Disappeared

Disappeared
chapter 20



Happy Reading!


"Bukannya dia perempuan yang dibuang orangtuanya itu ya?"


"Itu kan yang namanya Bilah? Yang lagi viral sekarang itu kan?"


"Dia perempuan murahan yang kata anak-anak itu kan?"


"Ohh jadi itu cewek manjah, yang pernah kerja di cafe itu kan?"


"Tapi udah enggak sekarang. Udah pindah kali ke diskotik. Murahan banget."


"Liat aja fotonya, sama om om kali!"


Bilah bingung, apa yang sebenarnya terjadi. Kenapa setiap tatap mata seakan mengawasi Bilah. Yang lebih meyakinkan, diantara mereka menyebut namanya berbisik. Sayangnya, Bilah mendengar semua. Apa yang terjadi?


Setelah sampai kelas, Bilah meletakkan tas-nya disebelah Putri sambil menopang dagunya. "Put."


"Hm?" gumam Putri seraya masih membaca novel dari penulis favoritenya.


"Kenapa semua orang bicarain Bilah?" tanya Bilah.


Putri melipat kertas dihalaman yang terakhir ia baca, lalu menghembuskan nafas pelan dan menatap Bilah. "Lo yakin mau tau? Gue gak tega tunjukin ke lo Bil."


"Gapapa bilang aja. Toh semua sama aja."


Putri mengotak-atik HP-nya dan menunjukan pada Bilah sebuah grup chat angkatan yang sedang hangat membicarakan Bilah.


"Siapa dia?"


"Gak tau deh, nama-nya aja disamarin. Satu angkatan gak ada yang tau. Kayaknya lo harus berbuat sesuatu deh Bil," ucap Putri pada Bilah.


Bilah kembali memeriksa grup chat, disana seseorang dengan nama BuddyBear menyebar foto Bilah.


Foto pertama adalah Bilah bersama seorang lelaki tua yang memberi Bilah amplop yang cukup tebal. Dan BuddyBear menulis, "Teman angkatan kita begitu menjijikan bersama lelaki tua tampan yang  membayarnya." Bilah begitu terkejut membacanya. Bagaimana bisa?mereka salah. Lelaki tua tampan yang ia maksud itu papa Bilah yang memberi uang untuk Bilah secara sembunyi-sembunyi dari keluarga-nya.


ReinaAriyah : Itu Bilah bukan? Pacarnya Dirga? Sahabatnya Kelvin dan Mario.


TaraAlita : gue denger dia juga tinggal sendiri. Anak broken home dia. Ayahnya sih katanya nikah lagi.


AggaFrmn : dasar kerjaan kaum wanita. Biar itu jadi urusan dia lah.


Kerinatasiyah : Heii anak itu sungguh menjijikan. Pantas saja Kelvin, Mario dan Dirga deket sama Bilah. Taunya Bilah pinter ngegoda.


TaraAlita : Kira-kira apa tanggapan Kelvin, Mario, sama Dirga kalau lihat ini? Mereka kan gamau masuk grup ini, udah keluar kan gara gara grup ini gajelas dulu?


ReinaAriyah : widihhh bibit pelakorr tuh.


KekeAmlyh : anjir lah pelakor katanya. Pelakorr ada dimana-mana, ibu ibu harus waspada


Bilah memutuskan untuk tak lagi meneruskan membaca pembicaraan mereka. Bilah gak tau harus apa sekarang. Semua begitu heboh membahas tentangnya. Lalu siapa BuddyBear itu?


Setiap orang masuk ke kelas seakan mereka memperhatikan Bilah dengan  tatapan yang aneh. Bilah hanya menunduk meremas rok sambil sedikit memainkan handphone sebagai pelampiasannya. "Duh, Bilah risih tau Put," ujar Bilah berbisik pada Putri.


"Kalau lo gak salah, lo jangan menjauh apalagi ngerasa terinjak sama mereka," ujar Putri.


"Bil, dunia itu kejam. Kita juga gak bisa menyalahkan mereka yang menelan berita itu mentah-mentah. Udah fitrah manusia kalau liat orang gak baik bakal dicibirin meski gak tau itu bener atau salah," ujar Putri lagi.


Pelajaran telah berlalu. Yang datang saat ini adalah yang ditunggu-tunggu. Jam istirahat. Bilah melangkah penuh semangat bersama Putri. Bilah benar-benar tak peduli apa yang dibisikkan mereka semua. Jika mereka bicara buruk yang membuat kamu lemah, maka anggaplah mereka lalat. Jika mereka bicara buruk yang membuat kamu semangat, berarti kamu hebat. Ya, Bilah menempatkan posisinya sebagai orang yang lemah. Saat ini Bilah menyalahkan dirinya sendiri karena tak bisa jadi orang yang hebat.


Seseorang menarik Bilah dan membawa Bilah pada lorong sekolah. Bilah tau itu siapa, jadi ia memutuskan menyuruh Putri pergi lebih dahulu.


Bilah menatap orang itu. Tangannya gemetar jika bertemu dia, pasti Bilah berbuat salah lagi yang membuat dirinya merasa rugi.


"A--ada apa Ran?" ujar Bilah sedikit gemetar.


Rania tersenyum sinis dan menautkan jarinya pada kedua pipi Bilah. "Kenapa foto lo sama papa sampai kesebar?"


"Bilah gak tau Ran, foto itu saat pa-papa ngasih uang ke Bilah."


"Lo ceroboh Bil! Gimana kalau orang tauu itu papa gue?"


"Hancurr Bil Hancur!!!"


"Maa--maafin Bilah Ran..."


...***...


"Dirga gak malu jalan sama Bilah?" ucap Bilah sambil menggigit bibirnya.


"Ngapain malu? Berita itu gak bener kan lagian?"


Dirga mengajak Bilah ke taman. Satu tempat yang Dirga tau menjadi favorit tempat Bilah. "Ini buat Bilah, biar gak sedih lagi." Dirga mengeluarkan 1 coklat untuk Bilah.


"Jadi inget waktu dijalan dulu..."


"Iya. Waktu itu Dirga pernah masukin coklat kemulut Bilah tiba-tiba. Bilah kirain itu eek burung."


Dirga tertawa dan mengingat-ingat kembali. "Gak nyesel ya ketemu seorang Ranayah Sabilah."


"Kenapa?"


"Ranayah Sabilah. Orang yang ngajarin aku banyak hal. Apa itu sabar, keikhlasan dan kehidupan," kata Dirga membuat Bilah tertawa. "Bilah gak ngajarin Dirga kali!"


"Kata siapa?"


"Dirga, Dirga itu emang orang baik. Bilah yakin Bilah gak salah. Orang baik pasti selalu dapetin pelajaran dari setiap pertemuan."


"Aku pikir semua orang akan dianggap baik sama kamu Bil. Terlalu baik," ucap Dirga.


...***...


"Lo mau kemana Bil?" tanya Kelvin.


"Kemana ajaaa Bilahh seneng kok. Gimana kalau kerumah Bilah? Nanti malam baru kita ke pasar malam? Bilah pengen," ujar Bilah seraya memasuki mobil Kelvin. Sementara Mario membawa motor dan melaju ke apartment Bilah lebih dulu.


"Boleh boleh.."


...***...


"Mario, Kelvin, kita naikk itu aja gimana? Bilah pengen banget sih," ujar Bilah menunjuk ke bianglala yang begitu besar dan tinggi. Pasti seru melihat warna malam dari sana pikir Bilah.


Sesekali memandangi mereka yang tampak muram. "Kenapa? kalian gak suka?" tanya Bilah bingung dengan wajah yang sedih.


Mario dan Kelvin tersenyum mengejek pada Bilah. "Mukanya jangan sok sedih gitu dong!" ucap Kelvin mengelus halus rambut Bilah.


"Apasih yang gak buat lo. Ayo naik."


Mereka bertiga menaiki bianglala yang begitu besar dan ramai pengunjung. Namun mereka hanya diam, seperti memikirkan hal pribadi masing-masing.


Bilah yang merasa aneh-pun menepuk mereka berdua. "Kalian kenapa? Kok murung gitu daritadi?"


"Enggak Bil."


Bilah tersenyum menatap langit hitam disana. "Bilah itu kayak bintang yah."


"Cantik dong? PD banget elah lo Bil!" gerutuk Mario yang mengejek Bilah saat ini.


"Ih bukan gitu! Bilah itu kayak bintang, kalian kayak bulan. Bilah gak  bakal bercahaya tanpa kalian," gumam Bilah sambil tersenyum menatap langit dengan jalannya bianglala membuatnya merasa angin dingin begitu menusuk kulitnya.


"Kata siapa?" sahut Kelvin.


"Lo itu kayak Matahari. Matahari bakal bercahaya terus tanpa bulan."


Bilah menggeleng dan menatap mereka. "Pada kenyataanya emang gitu. Bilah jadi ketergantungan sama kalian," ujar Bilah.


"Tapi kalian nyantai aja, Bilah cuman butuh disamping kalian. Tapi Bilah gak akan egois sama hidup kalian."


Bilah lagi-lagi menepuk kedua sahabatnya menunjuk kearah bawah. "Lihat tuh dibawah! Rame banget! Enak ya ternyata naik bianglala."


"Lo suka?" tanya Mario dan Bilah menganggukan kepala dengan bibiryang terangkat.


"Oh ya Bil! Besok lo mau ke promnight sama siapa?" tanya Kelvin.


"Kata Dirga, besok Dirga jemput Bilah," ujar Bilah seraya memakan permen kapasnya.


Setelah mereka keliling pasar malam mengantarkan Bilah ke tempat yang ia sukai. Ya, memang dulu mereka pernah menjanjikan Bilah ke pasar malam.


"Ini bakal jadi tempat favorite Bilah sama kalian," ucap Bilah dengan wajah yang sangat senang.


Tiba-tiba saja hp Mario berbunyi. Suara berdering menandakan telfon masuk. Dilayar nampak nama seseorang muncul dari layar handphone-nya yang membuat ia menyerngit bingung 'ada apa'.


Selena?


"Halo Sel kenapa?"


"........."


"I--iya aku bakal kesana sekarang!"


Bilah dan Kelvin menyerngit bingung.  "Siapa Yo?" tanya Bilah.


"Selena."


"Kenapa dia?" tanya Kelvin yang terdengar begitu khawatir mendengar nama Selena.


Bilah juga ikutan panik. Apa terjadi sesuatu dengan Selena? Kenapa Mario begitu terlihat khawatir saat mengangkat telfon?


"Katanya dia lagi kabur dari rumah. Tengkar sama mama-nya katanya. Sekarang dia ditaman."


"Kita samperin Selena sekarang ya," ujar Bilah yang begitu panik karena Bilah tau akan terasa menyedihkan ketika bertengkar dengan mama-nya. Bilah memang tidak bertengkar, hanya saja itu terasa jauhh. Mereka langsung keluar dari pasar malam dan menghampiri Selena.


Dari belakang nampak seorang perempuan yang menangis dengan baju coklat ia kenakan. Mereka yakin itu Selena. "Selena gapapa?" tanya Bilah menghampiri Selena.


Selena yang melihat mereka datang langsung menghambur dalam pelukan untuk menenangkan dirinya.  Dalam pelukan Mario. "Gu--gue harus gimanaa? hiks..hiks.."


Selena melepas pelukan itu dan menunduk sambil tersedu. Kelvin memegang pundak Selena. "Lo kenapa? Coba cerita sama kita."


"Bi--bisa kita bicara cu--cuman bertiga aja?" perkataan Selena membuat Mario dan Kelvin kaget dan langsung menengok Bilah. Bilah yang ikut terkaget langsung menetralkan wajahnya dan tersenyum paksa. "Gak--gakpapa kok."


"Yaudah Bilah pulang dulu ya. Selena yang sabar ya," ujar Bilah langsung lari pelan keluar dari taman untuk mencari ojek. Bilah menghentikan langkahnya sejenak, ia mencuri untuk menengok belakang. Bilah tersenyum memandang Kelvin dan Mario menenangkan Selena dengan berbagai cara. Yang satu memeluknya, yang satu lagi mengeluarkan candaanya dengan lelucon yang menurut Bilah garing itu.


Yah, dalam hal ini jika diakui Bilah rasa memang sedikit cemburu. Namun Bilah merasa ia tak boleh egois dengan sahabatnya, apalagi merasa iri. Karena Selena juga bagian dari mereka sekarang. Selena juga sahabat Bilah, pikir Bilah.


Bilah melangkahkan kakinya ke apartment lelah. Ia merebahkan badannya ke tempat tidur miliknya. Kepalanya begitu pusing ia rasa. Bilah membuka laci dan mengambil obat untuk meredahkannya. Bilah rasa ia hanya butuh istirahat sekarang ini.


Suara telfon berdering dari HP Bilah. Bilah tersenyum melihat siapa yang menelponnya.


"Dirga?"


T


BC


Jangan lupa vote and comment. Komen curhatan juga gapapa :v