Davis, You Belong To Me

Davis, You Belong To Me
Kesambet



...~Happy Reading~...


Setelah pekerjaan nya selesai, Callie pun segera bergegas untuk membereskan tas nya dan bersiap akan pulang.


Namun, saat dirinya baru beranjak dan hendak pergi, tiba tiba sebuah suara bariton langsung menghentikan langkah nya.


"Ikut aku!" Ujar seseorang itu yang tak lain adalah Davis.


Davis langsung memegang tangan Callie dan mengajak nya berjalan bersama menuju lift.


Tentu saja Callie langsung mengerjapkan mata nya berulang. Tak percaya bahwa Davis memegang tangan nya dan menggandeng nya di depan para karyawan nya.


Bisik bisik dari beberapa karyawan yang melihat adegan itu, tentu saja membuat telinga Callie sedikit risi.


"Pak Davis, lepasin tangan saya. S—saya bisa jalan sendiri!" Callie setengah berjinjit agar bisa berbisik kepada Davis.


Namun, bukan Davis namanya jika ia mendengar perkataan orang lain. Apalagi seorang Callieana. Gadis ceroboh yang sangat menyebalkan yang selalu membuat hidup Davis berantakan.


Jangan harap, Davis mau mendengarkan larangan nya. Justru, semakin Callie melarang, maka akan semakin Davis lakukan.


"Davis! Sebenarnya kita mau kemana? Aku bawa mobil sendiri loh!" seru Callie sedikit pelan saat sudah tiba di parkiran.


Ya, Davis membawa Callie menuju mobil nya. Tidak perduli bahwa gadis itu juga membawa mobil, Davis tetap memaksa nya untuk masuk ke dalam mobil milik nya.


"Masuk!"


"Gak! Aku bawa mobil sendiri. Lagipula aku—"


"Ma suk!" eja Davis begitu dingin dan tegas.


Tidak punya pilihan lain, akhirnya Callie masuk ke dalam mobil itu agar tidak berdebat dan memancing emosi.


Sepanjang perjalanan, keduanya hanya terdiam dengan pemikiran masing masing.


Sedangkan Davis, jangan di tanyakan lagi. Karena laki laki itu memang sudah menjadi penerus kulkas kebangsaan belasan pintu. Jadilah selalu diam dan dingin jika dengan orang yang tidak ia anggap spesial dalam hidup nya.


"Turun," titah Davis saat sudah menghentikan mobil nya di sebuah tempat.


Untuk sesaat, Callie terdiam. Ia mengerutkan dahi nya saat mengamati tempat yang di tuju oleh Davis.


Sebuah hotel berbintang yang terlihat begitu mewah hingga membuat Callie bertanya tanya.


"Hotel? Kita mau ngapain?" tanya Callie menoleh dan menatap ke arah Davis yang baru saja hendak membuka pintu mobil nya.


"Kamu akan tahu nanti!"


Davis segera turun, lalu membukakan pintu untuk Callie dan mengajak nya untuk segera masuk ke dalam Hotel.


Mulut Callie langsung terbuka dengan mata yang membulat sempurna saat ia memasuki lobby Hotel dan di sambut oleh beberapa karyawan yang memberikan nya bucket bunga besar bertuliskan nama nya.


"Davis, ini—" Callie menoleh dan kembali menatap ke arah Davis saat menerima bunga tersebut.


"Kita masuk!" Davis menggandeng sebelah tangan Callie dan mengajak nya untuk ke suatu tempat.


Antara percaya dan tidak, Callie masih berada di dalam dunia khayalan nya. Ia takut, jika pada akhirnya ini hanyalah mimpi belaka.


Namun, ia juga tak yakin jika itu mimpi, karena semua terasa begitu nyata.


'Ya Tuhan, jika memang Davis sedang ke sambet salah satu jin atau setan ciptaan Mu. Maka tolong tugaskan jin itu agar terus merasuk dalam jiwa lelaki ku. Agar dia bisa selalu bersikap semanis ini padaku," gumam Callie dalam hati sambil terus menatap tangan nya yang tengah di genggam erat oleh Davis.


Laki laki itu terus menggandeng dan menuntun nya hingga menuju ke sebuah ruangan yang semakin sukses membuat mulut Callie ternganga begitu lebar saking takjub nya.


...~To be continue... ...