
Ada yang nunggu kah? Anggap aja iya. Hahaha :v
Semoga sukaaaa kawan 😊
Happy Reading!
"Bil kemana lo?!" teriak Kelvin yang dihiraukan Bilah dengan pura-pura tidak dengar.
"Bilah kenapa? Kenapa tadi kalian nyemangatin Bilah seolah dia ada masalah?" tanya Dirga.
"Gapapa, ada sesuatu yang harus Bilah sendiri yang cerita."
****
Bilah berjalan sempoyongan dan sesekali memijat lehernya terasa pegal. Ternyata tidak semudah yang Bilah bayangkan menjadi seorang pelayan. Baru 1 hari tapi badannya limbung. Suasana Sekarang sudah malam. Pukul 8 malam. Sangat manis jika ditemani secangkir coklat panas dengan novel pemberian Dirga, duduk ditemani bantal. Membayangkan saja membuat Bilah ingin segera terjun ke kamarnya.
Saat Bilah membuka knop pintu, suara dentuman kaki memburu seperti ada banyak hewan yang memburu Bilah. Bilah tak kaget, tanpa melihat wajahnya bisa ditebak itu siapa. Mereka hanya dua kerdil yang mengkhawatirkan Bilah. Tepatnya bayangan menikmati secangkit coklat panas akan lenyap seketika!
Bilah memegang dadanya dan menghembuskan nafas kasar. Pasalnya Kelvin dan Mario mendatangi Bilah dengan mata melotot dan menatap Bilah was-was. Mengerikan.
"Dasar! Selalu kagetin Bilah! Kalau jantung Bilah keluar terus mompa darah dari luar gimana?"
"Habis dari mana lo, Bil?" tanya Kelvin menarik Bilah ke sofa diruang tamu.
"Kenapa HP lo mati?" sahut Mario.
"Kenapa gak langsung pulang kerumah?"
"Kenapa gak bilang sama kita-kita?"
"Jawab Bilah."
"Kenapa lo pulang malam dan gak bilang-bilang?"
"Kenapa lo masih pake seragam?"
"Lo gak takut kejadian dulu terulang lagi?"
Bilah diam seribu bahasa dengan pertanyaan khawatir dari Mario dan Kelvin. Mereka selalu peduli pada Bilah membuat Bilah merasa dia harus bertahan karena mereka.
Bilah cengengesan sambil mengikat rambutnya asal. "Tadi Bilah kencan."
Kelvin tertawa dengan wajah datar. "Kencan?! HAHAHA! Sama siapa Bil? Lo boro-boro kencan, ke pasar malam aja ogah!"
Mario dengan usilnya menarik kucir Bilah dan terlepas membuat Bilah kesal dan menarik rambut Mario kasar. "Ih Mario! Ngapain dilepas! Bilah kalo marah semua orang bakal keluar rumah! Liat aja besok pasti ada berita 'Sang Ketua basket dan osis telah meninggal meninggalkan banyak darah dirumah teman perempuan kecilnya.' noh! Serem kan? Gak takut sama Bilah?" tanya Bilah membuat mereka tertawa memegang perutnya.
"Lo bunuh kita? Ancaman lo itu mulu Bil! Di goda dikit aja lu nangis. Diemnya kalo di kasih sikat gigi madgascar dan kartun yang lain! Dasar childish!" ujar Mario terkekeh membenahi rambut Bilah yang rusak olehnya.
"Jawab pertanyaan kita Bil, lo habis darimana?"
Bilah bingung harus menjawab apa pada mereka. Jujur atau bohong. "Emmm... Bilah itu tadi nyasar gitu waktu cari Macan di hutan berkabut lebat!"
"Bohong lo level anak TK, ketahuan banget dah! Kebanyak micin emang lo Bil!" ujar Kelvin.
Bilah cemberut dan memainkan bulu matanya. Tingkahnya selalu aneh. "Tadi Bilah lama soalnya ngitungin bulu mata gak kelar-kelar. Ternyata bulu mata sebelah kiri lebih banyak dari yang kanan."
"Gak masuk akal Bil! Jawab Bil!"
Bilah mendengus nafas kesal. Selalu saja dia tidak bisa berbohong jika berhubungan dengan Kelvin dan Mario. "Iya-iya Bilah ngaku!"
"Kenapa?"
"Bi-Bilah kerja," ujar Bilah menundukan wajahnya dengan ekspresi yang mengenaskan.
"Kerja?! Bil lo gak perlu lakuin itu! Lo bis--" perkataan Mario terpenggal oleh ucapan Bilah.
"Bisa minta ke kalian maksudnya? Enggak! Bilah cuman gak mau nyusahin kalian," ucap Bilah.
"Lo jadi apa? Barista?"
"Mana bisa Bil! Lo gak usah gitu Bilah. Kalo lo sakit gimana?" tanya Mario.
"Lo tau kan kalo lo sakit udah kayak ibu hamil! Baperan, minta macem-macem, pergi ke rumah sakit juga pilih-pilih, itupun dokternya harus ganteng kan?"
Bilah tersenyum dan menunjukan otot ditangannya, padahal sama sekali tidak ada otot disana. "Bilah kuat! Nih liat! Badan Bilah udah kayak agung hercules. Kalian aja kalah! Sekali sentil mampus lo berdua!"
Saat Bilah tersenyum seperti itu Kelvin dan Mario terpaku pada satu titik. Hidung Bilah. "Kenapa kalian liatin Bilah kayak gitu?" tanya Bilah.
"Hi-hidung lo Bil! Lo mimisan?!" Mario langsung saja mengambilkan tisu untuk Bilah.
Kelvin membantu Bilah menghilangkan darahnya. "Tuhkan lo kecapekan! Sok-sok an kayak agung hercules!"
"Berhenti dari pekerjaan lo Bilah!"
Bilah lesu mendengarnya. "Bilah gak bisa."
"Kenapa Bil? Hidup lo tercukupi, lo ada uang dari bokap sama nyokap lo Bilah. Kalo lo butuh, lo bisa minta ke kita. Kita gak keberatan Bil. Demi apapun lo jangan kayak gini!"
"Tetep apa Bilah gak bisa. Bilah ngelarang ayah biar gak kirim uang lagi ke Bilah," jawab Bilah.
Mereka terkejut, kenapa Bilah meminta hal seperti itu. "Kenapa Bil?! Lo gak bisa kayak gini!"
"Bil-Bilah cuman gak mau ayah kenapa-kenapa."
"Maksud lo?"
"Bilah gak bisa cerita."
"Kalo lo gak cerita kita gak bakal tau! Kalo gini lo makin buat kita ngekang lo gak boleh kerja! Lagian lo masih SMA," ujar Mario membantah Bilah.
"Oke Bilah cerita. Setelah itu kalian janji bakal gak bikin larangan dilarang kerja," ujar Bilah mengangkat kelingkingnya.
"Bukan janji, masih dipikirkan dua kali."
"Tuhkan Bilah gak mau!"
"Lo gak mau berarti kita bakal lakuin sesuatu yang paling lo benci Bilah!"
Jika ancaman sudah begini maka Bilah tak bisa melakukan apapun. Sudah pasti ancaman Mario dan Kelvin adalah menginap di apartment Bilah dan memotong rambut Bilah diam-diam seperti yang mereka lakukan dulu. Membuatnya menangis 1 minggu setiap melihat cermin. Menyebalkan.
Bilah mendengus dan tak punya pilihan. "Ini tentang Thalia dan nyokapnya." Bilah mengalirkan seluruh ceritanya pada mereka dengan harapan tak ada lagi bekerja secara sembunyi-sembunyi dari mereka.
...***...
Mereka semua menatap Bilah aneh. Bahkan ada yang berpikir ingin menjadi Bilah, yang tak banyak dandan tapi didekati cowok yang cukup terkenal disekolah. Apa yang didalam Bilah yang membuat Mario dan Kelvin dekat dengannya? Pikir mereka.
"Siapa yang janji Bilah? Gak ada yang janji," ujar Kelvin sedikit mempercepat langkahnya agar Bilah tak mengejarnya.
"Kita bilangnya masih mikir-mikir Bil!" ujar Mario dengan langkah cepat membuat Bilah harus berlari mengingat kakinya yang tak begitu panjang.
Bilah berlari menghadang Kelvin dan Mario dengan kedua tangannya. "Berhenti atau Bilah pukul kalian! Bilah capek lari!"
Mario dan Kelvin terkekeh. "Salah siapa kaki pendek? Pukul aja kalo bisa," ujar Mario.
Bilah menata rambutnya yang berantakan dan tersenyum memasang puppy eyes nya. "Bolehin Bilah kerja ya temen-temen Bilah yang lucu. Yayaya?"
"Enggak!" ujar mereka serempak.
"Gak ngaruh Bil lo pake puppy eyes!"
"Minggir Bil," ujar Kelvin.
"Gak mau!"
"Minggir gak?"
"Gak mau sebelum kalian nurutin Bilah!"
"Jawaban kita tetep sama. Gak ya gak!" ujar Mario.
"Minggir Bil."
"Enggak!"
"Minggir atau gue gendong lo sampai kelas!"
"Tetep gak mau!"
"Minggir Bil!"
Mario yang tanpa banyak bicara langsung menggendong Bilah bridal style menuju kelasnya. Jangan ditanya berapa banyak murid yang berjerit ingin diposisi Bilah.
Bilah meraung-raung dan memukul Mario dan menggigit lengannnya. membuat Mario melepaskan gendongan Bilah. Bilah yang terlepaspun kabur dengan ikatan rambut yang berantakan.
"Kesel gua lama-lama sama si Bilah. Ngeyel banget kalau dibilangin juga. Kan kita bisa biayain dia," ujar Kelvin menjambak rambutnya frustasi.
Mario menepuk lengan Kelvin. "Sabar aja bro. Ngadepin Bilah memang harus mengeluarkan banyak otak dan tenaga."
"Harus gak sih kita minum extra-joss setiap hari?"
...***...
Bilah melangkahkan kakinya ke kelas mencari teman karib perempuannya. Siapa lagi jika bukan Putri. Bilah susah jika harus berteman. Tidak. Bukan berteman, hanga saja Bilah susah mempercayai orang. Hanya Putri teman perempuan Bilah yang dapat dipercaya.
Putri yang melihat Bilah langsung menariknya ke bangku. "Bil gue-- gue mau cerita sama lo."
"Kenapa?"
"Kak Cakra Bil," ujar Putri hampir menangis. Bilah bingung, apa yang terjadi antara Putri dan kekasihnya.
"Gue berani taruhan Bil kalo kak Cakra itu selingkuh Bil," ujar Putri membuat Bilah membulatkan matanya. "APA?!!!"
Bilah menganga tak percaya. Kak Cakra terlihat begitu baik jika dilihat. Sayang penampilan memang tak menjamin segalanya. "Putrii sahabat Bilah tersayang!! Kak Cakra selingkuh sama siapa? Coba bilang sama Bilah!"
"Jangan keras-keras Bil," ujar Putri sesekali menghapus air matanya. Beruntung sajaa suasana kelas begitu sepi. Hanya ada 2 orang disana.
"Bilah gak suka Putri di sakitin sama siapapun. Bilah gak suka orang yang Bilah sayang sengsara! Cerita sama Bilah gimana kejadiannya?"
Putri mengehela nafas dan menunduk, "Tad-tadi gue lihat kak Cakra ciuman sama cewek lain Bil. Gu-gue----" Putri tak tahan melanjutkan ucapannya memilih memeluk Bilah dan menangis disana.
Bilah memeluk Putri dan menegakkan badan Putri. "Jangan buat Kak Cakra menyesal liat Putri lemah. Sekarang kita ke Kak Cakra. Bilah mau marah sama dia!" Bilah menarik Putri kearah kelas Cakra.
Ditengah jalan ia bertemu Kelvin dan Mario yang menatap Bilah bingung. "Kenapa sisi gorilla lo muncul Bil?" ujar Kelvin melihat Bilah yang jalan cepat melewatinya.
"Bodoh!" teriak Bilah yang semakin jauh.
Mereka melihat Kak Cakra disana. Di taman, dia sedang sendiri memainkan HP-nya. Bilah menghampiri Cakra dan menarik Putri.
"Kak Cakra bangun! Jangan duduk!" teriak Bilah.
"Putri? Bilah? Kenapa?"
Bilah mengangkat dagu Putri. "Jangan tundukin kepala Put! Putri gak salah!"
"Apa maksud kalian?"
Bilah menatap Cakra menahan emosi. Bilah tak suka Putri terlihat sedih. "Bilang sejujurnya Kak Cakra selingkuh kan? Kak Cakra dua in Putri kan?"
Cakra memendelikan matanya. "Gu-gue? Enggak kok."
"Bilang sejujurnya," ujar bilah tegas.
"Gausa sok tau deh!"
"Dasar laki hidung Bel--" belum sempat Bilah mengucapkan kata-katanya tapi Putri sudah menamparnya.
Plakkk
Bilah takjub tak percaya, Putri memang hebat. Tamparannya begitu keras. Bilah harap bisa memutuskan rahangnya dan merontokan giginya sekalian. Laki-laki seperti itu memang pantas dibasmi.
"Bilang aja sejujurnya! Kakak ciuman sama cewek tadi. Aku lihat sendiri!" ujar Putri penuh emosi.
Cakra mendelikan matanya. "Maksudnya? Jangan ngomong macam-macam kamu!"
Putri tertawa sumbang. "Gue lihat sendiri!"
"Tapi kita--" belum sempat Cakra mengucapkan kata-katanya seorang perempuan datang dan menggenggam tangan Cakra. "Gue cewek barunya. Kenapa? Syirik?"
TBC
Vote and comment gaes 😊 oh iya, kalo mau saran adegan buat cerita ini gapapa kok komen aja.
Sorry gaes, ini gak begitu bagus awalnya, di usahain waktu konflik nanti bagus yak. Ini masih permulaan. Hehe.