Different One

Different One
Eps. 18 Kasus Betsy Selesai



“Aku bisa melaporkan ini.” Betsy mengulas senyum tipis di ujung bibirnya setelah selesai melihat tayangan video tersebut.


Betsy kemudian melakukan aksinya setelah menghubungi kliennya, Claire Mont. Dia memberitahukan pada kliennya tersebut jika dia menemukan bukti kuat yang bisa membuatnya memenangkan persidangan juga tuntutan di meja hijau nanti.


“Satu jam selesai. Aku harus berangkat ke pengadilan.” Betsy memutar bola matanya setelah melirik jam yang tergantung di dinding.


Ia pergi membawa berkas dan juga bukti video yang barusan didapatkannya dari Jorell.


***


Di ruangan persidangan, hadir Tuan Claire Mont dengan pengacaranya. Juga hadir Tuan Fox dengan pengacaranya.


Sidang sudah dimulai 40 menit yang lalu. Perdebatan di antara dua kubu juga sudah terjadi.


“Tuan Claire, dalam kasus ini Anda dinyatakan bersalah karena melakukan tindakan pencucian uang dengan bukti catatan transaksi keuangan palsu,” ujar hakim membacakan tuduhan.


Betsy, selaku pengacara Tuan Claire segera berdiri dan mengambil alih kesaksian kliennya.


“Keberatan hakim. Tuan Claire Mont tidak melakukan tindak kecurangan tersebut. Tuduhan itu adalah tuduhan palsu,” sanggah Betsy cepat.


Dia lalu mengeluarkan dokumen pelengkap, juga berkas rekening koran yang didapatnya dari Credit Suisse serta membandingkannya dengan laporan transaksi keuangan palsu yang di tuduhkan.


“Hakim, dari laporan transaksi yang ada berbeda dengan laporan dari rekening koran asli. Ada perbedaan yang sangat signifikan. Di sini ada seseorang yang dengan sengaja mengubah nilainya dan membuatnya seperti pencucian uang,” papar Betsy panjang lebar.


Betsy menyerahkan laporan tersebut pada hakim. Selama beberapa menit suasana tampak hening dan menegangkan kembali.


“Menimbang laporan yang diberikan oleh Pengacara Betsy, Tuan Claire Mont dinyatakan bebas dari tuntutan pembuatan laporan keuangan palsu.” Hakim membacakan putusan setelah melakukan penilaian.


“Keberatan Hakim. Tuan Claire pasti membuat laporan palsu lagi untuk mengoreksi laporan sebelumnya itu dengan menggunakan jasa akuntan terkenal.” Pengacara dari pihak Tuan Fox melakukan protes dan kembali melempar tuduhan pada rival kliennya.


Betsy yang mendengar itu, segera berdiri setelah melirik Tuan Fox yang yang terlihat tenang dengan seutas senyum mengembang di ujung bibir.


“Keberatan Hakim. Tuan Claire sama sekali tidak melakukan tidak pemlasuan seperti yang dituduhkan. Bahkan dari pihak Tuan Fox yang sebenarnya melakukan tindakan kecurangan, juga melakukan suap pada petugas dalam Credit Suisse.” Betsy yang sudah tidak tahan lagi akhirnya mengungkap kebusukan Tuan Fox.


“Apakah ada dasarnya atau buktinya, Anda melempar tuduhan seperti itu, Pengacara Betsy?” Hakim kembali melemparkan pertanyaan.


Pihak Tuan Fox nampak mengangkat sepasang alis gelapnya, saat melihat Betsy menyerahkan sebuah flash disk pada hakim.


Bahkan pengacara Tuan Fox pun memandang Betsy seperti mencemooh karena mengira apa yang diserahkan oleh rivalnya itu hanyalah bukti sampah tak berguna.


“Mohon waktu sebentar untuk memeriksa isi dari flash disk ini.” Hakim menerima diska tersebut. Setelahnya, ia segera memeriksa isinya.


Tak hanya melihatnya sendiri tapi juga memperlihatkannya pada semua yang hadir dalam acara persidangan kali ini.


“Lihat, apa itu?” ujar seorang pria yang ikut dalam acara persidangan kali ini.


Dari layar terlihat jelas Tuan Fox mengadakan pertemuan dengan petugas dari Credit Suisse beberapa kali. Dari sana juga terlihat jika Tuan Fox memberikan sejumlah uang sogokan untuk memanipulatif laporan.


“Bukankah aku sudah meminta bawahanku untuk menghapus catatan rekaman tersebut. Tapi kenapa masih ada?” lirih Tuan Fox tersentak kaget sekaligus geram.


Sungguh, dia tak menyangka saja rekaman CCTV itu bisa bocor dan jatuh ke tangan rivalnya.


Bagaimana bisa pengacara itu mendapatkan bukti tersebut? batin Tuan Fox. Seingatnya Berapa bawahannya melaporkan beberapa waktu lalu jika rekaman itu sudah terhapus total. Bahkan dari pihaknya tidak menyimpan rekaman induknya, untuk menghindari bocornya rekaman tersebut.


“Tuan Fox, Anda melakukan tindakan kecurangan pemalsuan juga penyuapan, plus melakukan tindakan pencucian uang. Anda dijerat hukum perdata pasal 216 dengan hukuman kurungan penjara selama tiga tahun dan denda satu juta dolar.” Hakim memberikan putusan dan mengetuk palu tiga kali sebagai tanda sahnya putusan hukum yang dibuat.


Pria itu nampak puas sekali dengan kinerja pengacara yang di sewanya kali ini.


“Aku bebas dari tuntutan, kerja bagus Pengacara Betsy.”


***


“Betsy, kau sudah pulang?” tanya Darcy yang ada di teras.


Pria itu juga baru masuk ke rumah setelah kembali dari restoran. Setelah memeriksa semua pekerjanya melakukan tugas mereka dengan baik, Darcy memilih untuk pulang dan beristirahat sebentar sebelum nanti kembali lagi ke restoran miliknya.


“Sayang, hari ini tugasku di kantor selesai dengan baik,” ujar Betsy menghampiri Darcy sembari melingkarkan tangannya pada salah satu lengan kekar Darcy dengan senyum di sudut bibirnya.


“Aku percaya itu. Kau bisa melakukannya. Kau memang bisa diandalkan, seperti biasanya.”


“Sebenarnya aku tidak melakukannya sendirian. Ada seseorang yang datang tepat waktu membantuku.” Betsy menarik Darcy masuk ke rumah.


Baginya bicara di luar rumah itu tidak aman, juga tidak nyaman. Sebagai seorang pengacara dia harus menjaga tutur katanya meskipun itu ada di rumah. Dikhawatirkan ada beberapa pihak di luar sana yang mengirim mata-mata untuk mengintainya atau sejenisnya.


“Siapa yang datang membantumu?” tanya Darcy penasaran.


“Jorell.”


Darcy sampai membanting pantatnya keras ke sofa begitu mendengar nama anak itu disebut.


“Apa yang dia lakukan untukmu?”


“Kau pasti tidak mengira ini. Tepat di saat aku akan berangkat tadi, Jorell menyerahkan flash disk padaku. Dia bilang itu titipan dari seseorang untukku. Aku sungguh tak menyangka setelah melihat isinya, ternyata rekaman CCTV tentang perilaku kecurangan rival klienku,” ungkap Betsy panjang lebar.


Darcy hanya diam saja mendengarkan cerita dari istrinya itu. Dia sendiri tidak tahu Bagaimana Jorell bisa membantu Betsy?


“Di mana Jorell dan Aroon sekarang?” tanya Betsy, tak mendengar suara lain di rumah selain suara mereka berdua.


“Kau pulang terlalu awal. Mereka berdua belum pulang.”


***


Jorell berada di kelas saat ini. Dia sedang memperhatikan papan tulis dengan fokus. Bahkan dia membuat catatan sendiri, sebuah catatan kecil yang merupakan tulisan tangannya sendiri dan berisi banyak pertanyaan di sana.


“Mr. Lawrence, aku ingin bertanya.” Tiba-tiba saja Jorell mengangkat tangan kanan ke udara.


“Apa yang di lakukan si bodoh itu? Kenapa dia mengangkat tangannya? Tumben sekali. Ini tak biasa. Dia biasanya selalu tidur saat guru menerangkan materi,” ujar seorang siswa laki-laki dari bangku sebelah.


“Entahlah. Kita lihat saja.”


Beberapa pasang mata lain pun ikut mengamati Jorell.


“Ya, Jorell apa ada yang mau kau tanyakan padaku?” ujar Guru dari depan kelas.


“Mr. Paul, aku ingin mengajukan pertanyaan.” Jorell kemudian menyebutkan tujuh pertanyaan yang ditulisnya pada catatan kecilnya.


Tak hanya Xavier, teman dekatnya yang terkejut dengan pertanyaan Jorell, tapi juga teman sekelas mereka.


“Untuk jawaban dari pertanyaan mu itu, Bapak akan periksa lagi.”