
...Warning!!! Kawasan 21+ kayaknya. Entahlah, pokoknya warning aja. Kalau merasa masih di bawah sumur, eh umur maksud nya. Harap skip saja ya Sayang ......
...~Happy Reading~...
Davis mengangkat dagu Callie dengan begitu pelan dan lembut. Tatapan matanya masih terus menatap mata cantik nan indah milik sang istri yang ternyata begitu memabukkan.
Bukan hanya Davis yang menatap lekat mata itu, melainkan Callie juga membalas tatapan mata Davis, hingga membuat keduanya saling beradu pandang, seolah berbicara lewat sorot mata.
Cup.
Satu kecupan singkat namun begitu manis, berhasil mendarat sempurna di bibir Callie, membuat jantung gadis itu semakin tak beraturan di buat nya.
Merasa tidak mendapat penolakan. Akhirnya, Davis mengulangi nya sekali lagi. Namun, berbeda dengan sebelum nya, kecupan kali ini tidak sesingkat sebelum nya. Dapat ia lihat, bagaimana mata Callie yang semula menatap nya, kini perlahan mulai terpejam, tanda gadis itu menikmati kecupan nya.
“Ahh!” pekik Callie saat merasakan Davis menggigit bibir nya, bertujuan agar gadis itu membuka mulut.
Davis tersenyum miring di sela aktifitas nya. Ia mengabaikan jeritan atau pekikkan dari Callie, justru laki alki itu semakin liar dalam menyerang bibir manis milik Callie.
Karena masih sedikit terkejut, Callie hanya bisa diam dan pasrah. Namun, setelah beberapa saat, gadis itu sudah mulai membalas ciuman panas yang di berikan oleh Davis.
Tanpa sadar, tangan Callie kini sudah merambah naik dan mengalungkan nya di leher Davis. Membuat laki laki itu merasa mendapatkan lampu hijau dan semakin liar dalam menjamah tubuh istri nya.
“D—Davis aku ... “ Callie sampai tidak bisa berkata kata lagi, ia merasa seluruh tubuh nya sedang di landa kabut gairahh yang begitu besar.
Tubuh nya panas, sangat panas. Bahkan, ia menginginkan lebih dari sekedar sebuah sentuhan.
Terlebih, saat ini tangan Davis yang begitu kekar dan nakal itu sudah mulai berjalan jalan hingga menaiki bukit dan menuruni lembah. Membuat sang empu nya semakin tak bisa menjabarkan apa yang di rasakan nya.
Setelah puas berjalan jalan dan memberikan kecupan panas. Kini satu per satu, Davis mulai melepaskan pakaian nya dan juga Callie.
Gadis itu spontan langsung menutup wajah nya dengan menggunakan telapak tangan saa mata nya harus menatap sesuatu di bawah sana.
“kenapa? Kau mau berkenalan sekarang?” tanya Davis dengan tersenyum miring.
Callie membuka jari jari tangan nya, agar mata nya bisa melihat dengan lebih jelas apa yang ada di depan nya. Namun, beberapa detik kemudian, ia kembali menutup nya.
Ia merasa begitu malu, namun justru membuat Davis semakin gemas saat melihat tingkah Callie yang begitu lucu dan menggemaskan.
“Genggam lah,” ujar Davis sambil menuntun tangan lentik nan mungil milik Callie untuk berkenalan.
“A—aku malu, gak mau!” tolak Callie menggelengkan kepala sambil memalingkan wajah nya ke samping.
“Apa kau mau kita langsung ke inti?” tanya Davis lagi seketika membuat kepala Callie mendongak dan langsung menatap ke arah Davis.
Glek!
Langsung ke inti? Callie langsung menelan saliva nya. Berulang kali ia melirik ke arah benda yang ada di genggaman Davis itu, lalu melirik lagi ke area bawah nya dengan penuh ragu.
Takut, tentu saja. Bahkan, Callie sangat ragu apakah benda itu bisa masuk sempurna ke dalam rumah baru nya nanti. Sungguh, Callie tidak menyangka jika ternyata adik kecil yang di miliki Davis ternyata bukanlah adik kecil, melainkan adik besar.
...~To be continue .......