
...~Happy Reading~...
“D—Davis .... “ gumam Callie begitu lirih dan terbata, seketika membuat sosok laki laki yang tengah terduduk di lantai itu langsung mendongakkan kepala nya.
Tidak berbeda dengan Callie yang terkejut. Davis pun juga terkejut melihat kedatangan Callie, terlebih saat ini wanita itu tengah duduk di kursi roda. Dengan sekuat tenaga, Davis bangkit dari posisi nya, berjalan dengan sangat perlahan menghampiri wanita yang sudah sangat ia rindukan.
Brukk!
“Davis!”
Tubuh Davis ambruk tepat di depan Callie, ia tidak bisa mengeluarkan kata katanya. Lidah nya seolah kelu ketika sudah di hadapkan dengan Callie. Namun, air mata nya yang bicara, saat menatap wajah cantik yang selalu ia rindukan, namun kini terlihat lebih pucat.
“K—kamu kenapa?” tanya Callie yang tak bisa menahan air mata nya, “Ada apa dengan wajah kamu, tangan kamu ini—“
Saat ia melihat wajah suami nya yang ternyata sangat kacau dengan begitu banyak luka lebam dan di sertai air mata kerinduan, membuat air mata Callie juga tidak bisa ia bendung.
Bukan hanya wajah yang terdapat begitu banyak lebam, melainkan tangan dan kaki Davis yang juga terdapat begitu banyak luka. Itu hanya sebagian yang terlihat, dan entah bagaimana di bagian yang tertutup.
Membayangkan hal itu, membuat Calie semakin tak kuasa menahan tangisan nya.
“Kamu sakit?” Bukan menjawab pertanyaan Callie, Davis justru malah melontarkan pertanyaan kepada Callie.
“A—aku merindukan mu ... “ gumam Davis lirih sambil mencoba untuk tersenyum, sebelum pada akhirnya laki laki itu ambruk dan tak sadarkan diri.
“Davissss!” pekik Callie panik dan berusaha menahan tubuh kekar suami nya.
“Toraaa! Ethannnn! Tolonggg!” teriak Callie sekuat tenaga sambil terus meneteskan air mata.
Sementara itu di luar ruangan, kedua laki laki berstatus jomblo itu yang mendengar suara teriakan Callie seketika langsung saling menatap satu sama lain.
Bukan segera masuk, Ethan justru kembali mencengkram kerah Tora. Seolah menuntut perkataan yang di ucapkan oleh Tora beberapa saat yang lalu.
“Kalau sampai Callie terluka, akan ku pastikan kau yang akan membayar nya!” ancam Ethan begitu marah, lalu menghempaskan Tora begitu saja ke lantai.
Ethan segera berlari masuk ke dalam ruangan itu, namun seketika langkah kaki nya terhenti saat melihat Callie yang sudah terduduk di lantai sambil memeluk kepala suami nya yang terlihat tak sadarkan diri.
Ia mengira, bahwa Callie berteriak lantaran di sakiti oleh Davis. Namun ternyata ia salah, justru Callie berteriak karena melihat laki laki nya pingsan.
‘Ckckckc laki laki payah!’ cibir Ethan dalam hati nya berdecak.
“Kau angkat bos mu, dan aku akan membantu Callie,” ujar Ethan seketika membuat mata Tora membulat.
“Jangan bercanda!” seru Tora tak terima.
“Itu bos mu!”
“Tapi aku tidak akan kuat mengangkat nya sendiri!”
“Harus kuat lah, kau itu laki laki.”
“Aku tau, tapi—“
“Cukuuppp!” teriak Callie seketika menghentikan perdebatan kedua laki laki jomblo tersebut, “Ethan bantu Tora. Atau kalau kau tidak mau, kau sendiri yang membantu Davis ke brankar. Biar Tora yang membantu ku!”
Dan akhirnya, mau tak mau Ethan membantu mengangkat tubuh Davis ke brankar bersama Tora. Walau sebenarnya, ia sedikit tidak rela memberikan bantuan kepada laki laki yang sudah menyakiti Callie.
Sejak kecil, Ethan memang tidak menyukai Davis. Bukan karena ia menyukai Callie dan merasa cemburu, bukan. Ethan hanya tidak menyukai laki laki itu karena selalu menolak Callie dan sering membuat Callie bersedih.
Biar bagaimana pun, sosok Ethan hampir mirip dengan davis yang di asuh dan di didik juga di biayai hingga besar oleh orang lain.
Bahkan keduanya hampir sama, lantaran Davis yang menjadi bayang bayang Chloe, sedangkan Ethan menjadi bayang bayang Callie.
Akan tetapi, rasa sayang Ethan benar benar pyur sebagai sahabat dan menganggap Callie adik nya. Mungkin sama juga dengan Davis yang juga hanya menganggap Chloe sebagai adik.
Namun, bedanya Chloe terlalu menaruh hati kepada Davis, sedangkan Callie tidak kepada Ethan.
...~To be continue .......