Davis, You Belong To Me

Davis, You Belong To Me
Bodoh



...~Happy Reading~...


"Davis tunggu dulu!" Callie menghela napas nya dengan sedikit kasar, saat lagi lagi meninggalkan nya.


Ini bukan kali pertama, dirinya di tinggalkan oleh Davis di dalam kantor. Dan selalu saja, laki laki itu hanya akan menunggu dirinya di parkiran tanpa memberitahunya terlebih dulu.


Dirinya bukan cenayang, tapi di haruskan selalu mengerti dan peka dengan apa yang di lakukan oleh suami nya.


"Tora, kau pulang saja. Biar aku yang menyetir kali ini! Aku mau ajak bos kamu pergi ke suatu tempat!" ucap Callie seraya menengadahkan tangan nya ke arah Tora untuk meminta kunci mobil.


Tentu saja, mendengar perkataan Callie membuat mata Davis dan Tora seketika langsung menatap ke arah nya.


"Kenapa? Kau itu pemalas dan tidak akan mau menyetir. Jadi, biar aku saja!" imbuh Callie lalu ia segera merebut kunci di tangan Tora.


Saat Callie hendak memasuki mobil, tiba tiba tangan nya sudah di cekal oleh Davis. Membuat nya mau tak mau menoleh dan hampir menabrak wajah Davis.


Deg!


Pandangan mata nya sangat dekat. Bahkan, kini jarak wajah kedua nya hanya berjarak beberapa centi saja dengan tangan Davis yang menggenggam tangan Callie untuk mengambil kunci mobil.


"K—kenapa?" tanya Callie sedikit terbata.


"Duduk di kursi mu!" perintah Davis dengan raut ekspresi wajah datar nya.


"Davis, aku ingin—"


"Duduk di kursi mu, Callieana!" tekan Davis terdengar begitu menakutkan hingga membuat Callie mau tak mau menganggukkan kepala dan segera berjalan ke arah pintu samping.


Sementara itu, Tora yang melihat interaksi antara Callie dan Davis. Hanya bisa menghela napas nya dengan berat.


Rasanya akan sangat sulit untuk menyatukan dua insan yang berbeda itu. Cinta Callie terlalu besar, untuk Davis yang tidak memiliki perasaan.


Kasihan, hanya itu yang ada di benak Tora untuk Callie. Sejak awal, hingga saat ini Callie sama sekali belum mendapatkan perlakuan baik dari Davis.


...🕊🕊🕊...


Sepanjang perjalanan keduanya hanya diam di kursi belakang sedangkan Tora juga ikut terdiam dengan pikiran nya.


"Bacakan schedule ku hari ini!" ucap Davis bersuara untuk memecah keheningan.


"Jadwal mu ada di kantor." Callie menghela napas nya berat, "Tapi seingat ku, hari ini tidak ada jadwal meeting ke luar. Hanya ada meeting bulanan bersama karyawan. Sama ada kunjungan anak panti sore nanti. Sudah!" imbuh Callie mencoba untuk mengingat jadwal Davis.


Callie adalah gadis yang sangat pintar. Ia mudah mengingat semua dengan cepat. Selain itu, Callie juga sangatlah telaten dan cekatan dalam hal pekerjaan.


Terlepas dirinya yang dari keluarga kaya, dirinya adalah seorang gadis pekerja keras.


Hanya saja, Callie terlalu bodoh dalam hal percintaan. Callie sangat sulit sadar akan orang di sekitar, apalagi tentang Davis.


Callie seolah tidak memiliki otak lagi until berfikir. Karena dunia nya hanya untuk Davis.


"Kunjungan panti?"


"Iya," jawab Callie menganggukkan kepala nya.


"Itu tugas Tora, bukan aku!" kata Davis menggelengkan kepala nya.


Memang benar, setiap bulan nya. Kantor Davis akan mengadakan kunjungan Panti. Dan biasanya, hal itu akan di urus oleh Tora.


Namun, entah mengapa kini bisa ada di dalam jadwal nya, batin Davis.


"Sesekali, tidak ada salahnya kamu ikut terjun ke lapangan. Jangan mau enak nya saja jadi bos. Lagipula hari ini kamu free, jadi tolong datang lah!" ucap Callie lalu ia segera membuka pintu mobil dan berjalan lebih dulu memasuki kantor.


"Aku bos nya, kenapa dia mendahului ku!" gumam Davis menatap tajam pada sosok Callie yang kini sudah mulai berjalan memasuki lobi.


"Tapi dia istri anda, Tuan." jawab Tora seraya menahan tawa nya.


"Diamlah! Kau saja yang atur semua nya!" ucap Davis lalu ia segera ikut turun dan menyusul Callie.


...~To be continue... ...