Davis, You Belong To Me

Davis, You Belong To Me
Menikah



...~Happy Reading~...


Setelah acara lamaran beberapa hari yang lalu. Kini akhirnya hari yang di tunggu telah tiba, hari dimana Davis dan Callie akan mengucapkan ikrar janji suci di hadapan pendeta dan para saksi.


“Kamu cantik,”


“Tentu!” jawab Calie terkekeh saat mengamati penampilan nya di depan cermin.


Senyuman merekah indah yang sejak tadi menghiasai wajah nya, kini seketika luntur saat menatap sahabat nya dari pantulan kaca di dalam ruang ganti nya.


“Chloe ... “


Gadis itu langsung mendongak dan kembali tersenyum saat namanya di panggil oleh Callie, “Kenapa?”


“Kamu yang kenapa?” tanya Callie datar, “Kamu tidak bahagia dengan pernikahan ku? Apakah kamu mencintai Davis?”


“Hah?” Chloe langsung mengerutkan dahi nya saat mendapatkan pertanyaan tak masuk akal dari Callie, “Jangan ngawur kamu Cal.”


“Chloe,.... “


“Callie, aku dan Davis tidak ada hubungan apa apa. Kami dekat karena pyur sebagai saudara, tidak lebih. Bukan hanya padaku, tapi sama kak Claire, Davis juga seperti itu. Jangan cemburu lagi pada ku, karena aku bukan siapa siapa.” Jelas Chloe berusaha meyakinkan Calie.


“Jika memang beberapa waktu lalu aku sempat mendatangi Davis, dan membuat kamu cemburu. Maaf Callie, tapi saat itu aku memang membutuhkan Davis, tapi percayalah aku dan dia tidak memiliki hubungan apapun selain saudara.” Imbuh nya membuat Callie langsung menganggukkan kepala nya dengan percaya.


“Ayo, pasti calon suami kamu sudah menunggu.”


Callie tidak memiliki seorang Ibu, jadilah saat ia keluar hanya di temani oleh Chloe saja untuk menuju altar, dimana Davis dan pendeta sudah berada di sana.


Senyuman kembali terbit di wajah Callie, tidak tahu lagi bagaimana mengutarakan kebahagiaan di dalam hati nya.


Melihat penampilan Davis yang berbalut tuksedo berwarna putih senada dengan gaun yang ia pakai, membuat jantung nya sudah berdegup dengan sangat cepat.


“Bahagiakan dia,” ucap Chloe tersenyum tipis menatap Davis.


Untuk sesaat, laki laki itu terdiam. Ia membalas tatapan mata Chloe dengan begitu dalam, sebelum akhirnya ia menganggukkan kepala dan menggandeng tangan Callie untuk menuju altar.


"Saya mengambil engkau menjadi istri saya, untuk saling memiliki dan menjaga, dari sekarang sampai selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, pada waktu sehat maupun sakit, untuk saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita, sesuai dengan hukum Allah yang kudus, dan inilah janji setiaku yang tulus."


Callie tersenyum hingga tanpa sadar meneteskan air mata saat mendengar janji suci yang di ucapkan oleh Davis tepat di hadapan nya. Dengan menahan air mata, ia pun menganggukkan kepala nya sambil terus tersenyum penuh haru.


"Saya mengambil engkau menjadi Suami saya, untuk saling memiliki dan menjaga, dari sekarang sampai selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, pada waktu sehat maupun sakit, untuk saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita, sesuai dengan hukum Allah yang kudus, dan inilah janji setiaku yang tulus."


Setelah keduanya mengucapkan janji suci. Pendeta pun melangkahkan kaki nya selangkah lebih dekat dengan kedua mempelai. Mengambil sebuah cincin yang sudah di siapkan dan memberikan nya kepada keduanya.


"Cincin ini bulat, tanpa awal dan tanpa akhir, sebagai lambang kasih Kristus, yang tanpa awal dan tanpa akhir. Atas dasar itu, cincin ini menyatakan bagi saudara berdua, untuk meniru kasih Kristus dalam kehidupan rumah tangga dengan mengasihi pasangan tanpa awal juga tanpa akhir."


Menarik napas sedikit panjang, Davis mengambil cincin di tangan pendeta itu untuk memberikan nya kepada Callie.


“Calliena Ammer, cincin ini aku berikan kepadamu sebagai lambang cinta kasih dan kesetiaan ku." Ucap Davis sambil menyematkan sebuah cincin berlian di jari manis Callie, membuat gadis itu semakin tak kuasa menahan tangisan haru.


"Hiduplah menurut janjimu, hayatilah tugas dan tanggung jawabmu, dan terimalah berkat Tuhan: Allah, Bapa Tuhan Yesus Kristus yang telah memanggil dan mempersatukan kamu dalam perwakilan ini akan memberkati kamu dan memenuhi rumah tanggamu dengan kasih karunia Roh Kudus supaya dalam iman, pengharapan dan kasih, kamu hidup suci dan bahagia selama-lamanya." sambung pendeta yang di akhiri oleh tepuk tangan dari para saksi yang hadir termasuk tuan Ammer, dan tuan Clayton juga tuan Edward yang mana sebagai perwakilan wali dari Davis.


...~To be continue .......