Different One

Different One
Eps. 17 Menyerahkan Diska pada Betsy



Jorell tak berdaya melihat enam orang yang ada di ruang pengendali CCTV itu sudah membereskan semuanya dengan cepat.


“Sebenarnya mereka ini siapa? Tak ada satu menit mereka berhasil menghapus semua rekaman penting tanpa melihat terlebih dulu di jam mana mereka harus menghapusnya.”


Jorell mengamati jika mereka semua adalah para staf profesional bukan bawahan kaleng-kaleng.


“Apa yang harus kulakukan untuk menghadapi mereka?” pikirnya. Dia harus membawakan bukti itu dan menyerahkannya pada ibunya.


Dia adalah tipikal yang mengerjakan sesuatu tidak setengah-setengah dan akan meraih apa yang sudah dia targetkan, bagaimanapun caranya serta usaha apapun yang harus ditempuhnya untuk mewujudkan hal itu.


Di antara rasa cemas juga rasa bimbang, belum mendapatkan ide, Jorell melirik pada jam yang melingkar di pergelangan tangan kanannya. Jam itu belum berdetak kembali.


“Kenapa aku tidak terpikirkan itu? Ya, kenapa aku tidak mencoba memutar waktu kembali?!” pekik Jorell, seperti menemukan ide dadakan setelah melihat jam tangannya.


Jorell kemudian memutar kembali jarum jam tepat sebelum jarum itu akan berdetak kembali.


Jarum jam kembali berputar mundur, namun hanya berdetak beberapa kali dan tidak sampai melewati angka 12.


“Apakah waktu sudah berputar mundur kembali?”


Jorell menatap ke sekitar. Dia saat ini kembali berdiri di samping Tuan Fox. Di depannya ada Betsy yang menatap pria itu dengan tatapan nanar.


“Jadi, aku harus cepat sekarang. Mungkin beberapa menit lagi enam orang ini akan masuk ke ruangan tadi,” pekik Jorell.


Dia sudah tahu apa yang akan terjadi setelahnya, maka dia pun langsung bergegas ke ruangan pengendali CCTV berada yang masih dia ingat dengan jelas letaknya di mana tadi.


“Aku sudah tiba di ruangan ini. Tapi apa kode sandinya?” Jorell terhenti di depan pintu.


Ada kode sandi yang harus dia masukkan jika dia ingin masuk ke ruangan tersebut. Jorell termenung dan mencoba memikirkan pola apa kode yang harus ia masukkan.


Dia bisa mengingat seorang pria yang pertama kali membuka pintu. Tadi di waktu sebelumnya, dia berdiri tepat di belakang pria itu. Dia lalu mencoba mengingat gerakan yang dilakukan oleh pria tersebut dengan menutup kelopak matanya.


“Apakah pola ini yang digunakan oleh pria tadi?”


Jorell menggambar pola pada mesin kode di depan pintu. Dia mencoba menirukan gerakan tangan yang diingatnya tadi, meski tidak mengetahui seperti apa polanya. Dan ternyata pola yang dibuatnya adalah pola hexagon.


Terdengar suara pintu terbuka setelahnya. “Aku berhasil membuka pintu ini.”


Setelah masuk ke dalam ruangan itu, Jorell mengeluarkan flash disk yang dibawa. Sebelumya, dia memang sudah menyiapkan itu karena memang berniat untuk mencari data dan ternyata flashdisk yang dibawanya berguna juga.


Jorell tak bisa memilah-milah mana yang harus dia copy. Mengingat waktunya singkat sekali dan sebentar lagi enam orang itu akan masuk ke ruangan tersebut maka dia meng-copy semua data yang ada.


“Beruntung, aku sudah selesai.” Tepat di saat Jorell sudah selesai mengambil data, enam orang tadi masuk dan membuka pintu ruangan kembali.


Sama seperti kejadian yang sudah terjadi sebelumnya, enam orang itu berhasil menghapus data dalam waktu kurang dari satu menit.


Namun Jorell hanya mengulas senyum tipis karena dia sudah berhasil mengambil data tersebut sebelum dihapus.


Terlebih, jam yang melingkar di pergelangan tangan kanannya tiba-tiba berdetak lagi. Background ruangan saat ini kemudian berubah dan kembali menjadi background di rumah.


“Apakah aku sudah kembali?”


Jorel memutar sepasang bola matanya. Benar, dia sudah ada di kamarnya. Bahkan di meja sana, laptopnya masih menyala.


“Saatnya melihat rekaman CCTV ini.” Untuk sesaat, dia lupa dengan tujuan utamanya mencari siapa ayah kandungnya dan teralihkan perhatiannya pada kasus ibunya.


Tayangan CCTV pun mulai berputar. Terlihat Tuan Oswald datang menemui Tuan Fox di sebuah ruangan. Di sana, mereka melakukan transaksi setelah menyerahkan lembaran dokumen yang diduga adalah perjanjian.


“Astaga! Pria itu memberikan uang sogokan pada Tuan Oswald,” pekik Jorell melihat dari tayangan CCTV.


Tuan Fox memberikan amplop coklat berisikan uang tebal pada Tuan Oswald. Bahkan mereka berdua terlihat mengulas senyum bersamaan setelahnya.


“Jadi, Tuan Oswald ini merupakan orang dalam dari Credit Suisse?” Jorell tersentak kaget.


Terlihat ada simbol logo Credit Suisse pada kerah baju Tuan Oswald, juga pada map yang dia bawa saat ini.


“Mereka berdua sama-sama licik.”


Jorell kembali menatap layar monitor dan memperhatikan tayangan CCTV itu sampai selesai.


“Ternyata pria itu tak hanya sekali atau dua kali saja bertemu dengan Tuan Fox, tapi jika di hitung total ada tujuh kali mereka bertemu. Dan itu pasti pertemuan rahasia untuk membicarakan hal tersebut. Kurasa ini saja sudah cukup untuk membantu ibu.”


***


“Kakak, ayo kita berangkat ke sekolah.” Aroon memanggil dari depan rumah karena kakaknya itu belum keluar juga sejak tadi.


“Aroon, kau duluan saja. Aku masih ada barang yang ketinggalan. Dan sepertinya itu banyak.”


Aroon pun kemudian berangkat duluan dan meninggalkan kakaknya pergi.


Di dalam sana, Jorell sengaja berangkat sembari menunggu Betsy. Ia berdiri di dekat pintu sembari memasang tali sepatu yang berulang kali dia lepas dan ikat kembali sampai ibunya keluar.


“Jorell, kau belum berangkat?” tanya Betsy, kemudian berhenti sebentar di dekat Jorell.


“Aku menunggu Ibu.”


“Menungguku? Ada apa, Sayang?” Betsy mengangkat sepasang alis gelapnya ke atas sembari mengusap rambut Jorell.


“Ini, Ibu.” Jorell menyerahkan flash disk miliknya. “Tadi, ada seseorang di luar sana yang menitipkan ini untuk Ibu.”


Betsy segera berlari keluar untuk mencari orang yang disebut Jorell, namun dia tak menemukan siapapun di sana.


Saat ia kembali lagi untuk bertanya, Jorell sudah tak ada di rumah.


“Oh, sudahlah. Mungkin ini sesuatu yang penting untukku.” Di antara rasa penasaran juga rasa cemasnya, Betsy menyimpan flash disk tersebut Lalu segera melajukan mobil menuju ke tempatnya bekerja.


***


Betsy sudah ada di kantor dan duduk di kursinya. Dia yang penasaran dengan isi flash disk tersebut segera mengeluarkan dari dalam tasnya dan memeriksanya.


“Tayangan apa ini?” pekik Betsy saat melihat tayangan CCTV yang sedang diputarnya.


Nampak Tuan Fox mengadakan pertemuan rahasia dengan Tuan Oswald, orang bagian dalam Credit Suisse dan juga mempunyai jabatan di sana.


“Astaga! Aku menemukan bukti jika Tuan Fox melakukan kecurangan.” Betsy kembali tersentak kaget saat melihat tayangan Tuan Fox menyerahkan setumpuk uang tebal yang diganti dengan berkas penting oleh Tuan Oswald.


Betsy memperbesar bagian yang dia sorot lalu menemukan berkas yang diserahkan Tuan Oswald merupakan laporan keuangan atas nama Tuan Claire Mont.


“Astaga! Aku tak hanya menemukan bukti yang cukup kuat atas tindak kecurangan ini tapi juga bisa menyeret Tuan Oswald ke meja hijau.”