
...~Happy Reading~...
“Davis ... “
“Callie ... “ ucap keduanya bersamaan, masih dengan mata yang saling menatap satu sama lain.
“Apakah cinta itu masih ada disini? Masihkah aku bisa mendapatkan nya lagi? Aku tahu, mungkin ini akan sedikit terlambat, tapi—“
Davis menarik napas nya dengan cukup panjang sebelum akhirnya ia hembuskan se pelan mungkin, “Tapi aku ingin bertahan. Jangan pergi, tetaplah disini, bersama ku. Aku mohon Callie.”
Deg!
Jantung Callie langsung berdetak dengan begitu cepat. Ada perasaan senang dalam hati nya. Taman hatinya yang selama ini gersang lantaran tidak terbalaskan perasaan nya oleh davis.
Kini seolah langsung berbunga dan bermekaran hingga membuat hati nya terasa begitu bahagia.
“Kamu ingin aku bertahan karena bayi ini? Kamu ingin—“
“Tidak!” Jawab Davis dengan cepat menggelengkan kepala nya.
Laki laki itu mengambil tangan Callie, menggenggam nya dengan begitu lembut namun erat, “Tanpa adanya bayi itu, aku tetap ingin bertahan.”
“K—kenapa?” tanya Callie sedikit heran. Walaupun sebenarnya ia sudah bahagia lantaran davis ingin bertahan, tapi tetap saja dirinya penasaran apa alasan utama Davis ingin mempertahan kan nya.
“Karena kamu sudah berhasil mencuri hati ku. Kamu sudah berhasil merampas dan menempati hati dan perasaan ku bahkan pikiran ku, tanpa kamu biarkan sedikit saja ruang untuk ku memikirkan hal lain.”
Blush!
“K—kamu ... “ Bahkan Callie begitu gugup hanya untuk sekedar bersuara.
“Iya, aku mencintai kamu Calliena. Bahkan sangat mencintai kamu, aku tidak tau sejak kapan, tapi aku semakin yakin saat kita melewati malam itu. Aku semakin sulit untuk melepaskan mu, aku semakin sulit untuk tidak memikirkan kamu, dan aku semakin sulit menerima takdir hidup ku,” jelas Davis panjang lebar.
“Jika kamu memang mencintai ku, kenapa kamu ingin melepaskan ku? Kenapa kamu meninggalkan ku, dan kamu menghabiskan waktu begitu banyak dengan Chloe, kenapa kamu—“
“Sssstttt!” Davis langsung meletakkan jari nya di bibir Callie saat wanta itu mengeluarkan jurus andalan nya, yakni bicara panjang lebar seolah tidak memiliki rem.
Menarik napas nya dengan cukup panjang, akhirnya Davis menceritakan semuanya kepada Callie tanpa ada yang ia tutupi atau pun di kurangi apalagi di lebihkan.
Tentang bagaimana dirinya menerima tawaran om Clayton dan juga tuan Ammer. Dan tentang bagaimana dirinya membuat perjanjian dengan tuan Ammer yang akan meninggalkan Callie ketika sudah mengandung.
“J—jadi, perusahaan kamu bangkrut karena om Clayton? Agar kamu mau menikahi Chloe? Tapi Daddy datang dan menyuruh kamu menikahi aku dengan balasan jaminan perusahaan kamu kembali baik lagi?” tanya Callie berusaha memperjelas akar masalah nya.
“Dia sudah ku anggap sebagai ayah ku sendiri. Sejak kecil, aku bersama nya. Bahkan, Chloe sudah ku anggap adik ku sendiri, dan kak Claire juga kakak ku.” Gumam Davis kini memejamkan mata nya.
Bayangan demi bayangan dimana dirinya mulai di paksa dan di berikan penawaran yang berbentuk ancaman, terus terngiang di benak nya. Mungkin, jika kala itu tuan Ammer tidak datang dan memberikan penawaran, mungkin saat ini Davis sudah menikah dengan Chloe.
Awal nya, Clayton mengekang keras pernikahan Davis dengan Callie. Karena biar bagaimana pun, Davis harus menjadi menantu nya, yakni menikahi Chloe.
Agar, laki laki yang sudah di asuh nya itu tetap berada di sisi nya, sebagai bentuk tanggung jawab Clayton terhadap ayah kandung Davis, yaitu Davis. Sahabat, sekaligus mantan tangan kanan Clayton.
...~To be continue ......