
Happy Reading
"Ya, dari segi manapun Rania emang paling unggul, gimanapun juga Dirga pasti pilih Rania. Bahkan untuk dia ngomong aja udah syukur buat Bilah..."
"Bilah gak selevel dan gak pantes. apa Bilah mundur aja ya?" gumam Bilah. Perlu kalian tahu, Bilah tidak bicara sendiri pada angin. Kebiasaanya adalah selalu curhat pada hewan yang ia temuin apapun itu. Kali ini ia berbicara pada katak disebelahnya.
Seorang duduk disamping Bilah "Kata siapa lo gak pantes, dia aja yang bodoh."
"Rio?" seketika Bilah memeluk tubuh itu, tubuh yang selalu menjadi sandaran ketika ia rapuh, siapa lagi jika bukan Mario dan Kelvin.
Mario memegamg kepala Bilah lembut, "Udah jangan sedih, gue udah bilang berkali-kali sama lo, dia itu gak pantes buat lo! Lo terlalu baik," ujar Mario yang mencoba menenangkan Bilah.
"Enggak, Bilah kurang baik buat dia, Bilah banyak kurangnya. Bilah pengen pinter kayak Rio sama Kelvin, pasti kalian belajarnya sembunyi-sembunyi dari Bilah kan? Ayo ngaku!"
Mario tertawa menonyor kepala Bilah "Mana ada! Lebay lo, lo gak sebego itu kali Bil! Siapa yang bilang lo bego?"
"Emangnya kalo orang bego gak pantes ya bareng sama orang pinter?"
"Lo ngomong apasih Bil, gak nyambung banget," ucap Mario menoel-noel pipi Bilah.
Mereka asik dengan melihat banyak burung menari diawan sana, bahkan Bilah berpikir jika ia menjadi burung pasti dia senang. Dia bisa kemana-mana dengan keluarganya seperti burung itu. Sayangnya jika Bilah pergi menemui mereka selalu seperti tidak ada pintu buatnya.
"Bilah pengen jadi burung," gumam Bilah tersenyum.
"Kenapa?"
Bilah tersenyum dan terkekeh, "Pengen terbang, hehehe."
"Terus kalau terbang?"
"Pengen kasih pup burung dikepala Rio, pasti seru," jawab Bilah membuat Mario memutar bola mata kesal "Nyebelin lo kayak Micoli!"
"Oh ya Bil, gue mau bilang aja nanti pulang sekolah kerumah Kelvin ya," ucap Mario membuat Bilah mengangkat alisnya.
"Ngapain? Bukanya nanti ada basket ya?"
"Basket diganti besok Bil, sekarang ini asal lo tau aja nyokap gue sama Kelvin lagi rempong banget bikin kue, nah kita ini disuruh jadi jurinya gitu, kenapa emak-emak rempong banget sih. Lo kalo jadi emak-emak yang elit dikit ya Bil, jangan bikin malu gue, awas aja lo!"
Bilah memukul lengan Mario "Rempong gimananya sih? Itu juga bikin kue buat kalian, harusnya kita bersyukur dong."
"Maksud gue itu waktu belanja, Bil."
"Helllowww Mario yang pinternya gak ketulungan, gimana mak Rio gak rempong waktu belanja, belanjanya itu buat Rio juga, buat sekeluarga jadi ya wajarlah! Gak ngerti banget dah urusan begituan," ujar Bilah.
"Iyain aja, emang kalah kalo debat sama cewe," ucap Mario membaringkan tubuhnya di rumput hijau luas itu.
"Berarti basketnya diganti besok ya?" tanya Bilah.
"Hm." gumam Mario yang memejamkan matanya.
Mario membuka matanya dan mengangkat alisnya "Kenapa? Lo mau ngapel lagi sama Dirga? Percuma Bil, mending lo kasih air sama handuknya ke gue aja dah."
"Ih, ngapain buat Rio, Rio mah udah banyak yang ngasih."
Mario terkekeh dan menarik tangan Bilah "Yuk balik, disini banyak setannya, kalo suka sama lo bahaya."
"Songong!"
Bilah dan Mario berjalan sambil berbincang disepanjang jalan, sering juga Mario yang meledek Bilah membuat Bilah kesal setengah mati. Mereka berdua terhenti melihat 2 orang yang bertengkar di ujung koridor yang sepi.
"Bahkan gue gaak pernah ketemu Papa, ngapain lo sewot-sewot nglabrak gue, huh?!" teriak Rania.
"Gue gak peduli Ran! Lo udah punya mama sendiri kan? Yaudah lo minta duit ke dia aja! Lo gak usah minta-minta ke bokap gue, dia sekarang jadi bokap gue asal lo tau," ucap Talia, anak angkat dari Papa-nya Bilah dan Rania.
Talia berkacak pinggang "Gue juga gak suka kalo bokap gue sering kasih duit anak kandungnya daripada gue, dan sering nyuruh anak buahnya buat ngawasin dia, dan itu pasti lo sama saudara lo!"
Plakk!
Tamparan Rania mendarat mulus di pipi Talia membuat sang empu memegang pipinya secara reflek yang memerah "Lo menjijikan! Bahkan, gue sama mama gue gak minta sepersenpun uang dari bokap! Nyokap gue cukup kaya dan gak murahan kayak lo sama nyokap lo! Ambil aja semua kalo lo mau! Gue gak peduli!"
Rania melangkahkan kaki meninggalkan Talia, namun ia terhenti dan berbalik lagi "Satu lagi, mungkin yang lo maksud itu bukan gue, karena gue dan nyokap lepas dari dia, dia jadi tanggung jawab bokap. Lo salah ngelabrak orang."
"Kembaran lo?! Tanggung jawab papa?! Dimana dia?!"
Rania tersenyum sinis "Gak usah sok tau! Gue gak punya kembaran! Gue gak peduli, maupun lo bunuh dia gue gak peduli!" ujar Rania langsung meninggalkan tempat dan sedikit terkejut melihat Bilah dan Mario berdiri kaku, tapi dengan pintar Rania menghilangkan raut wajah kagetnya dan tak peduli dengan itu.
Bilah mengejar Rania yang berjalan cepat "Ran.."
Rania tak menghiraukan panggilan Bilah dan terus berjalan tak menoleh sama sekali "Ran! Berhenti."
Rania berhenti dan menoleh kebelakang "Jangan panggil-panggil nama gue! Gue gak suka."
"Kenapa ngehindarin Bilah? Bilah salah apa? Ran, kita saudara, bahkan kembaran, kita gab-----" belum sempat Bilah melanjutkan, tapi Rania sudah menyelahnya "jangan sebut kita saudara apalagi disekolah, kita bukan kembaran." Rania menjauh dari Bilah yang mematung meratapi apa yang dikatakan Rania.
Marii datang menepuk punggung Bilah, "udah Bil gausah dipikirin, dia bukan segalanya buat lo, kita balik aja."
...****...
"Mommy! Mimi!" teriak Bilah ketika sampai kerumah Kelvin dan mendapati 2 ibu-ibu yang menunggunya dikursi ruang tamu.
"Bilahhh sayang!" kedua orang itu segera datang dan memeluk Bilah seperti anaknya sendiri.
"Kenapa kamu gak pernah main?! Mommy marah sama kamu!" ujar Mommy yang tak lain adalah ibu dari Mario, dan yang dipanggil Mimi tak lain adalah ibu dari Kelvin.
"Ih Mommy, Bilah gak ada waktu, tapi Bilah sering telfon Mommy kan?" ujar Bilah mengerucutkan bibirnya.
"Udah-udah Bilah kamu masuk yuk, cobain kue yang bakal kita buat," ujar Mimi dan diangguki oleh Bilah.
"Bilah aja mi yang disuruh nyoba? Kita enggak?" tanya Kelvin.
"Kalian nanti aja kalo masih ada sisa, sekarang mantu mama yang cantik ini yang harus coba duluan sampai kenyang," ujar Mommy menarik tangan Bilah.
"Gausah ngaku-ngaku mantu ya, lagian nanti juga Bilah jadi mantu gue," ujar Mami yang tak terima.
"Bilah maunya sama Mario kok," ujar Mommy yang akan menjadi awal perdebatan.
"Ih ngaco! Bilah mah maunya sama Kelvin, gak tau malu ih," jawab Mami.
"Udah stop! Bilah bukan mantu siapa-siapa Mommy, Mimi, nanti ujung-ujungnya juga Bilah bakal jadi istri Zayn Malik," ujar Bilah yang mendapat tonyoran dari Mario dan Kelvin "Doyanan lo om-om Bil!" ujar Kelvin.
"Tau lo! Kualitas lo gak elit banget Zayn Malik, cakep gue kemana-mana kali," ujar Mario membuat Bilah memutar bola matanya malas.
"Biar om-om juga kalo ganteng gue jabanin!"
Mario menjambak rambut Bolah membuat Bilah meringis, "makan tuh om-om!"
"Yaudah, sekarang kalian bertiga tunggu diruang keluarga sambil nonton apa kek," ujar Mommy membuat mereka bertiga lekas berlari agar sampai duluan.
Selalu begini. Berlomba-lomba siapa yang sampai duluan dan akan mengacak-ngacak rambut yang kalah membuat kedua ibu itu menggelengkan kepalanya.
"Ihhh kalian berdua selalu curang!" ujar Bilah yang tak terima jika kalah.
"Kalah gak mau kalah lo Bil, gak asik," ujar Mario.
"Kalian berdua curang tadi lari duluan! Jelaslah Bilah kalah!"
"Kalopun lo lari duluan tetep aja lo yang kalah, Bil!" ujar Kelvin.
Kelvin dan Mario saling memandang dan tersenyum sinis dan menghadap Bilah lalu mendekati Bilah dan mengacak-acak rambutnya sampai ikatan dirambutnya terlepas "Aaaaaaa!!!! Stoppp gaes! Rambut Bilah!!!!!"
Bilah berlari menghindari Kelvin dan Mario yang mengejarnya "Udah cukup! Liat rambut Bilah udah kayak singa!" Bilah mengerucutkan bibirnya dan terduduk dilantai depan sofa sambil menyalakan televisi dan aksi ngambeknya.
"Bilah...." Kelvin menoel-noel pipi kanan Bilah dan tak dihiraukan oleh Bilah.
"Bilahh unyu...." Kini Mario yang tersenyum mengedip-ngedipkan matanya didepan wajah Bilah tapi tetap saja tak dihiraukan Bilah.
"Bilah, Bilah... Lo kalo ngambek nanti tambah jelek, Dirga makin gamau sama lo," ujar Mario.
"Mana ada! Bilah gak peduli!" ujar Bilah yang masih ngambek.
"Kita benerin deh rambut lo, jangan ngambek lagi dong," ujar Kelvin memohon pada Bilah. Sebenarnya Bilah tak marah akan gak itu, tetapi melihat Mario dan Kelvin begini membuat Bilah senang "Klabangin rambut gue jadi dua. Kelvin yang kanan, Rio yang kiri."
Mereka mengangguk dan mulai menyisir rambut Bilah dengan muka yang serius sampai tak sadar jika Bilah selfie dengan muka mereka yang serius dengan rambut Bilah.
"Bil, ini susah banget sih," ujar Kelvin menggerutu.
"Tau Bil, kita kayak begini sambil liat youtube tetep aja gak bisa," ujar Mario sambil melirik HP-nya yang membuka youtube tutorial.
"Rambut lo licin banget elah Bil! Kesel sendiri jadinya, nyamuk aja kepleset, jamin dah!" ujar Kelvin.
"Jangan banyak protes, selesein aja sayang-sayangku," ujar Bilah.
"Kalo bukan lo mah gue males gini, ogah bangett Bil sumpah!"
Bilah menyerngit, "Gak ikhlas ya?"
Mereka terkekeh dan mengelus lembut kepala Bilah, "Ikhlas kok Bilah, kita mah apa yang gak buat lo, hehehe," ujar Mario.
Setelah 5 menit mereka menghela nafas lega, "Selesei!"
Bilah antusias dan mengambil kaca di tas nya "Not bad, Bilah cantik gak sih kayak Elsa, unyu banget."
"Siapa dulu dong yang iketin?" Mario dan Kelvin berbangga diri.
"Iyadeh, temen Bilah pinterrr bangetttttt!"
"Tapi jangan bilang siapa-siapa ya Bil kalo gue jadi mbak-mbak salon tadi, ancur dah reputasi gue," ujar Mario tak terima.
"Gue juga, bisa diledekin gue," tambah Kelvin.
Bilah mengangguk "Siap! Dari dulu emang prinsip kalian reputation is number one!"
"Kuee datangggggg! Bilah sini deh cicipin," kata mommy menyuapi Bilah cake buatannya.
Mata Bilah terbelak dan mengangkat jempolnya sambil mengunyah makanan "Mmmmmm.... Enak banget, bener deh," ujar Bilah yang terus menyomot kue coklat.
"Mommy, Mami, sering-sering buat ginian, Bilah gak bohong ini enakk," ujar Bilah yang terus menyomot kue tersebut.
"Kita ambil juga ya," ujar Kelvin dan Mari yang hendak mengambil kue namun dicegah oleh Mommy dan Mami nya.
"Jangan dulu! Nanti sampai Bilah kenyang dan bosen." Kelvin dan Marii memendelikan matanya "Bilah gak bakal kenyang dan bosen mi kalo berhubungan sama coklat, yang ada kita gak makan," ujar Kelvin.
Bilah terkekeh sambil mengambil 2 potong kue dan menyuapi mereka berdua "Nih Bilah suapin, kurang baik apa Bilah coba."
Mereka memakan dan berpikir "Mommy, ini mah kuenya kok asin sih? Enakan juga buatan Bilah, My" ujar Mario yang polos membuat Bilah mendelikan matanya.
Mami dan Mommy terkejut dan mencoba kuenya "Ya ampun Bilah! Ini mah asin sayang, kenapa terus dimakan sihhh?" tanya Mami.
"Ih enggak kok mi, ini enak bener deh Bilah gak bohong. Mario sama Kelvin aja yang lebay."
Mommy tersenyum dan memeluk Bilah "Ihhhh, jangan dipaksain dong sayang, kan kasian lidah kamu keasinan." Mommy menatap Mario "Nih, nanti-nanti kalo cari istri kayak Bilah, udah cantik, baik, gak bikin mertua keluar tanduk, jangan yang cabe-cabean."
Bilah terkekeh, "Noh dengerin!"
"Bilah, itu rambut kamu siapa yang iket? Biasanya kamu gak suka iket-iket rambut kayak gitu, makin imut loh Bil," ucap Mami.
"Itu anak Mommy Mami lah yang iket, bagus kan?"
"Tumben, mau."
"Noh, dengerin Mommy sama Mami sering puji Bilah, eh masa kalian ngejelekin Bilah mulu."
Bilah membawa tempat kue dan berdiri dari tempat duduknya "Bilah bawa ini ke dapur ya My."
Bilah berjalan membawa tempat kue, saat ia berjalan 4 langkah tiba-tiba matanya sedikit menghitam, kepalanya sangat pusing tak terkendali, dan tiba-tiba saja tubuhnya merasa tak seimbang.
Brukk
"Bilah!!"
Jangan lupa Vote and comment gaes! Berarti banget bua akuuu.