
Akhirnya cerita ini kembali gak jadi lenyap sama kayak judulnya. Ya meskipun ada beberapa part yang udah aku buat waktu itu hilang. Terpaksa harus ulang.
Happy Reading!
"Tunggu Bil!" Dirga menahan Bilah.
"Maafin gue Bil," batin Dirga. Dirga mendekatkan bibirnya dan mencium pipi Bilah.
Cup
Bilah kaku seketika. Rasanya semua terasa tak nyata. Sebuah ciuman meski bukan di bibir baginya adalah hal yang berharga. Apalagi itu Dirga, cowok yang disukainya. Kenapa Dirga melakukan itu?
"Emmm, masuk gih Bil. Hati-hati ya didalam," ujar Dirga. Namun Bilah hanya diam, rasa terkejutnya masih melekat.
"Mau aku anterin juga ke dalam?"
"Eng--Enggak.. Gak usah, Bilah bisa sendiri."
...***...
"Dirga cium lo? Lo serius? Gila Bil gila! Gue gak terima Bil!" ujar Kelvin.
Kelvin mengambil es batu dan melotot pada Bilah, "Bagian mana yang dicium?"
Bilah hanya cengo dan menunjuk pipinya dengan polosnya. Kelvin mengapit pipi Bilah dengan tangannya dan menggosok-gosokan es batu ke pipi Bilah, "Biar gak najis anjir! Kenapa lo mau aja sih!"
"Bagian mana yang dicium?!"
Bilah mengerucut dan meringis pasalnya pipinya terasa kaku karena dinginnya es batu. "Kelvin, pipi Bilah dingin."
"Vin lepasin dah tuh es batu! Kasian Bilah bego! Lo pikir itu lantai apa! Itu pipi bro! Tuh kan merah!" ujar Mario menarik es batu dari pipi Bilah.
"Ya maaf, kan biar gak ada tuh bekasnya Dirga. Lagian tuh anak main sosor aja anjir!"
Mario mengambil air hangat dan mengompreskan ke pipi Bilah, "Anget gak Bil?" Bilah mengangguk.
"Kenapa Dirga bisa cium lo? Lo udah jadian?"
Bilah menggeleng, "Bilah gak jadian kok sama Dirga. Pernah sih tapi cuman pura-pura. Dan Bilah juga gak sempet tanya kenapa Dirga cium Bilah. Soalnya---"
"Soalnya apa?" tanya Kelvin.
Bilah tersenyun meringis, "Seakan dunia udah berhenti. Bilah kaget lah. Asal kalian tahu, jangan kan ngomong buat gerak aja susah karena jantung Bilah udah loncat-loncat didalam."
Kelvin mengelus rambut Bilah, "Lo jangan terlalu polos Bilah! Gak baik juga."
"Cinta lo udah buta kali Bil!"
Mario tidur dipangkuan Bilah, "Kalo Dirga orang yang gak bener gimana Bil? Lo harus ngehindar dia."
Bilah menggeleng, "Dirga baik kok. Dia sama baik nya kayak kalian. Bilah suka. Dirga udah kasih macam-macam sama Bilah misalnya aja si Macan, Coklat, Permen, Novel--"
Mereka mencubit pipi Bilah kanan dan kiri, "Ya lo jangan mudah percaya dodol!"
"Awww sakitttt! Jangan dicubitin nanti tembem! Bilah makin jelekk tau!"
Ting tung! Suara bel apartment berbunyi.
"Ada tamu? Bilah liat dulu ya."
Saat pintu akan dibuka ternyata hasilnya kosong. Yang tersisa hanya sebuah kotak kecil merwana merah mudah.
"Apa itu Bil?" tanya Mario.
Bilah menggeleng, "Gak tau. Tapi kayaknya Bilah tau."
"Apa?" tanya Kelvin.
Bilah membuka kotak. Matanya sedikit berbinar. Ia senang mendapat hadiah. Dilain sisi Bilah juga risih.
"Lagi?" ungkap Kelvin dan Mario. Pasalnya Bilah sering mendapat hadiah.
"Iya, kayaknya tetangga sebelah udah cinta bener sama Bilah ya. Padahal waktu itu Bilah udah tolak. Tapi tetep aja dia kirim ginian terus."
"Emang siapa tetangga sebelah?" tanya Kelvin.
"Jerry. Anak sekolah kita juga kok. Dia baik sama Bilah. Sama kayak Dirga dan kalian. Kalian tau gak? Dia pernah bantu Bilah bikinin tugas Matematika waktu kalian lagi marahan."
"Kalian juga tau Putri temen baik Bilah? Dia putus sama kak Cakra. Tapi Jerry orang yang nemenin Bilah dan bantu Bilah nenangin Putri yang kayak orang gila."
"Dia pernah main kesini juga Bil?" tanya Mario. Bilah mengangguk mengiyakan. "Iya, dia sering bawa makanan kesini. Enak enak tau."
"Martabak, es krim, gulali---"
"Mata lo rabun kalo tentang makanan Bil!"
Drrt..Drrrttt
Dirga : Bil, gue mau balik ke apartment lo boleh? Dirumah gue gak ada orang. sepi.
Bilah melotot tak percaya antara senang dan gugup. Kejadian tadi tak bisa dilupakan begitu saja. "Oh my god! Kelvin, Mario. Bilah udah cantik belom?"
"Wujud lo mah tiap hari gini, kagak ada yang special," ujar Kelvin.
Bilah melempar bantal ke arah Kelvin, "Ih, Emang Bilah bukan martabak wleeek :p" ucap Bilah.
"Ih enakan juga martabak."
"KELVIN!!! MARIO USIR DIA!"
Mario memukul kepala Kelvin, "Bego lu bego!" Mario beralih memberi 2 jempol ke Bilah, "Lo selalu cantik Bil, percaya sama gue."
"Bahkan, artis sejagad kalah sama lo! Lo lebih dari martabak Bil!"
"Kerak telor dong kalo gitu!" sahut Kelvin lagi membuat amarah Bilah tersulut.
"Kelvin diam!!"
Bilah meringis, "Mario baikk banget, nanti mau Bilah buatin kue apa?"
Mario berbinar. "Kue coklat enak tuh Bil!"
Kelvin yang tak mau kalah pun bangkit memberi saran. "Pie madu juga enak Bil!"
Bilah menatap tajam Kelvin. "Bilah gak nawarin Kelvin. Cuman Mario."
"Kayaknya mau dateng, Bilah kok gugup ya?"
Ting tung..
Bilah membuka pintu. Nampaklah seorang Dirga berdiri di ambang pintu. "Hai Bil."
"Yuk masuk, didalem ada Mario sama Kelvin. Bilah mau buat kue juga."
Bilah menuntun Dirga duduk diruang tamu bersama Kelvin dan Mario. "Bukanya lo udah ketemu Bilah tadi? Ngapain disini?" tanya Mario.
"Emang ada larangan? Gue rasa enggak," ujar Dirga enteng.
"Modus lo!"
Bilah meletakkan secangkir coklat panas dan berbagai hidangan kue untuk Dirga. "Makasih Bil."
"Emm.. Gue rasa lo kursus masak ya?" tanya Dirga.
Bilah tersenyun menggeleng dan memilih untuk duduk disebelah Dirga, tentunya didepan Kelvin dan Mario. "Enggak kok, kursus cuman buang waktu dan uang?"
Dirga mengangguk mengerti, "Berarti gue rasa masak itu hobi lo?"
Bilah juga menggeleng, "Bilah rasa itu karena tuntutan. Kalo Bilah gak bisa masak berarti Bilah gak akan makan dong."
"Emang orangtua lo sesibuk itu? Saudara lo?"
"Udah kayak wartawan lo!"
Dirga melihat sebuah kotak dan isinya dan bertanya pada Bilah. "Sikat gigi baru? Cinderella?" tanya Dirga.
Bilah lekas mengambil barang itu dan menyembunyikannya. "Oh ini ada yang kasih kok. Tetangga Bilah kasih ini sebagai hadiah."
"Lain kali mau gue bawain sikat gigi juga? Yang lucu-lucu. Gambar apa yang belom lo punya?"
"Doraemon!!" Bilah mengatakannya dengan semangat. Seketika senyuman semangat luntur malah beralih menutup mulutnya sendiri. "Mak-- maksud Bilah itu. Eh-- Bilah... Bilah cuman pengen nonton doraemon! Iya nonton doraemon!"
Mario dan Kelvin tersenyum jahil, "mati lo Bil!"
"Bil, miniatur tinkerbell loh udah nyampai tuh di rumah gue."
"Bil, kaos kaki madgascar lo juga gue simpen dirumah."
"Pasta gigi hello kity lo ketinggalan Bil dirumah gue."
"Lampu tidur pokemon lo rusak kan Bil? Terus lo nangis? Tenang aja udah gue gantiin yang baru kok."
"Oh iya Bil, karpet Boboboi lo udah dijahit tuh sama Mama.
"Bil piyama dora lo udah dicuci kan Bil?"
"Bil--"
Belum sempat Kelvin dan Mario melanjutkan membuka aib Bilah pun, Bilah sudah melempar mereka kacang, "KELVIN MARIOO!!!!! DIAM ATAU BILAH NGAMBEK 1 MINGGU! KALIAN GAK BOLEH MAIN KESINI LAGI!"
"Yah--Yahh, gak asik lo parah ngambekan!" ujar mereka tersenyum miring pada Bilah.
Dirga yang melihat itu-pun menahan tawa-nya. Perempuan disebelahnya ini sungguh kekanakan, tapi disisi lain ia juga perempuan dengan pikiran dewasa? Tapi yang perlu Dirga pikirkan sekarang adalah membuat hati Bilah luluh padanya. Ya, gadis sepolos itu.
Ting.. Tung...
"Bentar ya Bilah bukain dulu!"
Ceklek
"Jerry? Ayo masuk."
Ketika Jerry masuk ia sedikit kaget melihat 3 laki-laki. Bilah yang menatap mereka pun cengo. Apa ini tempat perkumpulan laki-laki tampan? Tidak!
"Lo udah buka hadiah dari gue Bil?" tanya Jerry.
Bilah tersenyum. "Udah kok, Bilah suka. Makasih ya."
"Nanti malem lo sibuk Bil? Gue mau ajak lo makan malam. Ada bunda juga. Lo mau ikut? Katanya dia kangen sama lo," ucap Jerry.
"Eh?"
"Iya Bil, bunda udah kangen lo."
"Bilah juga kangen kok, bilangin sama bunda ya Bilah ada hadiah buat bunda, pokoknya minggu depan Bilah temuin bunda kok, kita juga ada janji."
Bilah memang pernah bertemu dengan bundanya Jerry. Bilah sangat akrab dengan beliau mengingat Bilah sangat mudah bergaul dengan ibu-ibu.
"Lo bilang kayak gitu kayak mau ada pertemuan keluarga mau ngelamar tau gak," ujar Mario.
Jerry tersenyum, "Emang belom. Tapi akan."
"Kode keras!"
"Maksudnya?" ucap Bilah polos. Pasalnya Bilah sangat sulit mengetahui mana orang yang menyukainya. Karena Bilah selalu menganggap semua orang itu baik, jadi Bilah agak sulit mengartikan kebaikan itu.
"Yaelah masak lo gak peka Bil! Hadiah yang Jerry kasih lo pikir karena apa?" ujar Kelvin.
"Emang karena apa? Kalian juga sering kasih Bilah hadiah. Mami, Mama, bundanya Jerry, Emmm.. Dirga juga pernah. Putri juga."
"Gue rasa lo kurang peka Bil."
"Kadar kepekaan lo perlu ditingkatkan."
"Oke. Intinya?"
Jerry menarik nafas dan membuangnya perlahan. "Gue suka lo. Gue pengen kita lebih dari itu."
Mereka semua melotot. Apa Bilah ditembak sekarang? "Lo nembak Bilah didepan kita tanpa hal romantis?" ujar Dirga.
"Karena kalian kompor yang buat gue pengen ngungkapin sekarang," ujar Jerry.
"Suk-- suka? Jerry nembak Bilah?" tanya Bilah.
Mereka menepuk jidat. "Lo masih tanya? Udah jelas dia nembak lo Bilah!"
"Gue rasa lo juga banyak yang suka," ucap Dirga.
Bilah menerka-nerka, "Ini mustahil."
"Kenapa?"
Bilah menatap dirinya didepan cermin ruang tamu. "Gak ada yang special."
"Kan udah gue bilang tadi," sahut Kelvin.
Bilah menatap Jerry penuh selidik, "why you like me? Bilah jelek, Bilah juga gila gak waras, suka bicara sama hewan." Bilah nampak berpikir lagi.
"Bilah juga gak seksi kayak Nikita Mirzani, gak tinggi kayak Luna Maya, bibir Bilah gak berisi kayak punya kylie jenner, intinya Bilah gak akan jadi se seksi Nicki Minaj ataupun secantik Barbara Palvin."
Mereka cengo dengan ucapan Bilah yang cepat seakan dengan mudah mengatakan itu didepan 4 orang laki-laki. "Hei gila ya lo! Kenapa lo ngomong sejujur itu wanita bodoh!" ujar Kelvin.
Bilah menjentikan jarinya, "Gotcha, satu lagi. Kelvin bener. Bilah juga bodoh!"
Kelvin dan Mario menepuk tangan sambil menghampiri Bilah dan menjewer telinganya dan mencubit pipinya. "Kerennn teman gue mau ngomong jujur!"
Bilah menatap mereka. "Aaa! Sakitt telinga! nanti merah kayak pipi Bilah tadi waktu dikasih es batu."
"Emang kenapa Bilah lo kasih es batu?" tanya Dirga.
Tidak mungkin Bilah mengatakan itu, "Gak ada kok!" ujar Bilah cepat.
Bilah menatap Jerry, "Maaf ya. Bilah gak bisa. Bilah sadar diri. Jerry itu pinter, tampan, keren, baik. Jadi buat dapetin yang lebih dari Bilah pasti ada kok. Buannyaakkkk banget malah."
"Busetdahh! Lo napa jujur banget muji orang juga Bilah!" ujar Mario.
"Tapi yang baik dan sepolos lo gak ada," ujar Jerry.
"Pacaran aja lo sama HVS!"
"Ih kata siapa? Banyak kok cewek baik, apalagi yang baiknya ngelebihin Bilah. Banyak banget kok!" ucap Bilah.
"Kayak Karina, Saksia, Nerina, buanyakkk banget! Bahkan Saskia itu suka sama Jerry kayaknya. Dibanding Bilah, mereka jauh lebih baik kok!"
"Ini nih yang gue suka dari lo. Karena orang yang bener-bener baik itu nganggep semua orang baik sama kayak dirinya," ucap Jerry.
"Setuju!" ucap Kelvin, Mario dan Dirga bersamaan.
"Lo terlalu baik, polos, dodol juga ya Bil!" ujar Mario mencubit kedua pipi Bilah.
"Jangan dicubit ih!"
"Kenapa? Takut tembem terus Di--" sebelum Mario melanjutkan perkataanya Bilah sudah melemparinya dengan kue, "Diem atau Bilah bunuh?"
Bilah kembali menatap Jerry dengan rasa bersalah, "Maaf ya Jerry."
"Gapapa kok gue bisa ngerti. Tapi gue masih boleh jadi teman lo kan?" ujar Jerry tersenyum.
"why not?"
Vote comment ya gaes. Emmm, ada yang nunggu cerita ini gak?