Different One

Different One
Eps. 12 Mengetes Mesin Waktu



“Olahraga? Hari apa ini?” tanya Jorell memastikan.


“Kau tidak amnesia bukan, Kak? Sekarang hari Kamis, 5 Juli 2032.” Aroon merasa aneh saja kakaknya bertanya demikian.


Jorell mengulas senyum kecil di ujung bibirnya. Mesin waktunya berarti sesuai dengan harapannya. Ia tak menyangka akan berhasil menciptakan mesin waktu seperti ini. Hari Kamis berarti tepat seperti waktu yang dia tulis pada jam tangannya. Dia sebelumnya berada di tanggal 7 Juli 2032, hari Sabtu. Dan pada hari Kamis, memang di sekolahnya ada jadwal olahraga.


“Kakak, kenapa tak segera bersiap?” tanya Aroon lagi, melihat kakaknya yang masih berdiri di depan pintu dengan santai.


“Ya, aku akan bersiap sekarang.” Setelah kepergian Aroon, Jorell masuk kembali ke kamarnya.


Sekali lagi dia memutar waktunya. Kali ini dia mengembalikan waktu, ke waktu semula.


Tak! Setelah Jorell mengetikkan tanggal sekarang. Jarum jam tangannya itu berputar dengan cepat hingga berhenti pada waktu yang dia ketikkan tadi.


Jorell memutar sepasang bola matanya untuk menatap sekitar. Ruangan itu saat ini kembali berantakan seperti sebelumnya.


“Apakah aku sudah kembali?” Jorell masih tak yakin, meskipun sudah melihat kondisi kamar kembali seperti semula.


Dia lalu menuju ke meja, setelahnya dia melihat waktu pada laptop yang masih menyala di mejanya. Dan waktu di sana menunjukkan jika sekarang ini adalah tanggal 7 Juli 2032.


Jorell memutar matanya dan beralih menatap jam yang tergantung di dinding yang menunjukkan pukul 02.00 dini hari.


“Aku akan bereskan tempat ini dulu.” Jorell segera merapikan semua piranti dan komponen yang dia pakai untuk merakit mesin waktu.


Setelah selesai merapikan ruangannya dan tampak bersih, Jorell kembali ke peraduannya. Bagaimanapun juga dia harus beristirahat dan nanti dia juga harus pergi ke sekolah, tentu saja tidak boleh terlambat.


“Ayah, aku akan mencari dan menemukan siapa sebenarnya orang tuaku.” Jorell menarik selimutnya, lalu memejamkan sepasang bola matanya yang lelah, lelah sudah berusaha keras merakit mesin waktu, kemudian merakitnya pada jam tangan yang dibutuhkan ketekunan dan ketelitian yang cukup tinggi dengan matanya. Karena komponen yang harus disusunnya berukuran kecil.


***


Di kelas, Jorell nampak semangat hari ini.


“Kau sedikit berbeda dari hari sebelumnya. Apakah kau menemukan sesuatu?” selidik Xavier, menatap muka Jorell.


Temannya itu selalu saja bisa menebaknya dengan tepat. Entah kenapa, Jorell sendiri juga tidak tahu itu.


“Apa kau ini sebenarnya mau memata-mataiku dari belakang?” canda Jorell.


“Sudahlah, buat apa aku memata-matai dirimu. Tak ada yang spesial darimu,” ungkap Xavier jujur, namun hal itu tak membuat Jorell marah. “Apa kau menemukan dua nama yang kau cari itu?” tebaknya.


Jorell menggelengkan kepala. Membuat Xavier semakin penasaran saja.


“Aku akan tunjukkan itu padamu sekarang. Perhatikan baik-baik.” Jorell menjelaskan. “Sekarang lihat ke depan. Kau perhatikan sekarang siapa yang mengajar kita.”


“Mr. Sam, sedang memberikan materi kimia dasar.”


“Perhatikan tanggal berapa sekarang? Lalu ingat tanggal yang kau sebutkan,” ujar Jorell lagi.


“7 Juli 2032.”


“Tulis itu di tanganmu.” Jorell sengaja meminta temannya itu menulis di tangan daripada menulis di buku tanggal hari ini karena dia tidak yakin jika menulis di buku tulisan itu akan tetap ada atau mungkin hilang dengan waktu yang berubah.


Jorell kemudian beralih menatap jam yang melingkar di tangan kanannya. Ia memutar waktu mundur dengan mengetikkan tanggal 4 Juli 2032.


Xavier beralih menatap Jorell. Betapa terkejutnya dia melihat seragam yang kini dikenakan oleh temannya itu.


“Jorell, kenapa kau tiba-tiba berubah memakai seragam khas hari Rabu?” Seragam yang dipakai Jorell kali ini berubah menjadi seragam khas berwarna hijau tosca kotak-kotak, seragam yang biasa mereka pakai di hari Rabu dan Kamis. Padahal sebelumnya mereka memakai baju putih biru.


Tak hanya itu saja yang berubah. Xavier beralih menatap ke depan, dan guru yang menerangkan di kelas kali ini adalah Mrs. Bella, guru sastra. Padahal dia ingat dengan jelas, tadi Mr. Sam yang mengajar.


Xavier yang bingung, menatap tangannya. Di sana ada tanggal yang dia tulis. “Apakah aku sekarang berada di tanggal 4 Juli 2032?” Jorell hanya mengulas senyum tipis di ujung bibirnya.


“Jorell, kau ...” Jorell segera membungkam bibir Xavier agar tidak bersuara keras.


“Pelankan suaramu.” Jorell lalu mengembalikan ke waktu sekarang.


Setelah ia memutar waktu pada jam tangannya, waktu kembali ke waktu saat ini.


“Jorell, kau gila. Kau ternyata hebat. Padahal setiap hari kau tidur di kelas dan nilaimu pun bahkan masih lebih baik dengan nilaiku jika dibandingkan.”


Jorell tak merespon hinaan atau pujian dari Xavier itu. Tentu saja nilai Jorell jelek bukan karena dia tidak bisa mengerjakannya, tapi karena dia memang malas mengerjakannya selama ini. Sedangkan orang, hanya mengetahui cangkang luarnya saja.


***


Jorell sudah ada di rumah, tepatnya di kamar. Sedari tadi dia sudah mencoba berulang kali melakukan perjalanan waktu ke masa lalu dengan mesin waktunya.


“Lalu apa aku bisa mencoba ke masa depan?” celetuknya dengan sorot mata berkilat-kilat.


Jorell kemudian mengetikkan tanggal di jam tangannya, 10 Juli 2032. Setelanya jarum jam berputar cepat hingga akhirnya berhenti.


“Bagaimana aku bisa melihat ada di waktu kapan sekarang ini?”


Jorell memutar sepasang bola matanya dan menyapu ke sekitar. Didapatinya ruangan kamarnya masih sama seperti sebelumnya, tak ada yang berubah. Seharusnya jika memang dia pergi ke masa depan, maka tata letak kamarnya pasti ada yang berubah, meski hanya sedikit saja.


Ia kemudian menuju ke meja, di sana laptopnya masih menyala. Dia pun menatap bagian bawah laptop pada sudut kanan, untuk melihat waktu sekarang.


“Kenapa tanggalnya tidak berubah?” Jorell melihat tanggal di sana saat ini masih tanggal 7 Juli 2032. “Apa mungkin mesin waktu ini tak berfungsi?” pikir Jorell.


Ia lalu mencoba memundurkan waktu kembali. Dia mengetiklan waktu lima hari yang lalu dan masih duduk di depan monitor laptopnya.


Setelah detik jam berjalan mundur dan akhirnya berhenti, dengan tak sabar Jorell memeriksa monitor di depannya yang masih menyala, yang menunjukkan jika sekarang adalah tanggal 5 Juli 2032.


“Jam ini bisa memutar mundur waktu, tapi tidak bisa memutar waktu ke masa depan. Mungkin rumus yang kupakai masih belum sempurna dan aku perlu menyempurnakannya lagi agar bisa pergi ke masa depan. Tapi menurutku itu tak penting sekarang. Yang terpenting adalah aku bisa pergi ke masa lalu terlebih dulu.” Jorell akhirnya menemukan jika mesin waktunya belum sempurna.


Dia mengembalikan waktu ke waktu sekarang.


“Aku akan mulai melakukan pencarian.”


***


Halo akak semua ...


Sudah ga Sabar ingin lihat Jorell menangani kasus belum ya?jika belum maka akan ada beberapa eps tambahan sebelum sampai ke sana.


Dukung terus dengan komen dan vote ya. Meski itu komen pendek atau koreksi. Terima kasih.