Different One

Different One
Eps. 16 Betsy Menemui Tuan Fox



Betsy tiba di kantor tempat dia bekerja. Firma Hukum Ever Since. Di firma itu ada banyak pengacara lainnya, selain dirinya yang bekerja di sana. Jika dihitung, total ada sepuluh pengacara yang bekerja di Ever Since.


“Betsy, kau sudah datang?” sapa pengacara wanita lainnya, saat dia masuk ke kantor.


“Ya, aku ada janji temu dengan Tuan Claire satu jam dari sekarang. Maka dari itu aku butuh waktu untuk melakukan investigasi menyeluruh sebelum sidang keputusan.”


“Laporan keuangan palsu milik Tuan Claire yang kau sebut?”


“Benar. Aku akan mempelajari lagi berkas kasusnya sekarang.”


Betsy kemudian duduk. Di depannya terdapat banyak nakas dengan urutan seri nomor di sana. Ia berjongkok dan membuka nakas nomor 09. Ada setumpuk dokumen di sana yang dia keluarkan.


“Semoga saja aku tak melewatkan sesuatu.” Betsy membawa satu kerdus berisi penuh berkas itu ke meja.


Ia lalu mulai membaca ulang satu per satu berkas yang ada di sana. Lima belas menit berikutnya, dia mengangkat telepon yang ada di meja dan menghubungi seseorang.


“Apa benar ini dengan Credit Suisse?” ucap Betsy ditelepon setelah telepon tersambung.


Credit Suisse adalah bank tempat Tuan Claire, kliennya menyimpan uang dalam jumlah besar dan sering melakukan transaksi.


“Ya, benar, Nyonya. Apa ada yang bisa dibantu?” jawab petugas bank ditelepon.


“Aku Betsy dari Firma Hukum Ever since, sedang menangani kasus Tuan Claire Mont. Tolong kirimkan padaku rekening koran Tuan Claire pada satu bulan terakhir.”


Untuk mempermudah proses pengiriman, Betsy lalu mengirimkan alamat email pada petugas bank. Agar dia bisa dengan cepat memeriksanya.


“Baik, Nyonya. Kami minta waktu dan berkas akan segera kami kirimkan.”


Petugas bank bersedia memberikan rekening koran salah satu nasabahnya pada Firma Hukum, karena terikat sebuah aturan dengan semua Firma Hukum di sana. Jika saja yang meminta orang lain dan bukan dari firma hukum mereka tak akan mau memberikannya selain pada pemilik asli rekening.


Jorell berdiri di samping Betsy. Dia melihat, juga mendengar semua yang dilakukan ataupun diucapkan Betsy.


“Rekening koran dari Credit Suisse?” Jorell mengangkat sepasang alis cokelatnya.


Dia sendiri tidak sabar menunggu laporan rekening koran itu masuk ke surel ibunya.


***


“Ini dia rekening korannya,” celetuk Betsy saat memeriksa e-mail masuknya yang ke sepuluh kalinya.


Langsung saja ia memeriksa rekening koran tersebut kemudian membandingkan dengan berkas transaksi yang diserahkan oleh Claire mont.


Betsy mengamati dengan teliti dan seksama. Karena itu tanya akan menentukan hasil klien tapi juga dirinya.


Jorell berpindah posisi dan sekarang ada di belakang Betsy, dia ikut membaca rekening koran dan berkas transaksi tersebut.


Dari berkas transaksi yang masuk, juga rekening koran yang masuk datanya sama. Itu berarti klien ibu tidak bohong. Jadi pasti ada masalah diluar kliennya.


“Tuan Claire tidak melakukan penipuan, bisa jadi itu Tuan Fox yang melakukan hal tersebut untuk menjatuhkan lawan.”


Betsy kemudian langsung saja berdiri dari tempat duduknya. Dia menuju ke tempat di mana Tuan Fox berada.


Sebelum Betsy masuk ke mobil lebih dulu, Jorell masuk ke mobil itu lebih dulu.


“Ini dia tempat kerja Tuan Fox.” Setelah berapa menit kemudian mobil berhenti depan sebuah perusahaan.


Betsy turun, dan langsung menuju ke petugas resepsionis.


“Permisi, aku Nyonya Betsy ingin bertemu dengan Tuan Fox.” Sengaja, dia memberitahukan jika dia berasal dari firma Hukum.


“Apakah Anda sudah ada janji sebelumnya dengan Tuan Fox?”


“Bisakah buatkan janji bertemu dengannya sekarang saja?” desak Betsy. Dia harus menemukan kejelasan dari ini juga.


***


“Nyonya, silahkan Anda duduk dan menunggu di ruang tamu. Tolong ikuti saya,” ungkap seorang petugas resepsionis setelah menerima persetujuan.


Ia bahkan menunjukkan ruang tamu mana Betsy harus menunggu.


“Terima kasih.” Betsy dalam hati merasa senang bisa bertemu dengan Tuan Fox. Ia berharap, pria itu mau bicara dengannya nanti.


Tak sampai lima menit menunggu, seorang pria berambut sedikit putih di bagian ujung kepala masuk ke ruang tamu, tempat Betsy menunggu.


Awalnya pria itu maulah senyum tipis tatkala memasuki ruangan tapi sepasang alis gelapnya terpaut ketika menatap Betsy.


“Nyonya, Anda dari Firma Hukum?”


Langsung saja Tuan Fox berdiri setelah beberapa detik duduk. Pria itu hafal dengan wajah para pengacara dari Firma Hukum Ever Since, meski tidak menghafal namanya.


“Tuan, Tolong berikan aku waktu sebentar saja untuk bicara denganmu. Aku hanya ingin mengklasifikasi saja masalah transaksi keuangan palsu Tuan Claire,” bujuk Betsy.


“Maaf, kurasa tak ada yang perlu kubahas dengan pengacara dari Ever Since. Silahkan pergi dari sini.” Pria itu malah mengusir dengan halus, sembari membuka tangannya menunjuk ke arah pintu.


“Tapi, Tuan.” Betsy menolak dan bersikeras tetap berada di ruang tamu.


Namun dua pria masuk dan membawanya keluar dengan paksa.


Astaga! Bagaimana ini, susah sekali bicara dengan Tuan Fox.


Betsy hanya bisa menatap enam orang pria body guard yang kini datang di belakang Tuan Fox. Dan tidak mungkin baginya menerobos orang diri atau dia akan Kehilangan tanya pekerjaannya tapi juga nyawanya.


Terpaksa Betsy masuk kembali ke mobil dan kembali ke Firma.


Namun Jorell tak masuk ke mobil Betsy, ia masih ada di sana dan berdiri di samping Tuan Fox.


“Aku harus menyelidiki pria ini. Pria ini pasti membuat masalah dengan ibuku. Dan Mungkin saja dia yang memasukkan laporan transaksi Tuan Claire.”


Jorell mengetahui nama klien ibunya tersebut setelah mengikuti Betsy dan mengintip berkasnya tadi.


Sengaja dia tinggal di sana sebentar mungkin dia akan menemukan petunjuk penting untuk ibunya.


“Jangan sampai ada yang tahu jika aku berhubungan dengan salah satu petugas Credit Suisse. Hapus semua bukti-bukti pertemuanku dengan Tuan Oswald,” titah Tuan Fox pada bawahannya yang ada di sana.


“Baik, Tuan.”


Sepasang manik mata Jorell menyipit saat itu juga, mendengar apa yang diucapkan oleh Tuan Fox.


“Pria ini mungkin memang mpungai sikap yang sama dengan namanya, licik seperti karakter serigala selama ini. Siapa itu Tuan Oswald, aku tidak tahu tapi aku yakin, pasti pertemuan mereka berdua sangat penting dan rahasia. Dan aku harus mengamankan bukti tersebut sebelum hilang.”


Setelah Tuan Fox pergi dan mengingatkan kembali pada semua staf yang ada di sana, untuk melarang mempertemukan dirinya dengan pengacara dari firma Hukum mana saja, pria berjas hitam tadi bergerak dengan cepat menuju ke sebuah ruangan.


“Aku akan mengikuti mereka.”


Jorell bahkan sampai berlari agar tidak ketinggalan dari mereka. Hingga mereka tiba di sebuah ruangan. Di sana merupakan pusat CCTV perusahaan berada.


“Sial! Aku sudah kalah start dari mereka. Data sudah mereka hapus semua. Bagaimana aku bisa menolong ibu?”


***


Dear pembaca semua...


Terima kasih atas dukungan serta comment. Terima kasih buat kak aru yg sudah berikan gift tonton iklan dan kk navy, perahu kertas, dan lainnya...