. "Makasih..." ucap Bilah.
"Selamatt ulang tahun kami ucapkan...." kali ini lagu ini membuat mereka menangis dan ketakutan yang begitu besar.
"Selamat panjang umur kita kan doakan..." Mereka menyanyi perlahan dan sebagian membersihkan darah yang ada di wajah Bilah.
"Selamat sejahtera sehat sentosa..."
"Selamat pajang umur dan bahagia..."
"Happy Birthday Bil..." bisik Mario.
Tiiiiiiiitttttt........
Suara alat itu membuat mereka berteriak. Suara yang tak ingin mereka dengar dan suara yang membuat air mata dan jeritan mereka keluar. "Bilah!!!!!!!! Hiks....hiks.."
"Lo gak boleh pergi Bil! Kita keluar negeri besok Bil! Bil bangun Bil!!!" ujar Mario berteriak menagis histeris seperti orang kerasukan dan mengguncang bahu Bilah selama dokter menyuruh mereka semua untuk menjauh sebentar.
Sementara Kelvin diam mematung layaknya ini sebuah mimpi buruk berharap ia segera bangun dari tidurnya.
"Ranayah Salsabilah, 1 Januari 2020, pukul 20.09," ujar sang dokter membuat mereka semua semakin histeris.
"Maafin gue Bil, tuhan lebih sayang sama lo..."
"Jika ini yang buat lo bahagia, gue ikhlas Bil..."
"Sampai ketemu lain waktu sayang..."
"Bahagia ya disana, disini kita semua mendoakanmu..."
"Kita gak akan perna lupa, Bila tetap dihati kita semua..."
"Terimakasih telah menjadi bagian dari cerita hidup gue Bil..."
..."Terimakasih tuhan, tak salah diri ini hanya meminta padamu..kau mengabulkan doaku untuk berada dalam pelukan orang yang kucinta di detik terakhirku..."...
...-RanayahSalsabilah-...
End
Gimana gaes PART INI?😭 SEJUJURNYA AKU SEDIH BANGET KARENA BUAT KALIAN SEDIH NUNGGUIN NIH UPDATE AN, AKUNYAAA JUGAAA BUNTU BANGET GAES, JADI MAAAAAAPPPPP BERIBUUUU MAAAPPPP KALA DI PART INI KALIAN GAK BAPER 😭 AKU UDA USAHA NYICIL PART INI KALAU ADA IDE. SEKALI LAGI MAAF YA