
Happy Reading!
"Bil, lo ada makanan gak? Gue laper ni!" ujar Mario pada Bilah diruang tamu.
"Ambil aja sendiri kenapa sih?"
Sementara Kelvin terlelap di karpet ruangtamu Bilah. Kebo selalu melekat pada jiwanya.
Setelah mengambil makanan, Mario datang duduk disebelah Bilah. "Nontonin apa sih lo? Itu drama korea kan? Gak bosen apa lo?"
"Ih biarin ajaa, repot amat sih Mario urusin Bilah nonton drama korea," ujar Bilah sembari memakan permen kapas yang tadi ia beli.
"Tapi kan nonton drama gak baik buat lo."
"Kenapa?"
"Episodenya terlalu banyak Bil, gak baik buat mata lo."
"TV sebelah juga episodenya ribuan. Drama korea kebanyakan gak sampai 20 kok," ucap Bilah membelah diri.
"Terus setelah lo nonton dapet hikmahnya apa?"
"Dapet! Setiap Bilah nonton drama Bilah jadi punya banyak cita-cita. Bilah jadi semangat buat hidup."
"Tapi kan di drama korea banyak adegan yang gak boleh lo tonton Bil!"
"Terus apa bedanya sama film barat yang sering Mario lihat ngajak ngajak Bilah?"
Mario menghembuskan nafas dan menyentil dahi Bilah. "Cerewet banget sih lo! Kesel kan gue jadinya."
Kelvin terbangung karena keributan yang dilakukan Mario dan Bilah. "Apasih lo berdua banyak bacot dah!" kata Kelvin sambil menarik permen kapas Bilah yang membuat Bilah teriak.
"Kelvin! Tadi Bilah suruh beliin gamau, sekarang malah copett punya Bilah!"
Kelvin terkekeh sambil menarik hidung Bilah. "Pelit amat sih lo!"
"Biar gue tebak! Itu Lee jong suk kan?" ucap Kelvin.
Bilah mengerutkan dahinya bingung. "Kok Kelvin tau?"
"Kebanyakan cewek emang suka ya nonton drama korea," ucap Kelvin sembari menelan minumannya. Menelan? Sebotolnya juga? Kelvin rakus memang.
"Selena juga sering nonton beginian Bil. Biar gue tebak habis ini dunia yang laki jadi berhenti jadi kartun? Ya kayak webtoon gitu."
Bilah berdecak sebal. "Gausah spoiler Vin!"
"Emm, lo ngomong Selena gue jadi inget. Kenapa akhir-akhir ini dia gak mau jalan bareng kita ya?" ucap Mario.
Kelvin mengangguk setuju dan menggaruk kepalanya yang tak gatal itu. "Kayak ngejauhin kita gitu kan? Gue juga ngerasa. Apa kita ada salah kali ya?"
"Coba aja kalian bicarain baik-baik sama dia. Siapa tau aja kalian nemu jawabannya kan?" sahut Bilah.
"Yaudah nanti aja deh kita kerumahnya. Lo mau ikut Bil?"
Bilah menggelengkan kepala sambil berkata, "enggak deh, Bilah kan ada janji sama kalian malam ini. Bilah mau siap siap masakin kalian. Jam setengah tujuh kan?"
Mereka mengangguk mengiyakan. "Kita ajak Selena sekalian aja kali ya?" usul Mario dan tentu saja Kelvin menyetujuinya.
"Gapapa kan Bil?"
"Terserah kalian aja sih."
"Yaudah nanti jam 5 sore deh kita kesana."
...***...
Bilah bersiap-siap untuk berkutik di dapurnya. Sementara Kelvin dan Mario sudah pergi menjemput Selena.
Bilah bingung, apa Selena menjauh karena kejadian 4 hari yang lalu?
Flashback on
Bilah mengaca di toilet dalam sekolah. Sekalian membuang wajah lesu dan jenuhnya itu. Saat Bilah menata rambutnya, Selena datang ikut mengaca disamping Bilah.
"Hai Sel."
"Hai Bilah, gimana kabar lo?"
"Baik seperti yang Selena lihat."
Selena membuka tas make up nya sambil berbicara dengan Bilah. "Sebenarnya gue mau bilang sesuatu sama lo."
"Apa?"
"Bisa gak lo bagi kedua sahabat lo sama gue?"
"Maksudnya?"
"Lo tau kita berdua sama sama jadi sahabat mereka sekarang. Jadi secara gak langsung juga gue berhak buat sama mereka sekarang. Lo jangan terlalu ngekang mereka bisa?"
"Bilah gak ngekang mereka kok Sel."
"Yaudah, sekarang lo jauhin mereka Bil. Lo ngerusak semuanya."
"Kenapa? Bilah sama mereka sejak kecil. Hanya karena orang baru, Bilah gak bisa jauh dari mereka gitu aja."
Selena tersenyum sinis. "Jadi lo anggep gue orang baru yang ngerusak persahabatan lo?"
"Mungkin iya."
"Sebenarnya enggak Sel, tapi disini Selena ngatain Bilah ngerusak? Kalau dibilang ngerusak disini siapa yang paling ngerusak? Apa Bilah? Sel, kita bisa jadi sahabat tanpa Selena nyuruh Bilah jauhin mereka."
"Tapi gue yang gak mau."
Bilah tak habis fikir. Awal mula Bilah bertemu Selena ia sangat baik. Tapi kenapa sekarang Selena berubah? Menjadi jahat untuk keegoisannya. Bilah tak menyangka Selena ingin Bilah menjauhi kedua sahabatnya. Tentu saja Bilah tak tinggal diam, mereka adalah terdekat diantara yang terdekat bagi Bilah.
Bilah selesei memasak dengan lamunan yang menemaninya. Dia beranjak mandi, 15 menit lagi pasti mereka datang. Bersama Selena juga. Bilah tak tau harus bersikap apa dengan Selena nantinya.
1 jam berlalu, mereka belum juga datang menemui Bilah sampai sekarang. Bilah sedikit memanaskan makanannya agar tidak dingin.
Bilah tertidur di meja makan. Sekarang sudah pukul 9. Nyatanya mereka janji datang pukul setengah tujuh. Sampai sekarang mereka belum datagng juga.
Ceklekk..
Pintu terbuka Kelvin dan Mario telah datang. Bilah yang kagetpun bangun dari tidurnya dan tersenyum menyambut mereka. "Kalian dateng juga."
"Maaf Bilah ketiduran. Kalian lama banget sih. Ayo duduk."
Mereka duduk dimeja makan. Hening. Bilah mengerutkan dahinya bingung, kenapa rasanya berbeda?
"Oh iya Selena mana?" tanya Bilah. Mereka masih diam.
Bilah mengambilkan mereka makanan dan diletakkan didepan mereka. "Lo duduk aja Bil, kita mau bicara sama lo."
"Kalian mau ngomongin apa?"
"Lo keberatan gak Bil, kalau Selena jadi bagian dari kita?" ucap Mario. Kelvin hanya diam, ia membiarkan Mario untuk bicara. Karena pada dasarnya memang Mario pandai berbicara.
Bilah bingung dengan pertanyaan Mario. "Kenapa nanya gitu? Bukannya emang kalian udah nanya sejak kalian pertama nemuin Selena ke Bilah?"
"Kita butuh kejujuran lo sekarang Bil."
"Kok jadi gini? Ada sesuatu terjadi?" tanya Bilah.
Kelvin mengeluarkan handphonenya dan meletakkan ke meja.
"Hanya karena orang baru Bilah gak bisa jauh dari mereka gitu aja."
"Jadi lo anggep gue orang baru yang ngerusak persahabatan lo?"
"Mungkin iya."
Deg
Rekaman? Apa Selena secerdik itu? Bilah hanya tak menyangka. Hanya sebagian rekaman? Pada kenyataanya Selena lah yang menyuruh Bilah menjauh terlebih dahulu.
"Bil, kenapa lo jadi kayak gini?" tanya Mario menatap Bilah.
Bilah mematung. Bagaimana bisa? Bilah hanya terdiam. Karena apa? Karena Bilah ingin melihat reaksi kedua sahabatnya. Apa mereka langsung percaya? Apa Selena sangat berpengaruh bagi mereka?
"Jangan diem aja Bil."
"Kalau dari awal lo gak suka kenapa lo nerima aja? Lo gak kayak gini Bil. Lo bukan Bilah yang gue kenal!"
Mario masih menatap Bilah dengan kilatan amarah. Bahkan Bilah tak mau melihat mata Mario. Mata itu, mata yang digunakan Mario untuk dendam kepada orang yang melukai Bilah. Bilah tak mau mendapat tatapan itu dari Mario. Bilah hanya menunduk.
"Selena jauhin kita karena ngalah dari lo. Lo gak ngerasa bersalah? Jangan nunduk Bil!"
Bilah masih terdiam.
Bilah mencerna.
"Semua gak bener," ucap Bilah pelan tapi tetap saja Mario dan Kelvin masih bisa mendengarnya.
"Terus ini apa? Selena jauhin kita karena keegoisan lo Bil!"
Bilah menggeleng dan menatap kaki dibawah mejanya sambil tersenyum ketir. "Bilah gak egois."
"Terus apa?"
"Asal lo tau Bil, kita sama Selena karena kasihan sama dia. Dia selalu dikekang dan kadang mendapat kekerasan kalau di bantah orangtuanya."
"Sekarang lo bilang Bil. Apa yang lo lakuin itu mencerminkan seorang sahabat?"
Bilah terdiam. Matanya memanas. Bilah tak pernah mendapat amarah seperti ini dari Mario. Kelvin hanya diam, yang Bilah tau tandanya dia marah.
"Jangan diem aja Bil! Selena gak kayak lo yang sebebas itu sama orangtuanya."
Bilah terkejut mendengarnya, kenapa mereka menyangkut pautkan ini. "Bi--Bilah gak pernah mau kok sebebas ini. Bilah juga mau dikekang Mama."
Bilah tak mengerti harus mengatakan apa. Dia sudah mengatakan bahwa itu tak benar, tapi nyatanya mereka tak percaya. Lantas, untuk apa Bilah membela diri?
"Lo keterlaluan Bil. Apa yang lo pikirin sampai ngomong gitu dan Selena jadi jauhin kita?"
Mata Bilah memanas, rasanya ingin sekali menangis. Bilah tak mau berkali-kali menangis. Hanya itu. Kelvin berdiri tanpa menyentuh makanannya. "Gue balik dulu."
Bilah menatap Kelvin dan menarik tangan Kelvin dan memeluknya. "Kelvin juga percaya? Please."
Kelvin hanya diam dan melepas pelukan Bilah. "Besok gue jemput lo ya Bil."
"Kelvin, Bilah--"
"Jangan kayak anak kecil Bil," ucap Kelvin dan Kelvin melangkah pergi.
"Tunggu!" Bilah menaikan nadanya dan menatap mereka yang membuat Kelvin terhenti.
"Kalau kalian nganggep Bilah kayak gitu silahkan. Bilah akan berubah. Asal kalian jangan marah sama Bilah ya?" ucap Bilah dengan meneteskan air mata. Mungkin ini yang terbaik untuk mengiyakan pernyataan mereka pikir Bilah.
"Bil---Bilah akan baik sama Selena, Bilah gak akan kayak anak kecil lagi, Bilah bakal buat Selena bahagia dan betah sama kita, Bilah bakal buat Selena seneng, Bilah akan jagain Selena, Bilah janji gak akan buat Selena jauh dari kalian asal kalian jangan marah sama Bilah," ucap Bilah dengan suara bergetar membuat mereka tak tega dengan Bilah.
Tapi mereka harus melakukannya karena Bilah melakukan kesalahan menurut mereka.
"Maafin Bilah. Bilah janji gak jahat lagi."
TBC