
...~Happy Reading~...
Davis memilih untuk langsung pergi ke kantor, setelah berpamitan dengan istri nya dan juga Chloe tentu nya. Walau pun sikap Davis kini seolah seperti terbalik, namun Chloe menerima nya.
Ya, terbalik. Dulu, Davis akan bersikap lembut kepada Chloe dan dingin kepada Callie. Namun kini berbeda, Davis bahkan jauh lebih hangat dan terlihat begitu cinta kepada Callie, sedangkan kepada Chloe?
“Cal,”
“Iya Chloe, ada apa? Kenapa kamu datang kemari? Kemarin sudah berapa kali aku ke sana, tapi kamu tidak mau menemui ku. Apakah kamu masih marah pada ku?” tanya Callie, Chloe pun langsung menggelengkan kepala nya dengan cepat.
“A—aku ... “ Chloe terlihat begitu sulit untuk berbicara, wanita itu terus menundukkan kepala sambil terisak.
“Chloe .... “ dengan sangat perlahan, Callie mengangkat dagu Chloe agar menatap ke arah nya, kini dapat ia lihat betapa merah nya wajah Chloe lantaran terus menangis sejak tadi.
“Aku minta maaf!” ucap Callie lebih dulu membuka suara, “Aku minta maaf, jika aku sudah menorehkan luka yang begitu dalam di hati kamu. Aku minta maaf, atas semua sikap dan sifat ku selama ini, dan aku minta maaf karena gagal menjadi sahabat kamu.”
“Seharusnya, aku tau jika kamu mencintai Davis. Seharusnya aku tidak terlalu memaksakan kehendak, dan seharusnya aku bisa menjadi lebih dewasa. Kita sahabat Chloe, tapi aku selalu bersikap egois dan banyak menuntut, maafkan aku,” imbuh Callie panjang lebar dengan di sertai lelehan air mata.
Tentu saja, hal itu membuat tangis Chloe semakin pecah. Mengapa Callie yang meminta maaf, padahal tujuan nya menemui Callie, karena dirinya yang ingin meminta maaf.
“Seharusnya aku yang meminta maaf Cal. Disini aku lah yang salah, sejak awal aku sudah tahu kamu mencintai Davis, dan tidak seharusnya aku juga mencintai nya. Tidak seharusnya aku memanfaatkan keadaan dan menusuk kamu dari belakang, karena sejak awal aku juga sudah sadar bahwa aku dan dia tidak akan bisa bersatu.”
“Callie, maafkan aku. Aku benar benar meminta maaf, dan sekarang aku sadar sesadar nya bahwa cinta memang tidak bisa di paksakan. Bukan kamu yang memaksa, akan tetapi aku. Akulah yang terus memaksa keadaan agar Davis membalas perasaan ku, tapi nyatanya tidak akan pernah bisa.”
Kedua wanita itu langsung berpelukan dan menumpahkan tangisan nya satu sama lain. Sebuah pelajaran besar yang menghampiri mereka dan menguji persahabatan, namun kini semua berakhir.
Callie dan Chloe sama sama saling mengakui kesalahan satu sama lain. Namun keduanya masih tetap mempertahankan persahabatan.
“I’m still your friend? (Aku masih sahabat kamu?)” tanya Chloe menatap Callie dengan suara yang begitu serak lantaran habis menangis.
“Tentu! And I’m also your best friend! (Dan aku juga sahabat kamu)” jawab Callie tersenyum, lalu keduanya kembali berpelukan dan tertawa bersama.
“Sahabat!” Chloe mengulurkan jari kelingking nya tepat di depan wajah Callie, membuat wanita itu langsung menyambut hangat jari tersebut dan segera membalas tautan jari kelingking itu.
“Aku berharap, semoga ke depan nya kita bisa lebih dewasa lagi setiap menyikapi semua masalah.”
“Aku juga berharap, semoga ke depan nya kita bisa selalu seperti ini selama nya.”
Keduanya tertawa lalu kembali berpelukan. Lega, itulah yang mereka rasakan saat ini. Seberat apapun masalah mu, dan ujian mu jangan pernah pergi atau meninggalkan nya.
Karena semua tidak akan selesai begitu saja, namun hadapi hingga Tuhan yang menentukan apakah berakhir atau tidak.
‘Setiap rangkaian cerita pasti ada penyesalan. Dan di situlah kita bisa mengambil makna arti dari sebuah kehidupan. Begitupun dengan persahabatan.
...~To be continue .......